Pengalaman Menginap di Meize Hotel Bandung

Yeay! Akhirnya saya punya kesempatan kembali lagi ke Bandung meskipun sebentar saja. Tiba di sore hari dan pulang esok malamnya. Nggak bisa jalan-jalan juga karena ini perjalanan dinas. Eh, dalam rangka bekerja gitu, deh. Menyebut perjalanan dinas kok jadi ingat status PNS padahal bukan, hihihi …

Untuk mengakomodasi kebutuhan yang hanya sebentar tersebut, tentu budget hotel menjadi pilihan. Gimana nggak? Tiba di hotel sore hari dan besok pagi sudah check out. Keesokan harinya sampai sore hari, saya akan berada di hotel lain dalam rangka kegiatan workshop. Artinya saya hanya membutuhkan tempat untuk tidur dan mandi. Ya, kan?

Akhirnya naik travel karena ketinggalan kereta gara-gara cari KTP, wkwkwk ...

Biarpun budget hotel, tentu saya nggak mau sembarangan memilih. Pada dasarnya untuk kebutuhan tidur dan mandi saja, saya nggak memerlukan hotel dengan fasilitas yang gimana-gimana. Tapi soal kebersihan itu sudah wajib banget, deh. Pernah mengalami memperoleh kamar yang spreinya bernoda dan kamar mandi mengeluarkan bau tak sedap, rasanya saya nggak mau keduanya terulang lagi. Kamu pasti juga, kan?

Berhubung workshop kami nanti akan diadakan di salah satu hotel di daerah Braga, maka saya mencari hotel di sekitar Sumur saja biar nggak terlalu jauh. Di daerah ini juga hotel-hotel bertebaran, ya. Jadi banyak pilihan, deh. Saat membaca Meize Hotel, saya langsung tertarik. Kemudian lanjut membaca ulasan dari para pengunjung dari dua Online Travel Agent (OTA) yang berbeda. Eh, ternyata di kedua OTA tersebut, Meize Hotel mempunyai peringkat yang bagus, ‘mengesankan’. Saat cek harga, ramah di kantong pula. Akhirnya pesan kamar di sini, deh. Harganya sekitar Rp 260 ribu, nggak persis segini karena angkanya agak keriting gitu.

Berlokasi di Jl. Sumbawa No. 7, Merdeka., Sumur, Bandung (Source: Google)

Saat travel yang saya tumpangi memasuki kota Bandung, kota kembang ini tengah diguyur hujan deras. Jalanan macet sekali. Saya baru tiba di depan Meize sekitar pukul 17.00 dan masih hujan deras. Ketika membuka pintu mobil, payung besar sudah terbentang di atas kepala. Ternyata salah satu petugas hotel yang menjemput saya ke mobil. Wah, baru mendarat di luarnya saja sudah diperlakukan bak putri begini. #Halah

Memasuki pintu hotel, saya nggak menemukan petugas di meja resepsionis. Sempat celingukan sebentar. Eh, ternyata ada ding tapi tertutup dinding, hihihi … Proses check in berlangsung mudah dan cepat. Petugas memberikan key card beserta akses wifi di dalam kamar. Saya memperoleh kamar di lantai tiga. Menuju lift, saya melihat tangga tapi karena sudah capek, agak manja dulu deh ya naik lewat lift. Liftnya berjalan mulus tanpa suara jadi nggak gredek-gredek macam hotel tua gitu. Sepertinya sih ini memang terhitung bangunan baru, ya.

Setelah sesaat menempelkan key card pada gagang pintu, terdengar bunyi halus, dan pintu bisa dibuka. Begitu menutup pintu, saya mendapati evacuation route yang menempel di balik pintu. Meskipun nggak mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi, tapi informasi ini penting dong ya buat tamu hotel.

Evacuation Route

Kamarnya nggak terlalu luas tapi saya sudah sreg. Penataannya sangat rapi, bersih – saya biasa melepas alas kaki supaya terasa kalau lantainya kotor, dan nggak ada aroma nggak sedap. Tempat tidurnya luas banget, ini bisa deh buat saya bertiga sama anak-anak yang tidurnya macam helikopter itu. Muter terus. Di sisi kiri dan kanan tempat tidur, terdapat meja kecil. Cocok banget buat saya yang maunya meletakkan tas kecil, jarum pentul, dan air minum, yang mudah dijangkau dari tempat tidur. #KetahuanMalesnya

 

Hiasan di dindingnya cantik, ya.

Berhubung datang ke Bandung dalam rangka bekerja, sudah pasti saya harus membawa laptop. Batere laptop sudah dalam keadaan koma jadi harus selekasnya diisi. Power source di kamar ini ada banyak. Di meja kanan dan kiri tempat tidur juga ada. Jadi alih-alih meletakkanya di meja kerja, saya memilih di meja samping tidur saja, deh. Apalagi meja kerjanya juga imut banget. Dokumen yang saya bawa saja banyak. Pasti nggak muat. Jadi malam harinya saya bekerja di atas tempat tidur, deh.

Tuh kan meja kerjanya imut banget.

Pihak hotel menyediakan teko pemanas air tapi nggak lengkap karena nggak dilengkapi dengan teh dan kopinya. Buat yang sukanya minum air putih hangat bolehlah ya, bisa berguna juga.

Berhubung Bandung tengah diguyur hujan, cuaca jadi agak dingin dan nyeker itu nggak enak. Membuka sandal yang disediakan oleh pihak hotel daaaan menemukan sandal yang lucu banget.

Yuk, kita beralih ke toilet. Nggak mencium aroma nggak sedap, saya sih berharap bagian ini juga bersih, dong. Alhamdulillah, rapi dan bersih. Pihak hotel sudah menyediakan amenities standard seperti dua helai handuk, dua buah sikat gigi dan pasta giginya, serta dua buah gelas kumur. Ada cermin luas di depan wastafel. Airnya bersih, nggak berbau, dan mengalir lancar. Juga tersedia sabun untuk mencuci tangan. Untuk mandi, tersedia shower air dingin dan hangat serta kran biasa untuk berwudhu. Hangatnya pas banget. Kadang saya menemukan yang terlalu panas jadinya malah nggak enak.

 

Sayangnya saya memperoleh kamar yang jendelanya menghadap ke tembok . Jadi nggak bisa tuh memandangi lalu-lalang orang di bawah sana. Selain itu, lampu kamar redup. Kalau untuk tidur sih nyaman banget. Tapi saat mata terbuka, saya lebih suka yang terang, sih. Waktu itu sudah menelusuri dinding-dinding kamar mencari bagian yang sekiranya bisa menyalakan lampu yang lebih terang. Tapi nggak ketemu. Keduanya minor saja sih, ya, nggak mengganggu kenyamanan di dalam kamar.

Oiya, saya memilih harga kamar yang nggak termasuk sarapan. Rencananya memang ingin sarapan di pinggir jalannya Bandung sambil menikmati suasana kota. Sore dan malam harinya, saya jalan-jalan mencari makan di Sambal Hejo Natuna dan Mie Ayam Lodaya. Keduanya dekat sekali dari hotel.

Bisa buat tempat foto tapi kenapa saya nggak foto di sini, ya?

Untuk yang suka kelaparan di tengah malam, Meize Hotel menyediakan resto yang buka pukul 18.00-23.00. Menunya bervariasi dan saya cek harga termahalnya cuma Rp 35 ribu saja. Murah daripada mesti keluar hotel. Apalagi kalau hujan, kan? Oiya, ada fasilitas massage and spa yang buka sampai pukul 22.00 juga tapi tentunya dengan biaya terpisah dari penginapan.

Overall, saya puas menginap di Meize Hotel. Kapan-kapan ke Bandung lagi, mau deh menginap di sini lagi. Tapi saya mau ganti paket ke yang plus breakfast, ah. Kenapa? Karena ternyata sarapannya di rooftop, lho. Pasti suasananya segar dan menyenangkan. Padahal dalam hati nyeseeel

Oiya, menurut teman saya yang tinggal di Bandung, Meize Hotel ini hampir selalu penuh. Ya memang nyaman, sih.

Atau, kamu punya rekomendasi budget hotel lainnya di Bandung? Boleh dong share di sini.

The Happier Me,

Melina Sekarsari

0 Shares:
41 comments
  1. Alhamdulillah sudah sampai, wah ngga bisa ketemuan , ya,
    fii amanillah selamat bertugas, semoga suskses selalu…

  2. Wah Mbak ke Bandung? Saya tinggal di Bandung hehe, sering lewat Hotel Meize tapi ga pernah masuk, karena saya juga tinggal di Bandung haha. Tapi lokasinya memang cukup strategis. Sekarang lagi parah-parahnya hujan, beberapa daerah pun banjir. Bagaimana makan di Sambal Hejo, sempat coba ayam dan cimplungnya kah? Itu restoran favorit saya tapi saya biasa yang di cabang katamso karena lebih dekat.

    1. Tanggal 23 kemarin Mbak ke Bandungnya. Cuma sebentar banget buat urusan pekerjaan. Wuih, tahu di Bandung aku samperin buat nemenin halan-halan, hihihi …

      Sambal hejo cuma kebagian sedikit karena udah mau tutup. Kasihan deh aku. Sambelnya enak tapi buatku kurang pedes. Cimplungnya enaaak. Rasanya kenyil-kenyil gimana gitu, ya?

      1. Iyaa saya suka cimplungnya sekaligus ayamnya, entah kenapa ayamnya enak banget bagi saya. Iya siapa tau ke Bandung kontak via e-mail dulu setidaknya bisa hihihi senang juga kalau sampe bisa berkenalan sesama yang memang suka menulis blog <3

  3. Ih kok lucu sih sandalnya. Kuning ngejreng.
    Kalau buat tidur aku suka lampu yang redup. Tapi kalau belum tidur kan enak yang terang. Buat baca atau nonton kan lebih enak gitu ya mbak.

  4. Dulu aku punya cita cita kerja sambil liburan gitu, Mak, tapi sayang nggak kesampaian.

    Eh, malah sekarang jadi ibu rumah tangga tulen haha…

    Aku gak punya rekomendasi hotel di bandung Mak, soalnya kami kalo ke sana nginep di villa ?

  5. Hotel di daerah Sumur Bandung emang bagus-bagus sih. Hotel budget gitu tapi bersih dan terawat. Aku juga kalau ke Bandung pilih hotel kayak gini aja. Yg penting bersih nyaman buat tidur. Entertainnya di luar saja

  6. Seems like cozy mba hotelnya, ini baru budget hotel yang nyaman. Well noted kalo nanti jalan-jalan ke Bandung deh. Lumayan ada bayangan lah baca review darimu ini. Thank you ya mba.

  7. Wah breakfast di rooftop pasti asyik bgt, menikmati sarapan sambil menikmati alam Ohhh ya tp ini hotel di Bandung kota ya mbak? Berarti menikmati lalu lintas Kota Bandung ya.

  8. Bisa say asafe ini informasinya, Mbak siapa tahu saya wdalam waktu dekat ke Bandung, ada rencana juga soalnya. Bismillah….semoga segera terealisasi.

    Backdrop di kamar ini juga bikin tenang karena pilihan warnanya.

    Kalau ingin nginep berarti harus book jauh hari karena selalu penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like