Foto Bersama dalam acara SELISIK 2018

Industri 4.0; Perkembangan Luar Biasa yang Harus Siap Dihadapi

Ada sebuah data mengejutkan yang kita peroleh pada Oktober 2017 lalu terkait riset dari Bank Dunia. Laporan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Bank Dunia di Washington (16/10/2017) yakni bahwa Indonesia dianggap membutuhkan waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dalam hal membaca. Sementara untuk ilmu pengetahuan, Indonesia butuh waktu sampai dengan 75 tahun. (finance.detik.com)

Sebuah perjalanan teramat panjang yang harus dilalui oleh bangsa kita untuk mengejar ketertinggalan. Diperlukan langkah-langkah strategis dari para ahli di bidangnya untuk bisa menyiapkan sumber daya manusia yang siap dengan segala bentuk perubahan yang terus berkembang sedemikian cepatnya.

Hasil riset tersebut disampaikan kembali dalam Seminar Nasional Teknologi dan Informasi (SELISIK 2018) yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 1 September 2018 lalu.

Flyer #Selisik2018
Flyer #Selisik2018

Seminar dengan tema “Menyiapkan SDM Menghadapi Industri 4.0″tersebut diharapkan dapat menjadi pertemuan ilmiah yang menjadi media diskusi bagi peserta di dalam bidang Telekomunikasi dan Informatika. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara:

  1. Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB)
  2. Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Barat
  3. Indonesian Computer Electronics and Instrumentation Support Society (IndoCEISS), dan
  4. NERIS

Ada dua pembicara yang hadir di sana, Ir. Priyantono Rudito M. Bus., Ph.D, dengan membawakan konsep Digital Mastery untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi Industri 4.0. Konsep ini terdiri atas 3C, yakni Context, Concept, dan Content.

3C Digital Mastery
3C Digital Mastery

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan Industri 4.0? Ada hubungannya tidak ya, dengan Revolusi Industri di Inggris yang dulu materinya pernah saya terima semasa sekolah? Kala itu, Inggris mengalami proses perubahan pada bidang industri, saat teknologi berkembang dan tenaga manusia dan hewan digantikan menjadi tenaga mesin. Revolusi industri kala itu menimbulkan dampak sosial yang luar biasa. Bagaimana dengan Industri 4.0 ini? Yuk, kita simak bersama.

Ir. Priyantono Rudito, M. Bus., Ph.D
Ir. Priyantono Rudito, M. Bus., Ph.

Industri 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik (Wikipedia, Indonesia). Tren ini mengoptimalkan penggunaan komputerisasi dan internet. Industri 1.0 dimulai pada akhir abad ke-18, Industri 2.0 dimulai pada awal abad ke-20, Industri 3.0 dimulai pada era 1970an, dan Industri 4.0 sudah dimulai saat ini. Perkembangan begitu cepat dan di jauh di atas perkiraan. Sebuah masa ketika segala sesuatu sudah dikembangan dengan sistem digitalisasi. Kita bisa melakukan sesuatu tanpa harus hadir di tempat tersebut, salah satunya melakukan konsultasi kesehatan melalui aplikasi berbasis teknologi informasi atau titipan kilat dengan kendaraan yang bisa berjalan sendiri. Wow! Keren!

Materi kedua menghadirkan pembicara Dr. M. Suyanto, M. M. Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut menyampaikan visi dari Universitas AMIKOM yang ingin menjadi perguruan tinggi terdepan yang mengedepankan konsep ekonomi kreatif berbasis virtual .

Prof. Dr. M. Suyanto, M.M
Prof. Dr. M. Suyanto, M.M

Universitas AMIKOM Yogyakarta memiliki orientasi pada Ecosystem yang mendukung pencapaian visi perguruan tinggi tersebut. Aspek enterpreneur diterapkan kuat karena di masa depan, ini adalah sumber daya manusia yang akan bertahan. Aspek communities pun perlu dikuatkan jaringannya sejak dini karena sumber daya manusia perlu saling berkolaborasi untuk terus maju. Hal ini juga dapat membantu terciptanya inovasi karena dunia industri memerlukan sumber daya manusia yang inovatif agar terus produktif.

Ecosystem (Creative Economy Park)
Ecosystem (Creative Economy Park)

 

Industri 4.0 akan membuat segala sesuatunya menjadi mudah dan praktis. Tetapi tentunya memerlukan kesiapan dari segenap sumber daya yang ada dalam implementasinya. Bagi saya pribadi, berbagai informasi mengenai strategi yang dapat dilakukan dari beragam sudut pandang, mempunyai pengaruh besar, setidaknya mengubah kita menjadi sumber daya manusia yang memiliki growth mindset. Saya beruntung sekali, memperoleh informasi luar biasa dari SELISIK 2018 ini.

Foto Bersama dalam acara SELISIK 2018
Foto Bersama dalam acara SELISIK 2018

Nah, pertanyaan saya tadi sepertinya sudah bisa disimpulkan dari pemaparan dua pembicara yang hadir di SELISIK 2018. Kita tidak mungkin menghindari perkembangan dunia teknologi termasuk di bidang telekomunikasi dan informasi, namun kekhawatiran mengenai adanya dampak sosial termasuk terjadinya pengangguran besar-besaran, dapat ditekan dengan kolaborasi antar sumber daya melalui jaringan komunitas. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama. Ayo, persiapkan diri sebaik-baiknya sekarang juga.

Jadi, sudah siapkah kita menyongsong era yang jauh lebih modern di Industri 4.0? Mari kita maju bersama.

 

Salam,

Melina Sekarsari

#MakingIndonesia4

#Selisik2018

#STTBandung

 

Facebook Comments

Posted by melinase

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

26 thoughts on “Industri 4.0; Perkembangan Luar Biasa yang Harus Siap Dihadapi”

  1. Betul yah kita harus bener2 siap dengan kecanggihan teknologi jangan sampe kudet.. ntar anak2 kita nanya malah lebih pinter lg yah mereka

    1. Aku terpukau, dirimu melongo, sama-sama takjub kita, ya. Otak Sensingku ini nggak berpikir sejauh itu sih mengenai teknologi. Kalau anak-anak suka berceloteh yang buat kita mimpi banget, itu bisa saja terjadi ya di masa depan. Sayang akunya suka bilang, “Itu nggak mungkin.”

    1. Jadi bayangin juga, bahwa penting bagi orangtua bercerita tentang teknologi tersederhana sekalipun saat tengah bersama anak. Dari situ, anak-anak biasanya langsung mengembangkan daya khayalnya lebih luas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.