HINDARI MENUNDA

Beberapa hari yang lalu saya menerima laporan dari salah satu tim operasional di kantor mengenai prosedur baru memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM). Perubahannya cukup signifikan. Kebetulan perusahaan tempat saya bekerja memang hanya menerima pelayanan pengurusan SIM bagi orang asing. Semula prosesnya mudah saja, Kurang dari 2 jam, SIM sudah di tangan.

Berbeda sekali dengan prosedur baru yang kabarnya sudah mulai diterapkan ini. Ada belasan tahapan yang harus dilalui. SIM baru diperoleh jika pemohon lulus uji mengemudi yang menggunakan simulator. Kabarnya sih, banyak orang yang harus bolak-bolak 7 (tujuh) kali ke instansi tersebut untuk mengikuti ujian ulang. Wah, lumayan sulit juga ya. Kabarnya lagi, hal ini dilakukan sebagai langkah tegas aparat kepolisian dalam meminimalisir pengendara di bawah umur yang semestinya belum diperbolehkan mengendarai mobil atau sepeda motor sendiri. Tentunya hal ini terkait dengan musibah kecelakaan di Jagorawi yang melibatkan putra salah satu musisi kenamaan negeri ini, beberapa waktu lalu.

Langkah positif yang patut didukung meskipun terasa terlambat. Semestinya hal ini dilakukan sejak dulu. Saat melihat tayangan di televisi mengenai banyaknya pelajar yang terjaring razia karena membawa kendaraan tanpa disertai ijin mengemudi, jumlahnya banyak sekali lho. Saya jadi membayangkan jika seluruh siswa yang terjaring razia tersebut menggunakan kendaraan umum saja, berapa persen ya kemacetan di ibukota dapat menurun? Tentunya cukup signifikan ya.

Jika kita jeli, selalu ada hikmah yang dapat dipetik dari setiap peristiwa. Salah satunya adalah bersegera melakukan kebaikan. Tidak dapat dipungkiri, menunda melakukan kebaikan sama halnya dengan menciptakan keburukan secara perlahan. Bayangkan saja akibat dari penundaan bersikap tegas dalam hal aturan ini yang berujung pada musibah kecelakaan. Itu sebabnya, jangan pernah menunda melakukan kebaikan.

Tetapi saya yakin tidak ada kata terlambat untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Harapan kita semua, semoga untuk kasus-kasus lain, tidak perlu menunggu terjadinya musibah baru kemudian bergerak. Saya juga punya harapan khusus, semoga aparat kepolisian kita tegas berkomitmen bahwa tidak seorangpun dapat memanipulasi tidak lulus uji menjadi lulus uji, apapun alasannya, termasuk tidak mengijinkan anak di bawah umur untuk mengajukan SIM. Tidak ada pengaruh uang, jabatan, status sosial, atau hal-hal lain yang berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan kecurangan.

Warmest Regards,

The New Me Rich Lina

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.