MEMILIH BAHAGIA

Jika kamu bertanya sebanyak apa daftar masalah yang aku punya, maka aku akan membuatkan barisan-barisannya yang mungkin ratusan ada.

Jika kamu bertanya sebanyak apa daftar nikmat yang aku punya, maka aku tidak akan mampu membuatkan barisan-barisannya karena jumlahnya tak terkira.

Aku memilih untuk bahagia
Bahagia yang aku ciptakan karena aku yang berhak tentukan bahagiaku, bukan kamu, dia, atau orang lain
Aku memilih untuk bahagia
Dengan melepaskan siapa yang tak perlu atau belum waktunya ada
Aku memilih untuk bahagia
Dengan tak beri kesempatan pada siapa menciptakan luka pada ruang jiwa

Aku memilih untuk bahagia
Mengapa harus tak bahagia, jika nyata Sang Maha Sempurna tak pernah jauh dari sukma

The happier me
-Melina-

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

Kemping

Membaca obrolan para mama di grup BBM Play Group Sekolah Islam Ibnu Hajar kemarin sore, saya terkaget-kaget saat…

BROKEN HEART

Kawan… Tahukah kau rasanya perih? Perih yang lebih mengiris dari sekedar sentuhan kertas baru bersisi halus namun tajam…
Read More

Renungan 30

Ini adalah tulisan pertama di usia saya yang ke-30. Ingin sekali tulisan ini saya buat tepat di hari…

Putraku dan Cita-Citanya

Semasa kanak-kanak, aku sudah berulangkali berganti cita-cita. Mulai dari polwan, pelukis, ilmuwan, pembaca berita, hingga…. arsitek. Yang terakhir…