Menggelosor; Posisi Asyik Menangani Stress

Judul di atas rasanya kok sama sekali gak mbahasa Indonesia ya? Hehehe, tak apa, saya suka. Hari ini hari yang amat sangat sibuk buat saya. Begitu banyak tugas yang harus diselesaikan. Tapi yang paling membuat badan saya ngilu dan pikiran saya buntu, ya pekerjaan “sepanjang masa” ini. Sebutkan saja begitu ya. Pekerjaan ini datang menghampiri saya sekitar pertengahan tahun lalu. Rumit, ruwet, waduh pokoknya saya lebih memilih menyetrika selemari pakaian deh. Bandingannya dengan menyetrika karena umumnya banyak kaum perempuan yang tak suka menyetrika. Kamu juga kaann?

Singkat kata, pekerjaan ini terus menerus saya tunda karena memang saya bingung harus dimulai dari mana. Sampai akhirnya, taraaa… bulan ini harus selesai. Waduh, langsung dag dig jeder rasanya jantung ini. Sungguh, saya stress betul menghadapinya. Tapi kalau saya mau terus menerus stress, memangnya sim salabim pekerjaan bisa selesai? Yang ada malah membuat stress tim saya karena mereka jadi harus ketiban juga.

Baiklah, kalau begitu, saya harus melakukan sesuatu. Komat-kamit minta sama Allah agar dilancarkan, dibukakan pikiran saya, dicerahkan pandangan saya, dimantapkan untuk memulai mengerjakan, berharap keajaiban datang tiba-tiba soal-soal itu sudah terisi dengan ponten 100. Saya pikir pikir pikir dan pikir, sebetulnya saya bisa kok mengerjakan itu, taapii… jangan dicampur aduk dengan pekerjaan lain. Kalau sudah sampai bagian ini, saya harus minta maaf kepada orang-orang yang selama ini saya suka berkata sombong bahwa perempuan itu makhluk multitasking yang bisa menangani banyak pekerjaan dalam satu waktu. Oh, maafkan daku. Okay, saya sudah punya solusi untuk masalah saya sendiri. Sekarang, tinggal eksekusinya.

Kantor kami ini merupakan pekerjaan jasa. Hampir setiap saat telepon di meja saya berdering, atau HP sebentar-sebentar bergetar karena ada panggilan masuk. Susah rasanya kalau saya hanya berdiam saja di ruangan. Pikir pikir lagi, eh muncul ide untuk “semedi” di suatu tempat. Bukan di balik gunung atau di dalam goa pastinya. Jakarta jauh dari dua tempat itu :D. Tanpa pikir panjang, saya gotong laptop, HP, materi pekerjaan, bantal, ke ruangan sebelah dan mencari posisi duduk ternyaman sambil bersender di kaca jendela. Duduknya? Menggelosor dong.. Plus tempatnya agak tersembunyi di balik meja. Mungkin yang tidak tahu, saya dikira kabur dari DinSos lalu tersesat sampai ke tempat ini. Sebagai bumbu penyedap, tak lupa saya minta dibelikan sebatang coklat mede sebagai penenang pikiran. Lumayan manjur, meski jadi agak terbatuk-batuk karena saya lupa membawa teko air dan gelasnya, ditambah lagi malaaasss sekali berdiri dan balik ke ruangan.

Rekan-rekan satu tim di kantor bolak balik lewat dan bertanya sedang apa saya di situ. Jawaban saya sama saja.

“Jangan ganggu. Sedang cari ilham”
“Kerja, penting, harus segera selesai”
“Gak terima telepon, bilang saja rapat di luar kantor”
“Jangan dekat-dekat”
“Jangan minta coklat”

Ketak ketik, hapus lagi. Ketak ketik lagi, edit. Ketak ketik lagi, kok rasanya tidak pas juga. Kalau sudah hampir buntu, coklatnya saya gigit-gigit, sambil menatap jalanan lewat jendela. Tidak ada pemandangan indah sih sebetulnya. Tapi saya bisa melihat pemandangan orang-orang di pinggir jalan yang terkadang lucu dan bisa bikin senyum-senyum. Ngomong-ngomong, duduk menggelosor di kantor itu ternyata asyik juga lho. Duduk sesukanya, kalau kaki pegal diluruskan, kalau pegal lagi, dilipat lagi, kalau pegal lagi, tekuk sana, tekuk sini, tapi asyik. Episode “menggelosor di balik meja bersandar di kaca” itu akhirnya membuahkan hasil. Satu soal terjawab sudah. Masih banyak ekornya, huaaaa….. Tapi setidaknya, saya berhasil mengelola stress saya dengan cara yang nyentrik dan menghasilkan. Kapan-kapan, kalau sedang terdesak lagi, sepertinya menggelosor lagi akan dijadikan pilihan. Enaknya menggelosor di ruangan mana ya? Pastinya bukan di toilet. Itu temuan saya dalam mengobati stress, menggelosor. Kalau obatmu? 🙂

The Happier Me
-Melina-

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.