SKI Bogor – Wisata Jadul yang Nggak Ada Matinya

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pembangunan tempat wisata di Bogor dan sekitarnya melesat cepat. Kalau dulu wisatawan hanya punya pilihan untuk menanjak ke arah Puncak, sekarang dijamin malah bingung mau mengunjungi yang mana dulu. Di sekitar Sentul saja, sudah dipenuhi dengan Jungleland, Taman Budaya Sentul City, Sentul Wisata Agro Edukasi, Air Terjun Bidadari, Hutan Pinus Gunung Pancar, dan masih banyak lagi. Kalau mau tempat wisata yang sejuk-sejuk selain ke jalur Puncak, tinggal berganti arah saja ke sekitar Gunung Bunder. Di sana ada Kawah Ratu, Curug Seribu, Curug Cihurang, dan masih banyak lagi.

Belum lagi dengan semaraknya sentra-sentra kuliner dan perhotelan yang membuat Bogor selalu padat di akhir pekan. Saya yang tinggal di Bogor pun menjadi malas keluar rumah saat liburan akhir pekan tersebut. Macet luar biasa dan jalanan didominasi dengan kendaraan pribadi berplat B.

Tapi semakin banyaknya tempat baru yang menjadi daerah tujuan wisata, ada salah satu tempat wisata yang masih eksis saja. Apalagi kalau bukan Sumber Karya Indah yang lebih dikenal dengan SKI?

Berlokasi di Jl. Raya Katulampa, Bogor Timur, SKI cukup mudah ditemukan. Dari pintu masuk tol Bogor, kita tinggal memilih jalur Terminal Baranangsiang, berbelok kiri menuju ke arah Tajur. GPS pasti sudah akrab sekali dengan lokasi ini. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, cukup memanfaatkan transportasi angkutan kota bernomor 13 jurusan Mutiara Bogor Raya (Bantar Kemang) – Ramayana. Ongkos jauh dekatnya sama, Rp 3.500 per orang. Bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi dan bingung, ikuti saja angkot nomor 13 tersebut.

SKI menyediakan sarana parkir yang cukup luas. Jadi jangan khawatir tidak kebagian, ya. Kawasan wisata ini pun rutin dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota yang datang dengan menggunakan bus-bus besar. Sudah pasti menimbulkan kemacetan karena kondisi jalan menuju kawasan ini tidak terlalu besar. Memasuki kawasan wisata SKI, kita sudah disuguhi dengan jalanan paving block yang kanan kirinya ditumbuhi pepohonan hijau. Adem, deh.

Di dalamnya terdapat restoran cukup besar yang menyajikan hidangan yang bervariasi, mulai nusantara hingga mancanegara. Sebagian wisatawan lebih suka makan di sini karena tempatnya lebih bersih dan rapi, tetapi sebagian lainnya lebih suka menikmati jajanan di food court yang lebih terasa pikniknya.

Wah, belum apa-apa sudah isi perut, ya. Susah memang kalau pemilik blognya doyan makan. SKI awalnya merupakan usaha tas di Bogor yang lokasinya berada di daerah Tajur, di tahun 2002 usaha ini diperluas menjadi kawasan wisata yang cocok untuk dikunjungi keluarga. Bisa jadi pemiliknya merasa perlu membuat arena wisata khusus anak-anak karena mereka pasti bosan menunggu orangtuanya – terutama emaks yang sibuk memilih tas. Ini yang terpikir di kepala saya saja, sih.

Dari arah parkiran yang lokasi memang berada lebih tinggi dari kawasan wisatanya, kita akan disuguhi pemandangan hijau yang di mana-mana diwarnai kolam-kolam berisi ikan. Kesan ademnya terasa banget. Apalagi kalau kita datang pagi-pagi sekali (ssstt … dulu saya suka kesini jam 6 pagi, lho), tempat ini enak banget buat menyalurkan inspirasi melalui tulisan.

Ada permainan apa saja sih di SKI ini? Yuk kita intip bareng-bareng:

Flying Fox

Siapa coba yang tidak suka meluncur di flying fox? Di sini terdapat dua jalur flying fox yang bisa dipilih. Ada jalur anak-anak dan dewasa. Untuk jalur dewasa, pastinya lintasannya lebih panjang, ya. Berhubung anak-anak sudah bisa main flying fox di sekolah, kami skip deh permainan ini di sini. Lumayan, tiket flying fox-nya bisa buat jajan.

Permainan untuk anak-anak banyak sekali di sini. Anak-anak sudah agak besar jadi lebih suka yang agak menantang. Misalnya saja berkuda. Rute kuda tunggangnya lumayan jauh dan masuk ke daerah yang adeeem di antara pepohonan. Jadi malas turun deh, dijamin. Oya, yang di dalam foto itu bukan anak saya, ya. Foto anak teman yang tentunya terpajang di sini atas ijin ibunya.

Sejak berangkat dari rumah, anak-anak sudah ribut ingin main bola air. Tiket permainan bola air seharga Rp 40 ribu berlaku untuk dua orang. Karena sudah tahu ingin bermain bola air, kami memilih datang di pagi hari. Kasihan kalau mereka terkurung di dalam bola sekaligus dipanggang sinar matahari, kan?

Bagi teman-teman yang ingin berkunjung kesini dan menyiapkan budget, ini informasi tiket permainannya, ya. Biaya masuk kawasan SKI ini gratis, tetapi untuk mencoba permainan ada tiket tersendiri.

Emaks pasti sukanya masuk ke bangunan ini yang isinya beraneka rupa tas. Kalau beruntung, bisa mendapatkan tas kualitas bagus dengan harga muraaah. Tapi terus terang saya sendiri belum pernah belanja tas di sini. Bukan soal kualitas tapi soal karakter, sih. Saya lebih merasa nyaman pakai tas ransel berukuran besar dibandingkan tas-tas model perempuan. Jadi ya gitu, deh. Bangunan ini terdiri atas dua lantai. Lantai dua digunakan untuk pusat fashionnya. Ada satu gedung yang menempel di bangunan ini yang biasa digunakan untuk pertemuan atau pameran.

Bangunan ini persis berseberangan dengan bangunan sentra tas. Bangunan ini terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai sentra sepatu dan sandal. Di teras sisi depan digunakan untuk sentra oleh-oleh kaos Bogor. Harganya murah. Saya biasa beli untuk pakaian ganti anak-anak di rumah. Tiga kaos cukup membayar Rp 100 ribu saja. Untuk kualitas yang lebih bagus, Rp 50 ribu per kaos. Di teras sisi samping, tersedia food court dengan menu yang bervariasi mulai dari nasi liwet lengkap (ini nasi liwet danΒ  ayam kampungnya enak banget), empal gentong Cirebon, toge goreng Bogor, cakue, es cingcau hijau, ayam goreng crispy, tahu gejrot Cirebon, bakso bening Bogor, sampai ke aneka jajanan untuk oleh-oleh seperti roti unyil dan asinan buah maupun sayuran.

Lantai dua digunakan untuk tempat permainan anak dan restoran baru bernama Trust Milk. Sesuai namanya, restoran ini menawarkan minuman favorit berbahan dasar susu. Menu makanan juga tersedia seperti roti bakar, mie goreng, nasi goreng, dan masih banyak lagi. Restoran ini terbilang masih sepi. Mungkin karena status barunya itu, ya. Di sudut Trust Milk terdapat sebuah tangga menuju ke lantai tiga. Nah, di sana ada area Trust Milk yang lainnya dan wahana permainan baru yang dinamakan Jupiter Trampoline. Ana

Masuk ke area Jupiter Trampoline ini, saya rasanya pengen ikutan lelompatan. Tiket masuknya Rp 40 ribu per anak untuk bermain selama satu jam. Berhubung saya dan anak-anak datang kesini di akhir pekan, tiketnya seharga Rp 50 ribu per anak. Sssst … Seingat saya sih, kami berada di sana hampir dua jam. Kondisi sepi, jadi sepertinya dibiarkan saja oleh petugasnya. Daripada mereka jaga loket yang sepi juga, kaaan? Anak-anak suka sekali bermain di sini. Mereka bebas lompat-lompat sambil sesekali berusaha memasukkan bola basket ke ringnya. Sudah dibantu dengan melompat, eh bolanya gagal masuk terus ke dalam ring. Maklum, anak-anak saya masih unyu-unyu soalnya. Lelah lompat-lompat, mereka sibuk masuk ke dalam sumur berisi busa-busa yang berbentuk bangun ruang lalu menyusunnya menjadi entah apalah itu.

Di area Jupiter Trampoline ini juga ada permainan panjat dinding. Jadi tiketnya sudah termasuk, ya. Sayangnya anak-anak saya tidak ada yang mau mencoba. Saya ingin mencoba tapi sadar kalau sudah bukan anak-anak, hahaha …

Daaan … Liburan akhir pekan akhirnya selesai juga. Saatnya mengisi perut (lagi). Meskipun tergolong wisata yang sudah berumur, nyatanya SKI masih saja ramai dikunjungi wisatawan. Bagi saya yang memang tinggal di sekitar Katulampa, SKI ini iya banget untuk liburan anak-anak kala saya tidak sanggup menembus kemacetan Bogor di akhir pekan.

Kapan-kapan berkunjung kesini, mampir ke rumah saya boleh, lho …

 

The Happier Me,

Melina

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

11 Comments

  • Dawiah August 13, 2018 at 9:53 pm Reply

    Alhamdulillah dapat ajakan tuh untuk singgah di rumahnya Mbak Melina hehehe … Semoga saya diberi rezeki untuk berkunjung ke SKI suatu saat nanti.

    • melinase August 14, 2018 at 2:47 am Reply

      Hayuk, Mbak. Dengan senang hati … πŸ™‚

  • Damar Aisyah August 14, 2018 at 4:48 am Reply

    Wah daerah tajur ya. Bisa nih jadi alternatif kalau pas nggak pengin terlalu naik ke Puncak. Thanks banget infonya, Mbak.

    • melinase August 14, 2018 at 5:01 am Reply

      Tepatnya di daerah Katulampa, Mbak. Arah puncak mah udah maceeet. Kalau mau menginap ada resort jugaaa. Dekat situ juga bisa rafting dan trekking ke bukit. Nanti kalau kesini mampir ke rumah, yaaa.

  • Dhika August 14, 2018 at 6:10 am Reply

    Jalur bebas macet ya mbak kalau ke SKI ini? Pusing deh ya kalau mau jalan jalan tapi terjebak macet. Ujung ujungnya anak-anak rewel,bubar hepinya dehπŸ™ˆ kalau ke Bogor kudu di coba mampir niy. Tapi kapan ya ke Bogor?

    • melinase August 14, 2018 at 7:42 am Reply

      Kalau banyak bus besar macet juga sih, Mbak. Tapi lumayanlah macetnya nggak lama karena tahu-tahu udah sampai tujuan hahaha …

  • melinase August 14, 2018 at 10:52 am Reply

    Macet di situ bisa diakalin sih, Mbak. Ada banyak jalan menuju Katulampa. Salah satunya keluar di pintol Sentul Selatan lalu masuk ke Bogor Outer Ring Road. Nah, ini bebas macet. Kalau kesini lagi, kabarin ajaaa … Nanti dipandu sama penghuni Katulampa hehehe …

  • Nurul Fitri Fatkhani August 14, 2018 at 1:03 pm Reply

    Sepertinya saya pernah ke sini, deh, Mbak
    Dulu lihat-lihat tas di Tajur. Di bangunan yang bertingkat dua itu. Tapi kayaknya belum ada arena permainan sebesar itu, deh!

    • melinase August 14, 2018 at 1:08 pm Reply

      Pemiliknya memang melakukan peningkatan terus, Mbak. Termasuk peningkatan harga tiket wahana permainan dan sentra kuliner hahaha … Ayok, main kesini lagi.

  • erny Kusumawaty August 14, 2018 at 9:32 pm Reply

    Dulu banget pernah ke Tajur thn 2009, haha…apa kabarnya ya sekarang. Pasti bnyk perubahan, kapan-kapan ah main ke Bogor…😊😊😊

    • melinase August 15, 2018 at 2:02 am Reply

      Aiihhh … Hampir 10 tahun dong, ya. Main-mainlah kesini. Perubahannya pesat, Mbak. Yang nggak berubah angkotnya. Masih banyak hahaha …

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.