Mau Menjadi Ibu Bahagia? Ini Bonus Untukmu, Moms

Dianugerahi putra-putri nan lucu saja sudah sangat membahagiakan hati ya, Moms. Apalagi kalau mereka menjadi anak-anak yang cerdas.

Rasanya sulit dilukiskan dengan kata-kata saat mendengar mereka sibuk bertanya tentang apapun yang mereka lihat. Rasa ingin tahu tersebut menunjukkan sisi kecerdasan mereka, kan? Pernah mencoba mengingat nggak, kadang rasa ingin tahu anak-anak itu jauh di atas bayangan kita. Mereka sering melontarkan pertanyaan yang sama sekali nggak terbersit di benak semasa kita masih seusia mereka.

“Mama, kenapa kita punya keluarga yang banyak sekali? Eyang Kakung punya banyak adik, Eyang Uti punya banyak adik? Apa jumlahnya ada ribuan?”

Lalu saat bibir mungil mereka kritis mengomentari sesuatu seperti:

“Aku nggak ngerti kenapa orang dewasa suka dandan. Padahal kan udah cantik. Perempuan kan diciptakan cantik.”

Source: Pexels

Wow! Saya yakin kalimat tersebut meluncur dari bibirnya bukan karena dia nggak sabar menunggu mamanya yang jarinya tengah memulas lipstick di area bibir. Bukan! Tapi dia memang begitu percaya bahwa semua perempuan itu cantik.

Atau, saat saya melihat anak-anak yang tersenyum lebar dengan memegang piagam karena memenangkan berbagai kompetisi, baik dari kompetisi sains, bahasa, seni, budaya, maupun olahraga. Saya yang bukan siapa-siapanya mereka saja bangga, apalagi orangtuanya.

Kecerdasan; Dari Mana Datangnya?

Bagi saya, kecerdasan anak nggak terbentuk begitu saja. Tentunya ada faktor genetik yang menyertainya. Dilansir dari IDN Times, hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Washington, perempuan (dalam hal ini ibu), menurunkan gen kecerdasan lebih banyak karena perempuan memiliki dua kromosom X. Ayah hanya memiliki satu kromosom X. Kromosom inilah yang menentukan fungsi kongnitif anak. 

Maka, nggak salah kalau perempuan dikatakan sebagai sekolah pertama anak-anaknya. Dulu, saat masuk SD, guru-guru punya tugas yang ringan dalam menghadapi saya. Alasannya sederhana, saya sudah lancar membaca, menulis, dan berhitung sejak dari rumah. Siapa lagi yang mengajari kalau bukan ibu saya? Di usia 3,5 tahun saya sudah lancar membaca koran. Iya, koran. Soalnya dulu saya nggak akrab sama buku cerita anak-anak. 

Padahal,beliau nggak mengenyam pendidikan tinggi. Terbayang deh, kalau beliau bergelar Sarjana, kemungkinan besar akan menularkan ilmu lebih banyak lagi.

 

Faktor Pendukung Kecerdasan Anak

Selain faktor genetik, saya percaya ada faktor-faktor pendukung lain yang punya peranan penting dalam membentuk kecerdasan anak.

Dilansir dari TheAsianParent, Sigmund Freud – penemu Psikoanalisis, mengatakan bahwa usia emas anak terjadi di lima tahun pertama kehidupannya. Memanfaatkan masa-masa tersebut dengan stimulus yang tepat sangat efektif untuk membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri, pintar bersosialisasi, memiliki rasa ingin tahu yang besar, mudah beradaptasi, dan bersemangat dalam menghadapi hal-hal yang baru.

Ini dia faktor pendukung kecerdasan anak, versi saya:

  1. Pemenuhan Nutrisi yang Seimbang

Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang mencukupi untuk merangsang perkembangan otaknya.Tentunya hal ini dapat diraih apabila Moms dapat menyediakan makanan dan minuman dengan nutrisi yang seimbang untuk buah hati. Kurangnya asupan gizi akan mempengaruhi berat badan anak, tumbuh kembang, dan kecerdasan otaknya.

Nggak semua ibu berasal dari jurusan Ilmu Gizi semasa belajar dulu. Tapi menjadi seorang ibu, Moms harus mau meluangkan waktu untuk belajar. Bisa dari orangtua, teman-teman, tetangga, atau media baik cetak maupun elektronik. Moms juga bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Semangat mencari informasi ya, Moms!

Source: Pexels

2. Mengenal Buku atau Tulisan Sejak Kecil

Anak-anak usia dini memang belum masanya diwajibkan bisa membaca, menulis, dan berhitung. Mengenal buku atau tulisan sejak dini bukan berarti mewajibkan anak bisa membaca, lho. Moms bisa sebatas mengenalkan huruf demi huruf saja sambil bermain. Misalnya menempelkan gambar apel di dinding kamar sambil menuliskan huruf ‘A’ di sana.

Anak-anak pasti suka sekali dibacakan cerita. Apalagi kalau Moms bisa memasang ekspresi sesuai karakter tokoh, wajah ceria, cemberut, marah, lucu, sedih, yang berubah-ubah. Ditambah lagi kalau bisa memerankan tokoh hewan, misalnya berkokok, merangkak, melompat, dan sebagainya.

Source: Pexels

Mengenal buku akan membuat kosakata mereka bertambah setiap harinya. Saat anak terbiasa dengan buku, yakin deh mereka akan belajar mencintai buku dan menjadi anak yang gemar membaca. Kemampuan membaca akan sangat membantu mereka saat tiba waktunya proses pembelajaran nanti.

3. Aktivitas Fisik yang Cukup

Berjalan, berlari, melompat, melempar dan menangkap bola, merupakan aktivitas fisik yang baik bagi perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik ini juga diperlukan untuk keseimbangan tubuh anak. Tubuh yang seimbang akan membuat daya tangkap anak menjadi lebih baik.

Di rumah, tentunya anak akan suka kalau aktivitas tersebut dilakukan bersama orangtuanya. Moms bisa mengajak anak berjalan sambil bergandengan tangan, berlari saat harus sembunyi di permainan petak umpet, atau bermain lempar dan tangkap bola maupun memasukkan bola ke dalam keranjang maupun ember.

Aktivitas fisik juga akan melatih otot dan tulang anak menjadi lebih kuat. Saat tubuh anak sehat dan kuat, konsentrasi anak terbentuk sehingga daya tangkap pun menjadi lebih baik.

Source: Pexels

4. Ruang untuk Bereksplorasi

Anak-anak selalu mempunyai rasa ingin tahu yang begitu besar. Itu sebabnya mereka suka memegang atau memainkan benda-benda di sekitarnya. Berikan anak ruang untuk bereksplorasi ya, Moms. Kalau anak suka menggambar, sediakan kertas, pensil atau krayon. Biarkan anak berkreasi di sana.

Moms juga bisa mengenalkan anak pada musik. Kabarnya, musik efektif mengasah kecerdasan otak anak.

5. Keluarga yang Harmonis

Apapun fasilitas yang orangtua sediakan di rumah, pastikan anak berada di dalam lingkungan keluarga yang harmonis. Saat anak merasa dicintai, dia akan merasa bahagia. Anak yang bahagia akan mampu belajar dengan optimal untuk memperoleh hasil terbaik.

Di semua faktor pendukung kecerdasan anak, peran serta seorang ibu selalu ada di sana. Wuih, punya anak satu saja, tugas ibu sudah banyak sekali, ya. Apalagi kalau anaknya ada dua, tiga, dan seterusnya. Tentu harus diingat juga bahwa seorang ibu masih terlibat dalam urusan domestik.

Source: Pexels

Moms; Kunci Itu ada di Tanganmu

Wah, nggak heran ya kalau seorang ibu itu identik dengan suka mengomel? Tugasnya segunung!

Kalau anak yang bahagia akan mampu belajar dengan optimal, maka demikian pula dengan ibu. Yes, kuncinya adalah bahagia. Ibu yang bahagia akan mampu mendampingi putra-putrinya secara optimal. Tanpa tekanan maupun paksaan.

Bayangkan deh, kalau bekerja dengan cinta, siapa sih yang nggak bisa total? Pasti bisa!

Tentunya Moms juga harus melakukan hal serupa kepada buah saat mendampingi mereka belajar. Tanpa memaksa harus memiliki prestasi A, B, C dan seterusnya. Kecerdasan anak nggak selalu identik dengan nilai di atas kertas. 

Mampu mandiri, punya rasa ingin tahu yang tinggi, mempunyai toleransi dan empati yang tinggi, ramah, dan senantiasa ceria menghadapi tantangan baru, sudah membuktikan bahwa buah hati kita cerdas.

Jadi, bahagia itu nggak pernah bisa lepas dari sosok ibu. So Moms, pastikan hatimu bahagia karena kebahagiaan itu akan terpancar kepada seluruh anggota keluarga.

 

Salam,

Melina Sekarsari

* Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

39 Comments

  • Rohyati Sofjan December 30, 2019 at 10:39 am Reply

    Ibu bahagia akan bikin anak bahagia, memang demikianlah adanya. Sedih juga pada masa golden age, saya disibukkan urusan runyam yang bikin tidak fokus untuk bahagia demi keluarga, pindah-pindah rumah melulu karena terusir. Sedih banget karena saya tidak terhubung dengan internet agar bisa belajar banyak dan mengalihkan energi negarif pada positif.
    Masih belum terlambat bagi saya meski masa golden age Palung telah lewat.

    • melinase December 30, 2019 at 2:57 pm Reply

      Peluuuk … Aku pun kehilangan golden age-nya anak-anak karena sibuk mencari nafkah, huhuhu … Makanya sekarang saat masih ada usia, kesempatan, wawasan bisa kuperoleh dari mana aja, seperti tengah membayar utang ke anak-anak. Banyak-banyak memeluk, meminta maaf, dan menyampaikan ungkapan cinta.

  • Hanila PendarBintang December 30, 2019 at 10:53 am Reply

    This also such a reminder.
    Membuat keluarga harmonis.
    Karena keluarga harmonis harusnya melahirkan anak-anak yang bahagia, anak-anak yang bahagia akan dengan mudah belajar apapun.

    Mengenai semua wanita cantik, Zafa setiap hari selalu bilang “mami cantik” lama-lama seperti kebiaisaan dia memanggil maminya dengan sebutan “Mami Cantik” apakah setiap Ibu cantik di mata anak-anaknya?

    • melinase December 30, 2019 at 2:54 pm Reply

      Anakku juga selalu bilang begitu, “Mama cantik. Buat apa sih mesti ditambahi pakai lipstik?”

      Huaaa, padahal lipstik itu andalan banget untuk membuat hariku lebih ceria. Apalagi sewaktu ngaca, hahaha …

  • Dyah ummu AuRa December 30, 2019 at 11:01 am Reply

    Bener banget mbak, jadi ibu itu wajib bahagia karena akan memberi efek baik untuk semua anggota keluarga yang ada di rumah.

  • NurulRahma December 30, 2019 at 11:31 am Reply

    Wah, tengkyuuu banget pencerahannya Mbaaaa
    Pengin banget jadi a better mom
    Btw challenge Indscript ini lihat infonya di mana kah?

    • melinase December 30, 2019 at 2:52 pm Reply

      Yuk, kita sama-sama terus belajar, Mbak. Kemarin sih infonya di FB, Mbak, lalu yang mau ikut diminta join di grup FB, gitu. Tinggal satu challenge lagi sih, nih.

  • Diary Novri December 30, 2019 at 11:46 am Reply

    Can’t disagree more! lengkap banget artikelnya mbak, secara garis besar seya setuju dg paparan mba Melina.. good luck ya.. Moga menang

    • melinase December 30, 2019 at 2:51 pm Reply

      Thank you so much, Mbaaak. Menang Alhamdulillah, nggak pun nggak papa, yang penting bisa berbagi pengalaman kan, yaaa …

  • ginanelwan December 30, 2019 at 1:37 pm Reply

    Terima kasih atas tulisannya,sebagai seorang ibu saya memang punya banyak peer untuk diri sendiri, keluarga dan anak. Namun, semua harus disyukuri dan hidup itu adalah pilihan. Seperti memilih untuk tetap dan terus berbahagia.

    • melinase December 30, 2019 at 2:49 pm Reply

      Sama, Mbak. Aku pun dalam tahap masih dan memang harus terus belajar. Salam bahagia, Mbak …

  • ajeng pujianti lestari December 30, 2019 at 3:28 pm Reply

    Betul banget! Semua yang ditulis di atas emang betul. Makasih ya mbak, aku jadi diingatkan lagi untuk membacakan buku kepada mereka. Udah off beberapa lama nih, huhu

    • melinase December 30, 2019 at 3:37 pm Reply

      Hi, Mbak. Yuuuk, jangan lupa bermain ekspresi yak, hahahaha …

  • Maria G Soemitro December 30, 2019 at 5:45 pm Reply

    Setuju banget
    Sayalah yang mengajarkan membaca, menulis dan ketrampilan pada anak anak saya
    Bahkan sebagai ibu dengan gigih saya mengajarkan problem solving walau harus berantem 😀

    • melinase December 30, 2019 at 6:40 pm Reply

      Bu Maria sih udah kebaca nih Ibu yang keren. Produktif sekaliii … Tulisannya aja bagus-bagus, Bu. Saya ikutan belajar darimu ya, Bu …

  • Alaika December 30, 2019 at 5:57 pm Reply

    What a great article, Mba! Dan setuju banget, kecerdasan anak-anak berawal dari interaksinya dengan ibu. Makanya Ibu adalah guru pertama di mana anak-anak belajar banyak hal. So, sudah seharusnya kita mengolah ‘modul’ yang bener sebagai teladan bagi ananda agar bertumbuh cerdas, amanah dan bertanggung jawab, ya, Mba?

    Nice share, thank you so much, Mba Mel!

    • melinase December 30, 2019 at 6:39 pm Reply

      Thank you so much, Mbak Al. Mesti belajar darimu juga nih yang putrinya sudah beranjak dewasa, hihihi …

  • Icha Marina Elliza December 30, 2019 at 6:09 pm Reply

    Samaan kak Me, saya pun saat sd kelas 1, baru masuk sekolah udah lancar baca dan tulis Sambung di saat yang lain masih mengeja ini ibu budi.

    Ibu saya gak seberuntung saya yang bisa sarjana.
    Nenek beliau yang menyekolahkan meninggal tepat dia kelas 6 sd.
    padahal ibu saya pengen jadi dokter.

    Duh gak kebayang kalo dia dokter anaknya harus melebihi beliau, bukan..

    Namun gak hanya pendidikan formal,
    untuk adab pun beliau memberi contoh baik.
    Alhamdulillah, setiap ibu istimewa di mata anak..
    Bahkan saya yang banyak kekurangan pun masih diistimewakan anak-anak dibanding ayahnya.
    karena nya, saya masih banyak belajar sabar menghadapi tingkahnya anak-anak di rumah.

    • melinase December 30, 2019 at 6:38 pm Reply

      MasyaAllah ya … Makanya kita yang bisa berpendidikan tinggi begini, masa nggak bisa membimbing anak-anak kita dengan lebih baik, kan?

      Belajar lagi Hayuuuk …

  • Shovya December 30, 2019 at 8:35 pm Reply

    Salut untuk para Moms, yg harus mengerjakan segala pekerjaan rumah, suami dan mengurus serta mendidik anak2 agar mereka tumbuh sehat dan cerdas 🤗 ditambah memperhatikan berbagai asupan gizinya..

  • hani December 30, 2019 at 9:38 pm Reply

    Bagus artikelnya sebagai pengingat sebagai seorang ibu tugasnya engga main-main. Aku sih berusaha sebaik mungkin. Kadang mengingat-ingat lagi, apakah aku udah di track yang bener? Belum pernah nanya ke anak-anak sih, mungkin aja aku ada kesalahan ya?

    • melinase December 30, 2019 at 10:31 pm Reply

      Waaah, Bunda Hani sih kereeen. Kalau ditanya ke anak-anak dan cucu, pasti semua bahagia memiliki Bunda Hani.

  • Dian December 31, 2019 at 5:48 am Reply

    Setuju, anak anak tdk butuh ibu sempurna..
    Mereka hanya butyh ibu yg bahagia,

    Happy mom raise happy child

    • melinase December 31, 2019 at 6:01 am Reply

      Yuuuk, menemukan kebahagiaan menjadi ibu …

  • Siska Dwyta December 31, 2019 at 6:04 am Reply

    Anak saya masih berada dalam golden age. So postingannya noted banget nih buat saya dalam mendidik anak. Apalagi peran seorang ibu dalam hal ini sangat penting banget ya Mbak. Setidaknya saya harus jadi ibu yang bahagia agar anak2 juga bisa tumbuh bahagia dan cerdas.

    • melinase December 31, 2019 at 8:04 am Reply

      Ahhh, indahnya masih bisa menemani ananda di golden age-nya. Salam buat ananda ya, Mbaaak …

  • Shyntako December 31, 2019 at 6:22 am Reply

    Anak yang bahagia butuh Ibu yang bahagia. Susah memang ditengah beban berbagai peranan kita sebagai perempuam yang banyak dituntut ini itu. Semangaaat utk semua moms hebat, kita luar biasa.

    • melinase December 31, 2019 at 8:03 am Reply

      Bukan pekerjaan mudah memang, yaaa. Makanya bahagia itu mesti diupayakan.

  • Reni Dwi Astuti December 31, 2019 at 7:00 am Reply

    Setuju, kunci kebahagiaan bersumber dari keluarga yang bahagia dan saling membangun untuk menjadi pribadi hebat, dan kuncinya ada pada peran seorang ibu

    • melinase December 31, 2019 at 8:01 am Reply

      Yuk, bareng-bareng memastikan kita bahagia.

  • April Hamsa December 31, 2019 at 7:46 am Reply

    Salah satu resolusi 2020 krn anak2 udah akan sekolah insyaAllah adalah memperbanyak waktu bersama mereka huhuhu. Siapa yang gak ingin anak aktif dan cerdas ya mbak, emag ibu kunciannya. Ya gtu deh, jadi ibu artinya harus berdamai dengan diri sendiri dan kudu seletif milih prioritas, salah satunya yang paling penting ya anak dan anak. Moga jd ladang pahala buat para ibu aamiin

    • melinase December 31, 2019 at 8:00 am Reply

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Semoga langkah kita senantiasa dimudahkan ya, Mbak.

  • andyhardiyanti December 31, 2019 at 8:17 am Reply

    Benar banget yaa.. semua yang disebutkan di atas itu berasal dari ibu. Semoga kita semua bisa terus bahagia, biar bahagianya pun menular ke anak-anak.

  • Naqiyyah Syam December 31, 2019 at 8:24 am Reply

    Menjadi ibu bahagia itu sangat diperlukan, mengurus rumah itu sangat memerlukan kewarasan, dari kerjaan domestik hingga mendidik anak2.

  • lita chan lai December 31, 2019 at 8:27 am Reply

    Setuju banget sama informasi dalam artikel ini. Nutrisi dalam otak anak perlu sekali, ditambah dgn dukungan ibu terhadap anak dalam memberikan pengetahuan yang baik. pokoknya semua hal yang dilakukan anak, kuncinya ada sama ibu.

    • melinase December 31, 2019 at 9:20 am Reply

      Yuk, bersiap belajar buat semua Ibu dan calon Ibu, yaaa …

  • Lasmi December 31, 2019 at 11:41 am Reply

    Bener banget.
    Sangat pantas jika dikatakan bahwa syurga ada di bawah telapak kaki ibu, tentu karena perempuan (ibu) adalah kunci kebahagiaan anak dan keluarga.

  • Ayubith January 2, 2020 at 4:30 am Reply

    Kebahagiaan seorang ibu adalah kunci kebahagiaan untuk semua keluarga

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.