Merajut Kresek; Salah Satu Upaya Khadija Initiative Menguatkan dan Memberdayakan Ibu Tunggal

Ada kekecewaan yang saya rasakan ketika dengan sangat menyesal harus batal bergabung di acara Automatic Writing – Self Development Workshop yang diselenggarakan oleh Khadija Initiative beberapa waktu lalu. Lupa alasan saat itu batal berangkat. Bergabung di dalam kegiatan-kegiatan positif itu enak banget untuk mengisi ulang bahan bakar di tubuh yang terkadang mulai-mulai habis dan membuat semangat perlahan menurun. Sempat ngobrol sekilas dengan salah satu contact person saat itu dan merasa terharu dengan upaya yang dilakukan oleh komunitas ini. Kegiatan tersebut free untuk teman-teman single mom dengan ketentuan penghasilan tertentu. Saya merasakan ada sisi kepedulian yang dalam tapi belum tahu apa dan bagaimana.

Makanya, ketika Khadija Initiative kembali mengadakan acara, kali ini temanya ‘Merajut Kresek’, saya ingin sekali ikut. Merajut, mungkin sampai bosan rasanya saya melihat teman-teman kemana-mana membawa benang rajut dan apa itu namanya si besi pipih yang digunakan sebagai pengait. Saya belum tertarik untuk ikutan juga. Urusan kerajinan tangan, saya sedikit payah di sana. Bukan pesimis, tapi ini mencoba mengukur kemampuan diri, hahaha … Tapi kali ingin bergabung karena penasaran dengan si bahan kresek itu. Kok bisa? Bagaimana caranya? Kalau kena panas, bagaimana? Kuat nggak, sih?

Acara diselenggarakan di aula perpustakaan yang terletak di dalam lingkungan Balai Kota Depok. Strategis sekali, tinggal jalan kaki sebentar dari Stasiun Depok Baru. Pesertanya banyak, saya kira-kira sih lebih dari 50 orang. Sebagian peserta adalah pemula seperti saya, sebagian lagi sudah pernah atau terbiasa merajut tapi menggunakan material benang, sebagian lainnya sudah menjadikan merajut kresek sebagai mainan sehari-hari. Mungkin merajut sambil merem pun jadi.

Acara diawali dengan pembukaan dari Mbak Dissi lalu dilanjutkan Teh Ncie. Senang deh mendengarkan Teh Ncie menceritakan pengalamannya berbagi ilmu di dunia merajut kresek. Sebagai seorang single mom yang sudah bahagia, beliau termotivasi untuk menularkan kerajinan ini kepada single moms lainnya agar bisa produktif dari rumah dan mandiri. Orangnya ramah, humoris, dan tidak pelit berbagi ilmu. Jika Teh Ncie bisa bersemangat dan malah mampu menularkan semangatnya kepada teman-teman single mom dari penjuru nusantara, seharusnya siapapun juga bisa. Kabar yang membuat iri tingkat tinggi, Teh Ncie ini sampai keliling ke 24 provinsi lho, untuk berbagi ilmu. Jalan-jalan ke pelosoknya nusantara, wah … impian banget ini, sih … Jalan-jalan sambil tebar ilmu.

 

Khadija Initiative sendiri diprakarsai oleh Mbak Dissi. Cerita dari beliau, sebenarnya ini adalah bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) dari Brandpacker, usaha beliau dan suami di bidang komunikasi branding. Seiring berjalannya waktu, beliau melihat teman-teman di media sosial yang tiba-tiba berubah status menjadi single mom. Ada yang karena bercerai atau meninggal dunia. Sebagian besar menjadi single mom tanpa warisan padahal kehidupan masih terus berjalan dan kebutuhan akan terus ada. Ditambah lagi dengan stigma di dalam masyarakat kita yang seringkali mempunyai pandangan negatif tentang single mom.

Ada keprihatinan tersendiri di dalam diri beliau tentang perasaan anak-anak. Rasa kehilangan kasih sayang yang jika tidak dihadapi dengan bijak, dapat mempengaruhi masa depan mereka. Apalagi jika sebagai pengganti ayah, ibu harus bekerja di luar rumah sehingga anak-anak tidak lagi mempunyai figur orangtua. Itu sebabnya, beliau merasa tergugah untuk melakukan sesuatu. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan bagi teman-teman single mom agar mempunyai ketrampilan khusus. Harapannya, dengan ketrampilan tersebut, teman-teman single mom dapat terus produktif dari rumah dan karya mereka bernilai komersial. Anak-anak pun tetap mendapatkan perhatian.

MasyaAllah, langkah luar biasa dari seorang perempuan kepada perempuan-perempuan lainnya. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat, baik dari sisi ilmu, materi, tenaga, dan sikap yang baik. InsyaAllah sudah lengkap ini, sih.

Biarpun saya masuk dalam kategori gagal dalam merajut kresek ini – kurang pakai perasaan jadinya malah kuku dan jemari memar semua, sama sekali tidak merasa rugi sudah hadir di sana. Senang dapat ilmu, teman-teman baru, makan siang gratis, dan koleksi foto-foto baru, daaan bahan tulisan baru. Hasilnyaaa, cantik. Bisa banget lho ini ditekuni supaya jadi bernilai komersial. Karya cantik ini bukan punya saya, tentunya … hahaha ….

 

Bagi saya pribadi, siapapun orangnya, perempuan memang harus mandiri secara finansial. Siapapun bisa menjadi single mom, sebab kita tidak pernah tahu kapan pasangan dipanggil pulang olehNya. Ada satu hal penting yang bagi saya akan menjadi mudah bagi single mom. Seorang single mom akan siap menghadapi hidupnya ke depan manakala ia sudah selesai dengan dirinya sendiri. Bagi yang menjadi single mom karena pasangan dipanggil pulang olehNya, dia harus sudah menerima takdir tersebut. Sendirian, karena pasangan tidak akan bertemu dengannya lagi di dunia. Siapapun tahu, tidak ada yang bisa menghalangi itu. Bagi yang menjadi single mom karena perceraian, harus sudah menerima status barunya, memaafkan setiap peristiwa yang tidak mengenakkan, dan siap memulai dengan semua yang baru. Memulai kembali dari nol, kenapa tidak? Urusan mental memang tidak bisa diletakkan di bagian akhir. Bahkan, Khadija Initiative pun menyediakan ruang konseling bagi teman-teman single mom yang masih terpuruk. MasyaAllah …

Semoga teman-teman single mom tetap bermental pejuang, terinspirasi untuk melakukan langkah luar biasa seperti Mbak Dissi dan Teh Ncie. Membahagiakan orang banyak sama seperti memupuk kebahagiaan di dalam sendiri, bukan? Barakallah, Mbak Dissi dan Teh Ncie. Terima kasih untuk teman-teman semuaaaa …

Tetap bahagia, tetap produktif!

 

The Happier Me,

Melina Sekarsari

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

6 Comments

  • Iefa July 2, 2018 at 11:07 am Reply

    Akupun terharu.. ketemu mamak mamak bageur..saling support saling berbagi pulang bareng ke stasiun jalan kaki sama teh ncie jd bisa ngobrol2 seneng…

    • melinase July 3, 2018 at 5:56 am Reply

      Iya, Mbak Iefa. Jadi semakin bersemangat. Mesti sering-sering ketemu lingkungan positif begini. Semogaaa ke depannya kita juga menginspirasi single moms lainnya. Bahagia banget pasti kalau bisa seperti itu.

  • siti maelani July 2, 2018 at 11:54 am Reply

    Luar biasa sangat bagus dan bermanfaat membantu kemandirian para perempuan

    • melinase July 3, 2018 at 5:57 am Reply

      Betul, Mbak. MasyaAllah, semoga Allah senantiasa memberkahi kehidupan guru-guru mulia ini.

  • Sharing Stories dan Menumbuhkan Peran Produktif Single Moms di KI(Khadija Initiative)ta berbagi - Melina Sekarsari September 26, 2018 at 5:14 am Reply

    […] Baca juga Merajut Kresek; Salah Satu Upaya Khadija Initiative Menguatkan dan Memberdayakan Ibu Tunggal […]

  • The City of Daegu; Sisi Lain yang Ditawarkan Korea Selatan - Melina Sekarsari November 19, 2018 at 6:52 am Reply

    […] Tulisan mengenai Khadija Initiative pernah saya ulas di sini, boleh dibaca kembali Sharing Stories dan Menumbuhkan Peran Produktif Single Moms di KI(Khadija Initiative)ta berbagi dan Merajut Kresek; Salah Satu Upaya Khadija Initiative Menguatkan dan Memberdayakan Ibu Tunggal. […]

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.