Senandung introspeksi

Jika aku ingin mengalirkan keluh kesah
Malulah aku pada tanah negeriku yang subur
Malulah aku pada udara segar yang senantiasa menyemilirkan pagi
Malulah aku pada pepohonan menghijau segarkan bumi
Malulah aku pada hangat mentari menyapa hari
Malulah aku pada rinai hujan di penghujung hari

Terlupakah aku akan segala yang kupunya?
Keluarga yang setia
Pangeran dan putri kecil yang serba terjaga
Cinta dan kasih sayang dari lubuk jiwa

Lihatlah mereka di belahan bumi lainnya
Udara segar terjerembab oleh dentuman
Pepohonan tak lagi menunaikan teduh rindangnya
Mentari teralirii panas api
Rinai hujan menjadi saksi duka di hati

Seberapa banyak lagi nikmatNya harus kudustai?
Seberapa jauh lagi aku ingin berlari?
Mengejar mimpi yang bukan milik diri
Menutup mata atas semua anugerah

Sungguh hati ini ingin kembali
Ucap syukur atas semua yang telah diberi
Jika aku masih memiliki malu di diri

Warmest Regards,
Me – the Web Owner

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.