Keseruan Seni Macrame di KLAB (Kelas Latihan Bersama) Khadija Initiative

Minggu, 24 Februari 2019, saya terbangun pukul 03.00 dini hari dengan mata yang teramat berat untuk dibuka. Demi alasan supaya nggak sakit kepala, mencoba untuk tidur lagi karena saya baru saja tidur. Tapi nggak bisa, karena jam segitu memang jamnya saya terjaga. Seperti sudah otomatis terbangun, gitu. Menyelesaikan pekerjaan di Bandung sehari sebelumnya dan kembali ke Bogor malam itu juga. Pulang menggunakan kereta Argo Parahyangan pukul 19.30 dari Bandung, tiba di Stasiun Gambir pukul 23.00, melanjutkan perjalanan ke Stasiun Juanda untuk menunggu commuterline menuju Bogor, tiba di Stasiun Bogor pukul 00.45, dan Alhamdulillah pukul 01.30 sudah berdiri di depan pagar rumah.

Ngantuk beratnya baru terasa seusai Subuh. Tapi saya harus bangun. Anak-anak sudah ramai mengerubuti mengajak bercanda. Akhirnya saya memaksakan diri untuk bangun. Apalagi, hari itu sudah ada janji untuk datang ke KLAB. Wuih pagi-pagi sudah datang ke klab. Mau ngapain? Klab kan baru buka malam hari. #Oups

KLAB; Apakah Itu?

KLAB merupakan singkatan dari Kelas Latihan Bersama. Ini adalah salah satu agenda komunitas single mom, Khadija Initiative. Di komunitas ini InsyaAllah selalu diisi dengan kegiatan positif yang memungkinkan anggotanya bertumbuh bersama. Sebenarnya ada banyak kegiatan Khadija Intitiative yang bisa diikuti, tapi karena keterbatasan waktu saya nggak bisa selalu hadir. Kadang cuma bisa gigit cokelat jari dari kejauhan. Maklumlah, waktu saya banyak dihabiskan untuk menambang emas menjemput rezeki di banyak tempat.

Source: Khadija Initiative

Ini salah satu kegiatan yang dulu pernah saya ikuti Sharing Stories dan Menumbuhkan Peran Produktif Single Moms di KI(Khadija Initiative)ta berbagi.

Komunitas ini memang berisikan teman-teman single moms, tetapi untuk kegiatan yang diadakan seperti KLAB (Kelas Latihan Bersama), siapapun boleh ikut selama berjenis kelamin perempuan. Biayanya juga terjangkau banget. Memang, khusus single moms, Khadija Initiative menggratiskan acara ini. Tuh, kurang gimana coba dukungan komunitas ini terhadap teman-teman single moms?

KLAB kali ini diselenggarakan di Welcome’s Cafe, yang berlokasi di Jl. Tegar Beriman, Cibinong, Kab. Bogor. Jarang-jarang nih saya main ke Cibinong. Maklum, orang kota mainnya ya ke kota, nggak ke kabupaten. Deuh, efek kabupaten dan kota di KTP, huehehehe …

Saya terlambat tiba di sana karena beberapa hal. Semula mau mengajak dua anak – ini mengganti waktu kebersamaan karena kemarin sempat ditinggal di luar kota. Tapi sulung yang sudah disiap-siapkan ternyata nggak mau ikut. Akhirnya hari itu jadinya kencan berdua bareng bungsu. Selain itu saya masih mampir juga ke pusat oleh-oleh karena sudah janji mau membawakan roti unyil buat teman-teman. Rencananya sih mau naik bus saja, tapi ternyata waktunya mepet dan transportasi online jadi pilihan. Nggak usah bahas tarif karena InsyaAllah digantikan dengan rezeki yang lebih luas dari hasil silaturahmi bareng teman-teman di sana. Aaamiin 8999x.

Akhirnya, tiba di lokasi pukul 10.30 – beuh, terlambat 30 menit dari jadwal seharusnya. Menyalami satu-persatu teman yang sudah duluan hadir dulu dong, ya. Di atas meja, sudah tersedia bahan untuk membuat macrame. Iya, hari ini kami mau membuat macrame.

Pernah Tahu Macrame?

Dilansir dari harnas.co, macrame diyakini berasal dari tradisi ikat simpul para penenun Arab sekitar abad ke-13. Namun, ada juga informasi yang meyakini bahwa macrame pertama kali dikenal di China pada masa Dinasti Perang (481-221 SM) atau bahkan jauh ke belakang, pada masa kekuasaan Dinasti Utara (581-317 SM). Seperti yang dilakukan bangsa Arab, di China juga memanfaatkan ikat simpul yang indah ini untuk hiasan pinggiran busana, lentera, lukisan dan hiasan dinding.

Seni macrame ini kemudian disebarkan oleh bangsa Arab hingga ke Eropa. Wah, ternyata sudah lama sekali usianya, ya. Sejak sebelum Masehi dan baru sekarang saya mau belajar. Kalau ini dimasukkan ke dalam pelajaran sejarah, seru pastinya, hihihi …

Nah, berhubung masih bayi banget, nih, kami belajar seni macrame dari produk yang paling sederhana dulu, ya. Apa itu? Gantungan kunci, yes.

Source: Khadija Initiative

Yang namanya kelas, ada mentornya dong. Siapakah dia? Ada Mbak Vidrie – seorang perempuan single mom yang kreatif banget. Saya melewatkan kelas-kelas membuat sabun dari minyak jelantahnya karena jadwalnya kemarin-kemarin berbenturan terus dengan kegiatan saya. Semoga nanti beliau berkenan membuka kelas ini lagi, huhuhu … Aamiin.

Coba tebak orangnya yang mana? Itu tuh, yang bergamis hitam dan bercadar. Kita panggil Mbak Vidrie saja ya biar akrab.

Ayo Kita Praktek!

Sebelum kita memulai, tentu harus menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Pembuatan gantungan kunci ala macrame ini sederhana banget.

  1. Twisted Cotton

Kemarin bahan ini sudah disediakan oleh Mbak Vidrie. MasyaAllah, asyik banget tinggal pakai.

  1. Gantungan kunci

Berhubung kita memang mau membuat gantungan kunci, jadi ya harus ada gantungannya dong, ya. Sssttt … Ini juga sudah disediakan oleh Mbak Vidrie.

  1. Gunting

Kalau ini bawa sendiri, ya. Saya sih pinjam gunting kecil punyanya anak bungsu. Kecil memang, tapi tajam, lho. Soalnya sering dia pakai buat menggunting kertas.

  1. Sisir

Lho, mau membuat gantungan kunci kok pakai sisir? Iyalah, kan setelah ini kita mau menyisiri si twisted cotton biar lebih halus dan lembut.

Setelah semua perlengkapan disiapkan, kita memerlukan twisted cotton yang sudah dipotong-potong. Kalau kemarin sih kami menggunakan ukuran panjang 0,5 meter. Setiap potongannya dibagi tiga, karena memang terdiri atas tiga lilitan. Pembuatan gantungan kunci ini gampang banget karena hanya mengandalkan ikatan-ikatan simpul. Sombong banget nih saya di tahapan ini.

Ikatan simpulnya akan menjadi seperti ini, nih ...

Lalu dipotong menjadi berbentuk daun. Setelah itu mulai disisiri supaya buku-bulunya tampak halus. Memotongnya tanpa menggunakan pola, hanya menggunakan telapak tangan kita dengan posisi telunjuk ada di bagian tengah. Sisi kanan dipotong mengikuti lekukan telapak tangan kita. Giliran sisi kiri, beuh berantakan, wkwkwk … Saya harus merapikan berulang kali. Duh, memotongnya memang harus menggunakan gunting tajam dan perasaan, sih …

 

 

Yeay! Sudah berbentuk daun.

Awalnya saya sombong banget bilang cara membuat gantungan kunci ini super gampang. Tapi pada akhirnya saya harus mengakui seni macrame ini membutuhkan kesabaran. Hayo, yang suka nggak sabaran, latihan macrame ini aja, coba? Khusus di feather keychain ini, bagian tersulit adalah menyisiri si bulu-bulu. Rasanya pengen bilang, “Nyisirin rambut sendiri aja nggak sebegininya.”

Pengen rasanya membawa si daun berbulu itu ke kamar mandi, dikeramasi plus diberi kondisioner biar jatuhnya halus dan lembut. Kalau perlu sekalian diberi tonic ya biar nggak mudah rontok. Ketidaksabaran mulai menghasilkan halusinasi, wkwkwkwk …

Akhirnya, jadi jugaaa … tapi seriusan. Saya belum puas. Andai saya bisa lebih telaten, hasilnya pasti jauh lebih bagus. Tapi untuk sementara, ini sudah cukup memuaskan. Yang penting nggak pulang dengan tangan hampa dong, ya.

Cantik ya, hasilnya? (Source: Khadija Initiative)

Sekitar pukul 14.00, kegiatan ini selesai juga. Tentunya sudah menghitung waktu sholat dan makan siang, ya. Kami menikmati makan siang berupa Chicken Crispy Saos Padang ala Welcome’s Cafe. Kafe ini sendiri miliknya Mbak Monia. MasyaAllah ya, beliau berkenan menyediakan tempat untuk kami belajar. Sepertinya nih, bakal jadi the next base camp KLAB-nya Khadija Initiative, lho.

 

Beneran nggak rugi saya menahan kantuk demi datang ke KLAB. Tambah teman, tambah ilmu, tambah rezeki, Aamiin.

Sesampainya di rumah, saya langsung searching di Instagram, dong. Begitu menemukan salah satu akun yang menyediakan twisted cotton ini, langsung deh pesan. Nggak tanggung-tanggung, langsung pesan tiga warna!

Akhirnya saya beli sendiri, dong buat latihan di rumah, hihihi ...

Buat teman-teman yang menyukai kegiatan mengasah kreativitas seperti ini, tentunya Khadija Initiative masih akan mengadakan KLAB yang berikutnya. Kapan dan di mana, nanti saya woro-woro deh ya, di tempat-tempat saya biasa ngeksis (baca; Instagram dan Facebook).

Yuk, mengisi waktu kita dengan kegiatan bermanfaat. Saat kita sudah mahir, nggak menutup kemungkinan kan bisa menjadi sumber penghasilan. Hasyeeek.

Sampai jumpa di KLAB berikutnya!

 

The Happier Me,

Melina Sekarsari

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

16 Comments

  • Mama Indri March 2, 2019 at 9:11 am Reply

    Wah baru tahu macrame kayak gini bentuknya. sering denger tapi gak tau kayak apa.

    • melinase March 2, 2019 at 10:11 am Reply

      Aku tahu bentuknya tapi nggak tahu namanya, hahaha …

  • Kholifah Hariyani March 2, 2019 at 11:29 am Reply

    Mbaaak, Khadija Initiative punya cabang di Malang nggak? Mauuu bangeeet, ikutan juga…

    • melinase March 2, 2019 at 3:34 pm Reply

      Belum ada, Mbak. Yang di Malang aja main ke Bogor, xixixi …

  • widyanti yuliandari March 2, 2019 at 2:01 pm Reply

    Ini kegiatan positif banget. Aku juga bersedia lo sharing untuk komunitas ini. Tsahh … tapi aku sharing apa ya?

    • melinase March 2, 2019 at 3:35 pm Reply

      MasyaAllah … Beneran nih, Suhu?

      Aih, banyak yang bisa dishare kalau suhu satu ini, sih.

  • Dawiah March 2, 2019 at 4:40 pm Reply

    Sukaaaa gantungan tasnya Mbak.
    Eh keren banget ini kegiatannya Khadija Initiative, terus dikasi gratis pula sama yang single moms. Sangat membantu.

    • melinase March 2, 2019 at 10:53 pm Reply

      Iya, Mbak. Salah satu bentuk dukungan, nih.

  • fuatuttaqwiyah March 2, 2019 at 5:42 pm Reply

    Macrame baru dengar. Kalau bikin kerajinan gitu aku suka tidak sabar.

    • melinase March 2, 2019 at 10:52 pm Reply

      Nah, mari melatih kesabarannya di sini, hahaha …

  • Haeriah March 2, 2019 at 6:13 pm Reply

    Baru kali ini dengar namanya, Macrame. Namanya juga lucu. Komunitasnya seru, mba dan kegiatannya juga bagus-bagus. Btw, mau dong ikut pelatihan pembuatan sabun….

    • melinase March 2, 2019 at 10:52 pm Reply

      Kalau ada lagi aku share infonya ya, Bun …

  • bunda March 3, 2019 at 3:28 am Reply

    Wow,keren banget, udah lama pengen bisa bikin kayak gini. Alasannya… tetep… gak ada waktu, hahaha

    • melinase March 3, 2019 at 4:10 am Reply

      Aku juga baru beli benang dan cobain satu jalinan. Setelah itu kebentur waktu lagi. Beneran harus di saat santai huehehe …

  • Bety Sulistyorini March 4, 2019 at 8:46 am Reply

    Mba dirimu ki super sekaliiih, apa aja dilakukan jadi aktif dan berenergi. Btw itu gantungan kuncine lutjuuu

    • melinase March 4, 2019 at 10:13 am Reply

      Kalau yang ngomong begini simbok ki aku jadinya pengen masuk lemari. Simbok ki lebih-lebih. Badan kecil imut-imut malah playon sana-sini, wkwkwwk …

      Iyaaa, berkat tekun menyisir, hahaha …

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.