Pribadi Pemimpin

Kita adalah orang yang paling berhak atas diri kita sendiri. Tidak ada orang yang berhak mengatur, menyetir, atau mengendalikan hidup kita. Hanya Allah sematalah yang paling berhak menentukan apakah keputusan yang kita ambil untuk diri kita baik atau tidak. Jikalah Allah tidak mengabulkan, maka yakinlah bahwa keinginan kita tak baik di mataNya. Atau, Allah sudah torehkan di dalam bukuNya bahwa saat ini bukan saat yang tepat untuk wujudkan keinginan itu.

Kita adalah orang yang paling berhak atas diri kita sendiri. Maka, banyaklah belajar, memperkaya wawasan, mengenyam pengalaman, agar diri kita bisa menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Tidak ada alasan menggantungkan hidup dan segala sesuatunya kepada orang lain. Siapapun itu, akan ada masanya kita berpisah. Saat kita masih kanak-kanak, beranjak remaja, menjadi dewasa, satu persatu peran orangtua dalam kehidupan harus sudah bisa kita gantikan. Jika dulu kita makan harus disuapi, pakaian kita dicucikan, ke sekolah diantar, maka kini semuanya harus kita lakukan sendiri. Apa yang akan terjadi jika orangtua kita tiada dan kita tak bisa mengerjakan satupun hal-hal di atas? Bahkan seorang pimpinan di suatu perusahaan pun harus bisa menyeduhkan minumannya sendiri, kalau-kalau pegawai yang bertugas sedang tidak bisa hadir bekerja. Jangan menggantungkan hidup kepada orang lain, karena pertemuan itu misteri, dan perpisahan itu pasti. Bagaimanapun caranya. Maka, mulailah menyiapkan diri kita sebagai pemimpin sejati.

The happier me,
-Melina-

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

MEMILIH BAHAGIA

Jika kamu bertanya sebanyak apa daftar masalah yang aku punya, maka aku akan membuatkan barisan-barisannya yang mungkin ratusan…