SELAKSA DOA

Senin, 23 September 2013

Ini seperti mimpi. Mimpi yang aku ingin segera terbangun darinya. Mimpi yang membuat kakiku bergetar hebat. Mimpi dari impian yang kandas kucapai. Berawal dari suatu masa, saat inginku temui satu kesempatan emas. Kesempatan yang kuharap akan membawa perubahan besar. Hanya berucap, tanpa melalui doa, tapi jawaban itu hadir. Tapi sungguh tragis, kesempatan itu datang dengan membawa teman. Awalnya bagaikan mengarungi lautan dengan perahu rapuh. Datanglah ombak bergulung yang menghempaskan perahu itu hingga terjungkal. Tumpahlah aku ke dalam lautan, bergulung-gulung menemani ombakNapasku tersengal, sekuat daya menuju tepian, berharap bertemu pantai nan tenang. Doa kecil terlantun, dan tanah berpasir menghampar di depan mata. Kuseret kaki dengan separuh daya, rasa mencekam masih terasa, ngeri jika air itu kembali tiba. Harapan kembali mengembang, saat jalan mendaki hadir di hadapan. Terus kudaki, kujauhi pantai, kudekati bukit berbatu itu. Tiba-tiba tubuhku tersungkur, terseret pasir berirama kepingan batu dari puncaknya. Oh apa ini? Ternyata hidup masih harus diperjuangkan
Kulantunkan bait-bait doa… dan ajaib…Hamparan rumput hijau terhidang di depan mata. Pepohonan yang rindang, dengan tetes embun di pucuk dedaunan. Burung-burung beterbangan dengan suka ria. Berlari aku terlena. Berlari terus berlari, sambil memejamkan mata. Hingga aku merasa tubuhku tak lagi berlari, tetapi terbang…Terbang dibawa angin yang sangat kuat. Aku tak sanggup menahan beban tubuhku sendiri, pun tak ada tempat untukku mengikatkan tanganDoaku tak sebatas doa kecil, doaku tak sebatas terlantun syahdu. Doaku sudah sambil menggugu, doa sepenuh jiwa karena lara. Setiap detik, menit, jam yang berlalu, anganku melayang padanya. Akankah kesempatan itu kuraih kembali? Diam dalam doa di tengah penantian. Doa untuk dimampukan, dipantaskan. Doa agar dikabulkan untuk yang baik saja, dilepaskan yang sebaliknya. Waktu berjalan, tetapi terasa melambat. Hingga… jawaban itu tiba. Hari ini, aku mengerti
Sederas apapun doa, Allahlah Sang Maha Kuasa. Sekuat apapun berusaha, tak ada yang halangi inginNya. Hari ini aku belajar. Sesungguhnya, Dia telah kabulkan aku punya doa.

 

Warmest Regards,

The New Me Rich Lina

 

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.