Menikmati Sajian Ala Jepang di Raito Resto

Berstatus sebagai pendatang di Bogor, saya merasakan banget perubahan iklim di sini. Pertama kali tinggal di rumah yang sekarang ini, pukul 5 sore udara sudah terasa dinginnya. Tahun berjalan, udara dingin baru terasa pukul 10 malam. Seiring berjalannya waktu, seringkali sejuk baru terasa di pukul 01.00 dini hari. Sejuk yang terlalu cepat singgah karena pukul 04.00 pagi udara sudah kembali menghangat. Hiks, sediiih …

Ya nggak aneh karena Bogor mengalami banyak perubahan. Semakin bertambahnya jumlah bangunan seperti pusat perbelanjaan, hotel, beragam restoran besar, dan jangan lupa juga ini terjadi bukan hanya di kawasan perkotaannya tetapi juga dimulai dari bagian puncak. Alhasil, ruang terbuka hijau sebagai tempat tumbuhnya pepohonan sebagai penghasil oksigen semakin berkurang juga.

 

Source: Pixabay

Salah satu yang membuat Bogor tetap menarik adalah statusnya sebagai Kota Hujan. Yaaa, saat tengah musim kemarau memang teteup panasnya ampun-ampunan. Ini episode yang menyedihkan buat kulit wajah saya yang kena panas sedikit muncul bintik-bintik kecil. Memang beda kalau punya bakat nyonyah, kena panas sedikit mesti ke dokter kulit. Please jangan gumoh di sini, ya hahaha …

Pada musim penghujan seperti saat ini, rasanya jadi aneh banget kalau nggak turun hujan meskipun cuma sehari. Biasanya sih di pagi hari langit masih kelihatan cerah, menjelang siang udara sedikit panas, di tengah hari mulai mendung, dan bres! hujan turun saat sore hari. Udaranya suegeeer banget. Ini sebenarnya kamuflase sedikit, sih, karena kalau musim hujan saya seringnya kedinginan, bukan kesegeran. Udara dingin, perut lapar, dan enaknya makan dong, ah. 

Spicy Tori Ramen

"Mau seperti apapun Bogor sekarang, saya sih tetap cinta sama kota ini. Kenapa? Kota ini mendukung banget perempuan doyan jajan macam saya. Mau cari apa saja, ada!"

Lalu, makanan apa yang paling enak saat hujan turun dengan derasnya? Buat saya sih, mau panas mau hujan, makan apapun enak. Tapi supaya nggak dinilai plin-plan, boleh lah saya kasih jawaban pasti. Makan makanan berkuah!

Cobaaa, kira-kira yang bakal terlintas di kepala apa? What? Mie instant? Lagi? Bosen, ahhh … Pengen yang beda. Daaan, kemarin itu saya kok membayangkan makan ramen yang kuahnya seger. 

Tumben-tumbenan juga saya pengen makan di tempat yang baru. Padahal biasanya paling malas coba-coba. Sebagai orang yang hidup di era digital, sudah pasti saya sangat mengandalkan apapun dalam genggaman. Yes, searching through Google. Ketik, “ramen di Bogor” dan saya menemukan Raito Resto!

Tarraaa!! Reviewnya keren!! Jadi, kita kesana? Mariii …

Begitu melihat lokasi, yes! Sepertinya mudah dicari. Raito Resto berlokasi di Jl. Ciheuleut No.38, Tegallega, Bogor. Ini beneran gampang dicarinya. Cari dulu saja lokasi Universitas Pakuan, masuk dari sisi kiri gedung menuju ke Komplek IPB Baranangsiang 3. Rumah kedua dari ujung jalan masuk, ya. Atau, Google Map-in sajalah, ya. Hidup di era digital itu gampang banget. Meskipun Google Map pun terkadang nyasar, sih. Larry Page dan Sergey Brin kan manusia jugaaa …

Restoran dibuka mulai pukul 09.00-22.00. Cocok buat yang butuh tempat sarapan dan hangout pagi-pagi sekaligus mencari kawan wifi #NunjukDiriSendiri.

 

Raito Resto berdiri di atas tanah seluas lebih dari 2000 meter persegi dengan luas bangunan 500 meter. Tahu dari mana coba? Hihihi, di dalam ada tulisannya soalnya. Pas banget, tertangkap sama mata jeli saya ini. Jadi tempatnya luasss. Ini bangunannya rumah banget. Jangan berharap menemukan ornamen-ornamen Jepang yang signifikan di dalamnya. Pun jangan membayangkan si pemilik mempercantik bangunan supaya terlihat lebih keren. Nggak. Ini memang apa adanya bangunan aslinya. Nggak papa, kan memang intinya saya cuma mau makan ramen.

Restoran ini terdiri atas dua lantai. Ruang makan di lantai satu cukup luas dengan langit-langit yang tinggi. Udara segar tetap terasa meskipun nggak dilengkapi pendingin ruangan. Kursi warna-warninya pasti ciamik banget buat dimunculkan di Instagram. Tapi, penasaran sama lantai dua. Kira-kira lebih nyaman di mana, ya?

Lantai dua juga menyediakan ruang makan. Bahkan ada ruang-ruang yang – sepertinya aslinya adalah kamar – dijadikan sebagai ruang makan juga. Jadi kapasitasnya besar. Ada dua jalur tangga menuju lantai dua. Cocok banget karena tangganya hanya muat satu orang. Kebayang dong kalau restoran sedang penuh dan orang-orang harus antri di tangga kalau mau ke lantai dua. Beuh, nggak sampai-sampai. 

Di lantai dua, bisa lesehan, yaaa. Waktu saya kesana, lantai dua penuh sama wajah-wajah ala saya belasan tahun lalu. Wajah mahasiswa, maksudnyaaa … Semuanya berjejer sambil makan dan membawa laptop. Wow banget ya mahasiswa jaman now! Belajar saja di restoran. Dulu sih jaman belum punya komputer, yang ada saya antri di rental komputer. Oups, malah curhat.

Sudut ruang makan di lantai dua

Buat saya lantai satu lebih menarik daripada lantai dua. Di salah satu sudut ruang makan di lantai dua, menurut saya udaranya panas. Posisi atap terlalu rendah dengan kepala yang nggak cocok kalau nggak dilengkapi pendingin ruangan. Fixed. Mari kita pindah saja ke lantai satu. 

Suasana lantai satu cukup nyaman. Seperti yang saya bilang tadi, ruang makannya luas, dapur dan tempat pemesanan makanan ada di sini, termasuk dengan toilet, tempat berwudhu dan tempat sholat. Yuk, mulai memesan makanan. 

Raito Resto menyediakan varian menu ramen, okonomiyaki, takoyaki, dan rice roll alias sushi. Seperti biasa, saat mengunjungi restoran baru pertanyaan pertama adalah, “Menu favorit di sini apa?” 

Agak was-was kalau ternyata menu favoritnya bukan dari varian ramen, bagaimana? Padahal kan saya memang sedang pengen banget makan ramen.

Alhamdulillah, akhirnya memesan Spicy Tori Ramen dan Tomyam Ramen yang diklaim sebagai menu favorit. Keduanya jenis ramen berkuah pedas. Bagi yang nggak suka pedas, tersedia varian ramen lainnya. Yang membedakan hanya toppingnya saja. Anak-anak memesan Ebi Tempura Roll, Spider Roll, Takoyaki, dan Italian Fushion with Double Cheese. Minumnya cukup teh dan lemon tea saja.  

 

Soal rasa, bagaimana? Spicy Tori Ramennya enak, saya suka. Kalau tomyam ramennya menurut saya keasinan, ya. Mungkin di lidah buibu jatuhnya bisa beda berhubung saya memang tengah mengurangi makanan asin. Inget umur! Ihiks. 

Spider Roll dan Ebi Tempura Roll buat saya rasanya biasa, tapi kata anak-anak, malah mereka nambah, wadaw! Nasinya menurut saya sih terlalu lembek. Tapi kalau anak-anak bahagia, mom bisa apa sih selain bahagia juga? Eaaa …

Takoyakinya enak. Ada pilihan gurita, crab, dan cheese. Kemarin saya pilih yang crab. Sekejap, habis juga. Italian Fushion with Double Cheese juga enak. Namanya juga double cheese, jadi berkeju banget. Saya sih makan sedikit sudah eneg. Sepertinya kalau pesan ini enaknya makan berdua entah sama siapa.

Teh dan lemon teanya mau tanya juga? Please deh … kayaknya sama saja, ya. Kecuali pakai teh khusus dari kebunnya sana. 

Buat yang bingung kok saya pesan makanan banyak banget, hehehe jadi saya sudah tiga kali berkunjung kesana. Jadi itu tadi bukan dalam sekali kunjungan, ya? Wew! Apa nggak meletus perut ini, wkwkwk …

Sekarang yang paling penting – apalagi buat buibu – adalah soal harga. Hayo, ngakuuu? Sewaktu membaca review sih katanya harganya aman dan nyaman buat kantong mahasiswa. Daaan, menurut saya aman juga kok buat kantong buibu.

 

Spicy Tori Ramen                              : Rp 25 ribu

Tori Ramen                                         : Rp 22 ribu

Kare Ramen                                       : Rp 20 ribu

Tomyam Ramen                               : Rp 25 ribu

Chasiu Ramen                                   : Rp 30 ribu

Miso Ramen                                       : Rp 20 ribu

Shoyu Ramen                                    : Rp 20 ribu

Abura Soba                                         : Rp 15 ribu

Crispy Ramen                                    : Rp 15 ribu

Italian Fushion with Double Cheese         : Rp 20 ribu

Katsu Spicy Chicken Yakisoba                      : Rp 20 ribu

Spicy Chicken Yakisoba                                  : Rp 15 ribu

Spider Roll                                           : Rp 20 ribu

Volcano Roll                                       : Rp 20 ribu

Katsu Cheese Roll                            : Rp 20 ribu

Tamago Roll                                        : Rp 12 ribu

Spicy Cheese Roll                             : Rp 12 ribu

Ebi Tempura Roll                              : Rp 12 ribu

California Roll                                     : Rp 12 ribu

Ultraman Roll                                     : Rp 16 ribu

Spicy Tuna Mentai Roll                   : Rp 16 ribu

Kamen Rider Roll                              : Rp 16 ribu

Super Saiyan Roll                              : Rp 16 ribu

Chicken Katsu Cheese

Spicy Karage

Katsu Kare

Katsudon

Chicken Crispy (Paha)

Chicken Crispy (Sayap)

Crispy Squid

Yakiniku Blackpepper

Yakiniku Barbeque

Spicy Seafood

All item Rp 15 ribu

Gurita                                                   : Rp 15 ribu

Crab                                                       : Rp 12 ribu

Cheese                                                 : Rp 13 ribu

Gurita                                                   : Rp 20 ribu

Crab                                                       : Rp 15 ribu

Ayam                                                    : Rp 15 ribu

Durian                                                   : Rp 15 ribu

Matcha                                                 : Rp 10 ribu

Mangga                                                : Rp 10 ribu

Stroberi                                                                : Rp 10 ribu

Cokelat                                                 : Rp 10 ribu

Ocha (Hot/Ice)                                                  : Rp 2 ribu

Teh Manis (Hot/Ice)                                       : Rp 3 ribu

Teh Manis Jumbo (Hot/Ice)                         : Rp 6 ribu

Lemon Tea (Hot/Ice)                                      : Rp 6 ribu

Air Mineral                                                          : Rp 4 ribu

Es Batu                                                                 : Rp 2 ribu

Milo                                                                       : Rp 8 ribu

Saya dan anak-anak cukup puas menikmati hidangan ala-ala Jepang di sini. Petugasnya juga ramah-ramah, lho. Rasa enak, harga ekonomis, lokasi strategis. Nggak usah heran makanya saya sampai tiga kali kemari dalam waktu yang berdekatan.

Buat buibu … Silakan datang dan mencoba, yaaa ….

 

The Happier Me,

Melina Sekarsari

Facebook Comments

Posted by melinase

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

14 thoughts on “Menikmati Sajian Ala Jepang di Raito Resto”

  1. Wow seger tuh ramennya. Mantap Banget , kapan ke Bogor kudu mampir.
    Tempatnya juga nyaman ya mbak, ada tempat baca komik anakku suka banget nih kalau ada komiknya bikin betah. Makasih ya mbak review begini jadi referensi kalau berkunjung ke Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.