BROKEN HEART

Kawan…
Tahukah kau rasanya perih?
Perih yang lebih mengiris dari sekedar sentuhan kertas baru bersisi halus namun tajam

Kawan…
Tahukah kau rasanya nyeri?
Nyeri yang meninggalkan lebam di dalam hati meski tak ada benda apapun yang membenturnya

Kawan…
Tahukah kau bagaimana rasanya terluka?
Luka bukan karena hunusan pedang, namun menorehkan segores bekas bercarut marut tak tentu rupa

Bagiku ini seperti kisah patah hati
Bukan patah hati karena yang kucinta tak balas mencintaiku
Bukan patah hati karena dia memilih orang lain
Bukan pula patah hati karena dia hanya anggapku selintas rasa

Ini lebih menyakitkan
Mendengar bait-baitmu berselimutkan melodi senyap
Mendengar kisahmu kacaukan logikaku
Mendengar pengakuanmu buat lidahku kelu
Bahwa hatimu telah terpagut pada Dia yang lain
Bahwa hatimu tak lagi percaya padaNya
Bahwa kita telah beda memaknai Sang Pencipta
Ya, aku rasakan perih, nyeri, terluka karena kau telah jatuh cinta
Jatuh cintamu menyakitiku

The happier me
-Melina-

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.