BAHKAN BAYI PUN DIMUTILASI

Saat hendak mengambil air wudhu menjelang subuh tadi, langkah kaki saya terhenti sejenak di depan televisi. Salah satu saluran televisi swasta tengah menayangkan peristiwa ditemukannya mayat seorang bayi berusia sekitar 3 minggu dengan lilitan kaos di lehernya. Yang lebih memilukan, kondisi mayat bayi tersebut tanpa kepala. Astaghfirullahadziim.. Siapa yang tega berbuat sekeji itu padamu, nak?

Entah mengapa, kasus pelecehan, kekerasan, hingga pembunuhan pada anak-anak seolah semakin menjamur. Motifnya beragam, mulai dari lilitan ekonomi, sikap anak yang dianggap nakal, hingga dendam kepada orangtua si anak. Pelakunya pun sebagian besar dari lingkungan terdekat anak tersebut, mulai dari orangtua kandung, orangtua tiri, orangtua angkat, paman, bibi, dan sekitarnya.

Mungkin perlu ditelaah kembali motivasi kita dalam hidup ini, ingin melakukan kejahatan atau memberikan manfaat. Menjadi orangtua artinya kita siap meluangkan seluruh waktu, pikiran, tenaga, dan tentunya cinta untuk buah hati kita. Tak peduli apakah status kita sebagai orangtua kandung atau yang lainnya. Tetapi sebagai orangtua kandung, terlebih seorang Ibu, rasa cinta itu telah tumbuh saat ia menyadari ada makhluk ajaib dari Allah yang tumbuh di rahimnya. Ia akan menjaga makanannya, kesehatannya, dan rela tidak mengkonsumsi makanan favorit jika berbahaya untuk si buah hati. Seperti saya, yang hingg saat ini bertahan dari godaan harum durian hingga si kecil bisa saya sapih.

Bagi yang berstatus sebagai orangtua tiri, tidak bisa menjadi alasan juga untuk menyakiti seorang anak. Saat berkomitmen menikah dengan seseorang yang sudah memiliki anak, artinya kita sudah menerima satu paket, bukan hanya ayah atau ibunya saja.

Anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan umat yang harus senantiasa memperoleh cinta yang tulus, perhatian, pendidikan, dan kesehatan yang berkualitas.

Bahkan Rasulullah SAW pun amat sangat menyayangi anak-anak. Beliau rela bersujud lama karena di punggungnya karena cucu tercinta sedang asyik bermain-main.

Mari kita jaga dan lindungi anak-anak tercinta kita. Mereka bukan milik kita seutuhnya, melainkan amanah dari Allah SWT, yang suatu saat kita akan dimintai pertanggungjawaban.

The happier me
-Melina-

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.