KARTINI

Aku percaya Kartini tulus membuka pintu gerbang bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk menjadi sosok perempuan yang terbuka matanya akan ilmu pengetahuan yang tentunya dimulai dari membaca dan menulis.

Aku percaya Kartini tak pernah bermaksud membuat sosok perempuan Indonesia menjauhkan diri dari kodratnya sebagai seorang Ibu.

Aku percaya seorang Kartini masa kini sejati akan selalu berupaya menjadikan dirinya pintar, berwawasan luas, tegas dalam memegang prinsip hidup. Tak hanya pintar dalam mengasah kemampuannya, akan tetapi juga pintar menempatkan kodratnya sebagai seorang Ibu. Sudah menjadi kewajiban seorang perempuan untuk menuntut ilmu karena posisinya sebagai seorang guru pertama bagi putra-putrinya kelak. Bagaimana seorang Ibu akan mendidik putra-putrinya jika ia sendiri tak berilmu?

Di sisi lain, aku miris menyaksikan perempuan-perempuan pintar bergadget canggih yang lebih memilih fokus pada gadget tersebut dan membiarkan putra-putrinya ada dalam pelukan sang pengasuh. Aku juga seorang Ibu yang bekerja, tapi saat aku berada di luar urusan pekerjaan, rasanya tak pernah ingin lepas memeluk bocah-bocah lucu itu. Bagaimana mungkin gadget terlihat lebih menarik sedangkan masa anak-anak berkumpul bersama kita tidaklah lama. Saat mereka mulai bersekolah, teman-teman akan menjadi sosok yang lebih menarik di mata mereka. Itupun juga Tuhan masih berikan kita kesempatan menyaksikan mereka tumbuh hingga bersekolah.

Akankah seorang Kartini kecewa jika tahu? Saat perjuangannya menepis kebodohan telah berhasil, namun mengabaikan peran perempuan itu sendiri.

Tapi aku percaya, kita tak akan mengecewakannya. Selamat Hari Kartini ya…

The happier me
– Melina –

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.