Moms Produktif Berkarya; Menyelamatkan Masa Liburan yang Membosankan

Libur telah tiba!

Libur telah tiba!

Libur telah tiba!

Hatiku gembira …

Yeay! Ini lagu yang saat musim liburan tiba banyak terngiang-ngiang di telinga anak-anak. Libur sekolah berarti merdeka dari bersekolah.

Dulu, saya menyambut liburan sekolah dengan biasa-biasa saja. Liburan atau hari bersekolah memang nggak ada bedanya. Justru saya malah lebih suka sekolah, lho. Bukan merindukan bangunan sekolah yang megah, bapak ibu guru yang baik hati, atau bermain bersama teman-teman yang seru banget. Tapi karena saya memang suka belajar. Ihh, serius? Beneran, saya suka belajar. Apalagi kalau diberi PR, wuih … senang banget. Jadi ada kegiatan yang bisa dikerjakan di rumah, gitu.

Liburan sekolah, jalan-jalan, kini bukan lagi identik pulang ke rumah kakek nenek di desa lengkap dengan pemandangan pegunungan. Tempat wisata tentu menjadi destinasi liburan itu. Di saat hampir semua orang di linimasa memasang status ‘otw’, saya pun ternyata sama. Tapi saya ‘otw mengerjakan ini’ atau ‘otw mengerjakan itu’.

Liburan Sekolah; Mau Apa atau Mau Kemana?

Saat ini saya sedang fokus mengerjakan sesuatu dan tengah berusaha menyimpan dana untuk suatu keperluan, maka di liburan sekolah yang cukup panjang kali ini, saya nggak bisa membawa mereka berlibur ke luar kota. Sudah terbayang betapa jenuhnya mereka nanti. Apalagi saya pun harus fokus dengan tugas. Otomatis, nggak bisa menemani mereka mengisi waktu liburan selama 24 jam itu.

“Mama … Aku bosaaan …”

Source: Pexels

Entah sudah berapa kali rengekan anak-anak terdengar. Padahal saat itu baru libur hari kedua. Sebagai orang yang nggak bisa diam, saya mengerti bahwa liburan tanpa kemana-mana dan tanpa ngapa-ngapain itu menjemukan. Sehubungan saya nggak bisa menemani mereka kemana-mana, maka kami harus bisa ngapa-ngapain. Tapi ngapain, ya? #BerpikirKeras

Rajin Belajar untuk Meningkatkan Kapasitas Diri

Menyadari bahwa saya bukan orang yang cukup pintar dan berprestasi, harus ada usaha yang saya lakukan agar kapasitas saya dari hari ke hari nanti bisa lebih tinggi daripada saat ini. Waktu yang dimiliki oleh orang-orang sukses di luar sana dan saya sama-sama 24 jam. Artinya, saya punya kesempatan yang sama besar. Kalaupun nggak bisa menyamai, minimal hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Dimulai pada tahun 2012 lalu, saya mulai rajin mengikuti pelatihan. Semuanya berbayar dan bagi saya saat itu biaya yang dikeluarkan lumayan mahal. Tapi saya nggak keberatan karena memang ingin belajar. Investasi leher ke atas InsyaAllah suatu hari nanti akan bermanfaat.

Source: Pexels

Public Speaking; tentu saja karena saya ingin mengasah ketajaman berbicara di hadapan orang banyak. Ini sebenarnya untuk mendukung kegiatan saya di kantor yang sering harus melakukan presentasi di hadapan klien atau calon klien. Lumayan mahal, tapi dibayari oleh perusahaan jadi saya tinggal belajar saja.

Berwirausaha. Dulu saya merupakan salah satu ‘korban’ pelatihan yang menggaungkan bahwa menjadi pengusaha itu keren dan menjadi karyawan itu hina. Jadi semangat banget deh ikutan seminar model begini. Lengkapnya, kapan-kapan saja ya saya ceritakan.

Bahasa Mandarin. Saya pernah belajar Bahasa Mandarin tapi dulu baru sampai Level Dua. Jadi, ceritanya mau dilanjutkan lagi.

Copy Writing. Niatnya supaya bisa mengiklankan produk dengan benar. Waktu itu saya memang tengah merintis usaha bareng teman.

Maka, ketika kemudian menyadari saya betul-betul suka menulis, saya bertekad untuk banyak belajar dulu sebelum banyak menulis. Saya mengikuti beberapa kelas pelatihan menulis dan blogging. Kali ini biaya yang saya keluarkan nggak semahal pelatihan-pelatihan yang dulu. Tapi, besar kecilnya biaya yang dikeluarkan, nggak boleh mempengaruhi semangat dalam belajar.

Merasa nggak cukup belajar seputar kepenulisan, saya penasaran juga belajar sesuatu yang berkaitan dengan kerajinan tangan. Mulai deh ikutan kelas offline merajut dengan menggunakan bahan kresek dan macramé. Hasilnya gimana? Gagal, karya saya bisa dibilang nggak layak dipamerkan. Kapok kah saya? Nggak, tuh. Tangan ini masih sangat gatal kalau melihat benda apapun di dalam rumah.

“Kardus ini kayaknya bisa dibikin sesuatu, deh.”

“Kaleng ini kayaknya bisa kelihatan lebih cakep, deh.”

“Dinding kamar kayaknya cakep deh kalau ditempelin apa gitu.”

 

Akhirnya, jari deh yang diperintah oleh otak untuk berselancar di Youtube. Bikin apa, ya? Hahaha … Nggak bagus. Tapi rasa penasaran selesai kalau sudah tahu, “Oh … Kita tuh bisa bikin karya ini pakai bahan-bahan ini dan itu.”

Agak aneh, ya. Hahaha … Biarkan. Pokoknya selagi bisa, saya mau tetap belajar, produktif, dan berkarya.

Efek Positif dari Produktif dan Berkarya

Mempunyai gaya hidup produktif dan suka berkarya tentunya sangat membawa efek positif. Dengan produktif, kita terbiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ya, waktu yang sudah diberikan oleh Allah menjadi terbuang sia-sia. Sungguh, kita benar-benar menjadi orang yang merugi kalau begini. Dengan berkarya, hal pertama yang duluuu terbayang di benak saya adalah bisa memperoleh penghasilan tambahan. Memang sih, otak saya agak susah jauh-jauh dari duit, wkwkwk

Tapi kenyataan yang terjadi saat ini, efeknya ternyata menjadi berbeda, lho. Berhubung saat ini saya tengah fokus pada salah satu pekerjaan kantor yang bolak-balik saya revisi melulu karena ada saja yang terasa kurang pas di hati, ada beberapa pekerjaan kantor yang saya delegasikan kepada anak-anak. Oiya, saya memang bekerja di rumah ya, Moms, dengan waktu bekerja seperti orang kantor pada umumnya.

Jadi, berhubung liburan ini didominasi dengan tinggal di rumah saja, supaya anak-anak nggak bosan, mereka punya kegiatan baru. Apa saja, sih? Ini dia:

A. Menjadi Asisten Mama untuk Pekerjaan Kantor

Berbelanja. Anak-anak membantu saya berbelanja kebutuhan kantor ke toko peralatan tulis di dekat rumah. Saya memang nggak menyediakan dalam jumlah banyak sekaligus karena memang saya nggak mau menumpuk barang. Beli sesuai kebutuhan saja. Mereka saya mintai tolong kalau mau membeli map, amplop, meterai, lem, pensil dan pulpen.

Mengirim Paket. Saat bekerja, secara rutin saya mengirim berkas ke sekuritas atau peserta kelas dengan menggunakan jasa ekspedisi. Biasanya menggunakan dua pilihan ekspedisi, yaitu JNE dan POS Indonesia. Demi keamanan anak-anak, saya meminta mereka mengirim lewat POS Indonesia saja yang lokasinya berada di dalam komplek tempat kami tinggal.

Menyiapkan Paket yang Akan Dikirim. Sebelum mengirimkan paket, mereka bertugas untuk menempelkan meterai di halaman yang sesuai. Setelah saya periksa dan sudah lengkap, mereka yang memasukkan berkas ke dalam amplop, lalu merekatkannya dengan menggunakan lem.

B. Menjadi Asisten Mama untuk Pekerjaan Rumah

  1. Merapikan pakaian di dalam lemari.
  2. Membantu memasak di dapur.
  3. Berbelanja
  4. Mencuci piring dan lain-lain

Catatan:

Menjadi asisten, anak-anak menerima upah dari saya. Untuk pekerjaan kantor, anak-anak memperoleh Rp 1.000. Khusus mengantar paket diberi lebih besar, yaitu Rp 10.000 karena jalan kakinya lumayan jauh untuk ukuran anak-anak. Kadang, paket yang mau dikirim pun lumayan banyak.

Khusus untuk asisten di rumah, anak-anak memperoleh sesuai banyak nggaknya pekerjaan. Khusus kegiatan menyapu, mengelap kaca, mencuci piring bekas makan sendiri, merapikan kamar, ini nggak termasuk menjadi asisten. Sudah menjadi tanggungjawab masing-masing. Apalagi anak-anak sudah berusia 10 dan 8 tahun.

Berkreasi Sendiri.

Terbiasa ngoprek membuat sesuatu juga memberikan inspirasi kegiatan selama anak-anak libur panjang lho, Moms. Saya jadi terpikir untuk mengajak mereka bereksperimen membuat apa saja. Awalnya anak-anak saya biarkan menata ulang kamarnya dengan gambar-gambar yang mereka suka. Mom menyediakan modal deh berupa cat, styrofoam, spidol, lem tembak, dan kawan-kawan. Mereka juga ikut-ikutan menggambari kaleng bekas, lalu dicat.

Nona Kecil yang suka wayang, tiba-tiba bilang mau membuat pertunjukan. Pinjam wayang kulitnya Eyang Kakung. Lucu sekaligus takjub, sih. Dia memasang kain panjang yang dikaitkan ke dua sisi, mematikan lampu kamar sampai gelap gulita, menyabotase ponsel saya lalu menyalakan flash light yang dia sorotkan ke kain terbentang tadi, lalu dia memainkan wayang dari balik kain tersebut. Layar tancap di depan mata!

Sayangnya, nggak sempat merekam nih sewaktu dia ndalang karena ponselnya dia pakai, wkwkwk

Di masa pertumbuhan, anak-anak Moms di rumah pasti sedang doyan-doyannya mengunyah juga kan, ya? Nah, anak-anak saya biarkan juga berkreasi di dapur membuat makanan dan minuman dengan bahan-bahan yang ada di rumah.

Strawberry Smoothies with Goji Berry
Crunchy Cheesy Fish

Dengan menjadi Asisten Mama dan bebas berkreasi di rumah, pastinya saya tetap harus mengajak mereka sesekali jalan-jalan. Biarpun di dalam rumah ada kegiatan, tetap saja pastinya mereka bosan karena butuh melihat suasana di luar rumah. Apalagi rumah kami mungil saja, jadi nggak bisa puas main lari-larian kesana kemari.

Jadi, saya merasa beruntung banget nih menjadi ibu produktif dan terbiasa berkarya. Produktif bekerja sekaligus menulis membuat saya sibuk (ecieee …) dan malah bisa membuka lapangan kerja untuk anak-anak selama liburan. Saya mau anak-anak tetap produktif juga, dong. Apa jadinya otak kalau selama liburan dibiarkan libur juga? Maka, selain menjadi Asisten Mama, anak-anak tetap harus mengaji dan merutinkan muroja’ah mereka.

Sedangkan, rajin berkarya membuat saya punya rekaman di kepala apa saja yang pernah dibuat agar anak-anak bisa praktek juga. Jadi terbiasa memikirkan ide juga soal, “Besok kita bikin apa, ya?”

So Moms, waktu, kesempatan, dan biaya untuk terus belajar itu InsyaAllah bisa diupayakan. Tetaplah jadi perempuan produktif dan berkarya. Yakin, suatu saat  pasti akan berguna.

Salam,

Melina Sekarsari

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

34 Comments

  • leli December 30, 2019 at 12:16 am Reply

    Kalau punya ibu seperti mbak melina, meski dirumah saja anak anak bisa tetap sibuk karena ketularan produktif ya. Hehehehe. Asiik. Memang jaman sekarang orang tua juga harus kreatif supaya anak ga bosen.

    Keren bangeeer bisa ndalang pakai wayang eyang kakung 😀

    btw.. suka belajar.. generas najwa shihab dan maudi ayunda ya mbaa 😀

    • melinase December 30, 2019 at 3:41 pm Reply

      Alhamdulillah banget nih masih diberi kesibukan dan kesempatan belajar.

      Ya Allah … Aamiin bisa sepintar Najwa Shihab dan Maudy Ayunda. Aslinya mah masih jauuuh, hihihi …

  • Akarui Cha January 1, 2020 at 11:01 am Reply

    Yessss. Waktu, kesempatan, dan biaya itu bisa diusahakan. Setuju.
    Seru banget ikut pelatihan public speaking. Saya pun berencana ikut pelatihan ini. Semoga bisa terlaksana di tahun ini.

    • melinase January 2, 2020 at 3:39 am Reply

      Aamiin … Seru, Mbak. Apalagi terpengaruh sama teman-teman yang sama-sama bersemangat.

  • Yelli January 1, 2020 at 12:10 pm Reply

    Iya juga ya mbak, sebenarnya bisa dibuat hal-hal yang menyenangkan di rumah semasa liburan anak-anak dan mereka pun juga bisa belajar dari situ.

    • melinase January 2, 2020 at 3:40 am Reply

      Betuuul … Meskipun yang namanya jalan-jalan meskipun dekat tetap butuh, ya. Pasti jenuh banget kalau betul-betul cuma di dalam rumah aja.

  • Gina January 1, 2020 at 2:14 pm Reply

    Saya ingin terus produktif walaupun nanti kelak akan tua. Saya gak mau diam-diam, paling gak terus aktif nulis

    • melinase January 2, 2020 at 3:40 am Reply

      Iyes, menulis itu luas banget jangkauannya. Aku kepengen lebih konsisten juga nih menulisnya.

  • Gilang January 1, 2020 at 3:46 pm Reply

    mamaknya produktif dan rajin belajar banyak hal, jadi nurun ya ke anaknya hehe. Liburan di rumah pun jadinya menyenangkan ya mba kalau banyak kegiatan seru gini 🙂 Itu wayang bikinan sendirinya bagus banget sih.

    • melinase January 2, 2020 at 3:41 am Reply

      Mikir beraaat ahay, hahaha … Kalau wayang yang dipakai ndalang mah punya eyangnya, Mbak. Dia bikin sendiri yang dari kardus.

  • Aprilia January 1, 2020 at 4:35 pm Reply

    Wah, bikin iri nih. Saya belum bisa seproduktif itu. Akan tetapi akan terus mencoba supaya kelak anak saya tidak bosan ketika harus berada di rumah saat musim libur tiba. Thanks for share, Mbak ❤

    • melinase January 2, 2020 at 3:42 am Reply

      Siap-siap energi tapi, Mbak. Capek banget, hahaha …

  • Kartika January 1, 2020 at 7:12 pm Reply

    Keren banget mom Melina. Emang tantangan sama anak2 harus super kreatif ya biar mereka gak sibuk aja sama hape. Prihati juga nih sama ponakanku yang klo ga ada hape, mati gaya deh.

    • melinase January 1, 2020 at 7:44 pm Reply

      Iya, apalagi di rumah cuma ada HP aku aja dan aku pelitnya setengah mati, wkwkwk …

  • NurulRahma January 1, 2020 at 8:31 pm Reply

    Mbaaaa, ijinkan daku berguru padamuuuu
    Keren banget ini mah.
    aku masih blum bisa jadi ibu yg produktif berkarya kayak gini
    banyakan rebahannya siihh 😀

    • melinase January 2, 2020 at 3:42 am Reply

      Wkwkwk … Masih tahap belajar terus ini, sih …

  • andyhardiyanti January 1, 2020 at 10:56 pm Reply

    Banyak banget ya kegiatan seru yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi rasa jenuh anak-anak selama masa liburan. Noted nih, buat dipraktikkan besok besok sama si kecil.

    • melinase January 2, 2020 at 3:44 am Reply

      Iya, Mbak. Liburan di rumah juga bisa seru, sih. Sesekali aja diajak main keluar.

  • Maria G Soemitro January 2, 2020 at 12:15 am Reply

    Mama yang kerennn..
    Insya Allah kelak anak anak jadi anak kreatif dan sukses

    • melinase January 2, 2020 at 3:43 am Reply

      Belum sekeren Ambu, nih … Terus belajar lagi, hihihi …

  • Hanila PendarBintang January 2, 2020 at 5:22 am Reply

    Keren banget…Mbak ini rajin banget lho ya dari kecil. Seneng banget ini bisa menularkan rajinnya ke anak. Kreatif pula.
    Kalau saya, karena ga kreatif jadi ya ikutkan anak ke satu kelompok saja, hahaha.

    Cuma memang, semenjak anak mulai banyak nanya saya pun jadi terpaksa belajar hal2 yang ga saya suka. Surprised-nya, ternyata menarik juga.

    Makasih mbak udah menularkan semangat

    • melinase January 2, 2020 at 7:48 am Reply

      Kalau rajin memang iya, Mbak, sayangnya semasa kecil nggak punya kesempatan ikut les ini itu. Faktor ekonomi, huehehe …

      Betul banget, Mbak. Sering lho anak-anak sendiri yang bikin orangtuanya jadi pinter.

  • Siska Dwyta January 2, 2020 at 5:50 am Reply

    Asyik nih liburan kalau punya mama kreatif kayak gini. Sekalipun cuma tinggal di rumah saja pastinya nggak mejemukan ya Mbak, karena banyak kegiatan yang bisa dilakukan bareng anak2.

    • melinase January 2, 2020 at 7:49 am Reply

      Selama orangtua ikut terjun dan sesekali tetap jalan-jalan, mereka tetap nrimo sih liburan panjang di rumah. Duh, kasihan sebenarnya, hahaha …

  • Nurhilmiyah January 2, 2020 at 6:25 am Reply

    Banyak kegiatan yg menarik yaa Mbak Melina.. dlm mengisi liburan buat anak2nya. Ada yg samaan juga tuh ama saya. Saat si sulung libur pesantren, jd asisten mama deh di dapur, saya yg numis2 dia belajar ngiris2 bawang dan peterseli, hihi. Nice share, Mbak

    • melinase January 2, 2020 at 7:49 am Reply

      Seru lho berkegiatan bareng anak-anak di rumah. Suasana jadi lebih ceria terus bonding jadi makin erat.

  • Dian January 2, 2020 at 7:05 am Reply

    Hehe sama mbak..
    Krn liburan yg panjang, anak anak suka bosan klo nggak ada kegiatan..
    Klo kami di rumah biasanya bebikininan gitu

    • melinase January 2, 2020 at 7:46 am Reply

      Sebisa mungkin ada kerjaan apa gitu ya Mbak, supaya nggak jenuh-jenuh amat, hehehe …

  • Dian Restu Agustina January 2, 2020 at 8:37 am Reply

    Keren Mbak Mel. Tetap produktif dan berkarya untuk menyelamatkan masa liburan biar enggak bosan.
    Bisa diikuti nih ide-idenya. Termasuk yang bebikinan makanan. Kalau libur bawaan lapar melulu huhuhu
    Sukse terus ya Mbak Mel

    • melinase January 2, 2020 at 9:22 am Reply

      Aku di hadapanmu adalah murid, Mbak Dian, hahaha … Justru dirimu kujadikan panutan, termasuk masak-memasak, hihihi …

      Aamiin … Ikutan sukses seperti gurunya, nih.

  • Naqiyyah Syam January 2, 2020 at 10:17 am Reply

    Seru banget ini ya Mbk mau jadi perempuan produktif walau dari rumah itu seru banget, mengajak anak liburan dengan kegiatan di rumah juga bisa jadi seru ya, dari masak sampai jadi asisten Mama.

    • melinase January 2, 2020 at 1:11 pm Reply

      Iya, tapi mamanya mesti tegas. Soale anaknya suka nawar gaji, wkwkwk …

  • Shyntako January 3, 2020 at 4:57 am Reply

    Waw keren mba menjadi produktif sekaligus mendidik anak-anak juga ya. Well noted. Part jd asisten mama itu jg aku terapkan ke anakku, kalo aku blgnya kamu sayang bunda kan, ayo dong bantuin dan itu jd tugasmu. Semoga kita senantiasa produktif dan selalu berkarya ya mba.

    • melinase January 3, 2020 at 5:47 am Reply

      Iya ya, kan kasihan Bunda capek mengerjakan semuanya, hihihi … Makasih banyak, Mbak …

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.