Hidup Kita Tanggung Jawab Kita

Suatu pagi dari balik jendela Kantor, saya melihat pemandangan yang agak ganjil. Seorang wanita, saya perkirakan usianya belum menginjak 40 tahun, terlihat sedang menari-nari di tepi jalan, tepat di seberang gedung tempat Kantor saya berada. Penampilannya cukup rapi, tidak ada tanda-tanda yang aneh. Semula saya berpikir wanita tersebut sedang mendengarkan musik melalui earphone. Tetapi lama kelamaan, saya menduga waniita tersebut ‘kurang sehat’. Bagaimana saya tidak menduga seperti itu jika pemandangan tersebut saya saksikan sejak sekitar pukul 10 pagi hingga menjelang jam makan siang?

Mungkin itu hanyalah satu dari sekian banyak kisah tentang orang-orang yang mengalami Hal serupa. Saya bukan orang yang mempunyai latar belakang ilmu di bidang psikologi atau kejiwaan, tetapi setidaknya saya bisa membayangkan mengapa Hal tersebut bisa terjadi. Tentunya, setiap orang di dunia ini punya masalah. Besar-kecil, berat-ringan, sulit-mudah, sifatnya relatif, bergantung pada bagaimana kita mampu mengelolanya.

Kalau saya diminta memberikan alasan kenapa wanita yang saya ceritakan di atas bisa seperti itu, jawaban ringan yang bisa saya sampaikam adalah, “Ingin jadi artis tapi gak kesampaian mungkin”, heheheh…benar-benar asal jawab ya. Tapi bisa jadi, dengan kehidupan di masa kini yang memang tidak mudah, faktor ekonomi banyak menyeret manusia menjadi seperti itu. Penghasilan yang apa adanya, pekerjaan tidak setiap hari ada, biaya kontrakan, makam sehari-hari, Dan lain sebagainya. Atau, selain itu bisa juga terjadi akibat putus cinta. Wah, yang seperti iniI mudah-mudahan tidak terjadi pada sahabat-sahabat saya ya.

Apapun masalahnya, hendaknya kita selalu sadar bahwa kehidupan manusia di muka bumi sudah ada yang mengatur. Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, menciptakan penyakit dengan obatnya, menciptakan masalah dengan solusinya, tidak ada yang sia-sia. Tentunya, semuanya tidak akan Allah berikan dengan begitu mudahnya. Manusia diciptakan dengan akal Dan pikiran, maka harus dioptimalkam sebagai wujud rasa syukur. Senantiasa mendekatkan diri padaNya. Allah tak pernah menjauh, manusialah yang enggan mendekat. Jika hidup kita senantiasa kita percayakan padaNya, akan tercipta kedamaian dalam hati, seperti apapun keadaan kita saat ini.

Satu yang harus diingat bahwa Allah memberikan ujian kepada manusia tidak pernah melebihi dari batas kemampuan kita. Semakin besar ujian yang kita terima, jadikan sebagai jalan untuk mencapai kelas yang lebih tinggi. Sampaikan kepada masalah bahwa kita tak pernah gentar karena Allah selalu bersama kita. Blessing Friday!

Warmest Regards,
Me – The Web Owner

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.