Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Islamology Kid Land; Menjadi Sholih Sholihah, Kreatif, dan Dermawan

Islamology Kid Land; Menjadi Sholih Sholihah, Kreatif, dan Dermawan

Habis itu adikmu, nimbrung melulu

Kalau apel malam minggu paling suka ajak aku

Kalau nggak main halma, ya main ular tangga, ludo, dan monopoli

Dia bikin keki

Ada yang kenal lagu di atas nggak, sih? Itu lho, lagu berjudul Ular Tangga yang dinyanyiin sama Doel Sumbang. Gimana? Nggak kenal Doel Sumbang?

Mmm … Kalau Nini Carlina tahu, nggak? Dulu mereka berdua pernah duet nyanyiin lagu Kalau Bulan Bisa Ngomong.

Haduh, nggak tahu juga? Fix lah, berarti kita beda era, wkwkwk

Lagu itu tuh ngetop banget semasa saya masih SD. Soal lagu Ular Tangga sendiri, ada satu kesan masa kecil yang susah saya lupa. Saya suka sama permainan halma, ular tangga, ludo, dan monopoli. Tapi sejak pertama kali kenal, monopoli tuh yang paling bikin saya enggan pulang dari rumah seorang teman. Dia anak baru, pindahan dari Jakarta. Permainannya seru banget.

Dulu saya pernah minta dibelikan permainan itu ke ibu saya. Tapi boro-boro dibeliin, dipelototin iya, wkwkwk … Jadilah, saya berjuang demi bisa membelinya. Jualan kacang pedas di sekolah. Hasilnya betulan saya belikan permainan monopoli. Mainannya dapat, jualan kacang pedasnya tamat. Sungguh sesuai niat, wkwkwk

Kerinduan Akan Permainan Di Masa Kecil

Waktu bergulir, tahun berganti. Permainan monopoli terlupakan begitu saja. Saya juga lupa, dulu permainan itu terakhir saya simpan di mana. Kartu-kartunya masih komplit atau nggak. Duit-duitnya sekarang masih laku atau nggak. Eh, kalau ini halu banget, ya.

Sampai tiba saatnya saya berubah menjadi perempuan dewasa dan punya anak. Halah, bilang aja udah jadi ibu-ibu gitu, ya. Suatu ketika, saya menemukan permainan yang mirip-mirip monopoli. Kerinduan membuncah, dong. Selain bola bekel dan gobag sodor, saya memang kangen banget main monopoli. 

Begitu menemukan, cek-cek rekening, eh ada duitnya, saya beli deh. Beberapa hari kemudian, sebuah kotak berbentuk persegi panjang tiba di rumah. Beberapa hari kemudian di sini adalah sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. 

Jadi ya, sejak dibeli tiga atau empat tahun yang lalu itu, baru sekitar sebulan lalu dong permainan mirip monopoli itu saya mainkan bareng anak-anak. Lupaaa, kalau pernah beli. Saya juga lupa dulu belinya di mana, wkwkwk

Islamology Kid Land; Monopoli atau Bukan?

Permainan yang maksud tadi bernama Islamology Kid Land. Mungkin teman-teman pernah mendengar atau bahkan memainkannya? Buat yang sudah, sssttt … Jangan berisik. Buat yang belum, yuk kita kenalan bareng.

Sekilas memang mirip dengan permainan monopoli. Coba deh dilihat tampilannya. 

Lembar Permainan Islamology Kid Land

Sejujurnya, saya lupa gimana persisnya penampilan permainan monopoli itu. Tapi secara umum, setuju nggak kalau Islamology Kid Land ini mirip dengan monopoli?

Permainan ini terdiri atas beberapa komponen. Salah satu yang bikin ribet karena harus telaten saat memainkan dan menyimpannya kembali. Hilang satu komponen, ambyar sudah!

 

 

Kartu Langkah dan Kartu Jalan

Terdapat empat (4) atap yang berbeda warna untuk menandai kepemilikan para pemain di setiap negara. Kuning untuk vila, oranye untuk hotel, biru untuk kondominium, hijau untuk rumah safar/ rumah sakit cerdas, dan merah untuk resor di Dubai. Bagian terakhir ini bisa dibilang merupakan jackpot atau bonus paling besar.

Para pemain juga disediakan uang kertas sebagai modal awal. Uang yang digunakan dalam mata uang dinar dan dirham, mulai pecahan satu dinar, dua dinar, sampai 500 dirham. Sewaktu memainkan, saya sempat bingung sampai menggunakan opsi Ask Eyang Google. Soalnya saya bingung dinar dan dirham itu lebih gede yang mana, ya? Haduuuh, begini nih kalau seringnya pegang rupiah melulu.

Sama seperti monopoli, ada dua bertumpuk kartu untuk digunakan bermain. Kartu Langkah dan Ambil Kartu. Setiap pemain yang mendapatkan giliran, harus mengambil Kartu Jalan ini. Jadi, nggak pakai dadu yang dilempar seperti permainan monopoli, ya.

Islamology Kid Land; Permainan Apa Sih?

Meskipun kelihatan mirip permainan monopoli, nyatanya Islamology Kid Land ini berbeda jauh dari monopoli. Permainan edukatif ini dikembangkan dengan tujuan untuk mengenalkan konsep Islam secara utuh kepada anak-anak. Kita dianjukan bisa bermanfaat bagi orang banyak, bukan? Nah, Islamology Kid Land ini ingin mengajarkan mengenalkan diri sebagai Permainan Edukatif yang Mendidik Anak Agar Berinvestasi Secara Cerdas untuk meraih harta yang akan dipergunakan sebagai sarana beribadah.

Menariknya, permainan ini bukan hanya mendorong anak-anak menjadi kaya dan menang saja, namun juga mengajak anak-anak mengenal konsep Islam yang sesungguhnya bahkan langsung praktek saat tengah bermain.

Islamology Kid Land

Ketentuan Permainan

Islamology Kid Land ini bisa dimainkan oleh maksimal empat (4) orang, ya. Buat saya, sulung, dan bungsu, ehh … kurang satu orang nih, siapa yang mau ikutaaan? Berhubung kita sedang social distancing, kamu #DiRumahAja deh, ya. Biar kami bertiga yang main. Sebenarnya, satu dari empat (4) orang pemain akan berperan sebagai pengelola keuangan di Baitul Maal yang bekerja secara sukarela. Berhubung nggak ada sukarelawannya, jadi pengelola keuangan dilakukan bersama-sama deh, ya.

Pertama-tama, tentunya kami menggelar permainan dulu dan menatanya dengan rapi sesuai dengan posnya masing-masing. Permainan dimulai dengan hom pim pah biar adil. Pemain pertama mulai mengambil Kartu Jalan. 

Modal berupa uang kertas dinar dan dirham

Tujuan paling mulia dari permainan edukatif ini adalah bagaimana para pemain bisa mencapai tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Di awal permainan, setiap pemain akan diberikan modal sebanyak masing-masing 20 dinar. Tapi uang segitu tentu nggak cukup ya untuk melaksanakan ibadah haji. Jadi, para pemain mesti pintar dan kreatif agar bisa memperoleh penghasilan lebih. 

Caranya gimana, tuh?

Pemain pertama akan mengambil kartu langkah dan bergerak sesuai dengan informasi yang tertera pada kartu langkah tersebut. Ada beberapa ketentuan yang wajib ditaati oleh setiap pemain, ya:

Pertama, apabila tiba di Sekolah Tahfidz, maka pemain harus berhenti sejenak untuk menyetorkan bacaan di dalam Al Qur’an. Nah, bisa mengasah kemampuan hapalan Al Qur’an ananda di rumah, nih. 

Ada bonus buat anak sholih sholihah. Setiap pemain yang berhasil menyetorkan bacaan Al Qur’an dengan baik, akan diberikan hadiah 300 dirham oleh Baitul Maal. Kabar baiknya, ada empat (4) Sekolah Tahfidz pada permainan ini. Jadi, banyak-banyak berdoa deh biar sering dapat kesempatan singgah di sini, hihihi

 

Tanda kepemilikan properti

Kedua, apabila tiba di kotak Infaq, maka pemain berhenti untuk mengeluarkan sebagian uang yang dimiliki untuk diinfakkan. Memberi bukan hanya di waktu mudah, tapi juga di waktu susah.

Ketiga, apabila tiba di kotak Hapalan Doa atau Hadits Shahih, maka pemain wajib menyetorkan bacaan doa atau hadits. Jangan khawatir, ada hadiah tiga dinar lho dari Baitul Maal. Asyik deh, ananda yang rajin hapalan doa dan hadits bisa menabung banyak, nih.

Keempat, sama seperti di permainan monopoli, pemain boleh membeli tanah dan membangun properti berupa vila, hotel, kondominium, atau rumah safar/rumah sakit gratis di negara-negara tempat pemain berhenti. Jangan lupa, ada zakat yang harus dibayarkan saat membeli dan memiliki properti-properti tersebut, ya.

Kelima, pemain harus berhenti untuk menunaikan ibadah sholat apabila berhenti di kotak sholat. Pemain nggak wajib sholat saat itu juga, sih. Tapi ini memberikan edukasi kepada ananda bahwa saat tiba waktu sholat, maka kita dianjurkan untuk menghentikan aktivitas dan segera mengambil air wudhu. Begitu kan ya, seharusnya?

Ongkos naik haji memang besar, tapi kalau Allah sudah panggil dan memberikan kemudahan, bisa banget, kan? Demikian juga dalam permainan ini. Kalau sudah rezeki, ada lho kotak yang memungkinkan pemain untuk segera berhaji dengan hanya membayar 20 dinar saja. MasyaAllah … Siapa coba yang nggak kepengan?

Selain itu, tersedia pula resor super mewah di Dubai yang boleh dimiliki oleh salah satu pemain saja. Syaratnya, pemain harus sudah berhaji, sudah memiliki rumah safar, dan pernah mengganti bangunan komersil dari vila/hotel/kondominium, menjadi rumah safar. 

Di sini adalah satu pelajaran penting lagi bagi ananda untuk terus melakukan kebaikan. Kenapa? Sebab di rumah safar, apabila ada pemain yang berhenti di sana, maka pemilik rumah safar harus mengeluarkan uang untuk bekal pemain tersebut karena dianggap musafir. Yang suka pelit-pelit, dibully deh selama permainan, hehehe

Kelebihan dan Catatan Penting

Kelebihannya sudah disampaikan di atas, ya. Tapi saya buatkan daftar saja deh, biar lebih bersemangat memainkannya. Intinya, ananda dimotivasi untuk terus melakukan kebaikan, yaitu:

  1. Membiasakan sholat di awal waktu
  2. Bersemangat menghapal doa, hadits, dan bacaan Al Qur’an.
  3. Rajin berbagi baik berupa zakat, infaq, maupun sedekah.
  4. Optimis dimampukan dalam melaksanakan ibadah haji.

Catatan pentingnya, permainan ini menurut saya lumayan sulit dimainkan sendiri oleh anak-anak. Jadi, sebaiknya, orangtua juga ikut bermain atau mendampingi. Selain membantu ananda dalam melakukan permainan sesuai ketentuan, orangtua juga bisa memperoleh banyak manfaat, kan?

Hubungan dengan ananda menjadi lebih erat, bisa bersama-sama meningkatkan hapalan doa, hadits, dan ayat-ayat Al Qur’an, juga saling mengingatkan nih dalam melaksanakan sholat di awal waktu, berbagi, dan saling mendoakan agar dimampukan berhaji sekeluarga.

Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Daaan, meskipun penampakannya mirip monopoli, Islamology Kid Land sama sekali berbeda dari monopoli kan, ya.

Terus, terus … Pada pengen tahu nggak, siapa yang memenangkan permainan ini? Bukan sayaaa … Soalnya hapalan doa, hadits, apalagi ayat-ayat Al Qur’an saya jauh di bawah anak-anak. Jadi kesempatan dapat hadiah jauh juga, wkwkwk

 

Moms and Dads sudah pernah memainkan Islamology Kid Land ini bareng anak-anak di rumah? Gimana kesan-kesannya? Yuk, berbagi cerita di sini. Kali ada yang sama kayak saya, alias kalah melulu.

 

Salam,

Melina Sekarsari

127 comments found

  1. Waaaahh ini mah menarik banget Mba 😀
    biasanya kan cuman diajarin tentang bisnis ya yang monopoli biasa itu, kalau ini lebih islami, asyik dong 😀
    Saya sejak dulu suka main monopoli, anak-anak juga 🙂

  2. Saya baru tahu Mbak Mel ada permainan islamology kid ini. Bagus sekali ya, banyak pelajaran yang didapatkan, jadi selain untuk permainan juga ada ilmunya. Cocok nih buat dimainkan bareng anak-anak. Belinya dimana ya Mbak?

  3. Wahhh, ini menarik buangeettt nih, Islamology Kid Land, bisa mengajarkan nilai2 baik Islam pd anak dengan cara yg super duper menyenangkan!
    Kapan2 aku mau cari ahhh, kece buangett!

  4. WOW!
    Keren banget ini mbak permainannya, sangat mengedukasi bagi anak-anak. Btw, itu harganya berapa mbak? Langsung tanya harga, ha-ha-ha
    Siapa tahu ada rezeki mbak kan bisa beli suatu saat nanti

  5. Sama Doel Sumbang tahu kalau dia penyanyi, mba. Kenal enggak sih, ntar saya ditoyor ama dia SKSD hahahaha.
    Iya ya agak mirip dengan permainan monopoli. Kalau di monopoli memang yang ditekankan tentang ‘berbisnis’ kalau ini lebih tentang hidup secara Islam ya.

  6. Ya ampuun, aku ikut nyanyi di awal tadi…fix kita di era yang sama..hahaha
    Mbak Mel, ini keren banget sih, Islamology Did Land..sepertinya pas nih dimiliki saat di rumah aja begini, gabut mau ngapain lagi sama anak-anak akutuu…
    Ku kepoin dah, pengin belii!

    1. Asyik … Aku jadi backing vocal, deh, hahaha …

      Bener, Mbak. Kok ya pas banget, bongkar-bongkar lemari terus nemu ini. Tadinya mau dibuang-buangin, lha ternyata malah berguna di kondisi ngerem di rumah ini. Anak-anak jadi semakin semangat hapalannya biar kayaaa … Biarpun kayak di board game doang, hihihi …

          1. iya…bisa-bisa pas masuk sekolah lagi kaget mereka..duh!
            Maka mesti pintar-pintar emak cari kegiatan, jangan juga anak sampai enek karena yang dilihat wajah emaknya selama 24 jam. Islamology Kid Land ini bisa jadi pengalihan hihihi

    1. Wahhh … Hatur nuhun, Ambuuu … Berguru sama Ambu nih yang tulisannya hidup dan beraneka cerita.

      Setuju, Ambu. Makanya berulangkali main, saya kalah melulu, hahaha …

  7. Saya malah baru tahu tentang islamology kid land ini dari artikel Mbak. Hehehe
    Tapi kayanya sama dibandingkan anak saya juga akan kalah dalam permainan ini.

  8. Menurut daku ini games menyelipkan edukasi agama yang tidak terkesan menggurui. Jadinya untuk anak-anak selain menghibur tentunya akan terekam oleh dia, bahwa ada tujuan penting yaitu untuk pergi ke tanah suci, kalau pas di tempat solat ya solat, walau sih bisa dikasih ide lagi misalnya kasih timer gitu langsung wudhu, hehe.

    Islamology Kid Land ini bisa dimainkan mungkin untuk yang sudah TK ya kak, kalau untuk SD makin seru lagi jadinya karena sudah mulai mengerti

    1. Betuuul … Seru banget mainnya. Bisa belajar tapi sambil ketawa-ketawa seru.

      Anak TK agak susah menurutku. Mesti ekstra didampingi orangtua. SD lah idealnya.

  9. Ahahhaa iyaa mirip monopoli tapi beda banget ya mbak? Main sambil maksa belajar haha.
    Jd pengen punya juga mbak, lumayan tu bisa dipakai ngisi waktu main sama keluarga khususnya anak2 selama ngikutin aturan di rumah aja kek sekarang 😀

  10. MasyaAllah… sebagai orang tua saya turut senang ada permainan seperti ini. Bisa mengajarkan edukasi Islam kepada anak dengan cara yang menyenangkan. Sayangnya anak saya masih balita untuk diajak main ini. Semoga nanti pas sudah lebih besar bisa memainkannya.

  11. Seru juga ya Mbak mainnya. Kapan lalu aku juga nemu monopoli di toko buku, ku beli juga buat nostalgia hihihi

    Btw belinya dimana nih mbak? Aku jadi pingin kadoin ponakan nih

  12. Wah bagus ya kak.permainan ini.bisa mengajarkan dasar2 agama pd ananda tercinta. Jadi bawaannya Tdk seperti di larang ini itu..karena ini permainan dengan aturan yg hrs ditaati. Kalau ada versi digitalnya lebih menarik sptinya kak untuk era digital jmn now

    1. Sepakat, Mas. Sangat bermanfaat nih di tengah kegiatan anak-anak yang #DiRumahAja. Lebih asyik versi manual gini sih menurutku, hihihi … Puas pegang kartu dan segala macamnya.

  13. Ini sih beneran seru banget deh dan baru tau banget aku tuh ada permainan keren kaya gini, jadi pengen buru-buru beli biar bisa ajak anak-anak main seru banget

  14. Wah asiknya mbak, kayak Monopoli tapi versi Islaminya ya. Pengen juga deh punya ini Islamology Kid Land saat anak sudah agak gede. Biar ada kegiatan edukatif dan Islami gini hehe

  15. Keren banget ini permainannya. Baru tau saya ada permainan kayak gini. Pasti seru mainnya ama anak2. Bisa bantu muroja’ah juga sambil main game.

  16. Inspiratif nih Mba Melina, mau tau dong belinya di mana.. pas banget buat dimainin bareng anak2 buat spending time di bulan Ramadhan yg telah menjelang di depan mata tgl 24 nanti. Tfs ya Mbak, berfaedah sekali ini.

  17. Anak-anak baru kenal permainan monopoli dan mereka seneng banget, kalau bisa main islamology kid land kayaknya bagus banget ya, selain bermain juga bisa mengajarkan Islam dengan cara menyenangkan

    1. Iya, Mbak. Monopoli dan sejenisnya ini kan memang mengasah nalar pemain, ya. Nah, di sini karena hapalan tuh ada uangnya, pasti pada semangat buat kebut-kebutan menghapal, hihihi …

  18. Alhamdulillah. Terima kasih loh infonya. Baru tahu ada mainan islamikidz kayak gini. Jadi ingin beli buat main di rumah juga, bersama Alfatih dan Aldafi. Cocok, pas buat kami berempat.

  19. Kayaknya dulu pernah lihat islamologi ini dipromosikan oleh teman. Sempat pengen beli tapi gak jadi. Ya karena anakku masih pada kecil hehe. Ternyata mbak Mel punya yaaa. Iya ini memang mirip monopoli

  20. waah, jadi ingat kalau masa kecilku sering main kek gini tapi namanya monopoli atau apa yak, lupa aku hahaha
    permainan yang gak ada habisnya, susah nentuin siapa yang menang dan kalah

  21. Asyik ya mbak, ada permainan yg mengedufikasi seperti ini. Dikemas mirup monopoli tp sarat makna pembelajaran ttg islam. Rumah Safar, Sholat, Haji, baca Al Quran dan lainnya. .
    Saya suka edukasi melalui permaian spt ini, karena alam bawah sadar anak yg diambil.

  22. Wow mainannya keren sekaliii, bermain sekaligus belajar tentang islam, bisa dilalukan dalam satu langkah. Anak-anak juga pasti suka metoda belajar yang seperti ini. Dan karena sistemnya bermain, biasanya nyantol di otak. Sayangnya sudah lupa ya dulu beli di mana, cari-cari dulu deh di marketplace siapa tau nemu

  23. Permainan yang sekaligus mengenalkan konsep Islam pada anak, permainan yang bagus banget ini. Bagi para muslim tentunya harus punya nih permainan ini. Apalagi konsepnya mirip sama monopoly, aku dulu emang kalau udah main monopoly itu gak mau berhenti main

  24. Mbaaak, saya baru tahu ada permainan seru begini. Kira-kira bisa beli di mana ya Islamologi kid land ini? Apa cuma ada di toko online? Saya mau beli, sepertinya bagus untuk memancing anak-anak menghafal Al-Qur’an dan hadist nih.

  25. Baru tahu ini. Keren banget permainan ini mbak. Jadi pengen punya buat anak-anak. Secara tidak langsung kita menanamkan nilai Islam saat bermain.

  26. Wah seru juga permainan ini. Dulu sering mainin ini pas Ramadan waktu masih SDlah. Hehe … sekalian anak belajar mengenal Islam lewat permainan, oke juga dicoba. Belinya di mana, ya? Di marketplace?

  27. Kalo udah bisa bermain monopoli berarti gak akan kesulitan bermain dengan ini ya, mba? Ahhh.. jadi pengin punya juga dehhh..

  28. Ini permainan menarik buat anak anak mbak, gak bakalan bosen dirumah Aja hehe. Sambil belajar dan bermain, sama permainan yang kayak Monopoly Syariah ini. :)) Asiknya lagi kalo dapetinnya mudah. Kalo anakku udah rada gede, mau juga aku belikan juga mbak :))

    1. Berarti Mbak Marita lebih muda dari aku. Selamat! Hahaha … Iya, dulu kayaknya harganya lumayan, ya. Kok aku bisa lupa pernah keluarin duit segitu, hihihi …

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.