Lewat Indscript Creative; Indari Mastuti Sukses Berbisnis dari Rumah

Perempuan yang telah berkeluarga selalu dihadapkan dengan pilihan sulit, antara karir atau rumah tangga. Apalagi jika telah menduduki posisi strategis dan gaji yang menggiurkan di sebuah perusahaan. Kembali ke rumah, mengurus anak, pasangan, dan segala macam urusan domestik, adakah harga yang pantas untuk menukarkan karir yang cemerlang dengan itu semua?

Bahkan, nggak jarang keluarga atau karir sudah harus dipilih saat seorang perempuan akan melangkah ke jenjang pernikahan. Belum apa-apa sudah harus memilih, nih. Selain soal pendapatan, memangnya tinggal di rumah setelah selama bertahun-tahun bekerja itu nggak akan menjemukan?

Bisa jadi demikian kalau seorang perempuan hanya menempatkan diri sebagai pasangan dan menangani urusan domestik saja. Tapi kalau perempuan itu memutuskan untuk berkarir dari rumah, tentu saja lain ceritanya. 

Berkarir dari rumah, bisakah sesukses berkarir di perusahaan? 

 

Indari Mastuti; Founder Indscript Creative

Indscript Creative, brand ini mulai saya kenal seliweran di jagat maya sejak beberapa tahun lalu. Mungkin sudah berkibar jauh lebih lama dari itu tapi saya yang nggak tahu. Membahas soal Indscript Creative, nggak akan pernah lepas dari Indari Mastuti. Sosok muslimah anggun yang menjadi founder dari Indscript Creative. Beliau akrab disapa Teh Indari.

Indari Mastuti (Sumber: Instagram @indarimastuti)

Telah menjadi penulis sejak tahun 2004 dan amat sangat mencintai dunia kepenulisan, Teh Indari memutuskan untuk mengundurkan diri dari karirnya di bidang telekomunikasi. Di tahun 2007, dirinya sudah mantap menikah dan memilih untuk total berprofesi sebagai penulis. Sederhana saja, dia ingin menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya.

Sungguh sebuah cita-cita yang mulia meskipun saya sendiri bisa membayangkan, pasti nggak mudah melakukan itu semua. Teh Indari mantap mendirikan Indscript Creative, sebuah agency naskah yang menyediakan jasa kepenulisan, berbekal ilmu yang pernah diperolehnya di sebuah penerbitan di Indonesia. Ide mendirikan Indscript Creative sendiri berawal dari buku yang pernah dibacanya, berjudul Desctop Publisher. Buku ini menceritakan tentang agency naskah di luar negeri yang sangat berkembang.

Indscript Creative; Tempatnya Para Penulis

Sewaktu Teh Indari bercerita bahwa ingin total menjadi penulis, saya pikir beliau betul-betul mendedikasikan diri sebagai penulis. Menuliskan ide-ide yang ada di kepalanya, mengirimkannya ke penerbit, menjadi sebuah buku, dan menantikan buku-bukunya laris menghilang dari rak-rak toko-toko buku favorit. 

Ternyata lebih dari itu. Semakin banyaknya permintaan naskah yang nggak bisa beliau tuliskan sendiri karena memang nggak memiliki latar belakang yang mumpuni di bidang tersebut, beliau bergerak untuk merangkul penulis-penulis lain. Penulis pertama yang diajaknya bergabung adalah Bang Aswi, Anton, dan Tati. Bang Aswi sendiri saat ini berprofesi sebagai seorang blogger di Bandung. 

Luar biasa! Kesempatan berdatangan tetapi nggak digunakan sendiri, melainkan menciptakan peluang bagi teman-teman lainnya. 

Indscript Creative memang didirikan sebagai sebuah agency naskah. Dari cerita Teh Indari, pada masa itu, nggak mudah mengajak penulis-penulis untuk bergabung. Di masa itu, agency naskah belum banyak dikenal. Para penulis lebih suka menulis sendiri lalu berhubungan langsung dengan penerbit. 

Tapi Teh Indari sama sekali nggak gentar. Beliau terus mencari penulis sebanyak-banyaknya untuk diajak bergabung ke bisnis jasa kepenulisan miliknya itu. Bukan hal mudah, apalagi media sosial kala itu belum segemerlap hari ini. Teh Indari ingat betul, pernah mencari penulis juga lewat Yahoo dan Friendster. Kalau ingat Friendster, rasanya-rasanya saya ikutan terlempar ke masa muda. 

 

Indscript Creative; Berani Jadi Aneh

Setiap pebisnis selalu ditantang untuk menciptakan produk atau jasa yang berbeda. Ini akan menjadi keunggulan atau ciri khas suatu produk atau jasa sehingga mudah dikenali, membuat orang penasaran, dan akhirnya tertarik untuk membeli.

Demikian halnya dengan Indscript Creative. Menjual jasa kepenulisan, ide kreatif apa yang bisa ditawarkan oleh agency naskah ini? 

Umumnya, penulis akan mengirimkan naskah full untuk ditawarkan kepada penerbit. Indscript Creative berani tampil beda! Mereka menawarkan ratusan judul buku saja! 

What? Judul buku saja? Wah, apa nggak seperti membeli kucing dalam karung tuh, ya? Eits, tunggu dulu. Tentunya bukan betulan judulnya saja dong, ya. Ada langkah lanjutannya.

 

Meskipun terkesan menabrak aturan, tapi ‘pola aneh’ ini nyatanya berhasil membuat Indscript Creative melesat namanya. 

Cara kerja mereka terhitung menarik. Penerbit dipersilakan memilih judul buku yang disukai. Setelah itu, Indscript Creative akan mengirimkan outline beserta contoh penulisannya. Jika cocok, maka proses penulisan akan dilanjutkan sesuai dengan deadline yang diminta. 

Nggak tanggung-tanggung, mereka berani berkomitmen menyelesaikan naskah hingga selesai, sekaligus hingga buku siap cetak. Apakah ini menguntungkan bagi penerbit? Yes, tentu saja. Kehadiran Indscript Creative dengan konsep ‘aneh’-nya ini dinilai menarik bagi penerbit yang mungkin saja nggak memiliki SDM yang cukup agar bisa memperoleh pra cetak buku hingga terbit. Luar biasa!

Kalau sudah menyimak bagian ini, saya setuju sekali kalau Teh Indari memang benar-benar seorang pebisnis. Beliau tahu betul kebutuhan sasaran bisnisnya. Indscript mulai banjir orderan. Enak ya, bisnis baru dimulai, eh sudah banjir orderan yang artinya banjir penghasilan juga, dong. 

Cerita-cerita begini nih, yang membuat banyak orang berstatus karyawan ingin buru-buru resign dan menjadi pebisnis saja. Cuannya guriiih … Begitu kira-kira bayangannya.

Saat Indscript Creative Mengalami Masa-Masa Suram

Selama berteman dengan mereka yang berprofesi sebagai pebisnis, selalu ada cerita suka sekaligus dukanya. Ada yang mengalami masa-masa sulit di awal, ada juga yang masa-masa sulit itu perlahan datang justru ketika sedang jaya-jayanya. Bagaimana dengan Indscript Creative? 

Sempat berjaya di awal, nyatanya Indscript Creative pun pernah mengalami kemunduran di akhir tahun 2009. Baru dua tahun dan masa-masa sulit itu datang. Jumlah pesanan buku sebanyak 60-100 judul dalam satu bulan nggak dibarengi dengan kerjasama yang cantik antar tim di dalamnya. Data dari divisi marketing nggak sejalan dengan divisi produksi. Akibatnya, mereka loss control, kualitas buku menurun, dan bagian akhirnya adalah mengecewakan banyak penerbit.

Perusahaan mengalami kemunduran dan berada di ambang kebangkrutan. Positifnya, Teh Indari nggak kehilangan semangat karena ini memang passion-nya. Beberapa kebijakan harus diambil meskipun pahit, yakni memberhentikan karyawan dan hanya memilih mereka yang benar-benar terbaik. 

Berpikir dan Mengevaluasi Diri

Datangnya beragam persoalan selayaknya membuat kita berpikir lebih bijaksana. Demikian juga yang dirasakan oleh Teh Indari. Beliau mencoba berpikir dan melakukan introspeksi diri, di antaranya:

Kesadaran untuk belajar lebih banyak lagi tentang bisnis. Bahwasanya bisnis bukan hanya tentang sebanyak apa permintaan yang datang tapi juga bagaimana Indscript Creative mampu men-deliver permintaan pelanggan secara maksimal dan menjadikan mereka pelanggan setia.

Kesadaran bahwa dirinya harus bisa menjadi lebih baik dalam menjalankan bisnis dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya

 

Indscript Creative; Hari Jadi ke-13

Tahun 2020 ini, Indscript Creative merayakan hari jadinya yang ke-13. Layak diacungi jempol, dong. Setelah melalui masa-masa krisis di akhir tahun kedua berdirinya, nyatanya Indscript Creative sampai juga pada tahun ke-13. Tentu, ada banyak upaya yang dilakukan Teh Indari untuk bangkit dari keterpurukan. 

Sebagai sesama perempuan, tentunya saya bangga sekali dengan optimisme beliau. Memiliki mental yang kuat mutlak diperlukan dalam berjuang. Jangan sekali jatuh, kemudian menyerah. 

Sumber: Indscriptcreative.com

Dari Teh Indari, saya belajar banyak bahwa berhenti sejenak itu penting. Memberikan waktu kepada kita untuk berpikir dan mengevaluasi diri. Setelahnya, harus ada langkah konkret untuk bangkit segera dari keterpurukan. 

Berpikir Tentang Bagian Terdekat dari Diri Kita

Seringkali kita berpikir terlalu jauh. Padahal, kebermanfaatan dalam bisnis bisa kita berikan kepada bagian terdekat dari diri kita. Seperti yang dilakukan Teh Indari. Beliau mengembalikan lagi tentang keinginan awal dirinya ingin menjadi penulis, bahwa ingin menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Lantas, kenapa nggak menggandeng sesama perempuan untuk bersama-sama menulis?

Dari sini, lahirnya komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Komunitas inilah yang menjadi pelengkap bagi Teh Indari di masa-masa sulit. Teh, saya bangga lho menjadi bagian dari Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) ini.

Memaknai Semua Hal Secara Sederhana

Punya bisnis, menghasilkan banyak uang, dan bisa membeli apa saja. Ini adalah yang terpikir oleh saya. Ternyata Teh Indari pun pernah memiliki pemikiran yang sama dan baginya itu salah.

Allah berkuasa membolak-balikkan kondisi begitu cepat. Semula berjaya kemudian terlunta. Apapun kondisi bisnis kita, tetap sederhana adalah pilihannya. Nggak perlu bermewah-mewah karena apa yang kita punya dapat diambilNya kapan saja. Jleb!

Berani Menerima Peluang dan Mulai Membangun Branding

Teh Indari sangat bersyukur pernah menerima tawaran menuliskan biografi tokoh pengusaha Brownies Amanda saat usahanya tengah menurun dulu. Dirinya belum pernah menulis biografi tapi kemudian merasa tertantang. Tak dinyana, penulis biografi tersemat ke dalam dirinya. Menjadikan personal branding pada diri Teh Indari.

Ada kalimat hasil kesimpulan saya sendiri. Jika ingin berbisnis, jangan membatasi diri. Terima peluang yang datang. Juga tanyakan pada diri kita sendiri, kita ingin dikenal sebagai apa?

Menggali Potensi yang Dimiliki

Bisnis terpuruk, banyak utang menanti diselesaikan, Teh Indari berdiskusi dengan suaminya mengenai layak nggaknya mencoba bisnis baru. Atas saran suaminya, Teh Indari memilih menggali potensi yang dimilikinya dengan cara mengikuti berbagai kompetisi bisnis. Teh Indari mengenal dirinya dengan baik. Dia yang suka berbisnis dan membuat perencanaan. 

Hasilnya, beliau berhasil meraih Perempuan Inspiratif Nova 2010, disusul dengan pencapaian pada kompetisi-kompetisi berikutnya. Berbagai pencapaian ini menambah portofolionya di hadapan klien. Hebat, ya!

Mencari Mentor Bisnis

Mengikuti kompetisi bisnis membuat Teh Indari akhirnya mengenal mentor bisnis. Mereka lah yang membantu para pemenang atau finalis untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya. Mentor bisnis ini memang sangat diperlukannya. Terlebih, mengingat beliau memulai bisnis secara otodidak.

Terus Berinovasi

Dunia terus bergerak. Kreativitas pun harus terus diasah. Sebuah bisnis perlahan akan tergerus oleh para kompetitornya apabila nggak ada inovasi yang dilakukan. Pelanggan selalu membutuhkan wajah-wajah produk atau jasa yang baru. 

Indscript Creative berinovasi terus dan terus. Dimulai dengan berdirinya Sekolah Perempuan di tahun 2013, Indscript Direct Selling di tahun 2014, meleburnya Indscript Direct Selling menjadi Indscript Training Center, sempat menjadi produsen handsock di tahun 2017 – lalu memutuskan untuk fokus pada dunia kepenulisan, menciptakan rangkaian guidance book di tahun 2018, mengubah nama Indscript Training Center menjadi Indscript Businesswomen University di tahun 2019, dan di tahun 2020 ini mulai melebarkan sayap memberikan training kepenulisan agar tembus ke penerbit mayor.

Impian Indscript Creative

Hari jadi ke-13, Indscript telah mengukuhkan diri membangun Corporate Social Responsibility (CSR) dengan program pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia, dan berbagai donasi lainnya sumber pendanaannya diambil dari 10% omzet. MasyaAllah … Berkah berlimpah untuk Indscript Creative! Aamiin.

Lewat Indscript Creative, Teh Indari berhasil membuktikan bahwa setiap perempuan bisa berdaya dari rumah. Beliau juga berhasil membuktikan bahwa menjalani bisnis sesuai passion, akan membuat kita lebih tangguh untuk kembali bangkit saat masa-masa suram datang.

Setelah berbagai inovasi yang terus dilakukan dan program CSR yang mulia, Teh Indari masih ingin terus menyemai impian. Beliau ingin di tahun 2024 nanti dapat memiliki 15 ribu jaringan pemasaran yang berasal dari perempuan khususnya ibu rumah tangga, agar mereka dapat produktif dan menghasilkan meskipun dari rumah saja. 

Semoga terwujud ya, Teh. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

 

Salam,

Melina Sekarsari

About

Mom of two kids, living within good books and extraordinary people

145 Comments

  • maria May 2, 2020 at 7:17 pm Reply

    IBu Indari Mastuti ini mungkin satu dari sekian banyak perempuan yang berani mengambil keputusan untuk mundur menjadi karyawan dan merintis karir dari rumah. Dan nyatanya berhasil. Salut sama perempuan-perempuan seperti beliau

    • melinase May 3, 2020 at 2:16 am Reply

      Betul, Mbak. Jodoh setiap orang dalam setiap perjalanan nggak ada yang tahu, termasuk perjalanan bisnis.

    • Nanik Nara May 4, 2020 at 2:54 pm Reply

      saya salut sama beliau, memutuskan resign demi keluarga namun tetap bisa berkarya dari rumah. Keluarga terhandle dengan baik, hobby pun bisa disalurkan dan mendatangkan uang

      • melinase May 4, 2020 at 3:20 pm Reply

        Nah, paket lengkap banget ya, Mbak. Saya pernah mencoba berbisnis dan terus terang waktu betul-betul tersita malahan.

  • Tammy May 2, 2020 at 7:49 pm Reply

    IIDN adalah grup menulis pertama yang saya ikuti. Gara-gara gabung IIDN saya berani mewujudkan impian saya waktu remaja yaitu punya blog. Alhamdulillah secara perlahan bisa menghasilkan.

    • melinase May 3, 2020 at 2:17 am Reply

      Wah, nggak akan terlupakan dong, ya. Saya malah baru banget bergabung di IIDN.

  • Okti Li May 2, 2020 at 9:55 pm Reply

    Contoh yg sangat menginspirasi
    Sejak 2011 saya ikut IIDN Teh Indari orangnya memang aktif dan kreatif

    • melinase May 3, 2020 at 2:17 am Reply

      MasyaAllah … Teh Okti mah beneran senior saya. Saya baru banget bergabungnya.

  • Mutia Ramadhani May 2, 2020 at 10:36 pm Reply

    Sosok perempuan yang satu ini memang layak menjadi panutan, khususnya kita yang tergabung dalam IIDN. Saya masih anggota baru di komunitas ini, tapi ikut kagum dengan profil beliau.

    • melinase May 3, 2020 at 2:18 am Reply

      Sama, saya pun baru nih, Mbak. Senang bisa berkenalan dengan sosok Teh Indari meskipun belum pernah ketemu langsung.

  • Mutia Ramadhani May 2, 2020 at 11:43 pm Reply

    Program Berani Jadi Aneh-nya unik banget ya mba. Tapi ini kece loh, khususnya buat mereka penulis pemula yang jago nulis, tapi mentok di ide atau bingung mau bikin buku apa. Tinggal baca outlinenya dan lanjut berkarya.

    • melinase May 3, 2020 at 2:18 am Reply

      Nah, bener tuh, Mbak. Menginspirasi banget, ya.

      • Mutia Ramadhani May 7, 2020 at 10:18 pm Reply

        Bu Indari sangat inspiratif. BTW, 24 Mei ini Ibu-Ibu Doyan Nulis genap 1 dekade loh. Hebat yaaa

        • melinase May 8, 2020 at 11:05 am Reply

          Wah, benarkah? Idih, Mbak Tia kok hapal banget? Keceee …

  • Maria May 3, 2020 at 2:55 am Reply

    Senang baca tentang perempuan hebat

    Semoga semakin banyak perempuan hebat di Indonesia ya? Sehingga angka KDRT kita bisa turun

  • YSalma May 3, 2020 at 3:16 am Reply

    Sangat menginspirasi sekali apa yang dilakukan oleh Teh Indari Mastuti dalam membungun dunia literasi ya.
    Semoga Indiscript creative dan IIDN semakin sukses ke depannya.

    • melinase May 3, 2020 at 10:57 am Reply

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Semoga impian beliau dalam merangkul dan memberdayakan perempuan tercapai, ya.

  • Lia Yuliani May 3, 2020 at 5:05 am Reply

    Teh Indari memang keren, pernah mandapat berbagai penghargaan bergengsi di dalam negeri. Banyak belajar dari beliau. Salut dengan karyanya dan perannya dalam memberdayakan perempuan

    • melinase May 3, 2020 at 10:58 am Reply

      Iya, dari rajinnya beliau mengikuti kompetisi bisnis itu ya, Mbak. Aku jadi bertanya-tanya, peran diri sendiri ke sesama perempuan apaan, hihihi …

  • Arai Amelya May 3, 2020 at 5:44 am Reply

    Sungguh menginspirasi sekali bu Indari ini. Satu langkah kecil, berdampak luar biasa besar. Banyak orang dapat manfaatnya. Manusia yang hidupnya tidak sia-sia. Saya juga ikut IIDN meskipun belum Ibu-Ibu hehe

    • melinase May 3, 2020 at 10:59 am Reply

      Memang seharusnya bisnis seperti itu ya, Mbak, mendatangkan manfaat untuk sebanyak-banyaknya orang. InsyaAllah biar berkah berlimpah hasilnya.

  • Muyassaroh May 3, 2020 at 5:47 am Reply

    Ide-idenya Teh Indari ini keren banget, nggak pernah kehabisan ide. Dulu, pernah belajar menulis juga sama beliau, banyak ilmu saya dapatkan, Mbak. Dan lagi, orangnya positif banget, bikin kita jadi terlecut untuk fokus mengejar target 🙂

    • melinase May 3, 2020 at 11:00 am Reply

      Pantesan Mbak Muyass ini keren banget. Ternyata berlatih langsung dari mentor yang hebat.

  • Santi suhermina May 3, 2020 at 6:08 am Reply

    Dulu aku sering g ikutan kelasnya teh Indari. Dari sini akhirnya punya banyak teman di dunia maya dan jaringan. Seneng deh bisa terhubung dgn perempuan 2 yg berdaya. Alhamdulillah inspiratif, gegara itu sekarang aku dah punya bbrp buku solo dan tetap berbisnis dari rumah. Keren teh Indari mah

    • melinase May 3, 2020 at 11:01 am Reply

      Sekarang udah mau ada solo baru lagi ya, Mbak? Keren euy produkif sekali. Aku naskah solo masih ngumpet aja nih di balik laptop. Perlu dipecut memang sama seorang guru, hihihi …

  • Ristin May 3, 2020 at 6:09 am Reply

    Benar2 businesswoman, sering denger nama ibu Indari tapi baru tau crt lengkapnya dari blog ini, inspiratif banget 🙂

    • melinase May 3, 2020 at 11:01 am Reply

      Dulu banget kukira beliau itu penulis biasa, loh. Eh, ternyata lebih dari itu. Beneran terinspirasi. Malu sama diri sendiri yang merasa udah deh segini aja.

  • Uli May 3, 2020 at 7:20 am Reply

    Wow keren dan baru tahu awal mula bisnis beliau, semoga kisah inspirasi inj membuat kita mau berkarya

    • melinase May 3, 2020 at 11:02 am Reply

      Iya ya, Kak. Beliau orangnya tuh total banget, nggak setengah-setengah. Sambil nunjuk diri sendiri, nih.

  • Fenni Bungsu May 3, 2020 at 9:02 am Reply

    Daku pernah lihat nama Indscript Creative itu di internet, tapi belum tahu pendirinya. Waktu itu lagi searching gimana cara menerbitkan buku. Cuma baru sebatas itu juga tahunya. Kisah bagaimana pendirinya baru membacanya melalui tulisan kak Melina ini.

    • melinase May 3, 2020 at 11:03 am Reply

      Alhamdulillah, senangnya bisa ikutan berbagi tulisan tentang perempuan yang menginspirasi. Butuh banget loh melihat sosok orang hebat begini. Apalagi kalau kondisi sedang naik turun nggak jelas begini, ya?

  • Dyah ummu AuRa May 3, 2020 at 10:04 am Reply

    Inspiratif banget emang mbak indari mastuti ini ya mbak. KEnal beliau waktu ngepoin IIDN.

    • melinase May 3, 2020 at 11:04 am Reply

      Iya, makanya mau gabung di IIDN. Pengen tahu lebih banyak, hihihi …

  • muna May 3, 2020 at 10:11 am Reply

    Masyaallah inspiratif sekali kisah teh indari ini ya mbak mell,
    Memang kalau sudah passion gak akan mudah menyerah, dan penting memang untuk kita tahu potensi diri dan mau terus menggali,
    Nice sharing

    • melinase May 3, 2020 at 11:05 am Reply

      Iya. Itulah kalau mengerjakan bisnis sesuai passion. Capeknya nggak seperti kalau mengerjakan sesuatu yang nggak kita suka. Pastinya juga impian bakal dikejar terus.

  • Nanik Nara May 3, 2020 at 10:43 am Reply

    Sudah 13 tahun ya, dan tetap bertahan di dunia penulisan. Emang butuh kreativitas tinggi ya kalau mau terus bisa bertahan dan juga berkembang, termasuk program “Berani Jadi Aneh” ini

    • melinase May 3, 2020 at 11:05 am Reply

      Iya, 13 tahun itu lumayan lama, loh. Mana pernah di ambang kebangkrutan pula. Makanya itu, rasanya aku tuh belum siap kalau mencetuskan ide aneh.

  • BayuFitri May 3, 2020 at 1:11 pm Reply

    ternyata ini mbak indari mastuti yg founder IIDN…menginspirasi sekali ya kisah beliau..salut banget..

    • melinase May 3, 2020 at 3:18 pm Reply

      Betul, ayo kenalan dulu lewat kisahnya beliau sebelum ketemu langsung, hihihi …

  • Dian May 3, 2020 at 3:14 pm Reply

    Teh indari ini luar biasa
    Beliau sukses membuktikan, bahwa dari rumah bisa berdaya klo kita berusaha dgn sungguh sungguh

    • melinase May 3, 2020 at 3:18 pm Reply

      Tekadnya beliau itu kuat banget, tangguh, dan penuh ide cemerlang. Salut! MasyaAllah …

  • Nisya Rifiani May 3, 2020 at 3:21 pm Reply

    Wah mba indari ini emang berbakat banget…
    saya juga gabung di komunitas iidn (walaupun belum jadi ibu-ibu, sih), tappi nggak aktif…
    karena saya terikat kontrak dengan kantor jadi lebih fokus menulis untuk kepentingan kantor…

    • melinase May 4, 2020 at 12:20 am Reply

      Wah, pekerjaan di kantor memang berhubungan dengan kepenulisan ya, Mbak. Kayaknya seru banget, ya.

  • Nychken Gilang Bedy S May 3, 2020 at 7:55 pm Reply

    semangat dan konsistensi dari Teh Indari memang luarbiasa deh

    • melinase May 4, 2020 at 12:21 am Reply

      Patut dicontoh nih terutama oleh aku yang semangatnya sering terang redup macam bohlam mau putus, hihihi …

  • Meykke Santoso May 4, 2020 at 4:17 am Reply

    Wah sudah 13 tahun dan juga sudah mengalami masa pasang surut membangun indiscript ya mbak, keren banget. Baca ini jadi pingin gabung IIDN juga mbak, makasih ulasannya.

  • hani May 4, 2020 at 5:20 am Reply

    Berkat Sekolah Perempuan, aku bias nulis buku solo. Dan lanjut nulis buku-buku lainnya. Indari Mastuti memang role model aku sih. Ide kreatifnya engga habis-habis…

    • melinase May 4, 2020 at 9:11 am Reply

      Wah, ternyata Bunda Hani salah satu muridnya Teh Indari, ya. Jadi kepengen berguru langsung juga, nih.

  • Gita Siwi May 4, 2020 at 5:25 am Reply

    Saya ikut bangga kalau ada perempuan kayak bu Indari ini. IIDN itu komunitas yang mempertemukan ibu ibu yang doyan nulis dengan berbagai latar belakangnya ya. Great!

    • melinase May 4, 2020 at 9:12 am Reply

      Betul, Mbak. Merangkul sesama perempuan agar bisa semuanya berdaya, ya.

      • Gita Siwi May 6, 2020 at 9:22 pm Reply

        Nah intinya memang mau ya karena saat ini media sudah sangat membantu. Senang juga kalau info ini terus bergulir

  • Farida Pane May 4, 2020 at 5:28 am Reply

    Hebat, deh. Tetap dapat berkarya walau tidak bekerja di kantor. Malah jadi bisa bikin banyak orang ikut berkarya juga, ya

    • melinase May 4, 2020 at 9:13 am Reply

      Iya. Beliau pintar banget mengelola waktu antara bisnis dan keluarga. Patut dicontoh.

  • Wiwin Pratiwanggini | A Lifestyle Blogger May 4, 2020 at 5:35 am Reply

    Selamat ulang tahun, Indscript Creative. Semoga akan selalu menjadi inspirasi buat para perempuan. Semoga juga selalu memberikan wadah bagi perempuan yang ingin berdaya dari rumah.

    • melinase May 4, 2020 at 9:13 am Reply

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin … Semoga kita juga bagian dari perempuan berdaya tersebut ya, Mbak.

  • Shafira Adlina May 4, 2020 at 6:57 am Reply

    wah mbak melina lengkap sekali tulisannya. aku jadi baru tau sejarah IIDN dan lebih mengenal sepak terjang mbak indari, luar biasa ya. bisa memberdayakan diri sendiri bahkan orang lain, masya Allah

    • melinase May 4, 2020 at 9:14 am Reply

      Alhamdulillah, semoga bisa menginspirasi banyak perempuan hebat di luar sana ya, Mbak.

  • gemaulani May 4, 2020 at 9:57 am Reply

    Masyallah luar biasa sekali teh Indari dan Indscript Creative nya. Bahkan diambang kebangkrutan pun beliau enggak menyerah sungguh menginspirasi. Udah 13 tahun ya, ada komunitas ibu-ibu doyan nulis juga 🙂

    • melinase May 4, 2020 at 11:31 am Reply

      Iya. Jadi ingat dulu aku berkali-kali bisnis, gagal, lalu kapok. Baru kusadari, berbisnis bukan di passion kita akan seperti daya juangnya, hiks hiks …

  • Triyatni May 4, 2020 at 10:21 am Reply

    Mbak Indari keren banget MasyaaAllah sangat mengispirasi. Sukses terus buat Indscript Creative! Semoga saya juga bisa seperti Mbak Indari aamiin

    • melinase May 4, 2020 at 11:31 am Reply

      Keren ya, Kak. Aku jadi tersentil baca kisah-kisah perjalanan bisnis beliau. Aku aamiinkan juga, yaaa …

  • Lidia May 4, 2020 at 11:48 am Reply

    Saya pernah baca kisah mb indari ini sangat menginspirasi sekali ya k, semoga selalu sukses juga untuk Indscript ke depannya, aamiin

    • melinase May 4, 2020 at 1:35 pm Reply

      Iya, Mbak. Saya yang sedang down ini jadi bersemangat, deh. Alhamdulillah dapat kesempatan membaca kisah perjalanan bisnis beliau.

  • Nofrini Susanti May 4, 2020 at 2:06 pm Reply

    Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berbisnis dari rumah. Canggihnya teknologi memudahkan kita untuk tetap menghasilkan meskipun hanya dari rumah.

    • melinase May 4, 2020 at 2:16 pm Reply

      Betul banget, Mbak. Dimulai aja dulu, ya.

  • lita chan lai May 4, 2020 at 2:13 pm Reply

    Perempuan yang sangat menginspirasi sekali. aku jadi pengen gabung dg komunitas menulisnya. tapi ga tahu caranya.

    • melinase May 4, 2020 at 2:15 pm Reply

      Gabung di grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) udah belum, Kak? Ada di FB grupnya.

  • Padil May 4, 2020 at 5:44 pm Reply

    Keren perjuangan Indscrip. Semoga terus menelurkan perempuan-perempuan produktif. Aamiin.

    • melinase May 5, 2020 at 1:01 am Reply

      Betul sekali. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

  • ojoj xperience May 4, 2020 at 11:57 pm Reply

    Mantap nih Indscript creative, bisa menginspirasi banyak wanita diluar sana yang juga ingin berbisnis.

    • melinase May 5, 2020 at 1:05 am Reply

      InsyaAllah … Semoga banyak yang bisa mengambil pesan pentingnya.

  • Anisah Widyastuti May 5, 2020 at 4:20 am Reply

    Keren nih,aku ngefans pengen banget ketemu sama mba Indari untuk bisa menyerap banyak ilmunya,alhamdulillah sudah dishare tentang beliau,makasih ya kak.

    • melinase May 5, 2020 at 9:08 am Reply

      Sama-sama ya, Mbak. Aku pun senang bisa turut mengambil hikmah dari kisah perjalanan beliau. Pas banget waktunya.

  • Damar Aisyah May 5, 2020 at 4:34 am Reply

    Saya kepikiran nulis secara profesional ya karena Teh Indari kok. Emang Indscript ini sangat inspirasi, inovatif. Adaaa aja terobosannya.

    • melinase May 5, 2020 at 9:09 am Reply

      Memilih mentor yang tepat memang penting. MasyaAllah, Mbak Damar sudah melakukan itu. Mantap!

  • Siska Dwyta May 5, 2020 at 7:42 am Reply

    Wah banyak yang bisa kita petik ya Mbak dari perjalanan Indari Mastuti membangun bisnis indcript creativenya. Sampai melepas karirnya di bid. Telekomunasi untuk berkarir dari rumah saja dengan passion yang beliau miliki. Tidak hanya itu beliau bahkan ikut memberdayakan perempuan terutama para IRT. Salut!

    • melinase May 5, 2020 at 8:57 am Reply

      Banyak banget, Mbak. Sambil bertanya-tanya sama diri aku nih, apa yang sudah aku lakukan dalam hidup ini untuk sesama, huhuhu …

  • Okti Li May 5, 2020 at 9:03 am Reply

    Teringat pertama kali gabung di IIDN, saat itu akhir tahun 2010. Belajar menulis di sana menyenangkan. Padahal kita tidak saling kenal namun ilmunya terus mengalir.
    Hingga Teh Indari sesukses dan menginspirasi seperti sekarang…
    Semoga sukses selalu Indi Script

    • melinase May 5, 2020 at 9:20 am Reply

      Wah, tahun segitu aku belum mulai nulis. Teh Okti ternyata udah lama banget ya mulainya. Salam hormat, senior! Hehehe …

  • Arda Sitepu May 5, 2020 at 3:48 pm Reply

    Sosok perempuan sukses dan memberikan pengaruh baik serta inovatif. Profilnya aku suka mbak dan semoga bisa menulis dan menghasilkan buku juga. Jadi semangat baca ini mbak.

    • melinase May 5, 2020 at 6:12 pm Reply

      Betul sekali, Kak. Kadang kita butuh penyemangat dari sosok inspiratif di sekitar kita, ya.

  • Annafi May 5, 2020 at 7:11 pm Reply

    Teh Indari ini sosok yang menginspirasi banget ya, berani dan selalu bekerja dan belajar. Semoga kedepannya Indscrip banyak mencetak perempuan sukses seperti teh Indari, aamiin!

    • melinase May 5, 2020 at 8:29 pm Reply

      Disiplinnya beliau pun tinggi, ya. Semoga aku bisa mencontoh hihihi …

  • Duniasimbok May 5, 2020 at 10:19 pm Reply

    Membaca tulisan mbak ada spirit tersendiri khususnya bagi saya selaku IRT♥️. Teh Indari yang diceritakan diatas semoga tidak hanya 1 2 saja tapi ada teh Indari lainnya yang merebak di muka bumi ini?

    • melinase May 6, 2020 at 1:26 am Reply

      Iyes, kita butuh banyak sekali perempuan inspiratif untuk memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan.

  • Milda Ini May 7, 2020 at 12:23 am Reply

    Aku udah kenal.lama sama mba Indari sejak awal berdiri IIDN. Beliau orang keren, inspiratif dan fokus

    • melinase May 7, 2020 at 12:43 am Reply

      Wah, sudah lama banget Mbak ya kenalnya. Yes, fokus pada tujuan ya, Mbak. Aku beberapa kali sempat goyah saat berbisnis.

  • www.derisafriani.xyz May 7, 2020 at 7:45 am Reply

    Masukan yang tepat ini untuk eksistensi diri. Harus mengenal diri sendiri dulu, harus selalu sederhana dan yerus mencari ilmu baru untuk lebih baik. Indscrip memang selalu waw di mata saya. Pendirinya adalah sosok yang patut dicontoh.

    • melinase May 8, 2020 at 10:58 am Reply

      Betul banget. Kenali ya Mbak, passion kita di mana. Kalau betul sudah passion, pasti susah deh buat goyahnya.

  • Mugniar May 7, 2020 at 8:38 am Reply

    Pola menabrak aturan Indscript-nya memang aneh ya tapi justru disukai penerbit.

    • melinase May 8, 2020 at 10:59 am Reply

      Berani tampil beda! Keren ya, Mbak.

  • Imawati Annisa May 7, 2020 at 11:59 am Reply

    Impian banget ni, jadi Ibu Rumah Tangga yang sukses. Semoga kita bisa mencontoh beliau ya Mba..

    • melinase May 8, 2020 at 11:00 am Reply

      Berimbang ya Mbak antara karir dan keluarga. Pengen bisa begini.

  • Ulfah Wahyu May 7, 2020 at 12:35 pm Reply

    Kisah yang sangat inspiratif sekali Mbak. Teh Indari dengan semua semangat dan tekadnya yang kuat mampu mewujudkan impian menjadi nyata, dan itu ditularkan kepada sesama. Semoga sukses terus buat Indari dan indscript.

    • melinase May 8, 2020 at 11:01 am Reply

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

      Semoga kita juga bisa seperti itu ya, Mbak.

  • Andina May 8, 2020 at 5:17 am Reply

    Semoga Indscript Creative terus melesat dan sukses ya. Tetap menginspirasi dan memajukan perempuan dimana saja

    • melinase May 8, 2020 at 11:05 am Reply

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin …

  • Triani Retno May 8, 2020 at 7:24 am Reply

    Udah nggak zamannya ya berbisnis itu harus ke luar rumah. Dari dalam rumah juga bisa kok ya. Asalkan serius dan tekun.

    • melinase May 8, 2020 at 11:06 am Reply

      Betul, Mbak. Perlu adaptasi saja andai belum terbiasa.

  • Emmy Herlina May 8, 2020 at 10:03 pm Reply

    Saya sudah mengenal teh Indari dan bergabung dengan IIDN sejak 2013. Tapi memang waktu itu belum pernah praktik nulis sama sekali. Alhasil ya gak ada hasil apa2. Hihi. Baru mulai gabung lagi 2016, ikut kelas nulisnya dan lanjutlah praktik hingga sampai seperti skrg ini eaaa

    • melinase May 9, 2020 at 1:02 am Reply

      Wuih … Udah lama banget ini mah. Aku masih piyik lah dibandingkan Mbak Emmy. Salim dulu lah, hihihi …

  • Lidia May 8, 2020 at 10:27 pm Reply

    Kisah mb Indari ini memang sungguh menginspirasi sekali ya mb melina. Saya juga salut banget sama perjuangannya membentuk Indscript. Sangat ga mudah lho membentuk usaha dibidang percetakan seperti itu kalau bukan jiwanya memang benar-benar pantang menyerah. Sukses selalu Indscript dan sukses juga mb Indari serta mb Melina.

    • melinase May 9, 2020 at 1:02 am Reply

      Iya ya, Mbak. Apalagi sempat di ambang kebangkrutan dan punya banyak utang. Hiyyy, dulu aku pernah begitu dan rasanya udah stress banget.

  • nunu amir May 9, 2020 at 7:26 am Reply

    teh indari mmg inspiratif, stlh jatuh bangun dgn bisnisnya beliau tdk menyerah. sukses teh

    • melinase May 9, 2020 at 6:42 pm Reply

      Mentalnya kuat banget ya, Mbak. Beda banget sama diriku, hihihi …

  • Amalia May 9, 2020 at 7:52 am Reply

    Keren banget ceritanya, berani ambil risiko, dan aku ga punya keberanian sebesar itu ?
    Padahal awal kesuksesan harus mencoba dulu ya..

    • melinase May 9, 2020 at 6:42 pm Reply

      Aku jugaaa. Bangkrut baru puluhan juta aja udah mewek-mewek, hahaha …

  • Li Partic May 9, 2020 at 8:30 am Reply

    Memang deh Teh Iin itu sangat kreatif dan memiliki visi. Nggak heran kalau sukses betul.

    • melinase May 9, 2020 at 6:41 pm Reply

      Beliau mantap ya visi dan misinya mau ngapain. Aku kadang tuh masih suka belok-belok.

  • Pringadi May 9, 2020 at 9:25 am Reply

    Agensi penulis memang masa depan dunia kepenulisan. bukan cuma soal nawarin naskahnya tapi ke promosi penjualan, mereka menjadi strategi.

    • melinase May 9, 2020 at 6:41 pm Reply

      Nah! Senior sudah urun suara, nih 🙂

  • Titik Wihayanti May 9, 2020 at 10:06 am Reply

    Teh Indari memang selalu bikin kagum. Sekarang saya sedang ikut salah satu kelas di indscript, menyimak materi-materi dari teh Indari makin bikin terkesan. Btw selamat milad inscript dan sukses selalu.

    • melinase May 9, 2020 at 6:40 pm Reply

      Aku belum pernah nih ikut kelas yang mentornya Teh Indari langsung. Pasti lebih mantep ya, Mbak.

  • Alvianti Alvianti May 9, 2020 at 9:22 pm Reply

    Keren banget! Ga cuma potensi, tetapi juga memang mental yang kuat bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. Ga menyerah ketika jatuh, justru terus lanjut dan semakin banyak belajar. Salut bangettt…

    • melinase May 9, 2020 at 11:28 pm Reply

      Patut dijadikan role model baik sebagai penulis maupun pengusaha.

  • Susindra May 10, 2020 at 4:28 am Reply

    Branding Mbak Indari Mastuti sangat kuat, ya. Juga kemampuan networking-nya.
    Ternyata karakternya kuat. Jatuh bangun dilalui, bahkan jadi kekuatan

    • melinase May 10, 2020 at 4:50 am Reply

      Betul. Jadi penyemangat aku banget nih, Mbak.

  • Faradillah May 10, 2020 at 4:33 am Reply

    Ternyata mental harus disiapkan yah bukan hanya potensi aja

    • melinase May 10, 2020 at 4:50 am Reply

      Betul. Sebab yang namanya bisnis rentan untuk jatuh bangun ya, Mbak.

  • Wenda May 10, 2020 at 4:44 am Reply

    Luar biasa pencapaian ibu Indari Nastiti ini sungguh menginspirasi kita

    • melinase May 10, 2020 at 4:52 am Reply

      Indari Mastuti, Mbak :).

      Keren banget memang beliau ini.

  • Asih Mufisya May 10, 2020 at 6:08 am Reply

    Semangatnya mantap ya Teh Indari Mastuti.
    Pantang menyerah dan terus maju dengan harapan kaum ibu bisa mengisi waktu di rumah dengan hal yang menghasilkan.

    • melinase May 10, 2020 at 6:13 am Reply

      Iya, apalagi sejak awal memang beliau inginnya bisa total menjadi IRT. Tentu ingin IRT lainnya bisa merasakan juga.

  • marfa May 10, 2020 at 6:17 am Reply

    Kalau di kepenulisan biar tetap jaya memang kudu melesat lebih jauh dengan cara yang oke ya strateginya. Ini idenya keren sih jadi ngirimin banyak judul baru kemudian outline, rasanya ko lebih menantang dan semangat ya 😀

    • melinase May 10, 2020 at 6:28 am Reply

      Iyaaa, tapi harus ada komitmen untuk menyelesaikan juga dong, ya. Coba kalau judulnya diterima semua terus kita malah mabok, hahaha … Kabur deh kliennya.

  • Dian May 10, 2020 at 6:27 am Reply

    Teh indari ini inspiratorku mbak..
    Klo baca kisahnya aku jadi semakin semangat untuk menulis

    • melinase May 10, 2020 at 6:29 am Reply

      Kini aku pun begitu, Mbak …

  • Ilman Nafian May 10, 2020 at 12:36 pm Reply

    Keluar dari zona nyaman itu butuh perjuangan dan tidak mudah melewati itu semua. Namun, ulasan terkait kesuksesan Teh Indira lewat Indscript membuktikan bawah keseriusan dan tekad yang kuat mampu membawa Indscript menjadi agency yang sukses. Patut kita tiru semangat dan keseriusan nya dalam profesinya sebagai penulis.

    • melinase May 11, 2020 at 9:51 am Reply

      *Keseriusan*

      Dicatet banget ini, Mas. Bukan hanya sebatas nafsu sementara gitu, ya.

  • Fania surya May 10, 2020 at 6:42 pm Reply

    Ibu indari ini benar2 inspiratif banget ya. Aku jadi banyak belajar dr beliau. Semangat dan pantang menyerahnya itu keren.

    • melinase May 11, 2020 at 9:52 am Reply

      Aku pun menyimak sambil betul-betul mencatat apa yang beliau sampaikan. Belajar banget ini.

  • ummu auliya May 11, 2020 at 6:07 am Reply

    masya Allah inspiratif sekali ya teh Indari ini..

    • melinase May 11, 2020 at 9:56 am Reply

      MasyaAllah … Betul, Um.

  • Erny Kusuma May 11, 2020 at 7:48 am Reply

    Salut sama teh Indari Mastuti. Perempuan kreatif yg inspiratif banget. Keren perjalanan karirnya. Jd semangat deh baca profilnya

    • melinase May 11, 2020 at 10:16 am Reply

      Bisa menjadi role modelnya kita para penulis ya, Mbak.

  • Ovi roeo May 13, 2020 at 8:56 pm Reply

    Wahhh luar biasa sekali keberaniannya ya. Oh iya meski bukan ibu-ibu bisa gabung gak ya?(kayak emmK²blogger) Hehe kebetulan saya ingin berguru meski belum menikah.

    • melinase May 13, 2020 at 11:11 pm Reply

      Semua boleh gabung selama berjenis perempuan Kak, hehehe … Asyik lho, dapat ilmu banyak.

  • Grandys May 14, 2020 at 1:16 pm Reply

    sosok teh Iin itu menyita perhatian aku untuk bisa menjadi enterpreneur mba, makanya happy banget kalo bisa ketemu sama teh Iin langsung dan juga ngobrol

    • melinase May 14, 2020 at 2:23 pm Reply

      Inspiratif banget kan, ya?

  • Nabila Cahya Haqi May 15, 2020 at 11:26 am Reply

    Sama mbak, saya juga sekarang udah fokus sama bayi, dan mantap kerja di rumah jadi penulis dan bakul. Bismillah, semoga kita semua Allah mudahkan jalan, untuk selalu jadi orang bermanfaat. Aamiiiin.

    • melinase May 15, 2020 at 8:29 pm Reply

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Apapun profesi kita saat ini, kebermanfaatan dan keberkahan yang dicari. Betul ya, Kak?

  • Rini Novita Sari May 18, 2020 at 6:45 am Reply

    Wah keren. Terobosan baru di dunia penulisan ya mbak.

    Aku juga buka jasa penulisan dgn tim didalamnya. Tapi tulisan artikel aja. Wkwkw. Klo mbak ini naskah.. Keren bgt.. Idenyaaa out of the box yaakk

    • melinase May 18, 2020 at 8:03 am Reply

      Hayuuuk … Berani nggak seperti beliau? Hihihi …

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.