HATI-HATI DENGAN FOKUS

Tahun 2012 lalu saya pernah mengikuti kursus privat singkat membaca kilat (flash reading) bersama 3 orang kawan. Motivasinya mengikuti kursus tersebut karena saya dan 2 dari peserta kursus tersebut sempat berkeinginan membuka usaha Training Event Organizer, salah satu training yang akan diangkat ya mengenai membaca kilat tersebut. Membaca kilat berbeda dengan membaca cepat. Kalau pada saat membaca cepat, peserta diajari teknik membacanya. Sedangkan pada membaca kilat, mengandalkan alam bawah sadar yang akan merekam tulisan-tulisan yang ada, dan ada pada saat pembaca ada pada posisi normal, seluruh isi bacaan sudah dihafal.

Saya menjadi ‘korban’ hipnotis pengajar kursus saat itu. Saya ingat betul, saya betul-betul bergerak menuruti perintah beliau, tetapi saya masih dapat mendengar suara-suara di sekitar saya. Salah satu peserta saat itu juga dihipnotis hingga dia tidak ingat nama-nama keluarganya, meskipun di akhir hipnotis, nama-nama keluarganya dapat kembali ke ingatannya. Saya sempat bertanya, kenapa kawan saya itu bisa sangat sangat menurut pada suara yang memerintah. Saya berpikir mungkin karena teman saya itu melamun alias tidak fokus. Tetapi, jawaban pengajar kami saat itu sungguh di luar dugaan saya. Menurut beliau orang yang terlalu fokus pada satu hal malah mudah sekali jadi korban hipnotis. Misalnya, orang yang fokus bbm-an di kereta, orang yang fokus membaca di bis, mereka mudah sekali jadi korban hipnotis. Begitu pula orang yang tidur. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati sekali saat tidur di kendaraan umum karena kondisi tidur adalah kondisi yang paling mudah dimasuki alam bawah sadarnya. Itu sebabnya pencucian otak banyak dilakukan saat korbannya tertidur.

Paragraf pertama dan kedua isinya serius sekali ya. Tapi sayangnya hal di atas tidak saya praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tidak boleh terlalu fokus pada satu hal. Jadilah, saya menuai akibatnya. Eits, tapi bukan sedang menjadi korban hipnotis lho. Singkat cerita, dalam perjalanan pulang ke rumah dari kantor, saya naik angkutan umum 03 dari depan taman topi, Bogor. Biasanya saya turun di depan Pasar Swalayan ADA lalu berganti angkutan umum 13 yang memang melewati komplek tempat saya tinggal. Saat mulai menghempaskan badan ke kursi angkutan umum itu, saya membuka tablet dan mulai asik ngobrol ria dengan kakak dan sahabat-sahabat lama di group, mulai dari teman SMP, SMA, hingga teman-teman kampus. Obrolan sedang seru sekali, maklum sudah bertahun-tahun kami tidak pernah bertemu. Akhirnya, tibalah saat leher saya terasa pegal karena menunduk terus, hingga akhirnya saya mengangkat kepala. Kepala saya agak berputar saat itu, bukan karena pusing, tapi bingung ada di manakah saya saat itu. Beberapa detik kemudian, saya baru sadar dan saat sadar itulah wajah saya pasti begitu “bego” karena ternyata angkutan yang saya naiki sudah berputar lagi ke istana Bogor dan berbelok menuju taman topi, tempat saya naik tadi. Olala, pengajar saya dulu itu sepertinya lupa bilang bahwa selain berpotensi mudah dihipnotis, terlalu fokus pada satu hal juga berpotensi nyasar. Seperti saya saat ini. Hehehe…

 

Warmest Regards,

The New Me Rich Lina

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.