Narsis Dalam Bisnis

Selepas Subuh, membaca kultwitnya Mas Ali Akbar, telinga saya rasanya seperti terjewer beeersenti-senti meter. Mau tahu soal apa? Soal NARSIS. Beliau bukan membahas tentang bahwa Narsis itu tidak boleh, tidak baik, atau dinilai terlalu pede. Tapi narsis-nya adalah narsis wajib. Lho, kok bisa? Jelas bisa. Narsis yang beliau maksud adalah NARSIS dalam BISNIS.

Hanya dalam hitungan sepersekian detik, hati dan kepala saya sudah seperti terayun-ayun. Benar sekali bahwa apabila seorang pengusaha ingin bisnisnya maju, ya harus narsis. Artinya, berani berpromosi, berani memperkenalkan produk atau jasa yang dimiliki kepada masyarakat. Narsisnya tentu bertipe modern, dengan mengandalkan kemajuan teknologi informasi. Misalnya, memaksimalkan BlackBerry yang dimiliki. Apalagi kalau BlackBerry-nya merupakan propertinya kantor. Waduh, makin tersentil deh saya.

Saya punya BlackBerry dan saya yakin klien-klien perusahaan kami juga punya. Maka optimalkanlah yang ada. Saya punya akun twitter dan saya punya banyak sekali teman di sana. Mestinya mereka bisa menjadi pasar perusahaan kami atau paling tidak sebagai mediator. Pelajaran hari ini adalah bahwa apabila saat ini saya belum merasa maju, itu datang dari diri sendiri karena saya belum memaksimal kemampuan dan mengoptimalkan kemajuan teknologi informasi. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Selalu ada kata gagal dalam meraih sukses. Namun lebih baik gagal saat dalam proses pembelajaran dibandingkan gagal karena memang tak pernah mencoba.

Selamat beraktifitas sahabat, tetap semangat dan menebarkan manfaat ya.

Warmest Regards,
Me – The Web Owner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *