Review Buku; I Know You Karya Miss Hiday – Mengenali Bahasa Cinta Orang Tercinta

Judul Buku: I Know You

Penulis: Miss Hiday (Hidayati Nurrokhmah)

Tahun Terbit: Cet.ke-3, Januari 2019

Penerbit: STIFIN INSTITUTE

Jumlah Halaman: 327 Halaman

ISBN: 978-602-54141-6-9

Hai, teman-teman … Asyik nggak sih kalau bisa mengenal diri sendiri? Pastinya enak banget, ya. Kalau yang saya ingat, saya punya kemampuan mengingat yang baik. Informasi yang pernah saya tulis dengan tangan, rata-rata bisa saya ingat dalam jangka waktu yang lama. Ditulis lho, ya, bukan diketik. Makanya biasanya saya hapal sama tanggal lahirnya orang-orang yang datanya pernah saya isi di formulir. Buat yang pernah memproses dokumen atau mengurus pembukaan rekening investor lewat saya, saya ingat lho tanggal lahir kalian. Jangan lupa traktir-traktir, ya. Ehh, ujungnya nggak enak, wkwkwk …

Teman-teman, sudah merasakan diri kita saat ini sebagai kita yang sesungguhnya, atau kita yang telah terpengaruh lingkungan sekian puluh tahun lamanya? 

FENOTIP
Genetik 20%
Lingkungan 80%

Fenotip (diri kita saat ini) merupakan gabungan dari genetik sebesar 20% dan lingkungan 80%. Wow! Ternyata lingkungan membawa pengaruh yang sangat besar, ya? Kalau demikian, dengan pengaruh lingkungan yang teramat besar, mampu nggak sih kita mencapai potensi terbaik tanpa memaksimalkan potensi genetik?

Seperti Apa Kita Mengenal Buah Hati di Rumah?

Sudah merasa mengenal diri sendiri, nyatanya ada saja babak dalam mendidik anak yang membuat saya sadar bahwa saya belum sepenuhnya mengenal mereka. Lha bagaimana membawa mereka ke jalan lurus sukses kalau kami bagaikan makhluk yang nggak saling kenal?

Teman-teman sesama orangtua di rumah, apakah ada yang menginginkan buah hatinya rajin belajar, semua terstruktur, tapi malah berhadapan dengan anak yang sering mojok, berkhayal, dan betah melihat kamar berantakan?

Atau, ada di antara kita yang kesal karena ananda di rumah terlihat begitu mudah tersinggung, baperan, duh sebentar-sebentar baper mau jadi apa kamu nanti, Nak? Kurang lebih begitu ya, kira-kira. 

Tahukah teman-teman di dunia ini – dalam konsep STIFIn, memang ada manusia yang Allah ciptakan sebagai pribadi yang terlihat suka aneh dan sering berkhayal tapi kreatifitasnya tinggi, ada yang baperan tapi sebenarnya memiliki komunikasi yang mantap, atau anak-anak yang bergerak terus lalu dianggap nakal padahal dia butuh berkeringat untuk membakar mesin di tubuhnya? 

Yuk, Kenalan Dulu dengan Tes STIFIn

Dulu saya pernah beberapa kali mengikuti workshop potensi minat dan bakat untuk anak-anak. Sebagai orangtua, saya ingin sekali bisa menemukan minat dan bakat anak-anak semenjak dini agar nggak salah langkah dalam membimbing mereka mencapai kesuksesan di masa depan. Bagi saya, itu menjadi tugas orangtua selain tentunya memfasilitasi dengan materi dan doa. Semua workshop yang saya ikuti, rata-rata membagi otak menjadi dua, kanan dan kiri. Otak kanan cemerlang dalam kreatifitas, otak kiri kuat dalam logika. Otak kanan golongannya calon orang-orang sukses, otak kiri golongannya pekerja. Saya nggak merasa puas. “Masa iya, sih? Manusia cuma dibedakan menjadi dua golongan itu saja? Sesempit itu?”

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya langsung merasa ‘klik’ dengan tes STIFIn. Ada banyak sekali kekuatan manusia yang nggak hanya bisa diukur dengan kreatifitas dan logika saja atau pengusaha dan pekerja saja. Setidaknya itu menurut saya, hehehe …

Dilansir dari stifincenter.com, tes STIFIn merupakan tes yang dilakukan dengan cara memindai kesepuluh ujung jari tangan kita dalam waktu nggak lebih dari satu menit. Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan kita.

Meskipun merasa ‘klik’ dengan STIFIn dan mengaplikasikannya dalam kehidupan ngantor sejak lama, saya kesulitan menjelaskan STIFIn kepada teman-teman. Khawatir salah karena saya juga kan masih belajar. Dulu sih pernah berandai-andai ada buku yang mengupas mengenai ini. Nah, teman-teman sudah bisa tuh mendapatkannya di I Know You karya Miss Hiday. Perempuan bersuara merdu yang memiliki nama asli Hidayati Nurrokhmah ini, merupakan Direktur STIFIn Institute, pemilik dan pengelola beberapa sekolah, termasuk menjadi konsultan di sekolah tempat putra-putri saya belajar. Iya, emaknya cocok sama STIFIn, jadi anak-anaknya disekolahkan di tempat yang menggunakan konsepnya STIFIn. Akur, kan?

Mengenali Otak dan Fungsinya pada Tubuh Kita

Saya adalah penyuka makanan asam pedas, seperti rujak dan asinan. Saat tengah berada di angkutan umum kemudian melihat pedagang rujak di tepi jalan, enk ink enk … pasti langsung ingin beli. Andai saya tahan untuk tetap duduk di dalam angkutan umum, penampakan rujak tadi terus terbayang di pelupuk mata meskipun raga sudah di dalam rumah. Membayangkan dengan mata terpejam, menikmati seporsi rujak saat tengah hari, hmmm … pasti sedap! Ada kombinasi asam, pedas, manis, sekaligus kriuk dari buah-buahan. Kok bisa terasa enak? Padahal rujaknya nggak ada di depan mata.

Miss Hiday menyampaikan di dalam buku ini bahwa Allah telah meletakkan satu mesin luar biasa di dalam tubuh kita, yaitu sebuah pengendali tubuh bernama otak. Dia yang menangkap sinyalnya sedapnya rujak kemudian menginformasikan ke seluruh sel tubuh untuk merespon. Ya, otak lah yang mengendalikan diri kita.

Berikut ini adalah nama beberapa tokoh kenamaan yang pernah membahas mengenai teori tentang otak:

  1. Carl Gustav Jung, sebagai the Father of Psychology mengatakan bahwa otak individu memiliki empat belahan otak. Masing-masing belahan otak membawa karakter yang berbeda bernama Sensing, Thinking, Intuition, dan Feeling. Jung merupakan pencetus kecerdasan tunggal, yakni bahwa manusia memiliki banyak kecerdasan, tetapi hanya satu yang dominan.
  2. Nerd Hermann, the Father of Brain Dominance Technology juga mengamini adanya empat belahan otak pada manusia yang terletak pada limbik kiri, limbik kanan, neokorteks kiri, dan neokorteks kanan.
  3. Paul McLean, melihat otak dari belahan yang berbeda. MacLean melihat otak dari atas ke bawah dan mengemukakan hipotesis triune brain. Isi hipotesis tersebut yakni bahwa manusia memiliki tiga bagian otak yang meliputi otak manusia (human brain) di bagian atas, otak mamalia (mamalian brain) di bagian bawah, dan otak reptilia (reptilian brain) di bagian tengah.

(Hal. 69)

Teori Belahan Otak Menurut STIFIn

Bagi yang penasaran darimana asal mula STIFIn, penulis juga sudah memperkenalkan tokoh penemu konsep ini dalam I Know You. STIFin merupakan sebuah konsep yang hadir sebagai buah pemikiran seorang anak bangsa. Konsep ini ditemukan oleh Farid Poniman, seorang peneliti di bidang pengembangan diri. Beliau mengemukakan bahwa ada yang kurang dari tiga teori mengenai otak yang pernah dicetuskan baik oleh Jung, Hermann, maupun McLean. Teori yang ditemukan oleh Farid Poniman menemukan adanya mesin kecerdasan pada setiap individu. (Hal. 70)

Mesin Kecerdasan

Miss Hiday dalam buku ini menjelaskan bahwa Farid Poniman menyatakan setiap belahan otak memiliki karakter masing-masing, tetapi hanya satu yang dominan. Masih menggunakan belahan otak ala Jung, beliau menambahkan otak kelima yang disebut Instict. Sejalan dengan Hermann, Farid Poniman juga menyetujui pembagian otak versi Hermann ini dengan penamaan sebagai berikut:

Limbik kiri (Sensing)

Neokorteks kiri (Thinking)

Limbik kanan: (Intuiting)

Limbik kiri: (Feeling)

Otak tengah: (Instinct)

 

Dengan demikian, Farid Poniman bukan hanya sekadar menambahkan satu belahan otak dominan, melainkan juga menyempurnakan teori lama. Penemuan besar tersebut kemudian membantu banyak orang dalam hal pengembangan diri di ilmu psikologi terkini. Dari kelima belahan otak, Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting, lahir akronim STIFIn, yang disebut sebagai mesin kecerdasan.

(Hal. 71)

Saya bermesin kecerdasan Sensing. Makanya memiliki kekuatan di memori dan rajin. Dari dulu sampai sekarang saya memang rajin, sih. Dulu rajin belajar supaya tetap dapat uang beasiswa, sekarang rajin belajar buat dapat peluang memperoleh uang yang lebih banyak dengan ilmu-ilmu baru. Ini dia nih makanya dulu saya disebut matre, wkwkwwk …

Drive Motivasi introvert dan ekstrovert

Pernah dengar introvert dan ekstrovert? Ini sama sekali berbeda dengan teori introvert dan ekstrovert yang diketahui khalayak umum. Sebagian besar kemungkinan akan mengasosiasikan introvert dengan pribadi yang tertutup dan nggak mudah bergaul, sedang kan ekstrovert sebagai pribadi yang terbuka dan mudah akrab dengan siapa saja.  Bagaimana konsep ini di dalam STIFIn?

Pada intinya, STIFIn hanya menemukan dua hal, yaitu:

  1. Belahan Otak Dominan
  2. Lapisan Otak yang Dominan

Kalau belahan otak ini menunjukkan mesin kecerdasan, lapisan otak menunjukkan apa, ya? Ternyata ya, sama seperti belahan otak, lapisan otak pun memiliki kecenderungan dominasi. Bisa dicek melalui EEG (Electro Encelophalo Gram) juga, lho. Apabila lapisan luar lebih dominan, disebut ekstrovert. Sebaliknya, bila dominan di dalam, disebut introvert. (Hal. 74)

Oya, pada otak tengah, tidak ada kecenderungan dominasi lapisan otak. Lalu, gunanya mengetahui lapisan otak yang dominan ini untuk apa? Ternyata, fungsinya luar biasa juga, yakni sebagai drive motivasi. Iya, seperti yang tadi saya sebutkan introvert dimotivasi dengan cara ditakut-takuti dan ditantang untuk terus belajar, sedangkan ekstrovert dimotivasi dengan diiming-imingi.

Miss Hiday turut mengupas bagian ini karena ini akan kita pakai terus ya untuk mengalisa diri sendiri. 

Kenapa Mesti Membaca I Know You?

Informasi teori tentang otak dan tokoh-tokoh penemunya, mesin kecerdasan, sampai drive motivasi, mungkin awalnya akan membuat teman-teman tertarik tetapi bingung. Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana? Begitu, kan? Nah, ini beberapa alasan kenapa teman-teman mesti punya I Know You di rak buku sebagai salah satu bacaan berkualitas:

  1. Saya pertama kali mempunyai buku ini di tahun 2017 akhir (cetakan pertama). Dulu saya belum tertarik mengulas karena saya membeli buku ini bukan untuk kebutuhan pribadi, melainkan kebutuhan sebagai ibu dengan dua anak. Artinya, saya ingin lebih mengenali kedua buah hati dan menemukan potensi terbaik mereka. Seiring berjalannya waktu, perlahan saya mengenal mereka seperti saya mengenali diri sendiri. Kami mirip? Kurang lebih begitu karena kami bertiga sama-sama bermesin kecerdasan Sensing. Saya Se dan anak-anak Si. Banyak teman-teman bilang saya itu orangnya sabar sekali menghadapi anak-anak, nggak seperti mereka. Sebenarnya saya nggak sabar-sabar amat, tapi saya sudah mengenal bagaimana mereka itu. Sip, asyik. Sudah mengalami, sudah merasakan, saatnya saya merekomendasikan. Sensing butuh bukti, darling!
  2. Buku bersampul merah ini kalau ditimang-timang terasa ringan tapi sekali lihat semua bakal setuju ini tebal. Total 327 halaman, nggak akan membuat mata teman-teman berkunang-kunang karena Miss Hiday menyajikannya dengan bahasa yang ringan tapi berisi. Bercerita santai tanpa mengurangi esensi konsep STIFIn itu sendiri. Banyak bagian yang menceritakan keseharian beliau mengaplikasikan konsep ini kepada anggota keluarga intinya. Bisa jadi besok-besok saya menceritakan keluarga kecil saya bareng STIFIn juga #BlogBolehDong
  3. I Know You menjabarkan segala macam kelebihan dan kekurangan dari masing-masing mesin kecerdasan secara lengkap dan sistematis. Mau membahas bagaimana cara belajarnya, ciri fisiknya, hal-hal yang disukai, hal-hal yang nggak disukai, sampai kalibrasi yang tepat saat masing-masing pemilik mesin kecerdasan merasa jenuh. Ini asyik banget. Coba teman-teman bayangkan, ketika anak-anak di rumah sulit sekali diajak bekerjasama karena tengah jenuh, kita bisa segera mengambil langkah strategis dengan kalibrasi yang tepat untuk mengembalikan semangat mereka.
  4. Membaca I Know You, membuka mindset kita para orangtua bahwa pengasuhan anak bukan semata berada di tangan ibu. Ayah punya peran penting di dalamnya. Jadi parenting book bukan saatnya lagi hanya menjadi bacaan wajibnya emak-emak. Lewat buku ini, orangtua bisa belajar bahwa untuk melihat ke dalam diri sendiri sebelumnya menyimpulkan bahwa putra-putrinya bermasalah. Jangan-jangan orangtuanya yang bermasalah?
  5. Setiap keluarga memiliki aturan sendiri di dalam rumahnya. Nah, di dalam I Know You ini disampaikan dengan begitu lugas bahwa salah satu orangtua wajib menjadi Parent Leader dalam hal mendidik buah hati. Tentunya, gaya memimpin yang diputuskan disesuaikan dengan mesin kecerdasan.

Sebab kesempurnaan semata hanya milik Allah, maka saya pun berandai-andai I Know You memuat gambar berwarna di dalamnya. Buat saya, belajar dengan warna hitam putih saja tampak nggak menarik. Makanya, buku saya ini sudah saya tandai dengan tinta berwarna pada bagian tertentu. Buat teman-teman yang suka warna-warni gonjreng kala belajar seperti saya, pada cetakan ke-3 yang diterbitkan pada Januari 2019, I Know You sudah dicetak dengan bagian dalam full color. Oiya, pada beberapa bagian, ada sedikit typo-error. Tapi minor banget jadi sebagai pembaca saya masih memaafkan #PenerbitJugaManusia.

Buat teman-teman yang sering galau dengan diri sendiri, galau menghadapi anak-anak yang rasanya sulit diatur, ingin memantapkan diri dengan rutinitas yang biasa dilakukan sehari-hari, apapun itu yang terkait dengan pengembangan diri, boleh banget menjadikan I Know You sebagai bahan bacaan di rumah. Sebelum membeli bukunya, jangan lupa ya ikutan tes STIFIn dulu. Saat sudah mengetahui mesin kecerdasan kita apa, pastinya lebih nyaman membacanya. Jadi, sekarang cari tahu lebih banyak tentang STIFIn dari gadget-mu.

Kalau saya bilang, sih, jangan biarkan lingkungan membuat kita lupa tentang siapa diri kita sesungguhnya. Tsahhh!

Keep learning, happy reading.

 

The Happier Me,

 

Melina Sekarsari

Facebook Comments
About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

16 Comments

  • STIFIn Parenting Workshop; Sudah Sejauh Mana Orangtua Siap Mengantarkan Putri-Putrinya ke Gerbang Kesuksesan? - Melina Sekarsari February 4, 2019 at 9:04 am Reply

    […] Review Buku; I Know You Karya Miss Hiday; Mengenali Bahasa Cinta Orang Tercinta […]

  • Profita Institute February 5, 2019 at 3:31 am Reply

    I Know You untuk tim bisnis udah ada, belum? Pesan yuk kalau ada.

    • melinase February 5, 2019 at 3:32 am Reply

      Sudah pernah tanya. Tapi beda masternya, katanya. Mungkin itu jangkauannya Pak Indrawan Nugroho atau Pak Jamil Azzaini, ya?

  • Juli Dwi Susanti February 5, 2019 at 7:43 am Reply

    Sudah lama mengenal stifin tapi kok ya belum melakukan, Ya. Pengen banget mencoba lagi enaknya kemana ya?

    • melinase February 5, 2019 at 6:22 pm Reply

      Yuk, Miss. Bisa kepoin IG: iknowyoucenter atau Miss Hiday. Kontaknya beliau juga aku ada. Japri WA aja nanti kalau butuh, ya.

  • Haeriah February 5, 2019 at 11:55 am Reply

    Wow…jadi tertarik banget pengen punya bukunya….ini bisa beli di mana, mba?

    • melinase February 5, 2019 at 6:23 pm Reply

      Boleh PO ke IG: @misshiday atau @iknowyoucenter aja, Bunda …

  • Ane Fariz February 5, 2019 at 12:32 pm Reply

    Sudah cukup lama tertarik dengan stifin, dan pengen tes barenag anak2 tapi belom2 aja. Budgetnya masih selalu tarik2an. Hihihi…
    Buku ini sepertinya bisa jadi solusi sementara, biar lebih kenal stiffin.

    • melinase February 5, 2019 at 6:24 pm Reply

      Aku kurang tahu juga sekarang biaya tesnya berapa. Dulu banget sih aku Rp 350 ribu per orang. Tapi worth it lah dengan manfaat yang diperoleh. Ayok, cicil satu persatu dulu anggota keluarganya buat dites, hihihi …

  • Dian Restu Agustina February 5, 2019 at 5:17 pm Reply

    Wah jadi makin paham tentang STIFIn setelah baca review buku I Know You ini..
    Aku kepoin dulu medsosnya kalau gitu.

    • melinase February 5, 2019 at 6:25 pm Reply

      Yes, Mbak. Ulasan workshop di sekolah sudah aku tulis juga. Semoga bermanfaat ya, Mbakku …

  • Nanik K February 5, 2019 at 8:14 pm Reply

    Menggunakan metode personal MBTI berarti, ya Mb Mel?
    Metode ini memang lebih luad jangkauannya.
    Saya juga suka dengan metode ini.
    Jadi lebih paham karakter diri sendiri dan orang lain.

    • melinase February 6, 2019 at 2:43 am Reply

      Apa tuh personal MBTI? Nggak paham aku. Dirimu lebih canggih kayaknya, Mbak. Langsung tutup wajah pakai tampah nih aku, wkwkwwkwk …

      Iya, mengenali bahasa cinta orang tercinta namanya, jugaaa … *Tringtring

  • Sri sekartadji February 6, 2019 at 1:47 am Reply

    Wah, lengkap banget infonya Mb, kayaknya dulu pernah ada yang nawarin stifin ini, menurut saya mihil juga tesnya, tapi kalo hasilnya detail gini ga rugi juga, ya. Terimakasih sharingnya mb melina.

    • melinase February 6, 2019 at 2:44 am Reply

      Terakhir nemenin kakak tes kalau nggak salah Rp 500 ribu sudah termasuk konsultasi. Lama, pula, konsultasinya. Jadi buat saya worth it banget, Mbak. Kapan-kapan cobain, yaaa.

  • STIFIn Learning Workshop; Menemukan Kunci Kebutuhan Agar Belajar Terasa Asyik - Melina Sekarsari February 12, 2019 at 9:08 am Reply

    […] Review Buku; I Know You Karya Miss Hiday; Mengenali Bahasa Cinta Orang Tercinta […]

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.