‘Me Time’ bagi Seorang Ibu; Secuil Kebahagiaan yang Berdampak Besar

Source: Pexels

Kalau ditanya, salah satu kegiatan yang saya kangenin banget apa, jawabannya adalah mendaki gunung. Tapi …

Allah, Betapa Indahnya Hidup Saya Sebagai Orangtua

Sebagai ibu, saya mungkin termasuk ibu yang hidupnya enak. Oiya, enak nggak enaknya hidup itu relatif, ya, nggak ada standar baku. Kalau yang bilang hidupnya enak itu adalah saya, maka mohon Moms sekalian jangan menerbangkan alam pikirannya terlalu tinggi sampai enak yang sekelas Nia Ramadhani atau Syahrini, wkwkwk …

Enak karena saya nggak seperti ibu-ibu pada umumnya yang rajin memasak, mencuci, mengepel, menyetrika, dan aneka kegiatan domestik lainnya. Apa? ART saya banyak? Duh, gimana ya? Dibilang saya bukan Nia Ramadhani atau Syahrini. Masih pada ngeyel aja, wkwkwk …

Source: Pexels

Sesekali pekerjaan domestik saya pegang juga tapi memang ada kegiatan lain yang menjadi prioritas utama, yaitu bekerja. Nah, saya masuk golongan perempuan bekerja, ceritanya. Pagi sampai sore waktunya untuk kantor, kadang sampai malam kalau soal berbalas pesan pekerjaan.

Selesai waktu kerja, waktu saya banyak dialokasikan untuk anak-anak. Menemani mereka bermain, belajar, menyiapkan makanan dan keperluan sekolah, sampai leyeh-leyeh ngobrol santai dengan tema apapun pokoknya ngobrol saja. Ini bagian dari program kerja saya sebagai ibu untuk punya hubungan yang kuat dengan anak-anak. Menjadi orang pertama yang mereka percaya untuk menceritakan apa saja.

Saat anak-anak tidur, saya ikutan tidur juga. Kami biasa tidur awal. Pukul sembilan malam tuh sudah larut, deh. Tapi saya terbiasa bangun awal juga. Rata-rata bangun pukul 01.00. Malah, beberapa hari belakangan, saya saya sudah siap di depan laptop sebelum pukul 01.00. Ngapain lagi kalau bukan menulis?

Hidup Sudah Indah, Kan? ‘Me Time’, Butuh Atau Nggak?

Jadi gimana? Enak kan hidup saya? Cuma begitu-begitu saja ritmenya. Nggak repot-repot amat. Jadi nggak butuh ‘me time’ dong, ya? Haish, enak aja. Tetap butuh laaah …

Kita pura-puranya sedang memainkan pentas drama, ya. Soalnya hidup saya ngapain saja suka banyak dramanya, hihihi

Oke, bayangkan saat tengah lesu-lesunya menjalani rutinitas harian dan kita tuh pengennya segera menanggalkan sapu, serbet, kemoceng, dan kawan-kawan, eh datang lah Ratu Peri yang katanya mau mengabulkan keinginan kita. Tapi ada pertanyaan yang harus dijawab dulu, nih.

Wokeh, Siapa Takut? Ini Dia Alasan Seorang Ibu Membutuhkan ‘Me Time’ Versi Saya:

1. Fokus pada Satu Tujuan Besar Itu Melelahkan

Tugas besar saya saat ini adalah bekerja. Fokus mencari uang itu kelihatannya enak, capek bekerja tapi toh hasil akhirnya dibayar juga. Tapi bukan hasil akhirnya saja yang mesti kita lihat, bukan pula betapa lelah bekerjanya, tapi lebih ke fokusnya.

Source: Pexels

Coba deh, Moms bayangkan saat tengah bertugas menjadi seorang guru. Contoh yang belum lama lewat, deh, pengisian rapor. Guru-guru mesti fokus dengan penilaian yang mereka berikan pada rapor peserta didiknya. Harus teliti, hati-hati, jangan sampai ada yang terlewat atau tertukar dengan peserta didik lain.  

Apa yang dirasakan? Pasti lelah.

Atau, Moms yang akrab menghabiskan waktu dengan menulis di laptop. Fokus menghasilkan tulisan terbaik, gambar terindah, infografis terinformatif, lalu published. Setelahnya, pasti ada lelah yang menyertai.

Itu baru dua contoh saja dengan durasi yang satu sesi saja. Bayangkan kalau pekerjaan tersebut merupakan tugas yang sehari-hari harus kita jalani, dari pagi sampai sore bahkan seringkali sampai malam hari. Nggak lelah? Hebat!

I need ‘Me Time’ because I am getting tired.

2. Melakukan Aktivitas yang Sama Secara Berulang Itu Menjemukan

Sehari-hari, rasanya saya sudah terjebak dalam dunia yang diikat dengan kata runitas. Rutin bangun pagi, mandi, sarapan, bekerja, berpikir, mengelola uang, melayani klien, menemani anak-anak belajar, bolak-balik di situ-situ lagi.

Bagaimana rasanya? Suatu ketika muncul kejenuhan, itu pasti.

Jangan ditanya soal keikhlasan dalam mengerjakan rutinitas tersebut. Ini bukan soal ikhlas nggak ikhlas, ini soal sisi manusiawi kita bahwa rutinitas memang berpotensi mempertemukan kita pada satu titik jenuh.

I need ‘Me Time’ because I am getting bored.

Source: Pexels

Kembali ke pementasan drama tadi ya, Moms, hihihi

Ternyata belum selesai sampai di sini.

What? Pertanyaan Ratu Peri ini, yaaa. Baiklah, karena saya mau cepat-cepat dapat hadiahnya, saya cepat-cepat jawab juga ya.

Ini Lho yang Akan Terjadi Kalau Seorang Ibu Merasakan Lelah dan Jenuh, Versi Saya:

1. Mudah Marah dan Tersinggung

Saat tubuh dan pikiran lelah, saya akan lebih mudah marah dan tersinggung. Anak-anak pulang sekolah dengan sepatu bergeletakan di teras, saya akan marah. Anak-anak nggak sengaja menumpahkan air ke lantai, saya akan marah. Anak-anak mengajak bercanda, saya mudah tersinggung. Apalagi anak-anak itu kan suka menggoda alias nyelelek, ya.

Source: Pixabay

Nah, yang akan menjadi korban adalah anak-anak. Kasihan kan, punya ibu yang nggak bahagia? Apa jadinya kalau mereka tumbuh bersama ibu yang mudah marah dan tersinggung? Besar kemungkinan mereka ikut nggak bahagia, nggak merasa percaya pada ibunya, memilih teman daripada orangtua, dan kemungkinan terdekat anak-anak ikut terbawa menjadi pribadi yang mudah marah dan tersinggung juga.

Duh, jangan sampai terjadi, nih. Apalagi kecerdasan mengelola emosi itu sangat dibutuhkan lho dalam kehidupan mereka ke depan.

2. Enggan Beraktivitas

Ketika seorang ibu merasa pada titik jenuh maksimal, rasa enggan untuk melakukan aktivitas akan datang menyerang. Pernah dengar bahwa seorang ibu nggak boleh sakit? Kalau terjadi, umumnya rumah akan menjadi berantakan.

Jadi terbayang kan, bagaimana kondisi rumah dan keluarga kalau seorang ibu enggan melakukan apa-apa?

Makanya, supaya tetap bersemangat menjalani hari sebagai seorang ibu, saya butuh banget ‘Me Time’ saat kondisi sudah jenuh maksimal.

Source: Pexels

Apakah pertanyaannya sudah selesai? Bisakah Ratu Peri memberikan hadiah sekarang juga? Ow, ow, ternyata belum? Ratu Peri punya satu pertanyaan lagi.

Sebuah pertanyaan menarik dari apa yang saya rasakan. Tentunya jawaban itu hanya diri saya sendirilah yang bisa menjawab.

Mengeluh Lelah dan Jenuh; Apa yang Saya Butuhkan?

1. Istirahat Sejenak

Fokus pada satu tujuan besar itu melelahkan. Maka, saya perlu beristirahat sejenak, menghirup napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya  perlahan. Sambil beristirahat, saya bisa berpikir ke belakang mengenai apa saja yang sudah dilakukan terhadap keluarga maupun pekerjaan. Jika melakukan kesalahan, maka ini adalah waktunya saya berpikir untuk memperbaiki ke depannya.

Beristirahat sejenak juga memberi saya waktu untuk berpikir rencana apa yang ingin saya buat bersama keluarga ke depannya dan target apa yang ingin saya capai di tempat kerja.

2. Bersantai Sejenak

Saat memiliki waktu untuk beristirahat sejenak, saya juga bisa melakukan aktivitas menyenangkan yang rasa-rasanya mustahil dilakukan di hari-hari biasa. Saya tengah jenuh dengan rutinitas, maka saya harus melakukan kegiatan yang baru. Yaaah, kalau pun bukan teramat baru, setidaknya saya bisa merasa senang tanpa beban saat melakukannya.

Yeay! Me Time!

Setelah menjawab pertanyaan Ratu Peri, yeay! Akhirnya saya bisa ‘Me Time’ juga. Ssst … Off the record, Ratu Peri membolehkan saya melakukan apaaa saja yang saya suka. Semua pekerjaan rumah, kantor, termasuk menangani anak-anak, akan diurus oleh Ratu Peri. Gimana saya nggak hepi, coba?

Buru-buru deh, saya cari kontak teman-teman untuk menyampaikan kabar gembira ini. Mumpung gitu. Biasanya kan setiap kali diajak, saya jawabnya nggak bisa melulu. Setelah penentuan tanggal dan lokasi oke, saya segera mengambil carrier yang bersih jarang banget dipakainya. Menyiapkan segala keperluan, cuzzz … berangkat. Perjalanan kami lancar banget. Malam harinya, masing-masing dari kami tepar, dan langsung tertidur di dalam tenda. Terbangun di pagi hari, eh lho ternyata saya ketiduran di kursi panjang. Yaaa … Mimpi banget deh pendakiannya, wkwkwwk

'Me Time'Asyik Nggak Harus Jauh dan Mahal

Sadar nggak sih, Moms, kita ini para ibu sebenarnya nggak terlalu muluk kan ya keinginan untuk ‘Me Time’? Intinya punya waktu sendiri tanpa diganggu. Itu saja, kan?

Jadi, sebenarnya ada banyak pilihan kegiatan yang bisa Moms pilih dalam rangka mengisi ‘Me Time’. Tapi, tentunya ini adalah jenis ‘Me Time’ yang bisa dilakukan dari rumah saja. Kalau mau ‘Me Time’ di luar rumah dalam jangka waktu yang lama, komunikasikan deh ya dengan pasangan. 

Apa saja nih ‘Me Time’ sederhana yang bisa dilakukan di rumah? Ini dia …

Membaca Novel/Buku Atau Menonton Film Kesayangan

Membaca atau menonton film sangat asyik dilakukan tanpa gangguan. Tanpa rengekan atau tangisan anak-anak.

Buat yang sukanya nonton sambil cemal-cemil, monggo ya dilakukan kalau nggak punya kekhawatiran dengan berat badan, hihihi … 

Pilihan genre-nya tentu sesuai selera juga. Tapi kalau kondisi jenuh, paling nyenengin tuh baca atau nonton yang bergenre komedi, sih.

Lakukan ini saat anak-anak tengah berada di sekolah atau bayi tidur. Tapi saat anak-anak saya masih bayi sih saya memilih ikutan tidur juga. ‘Me Time’-nya ibu dengan bayi ya tidur itu, hehehe

Melakukan Perawatan Wajah/Tubuh

Perawatan wajah dan tubuh selain memberikan efek yang baik bagi kesehatan dan kecantikan, juga memberi manfaat rileksasi. Pijatan di wajah dan tubuh pastinya akan menenangkan otot tubuh yang tegang.

Bagi yang Moms yang nggak punya cukup waktu untuk melakukan kegiatan ini di salon atau klinik kecantikan, bisa kok melakukannya di rumah saja. 

Dari sisi biaya, tentu jauh lebih murah, ya. Bisa menggunakan lidah buaya, mentimun, madu, susu segar, tomat, alpukat, dan berbagai bahan alami lainnya.

Perawatan tubuh tentunya nggak bisa dilakukan sambil melakukan pekerjaan lain, ya. Tapi kalau perawatan wajah bisa banget. Moms bisa mengenakan masker sambil melakukan aktivitas lain. Tapi kalau saran saya, jangan aktivitas yang berpotensi mengeluarkan keringat.

Membuat Aneka Kerajinan

Bagi Moms yang suka berkreasi, manfaatkan kesukaan pada barang kerajinan dengan mencoba membuatnya sendiri, misalnya merajut, menjahit, melukis, atau yang lainnya.

Saya pribadi, sesekali melukis di atas kaleng. Kadang iseng juga melukis gelas atau cangkir yang warnanya polos. Sebenarnya sih cuma menggambar lalu diwarnai, ya. Terlalu ampun dah kalau disebut melukis, wkwkwk

Melihat hasilnya yang lucu, bisa lho membuat sudut bibir tertarik membentuk senyuman. Banyak senyum, sehat kaaan? 

Melakukan Aktivitas Fisik

Moms suka melakukan aktivitas fisik? Kenapa nggak mengisi ‘Me Time’ dengan berolahraga?

Moms bisa memilih olahraga yang memungkinkan dilakukan di rumah, misalnya senam atau yoga. Saran saya, sedia matras dan dumbell minimal beratnya 3kg. Ini dua alat olahraga di rumah yang menurut saya penting banget. 

Kalau bingung gerakannya, tenaaang … Manfaatkan internet, huehehe

Berolahraga memang bikin capek. Tapi yakin deh, capeknya tuh membawa pengaruh bagus buat tubuh dan pikiran. Segaaar rasanya. Tapi kalau jarang berolahraga lalu tubuh terasa nyeri, pegal atau linu, itu wajar banget, kok. Jangan kapok, ya.

Jujurlah Pada Diri Sendiri dan Keluarga

Kalau putra-putri Moms sudah cukup besar, jujurlah kepada mereka bahwa Moms dalam kondisi lelah dan ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan sendirian. Katakan bahwa Moms butuh 1-2 jam saja buat senang-senang.

Biarpun sebentar dan sederhana, ‘Me Time’ itu seperti secuil kebahagiaan yang kalau dikumpulkan sedikit demi sedikit, jadi kebahagiaan yaaaang … luar biasa.

Di rumah saja, kok. Kalau putra-putri saya sih, menyetujui. Kadang nggak jadi ‘Me Time’ sih karena kalau bilang sedang capek, mereka malah buru-buru ambil posisi buat mijitin, hahaha

Untuk sementara waktu, abaikan dulu ajakan pendakian karena saya tengah dalam posisi nggak ingin meninggalkan anak berhari-hari kalau bukan karena urusan pekerjaan. Nanti ada masanya mereka sudah siap ditinggal. Nggak tahu juga sih saat itu fisik saya masih kuat apa sudah mlendap-mlendup, wkwkwk

Saya malah kepengennya mendaki bareng anak-anak sekalian. Tapi rasanya butuh menabung lebih banyak karena saya bakal butuh teman jalan buat membawakan tasnya anak-anak. Mereka sepertinya cukup kuat untuk melakukan perjalanan jauh dan mendaki. Tapi dengan catatan tanpa beban bawaan, dong. Kalau ternyata ada yang kuat jalan lagi, ya serahkan om-om porter lah buat menggendong. Tuh kan, butuh dana banyak karena yang bantu nggak cukup satu orang.

Om-om yang siap memandu, siap-siap ada yang saya kontak, yaaa …

 

Salam,

Melina Sekarsari

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

2 Shares:
92 comments
  1. Me time penting banget, saya sendiri gak tahu apakah benar-benar punya waktu untuk me time soalnya manajemen waktu masih berantakan. <enulis dan blogging bagi saya adalah pekerjaan, urusan rumah tangga juga pekerjaan, menonton drakor bisa sebagai me time sayangnya kerap tidak fokus jika anak dan suami menyela, hi hi.
    Yah, sepertinya kita para mom harus tahu carta terbaik untuk me time sederhana agar diri bahagia yang akan membuat keluarganya bahagia pula.
    Ini artikel untuk lomba IIDN? Saya baru tahu. Jarang nyimak Facebook da sibuk di Instagram.
    Tulisannya jadi pengingat agar saya jangan sampai meluapkan kemarahan kepada anak karena lelah.

    1. Semuanya dilabeli pekerjaan ya, Mbak. Kalau begitu memang butuh ‘Me Time’ dengan aktivitas yang lebih ringan tapi menyenangkan aja.

      Ini challenge di Indscript. Ikutan buat mengasah kemampuan menulis sekalian berbagi pengalaman, hihihi …

      1. Iya, pekerjaan adalah keseharian kaum perempuan yang berstatus sebagai ibu karena mereka harus siap berbagi, lelah tetapi pada dasarnya akan bermakna asal kita ihklas mengerjakannya.
        Semangat juga. Semoga jadi peenulis yang produktif. Aamiin.

  2. Iya, kita butuh waktu sendiri untuk diri kita.
    Kebanyakan me time saya di depan laptop atau HP, menulis atau pantengin blog dan medsos. Kalo bisa mendapatkan me time itu, sudah …. lega deh hehehe. Kadang2 juga keluar rumah untuk acara tertentu atau bareng teman.

    1. ‘Me Time’ di depan laptop kalau buat saya sih nggak. Mata saya terus terang lelah. Jadi butuh sesuatu yang lain. Maskeran aja sambil kedua mata ditutupi irisan timun atau tomat. Hush hush dulu deh laptopnya, hahaha …

  3. Iya, jangan kan seorang ibu, seorang anak, seorang ayah pun perlu me time ya Kak, hehehe. Kalau saya me time-nya simpel aja sih Kak … shalat malam, itu udah indah banget buat saya.

    1. Iya, semua orang butuh ‘Me Time’. Tapi ibu itu beda, seharian dari pagi sampai sore nguplek di rumah dengan pekerjaan domestik. Tingkat stress-nya itu beda banget sama laki-laki apalagi yang bekerja kantoran.

      MasyaAllah … Cakeeep. Lanjutkan, yaaa …

  4. Keren ikh Bun ritme tidurnya. Takjub aku. Emang lebih sehat kayak bunda yang tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Jadi lebih fokus ya klo ngerjain apapun. Jangan kayak aku masih suka begadang huhuhu. Soalnya me timenya malem2 pas anak udah tidur. Tpi kayaknya ritme Bunda Melina bisa aku tiru nih. Biar me time dan ngerjain apapunnya jdi berkualitas ?

  5. Barusan kemarin saya me time setelah 2 hari berkutat begadang karena si kembar serentak tumbuh gigi. Saya juga tidak punya ART. Jadi, di satu titik saya benar-benar lelah dan ingat ibu saya di kampung. Sekiranya saya tinggal di dekat ibu, saya bisa berbagi keluh kesah saya bersama beliau. Saya bisa ajak beliau bermain bersama cucu-cucunya. Tapi sayang saya harus ikut suami ke perantauan. Tiba-tiba saja saya mendadak kangen masakan padang. Akhirnya saya pergi ke restoran, beli tunjang, beli gule ati ampela, sayur plus samba lado-nya. Berusaha untuk tidak kalap karena kalo kalapnya makan makanan padang, bisa makin kayak gentong nanti badan emak. Hehehe. Me time gak harus every time, yg penting emak bisa re-charge otak dan ototnya lagi. Hehehe

  6. Me time yg paling mudah mnrt saya itu menulis dan mbaca dan mbalas chat di WA

    Liburan dan sebagainya blom tentu jd me time, karena kadang cuma mindahin kerjaan dari rmh ke tmpt liburan kwkwkwkw

    1. ‘Me Time’ pegang HP? Buat saya tidak, hehehe … Sebisa mungkin ‘Me Time’ saya nggak bikin mata lelah gitu sih, Mbak.

      Kalau bisa liburan, wow indahnya duniaaa …

    2. Me time buat saya itu ngumpul bareng suami dan anak-anak. Makan bareng, nonton bareng atau sekedar nyanyi2 lagu anak-anak selama perjalanan dan akhirnya anak-anak ketiduran. Emak Bapak nya jd bisa pegangan tangan sepanjang jalan dan sesekali glendotan macam ABG yg lagi jatuh cinta hihihi…

      1. Cwiwiwiiit … Ini namanya menikmati waktu santai bersama-sama ya, Mbak. Kadang jaman sekarang bisa ketemu anak-anak dan pasangan aja susah karena masing-masing padat aktivitasnya. Makanya begitu ketemu, jalan bareng, asyik banget itu …

  7. Menurut saya, semua orang butuh Me Time ya, Mbak Melina. Termasuk saya.
    Makanya yang tipis-tipis saya naik sepeda, bersihin taman, membaca buku, nonton, atau kalau sempat naik motor ngebolang ke tempat wisata yang dekat hehehe. Soalnya memang, segala sesuatu yang dilakukan terus menerus, akan menimbulkan rasa jenuh juga.
    Makanya Me Time kita tentukan sendiri, karena yang tahu diri kita dalah kita sendiri.

    1. Yoi, Mas. Semua orang pastinya butuh. Tapi kebutuhan seorang ibu itu beda. Menangani anak-anak dan pekerjaan domestik itu lebih rentan stress dibandingkan suami yang masih bisa melihat dunia luar saat pergi bekerja, hehehe …

      Jangan lupa kasih ‘Me Time’ ya buat Mbak Istri di rumah, hehehe …

  8. Wah samaan mom, me time nya maunya mendaki gunung. Sekarang pun sebenarnya pengen tapi lagi hamil anak ke-2 pasti ga boleh sama ibu saya.
    Ya seorang ibu harus punya me time atau harus di sempet2in me time biar tetap waras istilahnya.
    Tapi mom hebat lho bisa bangun jam 1 buat nulis. Klo saya udah pasti lelap itu tidur, waktu nulis saya di sela2 jam kerja atau saat di kereta itu baru bisa nulis agak banyak.

    Jadi sebagai seorang ibu, mari kita jaga ke-waras-an untuk terus berjuang demi anak2 dengan menyempatkan me time

  9. hahaha, saya kayaknya mamak egois nih, tapi biarlah.
    Sejak bayi, saya malah udah sounding ke anak, bahwa maminya kadang butuh istrahat.
    Istrahatnya itu ya dengan buka laptop hahaha.

    Sekarang, anak-anak udah ngerti, kalau saya udah buka laptop, mereka sebisa mungkin nggak ganggu.
    Meskipun kadang masih juga mengganggu kalau memang belum bobo hahaha

    Kalau saya tuh, me time biasanya, nonton film, atau mungkin utak atik blog hihihi

    1. Wah, emaknya komunikatif banget sejak kecil. Eh tapi ya, aku juga yakin lho kalau bahkan bayi pun bisa memahami kalau sedari di dalam perut ibu terbiasa berkomunikasi dengannya. Kadang saat bayi rewel lalu kita ajak bicara dengan nada rendah, dia akan mengerti, berhenti rewelnya.

  10. Bener banget mbak, ibu itu butuh me time. Biar tetap waras..hihihi. Walau me time saya biasanya tuh ya gak lama lama amat. Bisa minum kopi masih dalam keadaan panas sambil scrolling timeline instagram aja udah cukup. Hehehe

    1. Sederhana aja kok sebenarnya. Asalkan kitanya juga ikhlas gitu ya, Mbak? Kalau menuruti kata hati sih, kepengennya ngeluyur, piknik bareng teman-teman, hahaha …

      Tapi teteup, saat nggak bersama anak-anak, eh malah ada sesuatu yang hilang.

  11. Hebat aku salut sama orang yang suka mendaki gunung kak..soalnya aku sendiri walau dlu belom punya anak aja udah ga sanggup kalau mendaki gunung..padahal rumah deket gunung..hehe

  12. Me time untuk seorang istri sekaligus ibu itu penting banget loh mba,
    Karena membutuhkan tenaga dan pikiran yang ekstra, terlebih lagi bagi yang memiliki baby. Mulai begadang yang waktu nya terkadang nggak menentu, belum lagi pekerjaan rumah seperri memasak.
    Nah,dengan Me time bisa menengkan sejenak pikiran agar tubuh rileks.
    Meski kadang Me time itu nggak mesti ke salon, shopping.
    Nonton sambil ngemil atau menyalurkan hoby seperti menulis terkadang sudah lebih dari cukup

    1. Iya, terlebih lagi bagi ibu dengan bayi ya, Mbak. Meskipun saat memiliki bayi, aku betul-betul menunda ‘Me Time’ kecuali bayi tidur dan aku ikutan juga. Pokoknya hidup tiduuur …Hahaha …

    1. Bisa ketawa-ketiwi sama teman juga nyenengin ya, Mbak. Sekarang kalau ketemuan sama teman-teman kuliah, aku ajak anak bungsu karena dia bisa main sama anak-anaknya teman-temanku, hihihi …

  13. Setuju banget. Saat kita bahagia, kerjaan kita bisa selesai dengan baik dan cepat. Seorang ibu juga manusia. Saya paling suka me time kategori leyeh2 sambil baca atau nonton atau mewarnai coloring book for adult. Itu tidak memerlukan biaya yang besar. Paling biaya buat beli buku dan beli kuota buat donlot filmnya. ?

  14. Hiking bareng anak seru juga ya? Cuman mbak, pilih trek yang gak terjal yang penting pengalaman aja. Soalnya bw anak-anak agak ribet ya, butuh bw byk pasukan haha

  15. Me Time untuk seorang Ibu RT emang dibutuhkan…
    Me Time saya insyaallah setiap suami libur bisa ngedapetin, cukup simple.
    Suami kasih saya libur ngurus kegiatan RT termasuk urus anak di hari Minggu.
    Kalau pun akhirnya saya bosan saya masuk dapur dan nanya mereka ingin dimasakkan sesuatu tidak?

  16. Hahaha aku juga sama siiihb suka ngomel gak jelas kalau lelah dan boring, Akhirnya ya me time. Bener gak usah piknik kalau gak ada dananya, kadang nonton drama jepang atau membaca novel dan bisa sampai abis aja aku dah ngrasa hepi. Tapi emang ini kyknya siklus ya mbak, jd me timenya kudu sering2 haha

  17. Kalaua ku Me Time bisa mahal bisa murah hahahaha tergantung sikon. Menikmati film di rumah sambil makan roti bakar dan minum kopi juga udah bahagia. Kadang ke Gramedia bisa sendirian atau ngemall beli keperluan diri sendiri pun oke. Meskipun pasti adaaaa aja jadinya beli sesuatu buat anak2 juga lebih banyak dan didahulukan wkwkwkwkwk. Berenang sendirian sih paling sering.

  18. Me time itu biar aktivitasnya sederhana, punya dampak yang signifikan banget, apalagi buat seorang ibu. Dengan tuntutan peran yang berat, kita harus selalu waras dan bahagia ya Bun… kalau saya paling senang skincare-an,wkwkwk. Rasanya seneng banget ngeliat muka yang habis ditemplokin cream pas habis mandi. Langsung seger dan siap buat berjibaku lagi deh di rumah… 🙂

  19. Makanya sebagai seorang suami, saya perlu memahami kapan istri perlu me time dan apa yang diinginkan. Karena mengurus rumah dan anak itu benar benar menguras energi mbak…

  20. Buat saya me time itu sebuah kebutuhan..
    Me time ibarat charge sejenak dari rutunitas harian..
    Habis me time jadi refresh dan semangat memulai aktivitas lagi

  21. Iya, saya butuh me time. Sangat. Agar tetap waras. Me time saya adalah menonton film kolosal, membuat sesuatu (DIY) atau berkebun. Tapi… pada tahap tertentu, me time tak agi cukup. Harus runaway alias piknik ke mana… gitu. Sekitar 10 tahun lalu saya izin ke luar kota jika sudah suntuk sekali. Seharian. Pulang sore/malam, dan semua kembali normal. WKwkwkwk

  22. Walah…jadi keidean pengen melakukan perawatan wajah nih. Udah lama enggak…Apalagi yaa me timenya. Nonton kali ya…Eh…enak ga ya, nonton sendirian…

  23. Saya banget Mbak me time yg baca novel. Kalau smartphone dan laptop sudah lowbat nah sambil santai2 sama anak saya mulai deh ngeluarin novel yg “reading now” dan baca. segera tutup novel sih kl anak perlu hehe

    1. Buat yang suka, pasti menyenangkan banget, Bun. Pemandangan cantik, udara segar, dan bisa berkeringat itu memang menyenangkan banget buat aku, hihihi …

      Wah, Candi 9 itu di manakah?

    1. Hahaha … Cara bahagianya setiap orang beda-beda ya, Bun. Ada aja tuh yang semakin sibuk malah semakin bahagia. Yang penting tetap menikmati setiap momen menjadi Ibu aja ya, Bun …

  24. Ini maduk kolom Diary Ibu Bahagia. Bahagia itu sederhana, ya Mb Mel. Bisa menemukan me time sendiri udah bahagia.

    Tips praktis ala Mbak Mel untuk tahu kenapa butuh Me Time dan bagaimana melakukan Me Time untuk ibu agar bahagia.

    Salam hangat dari Darjo mbak
    Srnang melihat Mbak Mel selalu bahagia ?

  25. Hahaha aku banget seh mom, klo anak tidur aku juga ikut tidur dan itilah me time akuh… Karema klo anak – anak bangun duh waktu ku dan energiku untuk anak-anak ☺

    1. Pasti Ibu bahagia banget ya, diajak jalan-jalan. Aku pun ingin membahagiakan ibuku, mengajak jalan-jalan supaya nggak penat, apalagi dulu full mengurusi kami semua.

  26. Hiyyaaaa, kirain beneran Mbak jadi tuh me time nya dan anak-anak dihandle oleh Ibu Peri, ternyata oohh ternyata, cuma mimpi ya 🙂

    Setuju tuh Mbak dengan ide-ide Me Time nya, saya pun demikian, tapi udah lama banget nih gak tamatin buku/novel as me time, laahh ada waktunya itu biasanya udh larut malam which is saya pun jg udah ikutan tepar hihihih.

  27. paling sedih kalau kita sudah di titik jenuh, karena capeeek apa-apa istri yang kerjain, pengen duduk santai aja gitu buat ngecharge semangat, dah diminta ini itu lagi, huhu
    suka sedih, tapi yasudahlah…haha

  28. Tiap orang pasti butuh Me Time, nggak cuma emak-emak aja. Kalo saya sih, Me Time bisa buat saya lebih waras dalam menghadapi rutinitas harian. Sebagai pekerja kantoran, sebagai mamak beranak tiga, sebagai istri yang harus mendukung suaminya, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like