The City of Daegu; Sisi Lain yang Ditawarkan Korea Selatan

Selama ini saya menjadi salah satu orang yang tidak tahu apa-apa saat banyak orang membahas tentang Korea, mulai dari keindahan tempat-tempat wisatanya, hingar-bingarnya boyband dan girlband mereka sampai drama Korea yang membuat banyak perempuan rela menghabiskan belasan jam di depan layar untuk menuntaskan episode demi episodenya.

Tentu saja Korea masuk ke dalam daftar destinasti wisata impian. Siapa yang tidak ingin menikmati sejarah antar dinasti di Istana Deoksugung, mengenal pemukiman tradisional di Bukchon Hanok Village, melihat rumah tradisional Korea di masa dinasti Joseon di Namsangol Hanok Village, sampai menjelajahi Jeju Island dan Nami Island?

Soal musik, genre ala boyband dan girlband itu memang bukan saya banget. Hati saya masih terpaut pada Kla Project, Dewa, sampai Sheila on 7. Mewakili usia sekali, yaaa? Di ponsel saya pun, cuma ada beberapa lagu yang itu pun dapatnya dikirimi sama teman. Entahlah, kadang memang ingin mendengarkan musik, kadang sama sekali nggak ingin.

Bahas drama Korea, banyak sekali teman-teman yang bilang kalau ceritanya seru, susah ditebak jalan ceritanya – nggak seperti sinetron Indonesia, dan apalagi kalau bukan aktor dan aktrisnya yang cantik dan tampan? Kalau benar seperti itu, saya malah nggak ingin mencoba nonton. Khawatir ketagihan, deh. Apa kabarnya nanti pekerjaan dan PR segambreng yang setia mengikuti?

MENGENAL SISI LAIN KOREA SELATAN

Kalau mengenal sisi lain Korea yang tidak akan berpotensi menghabiskan waktu, boleh dong dicoba. Malah bisa menjadi informasi tambahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hari Kamis lalu, 15 November 2018, sekali lagi saya menjadi orang yang beruntung karena berkesempatan hadir di acara “The City of Daegu; Business Promotion Session” di JW Marriot Hotel, Jakarta. Saya dan tiga orang lainnya hadir mewakili Khadija Initiative – sebuah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan ibu tunggal.

Tulisan mengenai Khadija Initiative pernah saya ulas di sini, boleh dibaca kembali Sharing Stories dan Menumbuhkan Peran Produktif Single Moms di KI(Khadija Initiative)ta berbagi dan Merajut Kresek; Salah Satu Upaya Khadija Initiative Menguatkan dan Memberdayakan Ibu Tunggal.

Acara ini diselenggarakan oleh DGFez bekerjasama dengan BKPM. Turut hadir pula di acara ini, Bp. Agus Prayitno – Deputy Director of Infrastructures Investment Promotion – dari BKPM.

DGFez sendiri merupakan singkatan dari Daegu-Gyeongbuk Free Economic Zone Authority – sebuah lembaga khusus milik pemerintah Korea Selatan yang menawarkan fasilitas dan ruang khusus di bidang manufaktur, riset dan pengembangan, dan logistik untuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan Korea Selatan dan Asia Pasifik.

Ada delapan (8) lokasi yang masuk ke dalam DGFez ini, yaitu:

Delapan lokasi utama di DGFEZ

Setiap perusahaan, diberikan kesempatan untuk memperoleh lingkungan tinggal dan bekerja yang berkualitas tinggi dengan memaksimalkan sinergi pada layanan berbasis pengetahuan dan perusahaan manufaktur.

Tim DGFez hadir di Indonesia untuk mempromosikan kawasan bisnisnya kepada investor di Indonesia. Acara “The City of Daegu; Business Promotion Session” ini sendiri diadakan di dua kota di dua negara yang berbeda, Kuala Lumpur di 13 November dan Jakarta di 15 November. Jakarta dipilih karena mewakili ibukota Republik Indonesia, yang diyakini memiliki banyak orang usia muda dengan jiwa entrepreneurship dan memerlukan dukungan dari banyak pihak.

KENAPA HARUS DI DGFEZ?

Selayaknya sebuah kawasan bisnis, tentunya harus didukung oleh banyak faktor penunjang yang dapat menarik minat investor. DGFez sudah mempersiapkan faktor-faktor penunjang tersebut secara matang. DGFez juga mencoba mengenalkan kepada partisipan bahwa di Korea Selatan bukan hanya ada Incheon International Airport, tetapi juga Daegu International Airport yang melayani penerbangan domestik ke dalam kawasan bisnis Daegu-Gyeongbuk dan beberapa rute internasional.

Kantor pusat DGFez

Akses Besar ke Produsen Terbesar Korea

Secara geografis, lokasi DGFez memang sangat strategis. Berada di wilayah yang mudah memperoleh akses ke produsen-produsen besar di Korea Selatan, seperti Samsung, LG. Hyundai, dan Posco.

Lokasi DGFez yang strategis

Sumber Daya Manusia Unggul

Siapapun tahu, bahwa sumber daya manusia merupakan aset terbesar di dalam suatu bisnis. Itu sebabnya, perusahaan berkelas akan merekrut sumber daya manusia melalui proses rekruitmen yang ketat. Di samping itu, perusahaan juga rela mengalokasikan sejumlah dana untuk mengadakan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

Sumber daya manusia unggul

DGFez sendiri merupakan kawasan yang tingkat konsentrasi pada pendidikannya sangat tinggi. Kawasan ini memiliki puluhan perguruan tinggi dan telah menghasilkan puluhan ribu lulusan yang dominan di bidang teknik dan konten digital. Ada lebih dari 100 pusat riset dan pengembangan yang berada di dalamnya.

Zona R&D Khusus

DGFez menyediakan lima lembaga penelitian publik yang berdiri di atas tanah seluas 500.000 m2. Wah, DGFez benar-benar telah menyiapkan fasilitas yang super lengkap bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat di dalamnya.

Lembaga penelitian publik di sini juga dilengkapi fasilitas penelitian di bidang otomotif, permesinan, teknologi konvergensi IT, dan energi hijau. Mantap!

Fasilitas Mewah

DGFez mengusung tema “Tempat yang bagus untuk ditinggali, tempat yang luar biasa untuk didatangi.”. Jelas, karena DGFez telah menyediakan fasilitas internet super cepat, pusat perbelanjaan kelas dunia, hotel-hotel mewah, yang pastinya akan memanjakan siapapun yang hadir di kawasan ini.

SISI LAIN DAEGU

Bicara tentang Daegu, kota ini selain dibidik menjadi bagian dari DGFez, Daegu juga ternyata menyimpan banyak cerita tentang seniman Korea yang sudah mendunia. Deretan nama artis, aktor dan seniman musik dari Daegu yang nama dan wajahnya pasti sudah tidak asing lagi bagi penggemar drama dan musik Korea. Berikut dua di antaranya. Kamu kenal?

The City of Daegu, tidak heran kalau DGFez menyempatkan diri hadir ke Kuala Lumpur dan Jakarta untuk mempromosikan bisnisnya. Sebuah kota yang lengkap mulai dari sisi seni dan teknologinya.

Untuk melengkapi promosi bisnis tersebut, DGFez membawa serta perwakilan-perwakilan perusahaan yang telah menjalankan bisnisnya di sana melalui sesi pitching. Ada sembilan (9) perusahaan yang hadir dan saya dibuat terkesima dengan produk-produk yang mereka kembangkan. Berikut beberapa di antaranya:

Wookyoung Information Technology hadir dengan Secu-Watchernya, terdiri atas Secu Watcher for CCTV yang dapat menangkap obyek secara lebih detil dan SecuFace yang dapat mendeteksi usia, jenis kelamin, hingga tingkat emosi obyek yang melewatinya. Kita dapat mendeteksi orang yang kita cari di antara keramaian lebih cepat dan terfokus dan bisa mengetahui kondisi emosi seseorang yang memasuki ruangan atau area, dan sangat memungkinkan membantu menemukan orang yang tengah dicari-cari.

SWAS (Smart Water Anion System) yang menawarkan alat penjernih air dengan metode anion (photolysis System). Tidak hanya menjadi jernih, air yang telah dipasangi alat ini pun juga dapat dilengkapi dengan Nighttime LED lighting. Bayangkan saja, saat air danau menjadi jernih dan bunga teratai yang mengapung di dalamnya bisa bersinar berwarna-warni.

Duh, saya membayangkan sungai-sungai di Indonesia dijernihkan dengan SWAS ini lalu kita bisa menikmati pemandangan sore sambil berlayar dengan perahu menyusurinya. Pasti indah!

Daaan, masih banyak lagi produk-produk lainnya seperti CCTV yang menangkap dan merekam semua plat mobil yang melintasi suatu jalan. Gambar plat kendaraan tersebut pun telah terlebih dulu melalui proses zoom yang hanya memerlukan waktu sekian detik saja, lalu langsung direkam. Wah, orang-orang tidak bertanggungjawab bisa terlacak dengan mudah, ya. Juga ada CCTV yang dapat merekam ketepatan gambar obyek hingga radius 300 meter. Gambar yang dihasilkan pun sangat jernih.

Terlepas dari begitu kerennya produk-produk yang dihasilkan, salah satu hal yang lebih membuat terkesima lagi adalah bahwa seluruh produk atau alat tersebut dapat begitu mudahnya terhubung dalam genggaman. Dari sembilan (9) perusahaan yang melakukan pitching, semua produknya terhubung ke gadget kita.

Ini mengingatkan saya pada acara yang dulu pernah diselenggarakan di Bandung mengenai begitu melesatnya teknologi informasi di era Industri 4.0. Boleh dibaca lagi di sini Industri 4.0; Perkembangan Luar Biasa yang Harus Siap Dihadapi.

Melihat begitu siapnya Korea Selatan dalam menciptakan dan mengembangkan kawasan bisnisnya untuk siap dikunjungi investor di DGFez ini, saya mau tidak mau ikut membayangkan juga, Indonesia juga pasti bisa melakukan hal yang sama.

Sumber berita dan informasi:

  1. The City of Daegu, Business Promotion Session
  2. https://www.dgfez.go.kr
  3. https://www.wikipedia.org
  4. https://www.panduanwisata.com
  5. https://www.trazy.com
  6. https://www.visitkorea.or.kr
  7. https://www.kkday.com
  8. Koleksi pribadi

 

The Happier Me,

Melina Sekarsari

Facebook Comments

Posted by melinase

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

21 thoughts on “The City of Daegu; Sisi Lain yang Ditawarkan Korea Selatan”

  1. Korea Selatan termasuk negara impian nih. Blm kesampaian ke sana. Haha satu²nya drakor yg ditonton yaa kisah Jang Geum dulu. Udh itu malesin nonton drakor…

  2. Wuih, info keren. Terus terang saya lebih tertarik baca beginian daripada drakor, hehe. Kata temen2 sy yg demen drakor, ceritanya beda dan berkelas. Tapi lha saya mana sempet nonton? Nonton anak2 sendiri deh akhirnya 😛
    Btw, jadi tau deh tentang kawasan industri DGFez. Kapan ya Indonesia punya? Pantesan Jepang ketar-ketir dan Cina juga bersaing ketat di bidang industrial, misalnya hp yg kita genggam ini. Salut buat Korsel 👍

    1. Asyiiik … Dapat teman seiya sekata yang nggak nonton drakor, hahaha … Bener ya, Mbak, saya pusing kapaaan coba sempat nontonnya? Kemarin lihat videonya keren banget. Membayangkan negara kita bisa sehebat itu juga suatu hari nanti.

  3. Dan saya termasuk orang yang rela nenonton berjam-jam drama korea mba wjwkkwkwk. Tapi kali-kali aja nontonnya karena bener-bener bikin ketagihan mba. Bisa gawat kalau sampai males nulis jadinya gara-gara drakor hahaha. Tapi mba Melina beruntung banget sih bisa betkesempatan dateng ke acara Kota Daegu itu. Mupeng aku

    1. Ceritanya seru ya, Mbak? Wuih, aku kadang jadi begitu norak karena beneran nggak mudeng wkwkwk … Keren lho acaranya. Eh, lebih keren bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk mempromosikannya bisnisnya, sih.

  4. Dulu suka nonton drakor, zaman saya masih muda. Eh sekarang sudah tuakah saya? Hehehe…
    SWAS alat ini pas banget untuk laut di Indonesia, kebayang deh Indonesia yang memiliki jutaan pulau, dengan lautnya yang bersih.

  5. Wuidih, keren banget ya ternyata. Ga cuma cantik2, tapi juga kemajuan teknologinya luar biasa. Ayo dong Indonesia juga harus bisa!!

  6. Anak & menantu saya yg tergila2 dg drama & musik.korea. klo saya senang dg prinsip & semangat juang orang korea. Bahkan anak bungsu saya sedang mencari beasiswa S2 ke korea…hehhe

    1. MasyaAllah, Bundaaa … Semoga dibukakan jalannya untuk dapat beasiswa. Duh, saya kepengeeen banget merasakan studi di luar negeri. Pastinya kaya akan pengalaman hidup.

  7. Hahaha sama mbak aku juga gak minat sama artis Korea, tapi tetep mupeng pingin jalan2 kesana. Hiks jadi inget beberapa tahun lalu menolak jalan2 gratis ke sana gara2 gak tega ninggalin bocah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.