Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Singgah Sejenak di Raindear Coffee and Kitchen

Singgah Sejenak di Raindear Coffee and Kitchen

Memutuskan bekerja dari rumah bukan berarti saya punya waktu yang sebebas-bebasnya. Ya kali kenyataan akan seperti mimpinya bungsu saya yang bilang kalau suatu hari nanti dia bakal membuatkan rumah mewah buat ibunya. Dilengkapi dengan ruang kerja yang di atas meja kerjanya ada laptop canggih. Untuk satu huruf yang diketik, laptop itu akan mengeluarkan uang Rp 5 juta. Maksimal uang bisa keluar dalam sehari cuma Rp 7 milyar saja. What? Tujuh milyar cuma? Wooo, bisa-bisa saya mengetiknya cukup sebulan sekali saja karena sisa 29 harinya dipakai keliling nusantara dan dunia.

Makanya, sering banget tuh agenda arisan atau kumpul-kumpul apalah yang saya lewatkan. Tapi kalau untuk kondisi yang nggak biasa, sebisa mungkin deh hadir. Seperti saat pekan lalu menengok teman yang kondisi kesehatannya sedang kurang baik.

Jalan pagi sambil menyiapkan anak ke sekolah, orangtua biasa melupakan satu hal untuk dirinya sendiri. Yep, sarapan. Saya sih nggak termasuk karena berada di barisan manusia yang sarapan usai sholat Subuh. Tapi ya itu, sekitar pukul sembilan biasanya makhluk-makhluk di dalam perut kembali kecentilan minta makan. Bisanya nyalahin cacing, ye …

Maka, sepulangnya kami dari menengok teman itu yang terpikir adalah makan. Sebenarnya tinggal di Bogor sih nggak usah pusing mencari tempat makan, ya. Banyak bertebaran soalnya. Pagi itu setelah nama pertama harus dicoret karena saat kami tiba di sana belum buka, berbelok lah kami ke lokasi lain. Pilihan jatuh ke Raindear Coffee and Kitchen.

Nama dan Lokasi

Dari namanya, mengandung Bogor nih, ya. Bogor as the rain city. Dear mungkin dari singular-nya deer yang memang ratusan jumlahnya di halaman Istana Bogor. Atau mungkin dear di sini maksudnya kesayangan. Kafe, tempat kongkow favorit di kota hujan, begitu?

Lokasinya cukup strategis. Berada di Jl. Bina Marga I No. 7 yang akan dengan mudahnya dijumpai begitu pengunjung dari luar Bogor keluar dari exit Tol Bogor. Bangunannya cukup megah, berjejer dengan kafe dan restoran lainnya yang memang tengah menjamur di kota hujan ini.

Buat teman-teman yang keluar dari exit Tol Bogor, bisa memilih jalur Tanah Baru maupun Baranangsiang. Posisi kafe ini ada di sisi kiri.

Bangunan dan Interior

Raindear Coffee and Kitchen bernuansa minimalis. Pertama kali masuk, akan kita rasakan kesan lega dan luas karena selain minimalis, langit-langitnya pun dibuat tinggi. Pemandangan mencolok yang akan kita temui adalah mural bergambar rusa di dinding sisi kanan, persis di area dapurnya barista. Owh, mungkin dear yang dimaksud di sini memang rusa, ya.

Sehubungan kami datang dalam jumlah besar, maka dipilih lah meja yang memang mendukung jumlah pasukan kami ini. Nggak asyik dong ya kalau ngobrolnya jauh-jauhan?

Kalau diperhatikan, sebenarnya Raindear Coffee and Kitchen ini nggak terlalu luas. Tapi karena konsep minimalisnya itulah, maka tempat ini bisa mendukung kapasitas banyak pengunjung. Pengelola hanya memanfaatkan lampu-lampu gantung untuk mempercantik ruangan.

Instagrammable Spot

Di era millennial ini, rasa-rasanya kurang lengkap ya kalau sebuah kafe nggak mendukung kegemaran masyarakat dalam berfoto. Kehadiran instragammable spot ini penting banget. Saat pengunjung suka kemudian mengunggahnya ke media sosial, nggak menutup kemungkinan lho para pengguna media sosial lain yang melihat kemudian ingin juga datang ke tempat tersebut.

Nah, spot ini bisa kita temukan di mana ya di Raindear Coffee and Kitchen?

Kalau menurut saya, interiornya sendiri nggak terlalu istimewa. Buat yang suka kesan luas dan lega, Raindear Coffee and Kitchen ini oke banget. Ambience-nya menurut saya malah lebih terasa buat kalangan profesional mudah ngobrol urusan bisnis. Spot foto di area pengunjung di dalam sebenarnya biasa aja. Kembali ke masing-masing sih, oke nggak cara mengambil gambarnya.

Tangga selalu jadi spot yang sayang kalau dilewatkan.

Kalau kita bergerak keluar arah taman belakang, pengelola sudah menyiapkan juga ruang untuk berfoto. Berupa kursi-kursi kayu tanpa sandaran punggung sehingga lebih mirip dengan tangga berundak. Diletakkan beberapa meja bundar untuk meletakkan makanan dan minuman. Saya sih percaya sudut ini lebih dipilih pengunjung untuk berfoto dibandingkan menikmati hidangan.

Kapasitas banyak nih, ya.

Di taman belakang, ada satu sudut yang seharusnya bisa lebih kece dari yang kami jumpai kemarin. Lebih cocok digunakan untuk menikmati sore atau malam, sih. Tapi tanaman yang menghiasi taman itu tampak kurang hijau. Jadi kurang segar dipandang mata. Mungkin karena tengah musim kemarau juga, nih. Perpaduan warnanya juga kurang kontras antara kursi, meja, dinding, dan lantai. Jadi terlihat agak pucat.

Menurut saya, Raindear Coffee and Kitchen ini akan terlihat lebih cantik di malam hari. Dukungan lampu pasti membuat suasana sekitar tampil beda, kan? Bisa jadi lebih meriah atau terasa lebih romantis.

Food and Beverage

Saatnya kita beralih ke urusan perut, ya. Niat semula datang kesini karena lapar, kan?

Meskipun lapar, saya gagal mengeksekusi rencana sarapan di Raindear Kitchen and Resto ini. Kenapa? Karena setelah menjumpai menu yang tersedia, menu-menu yang tersedia nggak cukup menarik minat kearifan lokal di perut saya. Sarapan dengan citarasa yang bukan Indonesia banget sepertinya masih kurang terasa nyaman di lidah dan perut.  

Untuk harga, kisaran menu di Raindear Cofffee and Kitchen sebenarnya tergolong wajar untuk kelasnya. Bagi saya pribadi, kisaran harga tersebut masih masuk oke untuk jam makan siang atau makan malam. Tapi untuk sarapan, nanti dulu. Ekspektasi menu sarapan kan beda ya dari makan siang atau malam.

Maka, beralihlah kami ke Beverage yang sepertinya menarik. Kami sepakat memesan minuman yang berbeda supaya bisa icip-icip. Ini agak diragukan sih antara memang menjungjung tinggi asas kebersamaan atau ngirit, huehehe …

Setelah beberapa waktu terakhir lebih memilih brewed coffee atau espresso, sepertinya boleh lah saya sedikit mencicipi yang manis-manis. Pilihan jatuh pada Raindear Regal. Sebagai salah satu signature-nya Raindear Coffee and Kitchen ini, saya berharap rasanya spesial. Meskipun taburan Regal mengingatkan saya pada menu orang sakit atau bayi, huehehe …

Begitu tiba, rasanya yummy … enak banget. Terus terang, saya merasa berdosa pada diri sendiri menikmati minuman semanis ini. Tapi sesekali bolehlah, ya.

Rasa dan penyajiannya berjalan sempurna dengan harga yang ditawarkan. Saya nggak menyesal memesan Raindear Regal. 

Raindear Regal

Bagaimana dengan teman-teman yang lain? 

Kami sepakat memesan menu dari signature-nya juga. Mulai dari Cookies & Cream, Caramel Popcorn, Es Kopi Susu Bogor, Iced Coffee Balls dan Creme Brulee Latte. 

Semua menu yang kami pesan rasanya enak. Hari itu menjadi hari yang berbeda buat saya. Tumben-tumbenan minum minuman dingin, hohoho ….

Tapi kalau harus memilih, saya bakal susah banget memilih di antara Iced Coffee Balls atau Creme Brulee Latte. Iya sih, saya lebih suka kopi pahit dibandingkan yang manis. Jadi biarpun sudah di-mix dengan yang lain-lain, maunya rasa pahitnya kopi tetap terasa. Rasa pahit ini masih terasa di kedua minuman tersebut. Buat saya yang sehari-hari bekerja di depan laptop, terbayang deh, otak bakalan seger banget kalau bekerja sambil ditemani Iced Coffee Balls atau Creme Brulee Latte. 

Oya, karena Raindear Regal ini sudah termasuk dengan remahan kasar biskuit Regal dan es krim, perut saya jadi lumayan kenyang. 

Buat yang porsi makannya seperti saya, nggak bisa muat banyak dalam sekali makan, bisa dicoba nih menikmati Raindear Regal tanpa makanan berat. Appetizer saja cukup lah. 

Jadi, dari semuanya yang ada di Raindear Coffee and Kitchen, untuk sementara ini saya paling suka sama beverage signature-nya. Kapan-kapan mencicipi hidangan utama di sini? Boleh lah.

See ya …

 

Salam,

Melina Sekarsari

83 comments found

  1. Sekali-sekali keluar dari rutinitas perlu ya mb, btw tempat hangout-nya keren banget ya, menunya juga harganya terjangkau. Sip deh, selamat bersenang-senang ya

  2. saya pesan es vanilla untuk siang hari ya.. wkwkwk.
    membaca ini disiang hari jadi pengen yang dingin-dingin… kapan – kapan ke daerah bogor, wajib berkunjung kesini nih…

  3. Wih, tempatnya enak ini. Cakep juga buat pepotoan. Kalau sore mungkin tambah asyik ya, Mbak, secara di bagian luar lebih teduh. Makanan juga cincailah, cocok buat rumpi sama teman-teman.

  4. Yummy banget tu mba raindear regalnya. Etapi gak ada gorengan yak? Bhahhaha dasar lidah ndeso harus gigit cengek ???

    Menurutku spot instagramablenya masi kurang cetar nggak sih mba? Buat penyuka minimalis sih ok sih, cuma aku kan penyuka interior design yang centil-centil manja gitu. Mmh, atau mungkim kalo dateng langsung baru berasa indahnya kali ya… duh kapan aku ke Bogor dong? Wkwkwkwk ngareeep liburan lagi

    1. Gorengan ada, Mbok. Singkong wkwkwk … Iyes, betul. Spotnya memang kurang instragammable. Makanya aku bilang pun biasa. Lebih cocok buat bahas urusan bisnis hahaha …

  5. Kafe baru tuh pasti mengedepankan spot untuk foto dulu, baru soal menu nomor dua. Haha gimana nggak kadang kita jalan makan di luar atau nongkrong di kafe lebih untuk cari suasana. Jadi yg kita beli suasananya membayar tempatnya. Soal makanan? Hmm bisa jadi nomor dua, bener nggak sih?

    1. Itu masih sekitar jam 10-an gitu sih, Teh. Jadi memang lapar tapi lapar butuh makan siang. Eh lha kok minumannya malah bikin kenyang. Samaaa, aku pun pengabdi nasi hahaha …

  6. Wah sudah main ke raindear aja. Beberapa kali saya hanya numpang lewat doang. belum sempat ke sini. Soalnya di orangtua murid, tempat ini jadi pilihan buat ketemuan.

  7. Tempatnya enak juga sepertinya untuk makan-makan sekaligus nongki cantik. Ada makanan lokal dan bulenya. Ada tenpat buat berfoto yang instagrammabel malah. Oke, nanti ya pas ke Bogor dicoba.

  8. Kalau sudah ditanya soal kota Bogor.. sudah jawaranya cari makanan enak, lengkap, plus tempatnya asyik ya, Mbak Melina. Termasuk di tempat ini. Tempatnya asyik sekali, kekinian. Saya betah nih, seharian nulis atau menyelesaikan tugas di sini hehehe.

  9. Aduuh puasa gini liat raindear regal godaan banget dah. Kan jadi cuma bs nelen ludah, Mbaaaa.. huhuhu.. ini adanya di jl bina marga ya. Kayaknya kudu maksa nih pas main ke bogor mampir kemari.

  10. Ajak-ajak ya mba kalau mau ke sana lagi,hehehe,,tempatnya enak dan nyaman ya untuk konkow lama-lama di sana, boleh lah ya kalo nanti trip ke Bogor , coba mampir kesini

  11. Suka banget ngopi nih aku, mesti mampir kalau ke bogor, apalagi tempat nya asik gitu, bagus juga buat foto foto. Keren banget

  12. waah, jangan-jangan ini coffe yang sempat aku lewatin pas ke bogor itu. Karena sempat ke bogor sama tante gak boleh masuk cafe, katanya ntar kopi tante buatkan di rumah aja sama ngemilin gorengan sama adekmu. Katanya gitu… hahaha

    1. Wah, tantenya ahli dalam meramu kopi yo, Mas? Kalau begitu kapan-kapan aku ngopi di rumah tantemu aja ya, Mas. Sambil menikmati gorengan biar Indonesia banget, hahaha …

  13. Cafe di Bogor mah memang banyak pilihan. Aku pernah seharian ke sana sampai menjelajah 3 cafe sekaligus dari pagi sampai malam. Nanti, aku coba main ke cafe ini deh. Cuma yang penting, harus ada colokan sama wifi gratis ?

  14. Kalo ke tempat ngopi aku malah jarang pesen makanan berat mbak. Utamanya tetap minuman dan cemilan.
    Lumayan jadi tambah referensi utk ngopi di bogor, hehe..

  15. Kalo aku sih pas liat lgsg suka liat view nya. Kesannya romantis. Entah yaa.. segala hal yg berbau2 kota Bogor aku suka. Satu karena aku org Bogor dan lahir di Bogor. Kedua karena eng banyak kenangan2 romantis bersama pasangan ya di Bogor. Hehehe…

    Btw.. ini kayanya deket sama runah nenekku di Baranangsiang. So aku pasti bakalan mampir. Thx ya infonya

  16. Kalo aku sih udah oke banget. Karena pada dasarnya segala hal yg berbau Bogor aku pasti suka. Hehehe…

    Alasannya adalah satu karena aku orang Bogor dan lahir di Bogor. Kedua adalah banyak kenangan2 romantis yg tercipta sama pasangan ya di Bogor. Hehehe..

    So far Oke.. romantis. Dan ini deket banget sama runah nenekku di Baranangsiang. Makanya aku pasti nakalan mampor nih kalo pas lg ke sana.

    Thx infonya yaa…

  17. Wahhh tempatnya enak bnget nih, dan ada coffee kesukaan saya juga disana.. Tapi pas mau direction ke lokasi yang ada mapnya itu kok gak bisa di klik ya mba, saya pikir itu langsung mengarah ke google mapsnya, tapi saya pencet pencet gitu gak bisa bisa.. huhuw jadi saya harus mengetikkan ulang sesuaii informmasi yang ada disini huhuw

  18. kayaknya kemarin aku lewatin deh waktu transit di Bogor menuju Bandung. Ruame pisan dan tempatnya ala industrialis begitu ya. Semoga di lain kesempatan bisa mampir deh

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.