Resolusi Blog 2020; Berhenti atau Lanjut?

Ada saja teman yang tanya via WA Chat ke saya, “Beli domain di mana dan pakai jasa sewa hosting apa?”

Menjadi salah satu bagian dari grup teman-teman blogger (Alhamdulillah banget ini …), salah satu bahan diskusi tuh ya seputar teman-teman menggunakan jasa layanan hosting apa daaan mana saja sih yang saat ini sedang ada promo. Beneran deh, waktu pertama kali ada pembahasan itu, saya masih iya-iya saja. Nggak merasa perlu memikirkan sesuatu, gitu.

Toh, kenyataannya saya juga tahu bahwa membeli nama domain itu bayar, perpanjangannya bayar, sewa hosting-nya juga bayar. Tapi masih cuek.

Setelah mulai banyak menulis di blog dan diskusi tentang itu semua semakin sering saya ikuti, kok lama-lama jadi mikir juga, nih.

Nostalgia Kelahiran Sebuah Blog

Jika diibaratkan anak, blog ini lahir tanpa pernah saya minta. Pada suatu sore, tiba-tiba saja dia lahir lengkap dengan namanya. Saya yang merasa nggak pernah mengandung dia di dalam perut (eh, apa sih?), tentu saja senang sekaligus bingung. Kok dapat anak? Mau diapain setelah ini?

Di sekitar tahun 2012-2013, saya lupa tepatnya, saya bertiga dengan dua teman lainnya bolak-balik merintis bisnis. Salah satunya adalah sahabat saya sejak SMP. Satu bisnis gagal, beralih ke bisnis lainnya. Salah satu dari kami ini punya blog dan lumayan rajin menulis di sana. Dia pun sudah menelurkan satu buku solo. 

Sempat tercetus dari bibir saya waktu itu, “Gimana sih maksudnya nulis di blog?”

Source: Pexels

Saya tuh percaya banget bahwa apa yang terjadi pada hidup kita saat ini sedikit banyak merupakan hasil dari apa yang pernah kita ucapkan atau pikirkan di masa lalu. Semakin sering kita pikirkan atau ucapkan, semesta seperti punya kekuatan untuk menggiringnya pada kenyataan. 

Maka ketika beberapa hari setelahnya tiba-tiba sebuah nama domain disodorkan kepada saya, agak kepengen garuk-garuk kepala gitu. Iya sih ucapan adalah doa. Tapi kok ya sebegitu cepat doa itu terkabul. Dasar saya ya, doa lama dikabulkan sedih, doa cepat dikabulkan malah bingung, wkwkwk

Apalagi waktu itu saya cuma sembarangan nyeplos aja, nggak betul-betul serius mau tahu. Lha kok malah cepat betul dikabulkannya.

Di sisi lain, saya merasa sudah terlalu sibuk jadi rasanya nggak mungkin sempat menulis. Senin-Jumat kerja di Jakarta. Berangkat dari rumah pukul 05.00 dan rata-rata sampai rumah lagi pukul 22.00. Eh tapi pernah lho pukul 23.00 saya masih di kantor gara-gara mengejar jadwal tender submission besok paginya. Sudah gitu, sampai di rumah mengurus bayi dan balita. Jadi, apa iya saya masih punya waktu menulis di blog?

Teman yang memesankan nama domain itu pun nggak merasa direpotkan karena sekalian, katanya. Waktu itu kami memang berencana membangun mobilnesia, situs jual beli mobil online. Ya memang sekalian sih pesan nama domainnya.

“Wis, kamu nulis aja pokoknya.”

Nah, lho …

Mulai Menulis dan Belajar

Berhubung saya sudah punya blog, akhirnya coba-coba deh menulis di sana. Waktu itu sama sekali nggak paham kenapa blog saya nggak cantik jelita seperti milik blog orang-orang yang saya kunjungi. Hayooo, bisa jadi kamu yang sedang baca tulisan ini blognya pernah saya kunjungi tuh di era tahun 2013-2017. Bikin saya cemburu, tahu nggak? Wkwkwk

Jadi waktu itu blog saya tampilannya lebih mirip apa, ya? Like a page? Nggak ada menu-menunya gitu, lho.

Tapi ya begitu. Kadang semangat menulis, kadang ogah-ogahan, kadang sebenarnya nggak sempat tapi disempat-sempatkan, kadang malah lupa kalau punya blog. 

Desember 2017, saya baru belajar soal blogging. Belajar secara online dan terus terang sejak awal saya agak pesimis. Gimana ya, belajar tanpa melihat gurunya yang bagaikan busur panah, melihat ekspresinya, gesture-nya, tatapan matanya, rasanya kok seperti belajar sama tembok. Mana bisa? Daaan, waktu itu saya gagal. Bukan soal online-nya tapi soal perbedaan keyakinan template. Kelas tersebut khusus untuk Blogspot sedangkan saya pakai WordPress. Saya diminta mundur dulu, nanti tetap diajak masuk ke grup. Siapa tahu nanti bertemu mentor yang lebih cocok di sana.

Source: Pexels

Di bulan Mei 2018, baru deh saya menemukan mentor dan materi yang betul-betul pas di hati. Di sini akhirnya, blog saya mulai punya menu, nggak cuma selembar halaman doang, wkwkwk … 

Lanjut menulis lagi. Lebih semangat dari sebelumnya. Tapi saya nggak paham bagaimana orang bisa memperoleh penghasilan dari menulis di blog. Kok enak banget, gitu. Maklum deh, saya terbiasa berangkat gelap pulang gelap banget, naik transportasi umum, kalau musim hujan rasanya jarak rumah terasa 3x lipat jauhnya, demi gajian di akhir bulan. Atau, saat mulai bekerja dari rumah, dahi saya sampai berkerut-kerut menganalisa chart saham, jual beli, untuk memperoleh keuntungan. Ini kok nulis saja bisa jadi duit? Wkwkwk … Polos banget.

Di bulan Agustus 2018, saya kembali ikutan kelas blogging. Kali ini saya dapat informasi optimasi blog sekaligus menjawab tanda tanya di kepala tentang bagaimana sebuah blog bisa menghasilkan uang. Owh, jadi begitu caranya? Lucu juga ya, pikir saya. Lucu? Well, apa ya padanan yang lebih tepat? Unik? Berbeda? Pokoknya gitu, deh. 

Menengok Blog Ini Beberapa Tahun yang Telah Lewat

Tahun ini, di usia blog saya yang sudah menjelang delapan tahun, saya ingin berhenti sejenak, duduk tenang sambil menengok ke belakang. Penting untuk mengingat kembali apa saja yang sudah saya lakukan dan rasakan selama memiliki blog.

Setelahnya, selayaknya auditor, ada dua temuan nih yang penting untuk dibahas.

  1. Perkembangan Gaya Menulis. Tulisan saya jaman dulu itu ternyata nggak banget. Gaya bahasanya lebay, mau sok indah dan romantis tapi saya geli dan agak malu sendiri bacanya. Nah, gimana orang lain, coba? 
  2.  Event Experiences. Buat teman-teman blogger lain, ini mungkin sudah biasa. Tapi bagi saya, jadi pengalaman luar biasa. Kesempatan, wawasan baru, pertemanan baru, sampai pengalaman pahit jadi blogger baru. Ke depan, tipis kesempatan buat ikutan lagi karena saya pun sudah kembali menjadi pekerja di balik meja.
  3. Jadi Lebih Bersyukur. Teman-teman blogger yang sudah mempunyai blog dengan TLD, tentu mengalokasikan sejumlah dana untuk blog maintenance, sedangkan saya bebas menggunakannya for free, selama yang mengurusnya masih bernyawa. Nah kan, gimana nggak bersyukur banget, coba?
Alhamdulillah ... Meski setitik saja dibandingkan teman-teman blogger lain.

Maka, tiga tahun terakhir saat saya beneran sadar bahwa seharusnya saya juga bayar, saya selalu tanya ke sahabat saya tersebut, “Tagihan aku berapa? Ini bayarnya kemana?”

Selalu cuma dijawab dengan emoticon ‘smile’.

Terakhir bertanya sekitar beberapa bulan lalu, yang dia jawab, “Wis, pokoknya selama aku masih hidup, urusan blog aku yang bayar. Kamu nulis aja.”

Antara bahagia dan nggak enak hati. Dulu saya sering bilang sama diri sendiri dan teman-teman soal jangan suka mikir panjang kalau ikut pelatihan dan mesti bayar. Itu investasi leher ke atas, nggak akan ada ruginya. Suatu saat pasti bermanfaat. Apalagi, segala sesuatu yang digratiskan, seringkali diabaikan. 

Seperti kita yang sudah diberi kehidupan oleh Allah lengkap dari kepala sampai ujung kaki, tapi suka malas berolahraga, makannya sembarangan, begadang nggak kenal waktu, ujung-ujungnya sakit. Tubuh kita diberi gratis, tapi diabaikan. Coba kalau kita punya kendaraan, belinya mahal, disayang-sayang. Baret sedikit aja langsung deh dibawa ke bengkel. Karena apa? Ada pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya, yaitu dengan membayar.

Sekarang, waktunya saya berkata pada diri sendiri, nih. Segala sesuatu yang gratis, semestinya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Termasuk blog milik saya.

 

So, What's Next?

Berhubung sudah kembali menjadi orang yang punya ritme bekerja from Monday to Friday starts from 9 8 am to 4 pm dan seringkali should be available to contacted after office hours, termasuk bekerja during weekend, ini blog mau saya apakan? Oiya, saya sempat rehat beberapa waktu dari kantor sebelumnya dan ceritanya sekarang aktif bekerja kembali.

Harus diakui, saya mulai menikmati kegiatan menulis di blog. Ada perasaan yang kurang saat nggak menulis, ada keasyikan tersendiri saat menulis, ada kepuasan setelah selesai menulis, dan ada kebahagiaan tersendiri saat tulisan saya ada yang membaca, merespon, mengkritik, atau mengapresiasi.

Saya juga sangat menikmati kegiatan blog walking. Oh My God, saya seperti tengah diajak jalan-jalan dari satu tempat ke tempat lain, dari satu tema ke tema lain. Buat saya, ini jadi sarana belajar gratis!

Satu lagi, sudah merasakan juga asyiknya memperoleh penghasilan dari blog. Besar kecilnya, itu relatif. Yaaa, dari dulu juga yang namanya kata sifat nggak punya makna baku, kan? Selalu relatif, karena ukuran setiap orang berbeda-beda.

Jadi, apa resolusi saya di dunia blogging tahun 2020 ini?

 

Sederhana banget.

Tetap menulis, dengan konsisten.

Kalau dengan konsisten menulis kembali dipertemukan dengan pintu rezeki baik job maupun kesempatan mengikuti lomba, syukur Alhamdulillah.

Saya menyadari kemampuan dan waktu yang dimiliki. Sebagai perempuan bekerja, tanggungjawab utama saya ada di pekerjaan. Menulis adalah hobi yang kalau dibayar, Alhamdulillah bangeeet … Apalagi saya sadar juga nih, tulisan saya masih seputar keseharian saja. Soal diri sendiri, kehidupan seorang single mom, kehidupan anak-anak yang orangtuanya berpisah, heboh dan lucunya dunia anak-anak, atau jalan-jalan dan petualangan kami. Lebih mirip tjurhat yang semoga bermanfaat.

Tunggu saja tjurhat-tjurhat saya selanjutnya, yaaa … hihihi …

See yaaa.

 

Salam,

Melina Sekarsari

1 Shares:
72 comments
  1. semoga semangat terus ya mbaa ngeblog nya. biar bisa jd warisan untuk anak cucu. hehehe..

    aku pun kalau baca2 tulisan di blog jaman duluu. ampun dah, geli dan jijik banget. hahaha.. mungkin pd jamannya mah keren yaa.. tapi kalo dibaca sekarang mah engga bgt deh..

    1. Iyaaa, biarkan anak cucu melihat betapa hebohnya kehidupan ibu dan eyang (uhuks) mereka jaman dulu. Sepertinya hampir semua orang mengalami ya transformasi tulisan yang berawal dari geli-geli gimana gitu, hahaha …

  2. Hi mbaaa 😀

    Semoga resolusinya tercapai ya, biar saya bisa terus dapat bacaan gratis dan bergizi dari blog ini. Hihi~ Semangat pokoknyaaaa~ dan saya ikutan senang dengan proses yang mba lalui dalam dunia blog 😀 semoga blog ini semakin dicintai banyak orang~

  3. Tetap semangat, Mbak…
    Saya juga memiliki rutinitas bekerja dan mengurus anak, dan kadang mengurus suami kaya beberapa hari ini, doi lagi sakit jadinya kaya punya dua bayi laki, hahaha.
    You already awesome and keep going yaa!!

  4. Masya Allah mbaa Meeeel, peluuuk… Aku bacanya sambil pake senyum2 lho ini, kaya ada lucu2nya. Karena udah pernah ketemu langsung jadi bayangin mba Mel ngomong kaya gini. Tjurhatnya seruuu… Kangen Tjurjat di blog juga jadinya

  5. Wahhh lumayan juga nih, dari blog bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk diri ataupun orang lainn.. Di tahun berikutnya dikembangkan lagi dan lagi, jangan menyerah dan tetap semangat yeay !

  6. Menginspirasi mba. Tetap menulis konsisten adalah resolusi sederhana tapi sesungguhnya tantangannya beratttttt, mulai dari ngurusin anak, luangkan waktu buat suami, me time sama hp, kecapean, belum lagi urusan kerjaan kantor dan kerjaan domestik di rumah. Bisa update blog sekali seminggu aja udah senang banget. Hahaha. Tetap semangat mba. Semoga blognya makin ramai pengunjungnya, naik DA/PA-nya, dan tentunya rezeki sampingan dari nge-blog ngalir terus. Amin.

  7. Wah udah lama juga ya mba ngeblognya. Jaman 2012-2013 aku juga udah mulai ngeblog tapi masih geje hahahahaha. Gragapan bikin blog sendirian, byari yg gratisan dan nulis serabutan. Apa aja yg penting tjurhat #ups. Sehat-sehat yo mba.. biar bisa makin cetar di smua aspek kehidupan. Eaaaa…

  8. Aih takkira 2020 mau ikutan trend pamit ehehe.. keep writing, mbak. saya suka juga blogwalking, melakukannya bukan hanya karena kewajiban, tapi ya karena senang. bagi saya bw itu seperti membaca majalah gratis dengan tema yang tidak tertebak. Aaplagi kalau blognya sudah syantiik jelita macam melinasekarsari dot kom ini 🙂
    Blog saya kan masih merangkak, masih perlu banyak bgt belajar. Termasuk belajar dari tulisan yang inspiring iniii

  9. Aku pun suka geli kok baca postinga2ku yang dulu. Tapi wis ben wae, buat kenangan, hehe. Mungkin beberapa tahun ke depan aku ya geli lagi baca tulisanku yang sekarang. Secara, manusia berusaha berkembang, termasuk dalam menulis. Ye kan? Semoga aku pun konsisten seperti dirimu, Mbakyu. Bismillah

    1. Naaah, bisa jadi, Mbak. Bagus ya kalau di masa depan kita menertawakan tulisan kita hari ini. Artinya, kita sudah melakukan perbaikan, hihihi …

      Ini masih mencoba komitmen meskipun menulis tjurhatan.

  10. Welcome back Mommy…. hehehe
    Dirimu mah udah oke bin ketje abis Mbak Mel… Harus lanjut tetap menulis dan menulis pokoknya. Tetap semangat juga nyambut gawene ya Mbakku… Moga tetap sehat.. Dengan aktivitas yang sebrek ituuh

  11. Saya kenal blog saat 2008. Punya gratisan hingga 2018 sering kumat antara ngisi dan gak ngisi. Sering masih isinya cerpen atau puisi.
    Tahun 2018 akhir ketemu komunitas blogger Sumut.
    Lalu rajin ngeblog dan beli tld saat Mei 2019.
    Lanjut hingga sekarang
    Alhamdulillah banyak banget manfaatnya

  12. Wajib lanjut, Mbak Melina. Apalagi blognya sudah keren, dan gaya menulisnya sudah oke. Jadi tinggal konsisten saja. Apalagi kalau kita sudah suka menulis, suka berbagi cerita lewat tulisan, maka menulis akan jadi kebutuhan hehehe. Jadi lanjut apa tidak? Lanjuuuuut…..

  13. Kalau lagi mumet lihat chart langsung cuss ke blog aja..bisa jadi pengobat pusing kepala. Apalagi yang ditulis keseharian yang pasti mengalir bagai air….asal ga sampai banjir
    Tetap semangat ya Mbak Mel
    Semoga semua aktivitas dimudahkan dan dilancarkan-Nya, termasuk ngeblognya 🙂

  14. Saya juga kadang bernostalgia melongok tulisan-tulisan lama di blog. Ternyata, saya pernah parah banget. Nulis asal-asalan yang penting puas bisa curhat (eh, kayaknya sekarang juga masih sering curhat di blog, deh). Meski demikian, saya gak mau berhenti nge-blog. Udah kadung cinta.

  15. Mba, aku tergelitik sama ceritanya diawal hehe. Gimana proses belajar ngeblog, cara nulisnya, bikin template yang beda madzab haha. Sampe melongo blog bs dapat duit hehe (aku dulu juga gt haha) Dan endingnya gak keduga, kukira kayak Ria Ricis edisi Pamit, sedih khan ekye hehe. Semangat terus ya Ibu Bekerja. Kamu keren banget, energinya gak habis2, buat kerja, jadi Ibu dirumah dan masih ngeblog. Semoga makin melesat dan cetar di 2020 mba Mel 🙂

  16. Hmm… Ini mirip-mirip saya deh.. Hehe saya juga nggak pasang target tinggi untuk nge blog karena ada pekerjaan lain yang menjadi tugas dan tanggung jawab saya. Jadi saya nge blog untuk bahagia, haha… jadi ya sedikit suka-suka. Suka nulis dan suka dapat duit dari menulis #eh

  17. Blog bisa dijadikan jejak perkembangan belajar kita juga ya Mbak? Xixi, saya juga suka jalan-jalan ke blog teman, supaya bisa belajar banyak. Walau kadang mumet sendiri kalau dah liat tampilan blog mereka yang sudah keren.

    Berarti… Saya harus cari mentor juga nih biar blog saya kece kayak Mbak Melina?

  18. Aku mulai curhat2 ringan di blog sejak 2007, trus pernah vakum beberapa tahun.. mulai aktif nulis lagi tahun 2016 dan gabung sama komunitas bloger, tiap tahun bayar perpanajng domain dan sewa hosting.. tp ntah kenapa makin ke sini malah jarang nulis organik, yg berbayar aja udah jarang bgt.. Btw, teman mbak baik bgt sih dan salut sama mbak mau mengapresiasinya dengan terus menulis ??

    1. MasyaAllah … Berkat mantengin teman-teman yang MasyaAllah keren-keren banget. Makasih lho Mbak Dian … Salah satu role model aku nih, hehehe …

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Peluk sayang juga buat Budhe, Dian …

  19. Menulis karena butuh itu bagus, dan pasti akan langgeng energinya. Beda kalau cuma ingin. Dan prestasi akan sesuai dengan usaha.

    Tetap semangat menulis dan ngeblog, ya…

  20. Benar mba rajin nulis dan tetap bersyukur tentang besar dan kecil sebuah fee.

    Yang penting tetap produktif Dan mencintai apa yang kita lakukan. Lanjutkan mengisi konten sosmed dan blog

  21. Serasa bercermin pas baca tulisan ini, jadi kepikiran juga buat nulis tentang pwncapaian dari blog dan apa harapan ke depannya. Terima kasih idenya ya

  22. Tetep lanjut dong mba,ditahun baru 2020 ini.
    Saya juga kadang mikir,sama hal nya dengan mba. Dikesibukan saya sebagai istri dengan segala pekerjaannya
    Sempet terlintas, kalau nulis masih ada waktunya gak ya ?
    Tapi saat dijalani,terkadang ada ada aja jalan nya.
    Dan semua terasa dimudahkan.
    Intinya tetep semangat mba

  23. Aku masih newbie hehe tahun 2020 ini aku pengen belajar nulis lbh serius jd aku pgn manfaatin blog aku untuk melatih menulis. Syukur2 aku bisa punya buku sendiri. Btw mba aku pgn belajar ttg ws ni hehee.. kapan2 kita ketemu ya 🙂

  24. Harus lanjut ya Mba heheheh, aku malah nambah blog satu lagi nih mba. Total blogku jadii6.
    Konsisten dan komit tetep wajib. Tapi mba ada aktivitas kerja dan pulangnya malem banget.
    Jaga kesehatan ya Mba.

  25. Hampir sepemikiran.
    Aku juga sudah agak bimbang apa akan terus bergelut di ranah blogging atau ‘kembali ke dunia nyata’ dengan bekerja. Ya jujur saja aktifitas blogging sejujurnya adalah hal yg begitu saya sukai sebenarnya

  26. Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh, Halo Mba,salam kenal,saya yanti dari Martapura,Kalimantan Selatan, Saya nge blog sejak mei 2012,tapi sampai sekarang blognya masih begitu-begitu aja,biasaa banget, tapi bersyukur masih bisa nge blog,,

    1. Wa’alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam kenal, Kak Yanti. Wah, usia ngeblog kita sepantaran, ya. Semoga terus istiqomah menuliskan kebaikan dan menghibur para pembaca kita ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like