Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Blogger Menuliskan Tema Polhukam; Kenapa Tidak?

Blogger Menuliskan Tema Polhukam; Kenapa Tidak?

Kalau diminta membuat urutan daftar tema favorit untuk dituliskan, mana yang akan teman-teman tempatkan di urutan teratas?

Dan yang lainnya (kalau menurut teman-teman ada yang belum disebutkan di atas).

Adakah yang menempatkan politik dan hukum di bagian teratas? What? Diletakkan paling bawah? Haduh, itu sih sama seperti saya. Sudahlah nggak paham-paham amat mengenai politik dan hukum, ngeri juga kalau sampai menjadi serbuan netizen. Artis bukan, diserbu netizen. Oh, tidak!

Semakin ngeri lagi kalau ujung-ujungnya malah tersangkut urusan hukum. Duh, jangan sampai dong, ya. Makanya, mendingan nggak usah menuliskan tema itu, deh. Eh, lho?

Produksi dan Diseminasi Sebagai Program dari Kemenkopolhukam

Hari Selasa, 21 Mei 2019 lalu, Kominfo mengadakan workshop Produksi dan Diseminasi  dengan tema “Konten Kreatif Hankam”. Awalnya saya agak bingung, penyelenggaranya Kominfo, tetapi kenapa temanya mengenai Hankam. Akhirnya belajar banyak di sini. Maafkan pengetahuan kenegaraan saya yang minim banget ini.

Acara diselenggarakan di Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat. Acaranya terjadwal dimulai pukul 09.00. Dihadiri oleh perwakilan dari beberapa instansi dan teman-teman blogger yang berjumlah 50 orang. Wow! Banyak, ya.

Sesi pertama diisi oleh Kol. Beben Nurpadillah M. I. Kom selaku perwakilan dari Kementerian Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI. Beliau memaparkan bagaimana tugas dari Kemenkopolhukam yang salah satunya adalah melakukan produksi. Jangan membayangkan instansi ini sebagai sebuah pabrik ya, teman-teman. Hasil produksi dari Kemenko Polhukam berupa kebijakan-kebijakan yang tentunya berkaitan dengan Pertahanan Keamanan (Hankam).

Menjawab kebingungan saya tadi mengenai hubungan antara Kominfo dan Hankam, dibahas juga oleh beliau nih di sini. Jadi, ini terkait dengan tugas Kemenko Polhukam itu sendiri, yaitu:

“Menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang politik, hukum, dan keamanan.”

Nah, terkait dengan tugas koordinasi tersebut, ada beberapa instansi yang bekerja di bawah koordinasi Kemenko Polhukam, seperti gambar di bawah ini.

Melihat gambar di atas, nah, baru deh paham ya. Ternyata Kominfo berada di bawah koordinasinya Kemenko Polhukam.  Sebagai kementerian yang menangani urusan komunikasi dan informatika, maka Kominfo digandeng untuk membantu penyebarluasan program produksi dan diseminasi pertahanan keamanan. Ini bidang yang nggak bisa dipandang sebelah mata karena memegang peranan penting dalam mempertahankan keamanan dan kestabilitasan politik bangsa kita.

Kalau tadi sudah membahas produksi ala Kemenko Polhukam, selanjutnya Kol. Beben Nurpadillah M. I. Kom memaparkan mengenai program diseminasi. Apa sih itu?

“Diseminasi adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut.” (sumber: wikiapbn)

Kol. Beben Nurpadillah M. I. Kom dari Kemenko Polhukam

Pasti sudah tahu kan bahwa Indonesia saat ini tengah dalam masa darurat berita hoax? Makanya, Kemenko Polhukam menjadi pihak yang harus memulai menginisiasi diseminasi untuk produk-produk kebijakan mereka agar dapat diterima oleh masyakarat luas. Kalau dipikir-pikir, diseminasi ini semacam edukasi kepada masyakarat, ya.

Ini penting banget agar masyarakat menerima informasi yang valid dan nggak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

Menulis Isu Polhukam di Blog; Kenapa Nggak?

Workshop ini menghadirkan salah satu blogger kawakan, Pak Wicaksono. Dari julukannya saja, sudah bisa dibayangkan seberapa senior beliau ini – Mas Paman, Blogger Tua, dan Ndoro Kakung, hihihi …

Di sini Pak Wicaksono mengobrol dengan santai bersama teman-teman blogger seperti apa niche blog kami, tujuan menulis, sampai bisa kah menulis di blog dalam waktu lima menit saja? Kontan saja kami semua menggelengkan kepala dan takjub dong karena menurut beliau bisa saja dan pernah dilakukan. Berapa kata? Lima kata. Seisi ruangan langsung terdengar suara grrrrr

Blogger senior - Ndoro Kakung

Beliau membagikan tips apa saja yang harus disiapkan seorang penulis agar dapat menulis dengan baik, yaitu:

AMUNISI

Penulis yang baik harus mempunyai amunisi, yaitu membaca, riset, pengamatan, dan wawancara.  Duh, poin wawancara kok sepertinya selama ini belum saya lakukan, ya? Teman-teman, gimana?

SPESIAL

Mampu membuat tulisan dari sudut pandang yang spesial. Misalnya saat seorang food blogger membahas masakan gudeg, coba deh sesekali membuat sudut pandang dari sisi pedagangnya, bukan hanya pengunjungnya. Wah, ini belum kepikiran juga lho sama saya.

LATIHAN

Menulis itu ketrampilan, jadi harus sering dilatih. Ini saya rasakan betul. Teman-teman merasa juga nggak, kalau lama nggak menulis, jari jadi kaku, otak jadi mampat, jari di atas keyboard tapi layar putih bersih bagaikan bayi tak berdosa, huehehe

Nah, setelah selesai dengan persiapan, lalu masuk ke proses kerja. Di sini Ndoro Kakung membagikan hal-hal apa yang sebaiknya dilakukan seorang penulis. Ini dia bocorannya:

Mengenali Profil Pembaca Blog

Menurutnya ini penting sekali untuk membawa pengunjung ke blog kita. Kalau tulisan kita bagikan ke kelompok ibu-ibu, besar kemungkinan tulisan bertemakan otomotif enggan dikunjungi.

Menguasai Topik yang Ditulis

Memaksakan diri menuliskan topik yang nggak kita pahami memang berat, sih. Seperti dipaksa membenci orang yang kita cinta. Eh, malah belok fokus.

Menulis Seperti Bercerita

Narasi yang mengalir memang enak dibaca kan, ya? Awal tulisan nggak membosankan, jadi ingin lanjut terus bawaannya. Hmmm, masih belajar banget nih di tahapan yang ini.

No Jargon, No Basa-Basi

Netizen kita itu sudah cukup sibuk dengan kehidupannya. Jadi nggak usah pakai jargon, ya. Cukup dikemas dalam narasi yang asyik dibaca. Hohoho, catatan lagi buat saya, nih.

Singkat dan Padat

Cukup isi satu paragraph dengan tiga sampai lima kalimat saja supaya nggak melelahkan yang membaca. Iya juga sih, kalau kepanjangan ngos-ngosan ya. Haus jadi kepengen minum. Ups, puasa ding.

Gaya Bahasa Seperti Biasa

Gaya bahasa santai yang biasa digunakan sehari-hari silakan dipakai, ya. Nah, saya juga sih. Nggak punya juga kosakata yang berat-berat, huehehe

Beri Judul yang Menggoda

Judul sebaiknya merupakan satu kalimat utuh dengan satu kata kunci. Judul ini ibarat etalasenya blog kita yang akan membuat pengunjung ke halaman selanjutnya.

Lengkapi dengan Unsur Visual

Bisa dengan menambahkan foto, video, maupun infografis. Video sih katanya lebih bagus karena bisa membuat pengunjung tinggal lebih lama di blog kita. Sayangnya, belum jago, hihihi

Tantangan dari Ndoro Kakung, "Bagaimana menuliskan tema Polhukam dari sudut pandang yang spesial?"

Kaitan Antara Tulisan dengan Pertahanan Keamanan (Hankam)

Ada dua pembicara lainnya yang turut hadir di workshop ini. Semuanya adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya.

Yan Kurniawan dari Drone Emprit – sebuah sistem yang berfungsi untuk memonitor serta menganalisa media sosial dan platform online yang berbasis teknologi big data. Drone Emprit sendiri menggunakan keahlian Artificial Intelligence and Natural Learning Process (NLP). Peta sajian Social Network Analysis dapat diperoleh untuk mendeteksi bagaimana sebuah hoax berasal, menyebar, siapa influencer pertama, dan siapa groupnya. (GoodnewsfromIndonesia)

Penyebaran informasi melalui media sosial ini arusnya kencang sekali. Hasil riset dari beberapa sumber, Youtube menempati urutan pertama, Facebook di urutan kedua, Instagram di urutan ketiga, dan Twitter di urutan keempat. WhatsApp dan media sosial lainnya mengikuti di bawahnya.

Yan Kurniawan dari Drone Emprit

Menariknya lagi, penyebaran informasi antar media sosial ini saling beresonansi. Seperti kita tahu, resonansi menyebabkan menyebabkan pengaruh getaran pada benda lain. Nah, penyebaran hoax pun seperti itu. Yang tadinya hanya di Youtube, kemudian menyebar ke media sosial lainnya.

Mengutip informasi dari Menteri Kemenko Polhukam, Yan Kurniawan menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara perpecahan yang dipisahkan oleh lautan namun berhasil bersatu karena alasan ideologi. Jadi bisa dikatakan bahwa ideologi merupakan bahan bakar persatuan dan kesatuan bangsa. Maka, penting untuk menyebarkan informasi yang terpercaya demi keutuhan bangsa. Hati-hati menyebarkan informasi hoaks, ya, bisa terdeteksi nanti sama Drone Emprit ini.

Dikdik Sadaka dari Direktorat Pertahanan Keamanan - Kemkominfo

Selanjutnya ada Dikdik Sadaka selaku Kepala Sub Direktorat Pertahanan Keamanan Dir. Infokom Polhukam IKP Kominfo. Disampaikan oleh beliau bahwa banjirnya informasi yang mengalir di media sosial rentan disisipi berita hoax, radikalisme, hate speech, yang harus disikapi dengan bijaksana.

Ada satu pesan dari beliau bahwa saat menyebarkan tulisan, pastikan agar kontennya sesuai, terpercaya, mudah dimengerti, dapat diakses dari berbagai saluran, dan berkesinambungan. Ini penting banget ya, demi terciptanya tulisan-tulisan bermuatan positif yang bermanfaat bagi pembaca dan persatuan bangsa.

Lomba Blog Konten Kreatif Hankam

Acara yang dinanti-nantikan akhirnya tiba juga. Ini saatnya menjawab tantangan Ndoro Kakung mengenai ‘Blogger berani menuliskan tema Polhukam dengan sudut pandang spesial’. Wah, ini jadi tantangan besar buat teman-teman blogger. Eh, atau saya sendiri, ya? Wkwkwkwk

Kami hanya diberi waktu satu jam saja untuk menyelesaikan tulisan sampai dengan posting link di group. Jujur, saya sempat sakit kepala saat selesai mengerjakannya. Kepala terus-terusan mengarah ke laptop, mata nyaris nggak berkedip, sebisa mungkin jangan ada deh yang colak-colek buat bertanya karena ide saya sepertinya bakalan beterbangan. Alhamdulillah, bisa posting tulisan sebelum satu jam tersebut berakhir. Masih kalah dari teman-teman sih, karena banyak yang sudah menyelesaikan lebih dulu.

Ini dia hasil tulisan yang dikebut satu jam tersebut. Pilihan sudut pandang parenting jadi pilihan karena dua hari sebelumnya sempat menemani sulung belajar. Idenya diambil dari situ, deh.

Belajar Politik Sejak Dini, Ada Lho Cara Sederhananya

Para pemenang lomba blog yang wuzzz cuma satu jam.

Oiya, tantangan ini dilombakan, lho. Jadi meskipun proses penulisannya nggak mudah tapi kami semua semangat. Siapa coba yang nggak semangat kalau diiming-imingi hadiah, ya kaaan? Selamat ya buat teman-teman pemenang!

Selain itu juga ada lomba Instapost juga. Alhamdulillah, masuk ke dalam barisan pemenang. Senangnya pulang bawa hadiah.

Beruntung banget deh hadir ke workshop Produksi dan Diseminasi Hankam ini. Banyak ilmu bermanfaat yang diperoleh. Selama ini kan wawasan mengenai Polhukam saya masih dangkal banget.

Semoga ilmu bermanfaat hari ini bisa membawa saya semakin berhati-hati dalam menuliskan konten di blog.

Salam,

Melina Sekarsari

36 comments found

  1. Namanya juga blogger ya.. bisa aja nulis topik apapun termasuk polhukam.. dengan gaya blogger malah mungkin lebih bisa diterima penjelasannya.. karena penyajian lebih santai..

  2. Kebetulan saya ikut juga acaranya. Senang sekali bisa ikutan. Jadi pengen ikut terus acara yang selain keren materinya tetapi penuh tantangan seperti ini.

  3. Halo Mbak Melina,

    Saya ikut acara ini juga tapi belum sempat kenalan nih sama Mbak Melina. Salam kenal ya 🙂

    Ini tema artikel yg dijadikan lomba seksi banget hahaha seumur2 belum pernah menulis soal polhukam.

  4. hore…..bawa hadiah
    kalau nulis ada iming-iming hadiah mah memang biasanya bikin semangat 45 mbak 😀
    akupun gitu

  5. Acaranya memang keren ya. Materinya bagus dan tantangannya seru. Pengen lagi ikutan acara yg spt ini..

  6. Wah, menarik sekali acaranya, ada flash blogging juga ya. Wow, selamat mbak mel udah dapet hadiah. Saya pun belum berani menulis tentang polhukam, hehehe selain malas baca materinya juga kurang tertarik ihihihi

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.