Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Lewat Indscript Creative; Indari Mastuti Sukses Berbisnis dari Rumah

Lewat Indscript Creative; Indari Mastuti Sukses Berbisnis dari Rumah

Perempuan yang telah berkeluarga selalu dihadapkan dengan pilihan sulit, antara karir atau rumah tangga. Apalagi jika telah menduduki posisi strategis dan gaji yang menggiurkan di sebuah perusahaan. Kembali ke rumah, mengurus anak, pasangan, dan segala macam urusan domestik, adakah harga yang pantas untuk menukarkan karir yang cemerlang dengan itu semua?

Bahkan, nggak jarang keluarga atau karir sudah harus dipilih saat seorang perempuan akan melangkah ke jenjang pernikahan. Belum apa-apa sudah harus memilih, nih. Selain soal pendapatan, memangnya tinggal di rumah setelah selama bertahun-tahun bekerja itu nggak akan menjemukan?

Bisa jadi demikian kalau seorang perempuan hanya menempatkan diri sebagai pasangan dan menangani urusan domestik saja. Tapi kalau perempuan itu memutuskan untuk berkarir dari rumah, tentu saja lain ceritanya. 

Berkarir dari rumah, bisakah sesukses berkarir di perusahaan? 

 

Indari Mastuti; Founder Indscript Creative

Indscript Creative, brand ini mulai saya kenal seliweran di jagat maya sejak beberapa tahun lalu. Mungkin sudah berkibar jauh lebih lama dari itu tapi saya yang nggak tahu. Membahas soal Indscript Creative, nggak akan pernah lepas dari Indari Mastuti. Sosok muslimah anggun yang menjadi founder dari Indscript Creative. Beliau akrab disapa Teh Indari.

Indari Mastuti (Sumber: Instagram @indarimastuti)

Telah menjadi penulis sejak tahun 2004 dan amat sangat mencintai dunia kepenulisan, Teh Indari memutuskan untuk mengundurkan diri dari karirnya di bidang telekomunikasi. Di tahun 2007, dirinya sudah mantap menikah dan memilih untuk total berprofesi sebagai penulis. Sederhana saja, dia ingin menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya.

Sungguh sebuah cita-cita yang mulia meskipun saya sendiri bisa membayangkan, pasti nggak mudah melakukan itu semua. Teh Indari mantap mendirikan Indscript Creative, sebuah agency naskah yang menyediakan jasa kepenulisan, berbekal ilmu yang pernah diperolehnya di sebuah penerbitan di Indonesia. Ide mendirikan Indscript Creative sendiri berawal dari buku yang pernah dibacanya, berjudul Desctop Publisher. Buku ini menceritakan tentang agency naskah di luar negeri yang sangat berkembang.

Indscript Creative; Tempatnya Para Penulis

Sewaktu Teh Indari bercerita bahwa ingin total menjadi penulis, saya pikir beliau betul-betul mendedikasikan diri sebagai penulis. Menuliskan ide-ide yang ada di kepalanya, mengirimkannya ke penerbit, menjadi sebuah buku, dan menantikan buku-bukunya laris menghilang dari rak-rak toko-toko buku favorit. 

Ternyata lebih dari itu. Semakin banyaknya permintaan naskah yang nggak bisa beliau tuliskan sendiri karena memang nggak memiliki latar belakang yang mumpuni di bidang tersebut, beliau bergerak untuk merangkul penulis-penulis lain. Penulis pertama yang diajaknya bergabung adalah Bang Aswi, Anton, dan Tati. Bang Aswi sendiri saat ini berprofesi sebagai seorang blogger di Bandung. 

Luar biasa! Kesempatan berdatangan tetapi nggak digunakan sendiri, melainkan menciptakan peluang bagi teman-teman lainnya. 

Indscript Creative memang didirikan sebagai sebuah agency naskah. Dari cerita Teh Indari, pada masa itu, nggak mudah mengajak penulis-penulis untuk bergabung. Di masa itu, agency naskah belum banyak dikenal. Para penulis lebih suka menulis sendiri lalu berhubungan langsung dengan penerbit. 

Tapi Teh Indari sama sekali nggak gentar. Beliau terus mencari penulis sebanyak-banyaknya untuk diajak bergabung ke bisnis jasa kepenulisan miliknya itu. Bukan hal mudah, apalagi media sosial kala itu belum segemerlap hari ini. Teh Indari ingat betul, pernah mencari penulis juga lewat Yahoo dan Friendster. Kalau ingat Friendster, rasanya-rasanya saya ikutan terlempar ke masa muda. 

 

Indscript Creative; Berani Jadi Aneh

Setiap pebisnis selalu ditantang untuk menciptakan produk atau jasa yang berbeda. Ini akan menjadi keunggulan atau ciri khas suatu produk atau jasa sehingga mudah dikenali, membuat orang penasaran, dan akhirnya tertarik untuk membeli.

Demikian halnya dengan Indscript Creative. Menjual jasa kepenulisan, ide kreatif apa yang bisa ditawarkan oleh agency naskah ini? 

Umumnya, penulis akan mengirimkan naskah full untuk ditawarkan kepada penerbit. Indscript Creative berani tampil beda! Mereka menawarkan ratusan judul buku saja! 

What? Judul buku saja? Wah, apa nggak seperti membeli kucing dalam karung tuh, ya? Eits, tunggu dulu. Tentunya bukan betulan judulnya saja dong, ya. Ada langkah lanjutannya.

 

Meskipun terkesan menabrak aturan, tapi ‘pola aneh’ ini nyatanya berhasil membuat Indscript Creative melesat namanya. 

Cara kerja mereka terhitung menarik. Penerbit dipersilakan memilih judul buku yang disukai. Setelah itu, Indscript Creative akan mengirimkan outline beserta contoh penulisannya. Jika cocok, maka proses penulisan akan dilanjutkan sesuai dengan deadline yang diminta. 

Nggak tanggung-tanggung, mereka berani berkomitmen menyelesaikan naskah hingga selesai, sekaligus hingga buku siap cetak. Apakah ini menguntungkan bagi penerbit? Yes, tentu saja. Kehadiran Indscript Creative dengan konsep ‘aneh’-nya ini dinilai menarik bagi penerbit yang mungkin saja nggak memiliki SDM yang cukup agar bisa memperoleh pra cetak buku hingga terbit. Luar biasa!

Kalau sudah menyimak bagian ini, saya setuju sekali kalau Teh Indari memang benar-benar seorang pebisnis. Beliau tahu betul kebutuhan sasaran bisnisnya. Indscript mulai banjir orderan. Enak ya, bisnis baru dimulai, eh sudah banjir orderan yang artinya banjir penghasilan juga, dong. 

Cerita-cerita begini nih, yang membuat banyak orang berstatus karyawan ingin buru-buru resign dan menjadi pebisnis saja. Cuannya guriiih … Begitu kira-kira bayangannya.

Saat Indscript Creative Mengalami Masa-Masa Suram

Selama berteman dengan mereka yang berprofesi sebagai pebisnis, selalu ada cerita suka sekaligus dukanya. Ada yang mengalami masa-masa sulit di awal, ada juga yang masa-masa sulit itu perlahan datang justru ketika sedang jaya-jayanya. Bagaimana dengan Indscript Creative? 

Sempat berjaya di awal, nyatanya Indscript Creative pun pernah mengalami kemunduran di akhir tahun 2009. Baru dua tahun dan masa-masa sulit itu datang. Jumlah pesanan buku sebanyak 60-100 judul dalam satu bulan nggak dibarengi dengan kerjasama yang cantik antar tim di dalamnya. Data dari divisi marketing nggak sejalan dengan divisi produksi. Akibatnya, mereka loss control, kualitas buku menurun, dan bagian akhirnya adalah mengecewakan banyak penerbit.

Perusahaan mengalami kemunduran dan berada di ambang kebangkrutan. Positifnya, Teh Indari nggak kehilangan semangat karena ini memang passion-nya. Beberapa kebijakan harus diambil meskipun pahit, yakni memberhentikan karyawan dan hanya memilih mereka yang benar-benar terbaik. 

Berpikir dan Mengevaluasi Diri

Datangnya beragam persoalan selayaknya membuat kita berpikir lebih bijaksana. Demikian juga yang dirasakan oleh Teh Indari. Beliau mencoba berpikir dan melakukan introspeksi diri, di antaranya:

Kesadaran untuk belajar lebih banyak lagi tentang bisnis. Bahwasanya bisnis bukan hanya tentang sebanyak apa permintaan yang datang tapi juga bagaimana Indscript Creative mampu men-deliver permintaan pelanggan secara maksimal dan menjadikan mereka pelanggan setia.

Kesadaran bahwa dirinya harus bisa menjadi lebih baik dalam menjalankan bisnis dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya

 

Indscript Creative; Hari Jadi ke-13

Tahun 2020 ini, Indscript Creative merayakan hari jadinya yang ke-13. Layak diacungi jempol, dong. Setelah melalui masa-masa krisis di akhir tahun kedua berdirinya, nyatanya Indscript Creative sampai juga pada tahun ke-13. Tentu, ada banyak upaya yang dilakukan Teh Indari untuk bangkit dari keterpurukan. 

Sebagai sesama perempuan, tentunya saya bangga sekali dengan optimisme beliau. Memiliki mental yang kuat mutlak diperlukan dalam berjuang. Jangan sekali jatuh, kemudian menyerah. 

Sumber: Indscriptcreative.com

Dari Teh Indari, saya belajar banyak bahwa berhenti sejenak itu penting. Memberikan waktu kepada kita untuk berpikir dan mengevaluasi diri. Setelahnya, harus ada langkah konkret untuk bangkit segera dari keterpurukan. 

Berpikir Tentang Bagian Terdekat dari Diri Kita

Seringkali kita berpikir terlalu jauh. Padahal, kebermanfaatan dalam bisnis bisa kita berikan kepada bagian terdekat dari diri kita. Seperti yang dilakukan Teh Indari. Beliau mengembalikan lagi tentang keinginan awal dirinya ingin menjadi penulis, bahwa ingin menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Lantas, kenapa nggak menggandeng sesama perempuan untuk bersama-sama menulis?

Dari sini, lahirnya komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Komunitas inilah yang menjadi pelengkap bagi Teh Indari di masa-masa sulit. Teh, saya bangga lho menjadi bagian dari Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) ini.

Memaknai Semua Hal Secara Sederhana

Punya bisnis, menghasilkan banyak uang, dan bisa membeli apa saja. Ini adalah yang terpikir oleh saya. Ternyata Teh Indari pun pernah memiliki pemikiran yang sama dan baginya itu salah.

Allah berkuasa membolak-balikkan kondisi begitu cepat. Semula berjaya kemudian terlunta. Apapun kondisi bisnis kita, tetap sederhana adalah pilihannya. Nggak perlu bermewah-mewah karena apa yang kita punya dapat diambilNya kapan saja. Jleb!

Berani Menerima Peluang dan Mulai Membangun Branding

Teh Indari sangat bersyukur pernah menerima tawaran menuliskan biografi tokoh pengusaha Brownies Amanda saat usahanya tengah menurun dulu. Dirinya belum pernah menulis biografi tapi kemudian merasa tertantang. Tak dinyana, penulis biografi tersemat ke dalam dirinya. Menjadikan personal branding pada diri Teh Indari.

Ada kalimat hasil kesimpulan saya sendiri. Jika ingin berbisnis, jangan membatasi diri. Terima peluang yang datang. Juga tanyakan pada diri kita sendiri, kita ingin dikenal sebagai apa?

Menggali Potensi yang Dimiliki

Bisnis terpuruk, banyak utang menanti diselesaikan, Teh Indari berdiskusi dengan suaminya mengenai layak nggaknya mencoba bisnis baru. Atas saran suaminya, Teh Indari memilih menggali potensi yang dimilikinya dengan cara mengikuti berbagai kompetisi bisnis. Teh Indari mengenal dirinya dengan baik. Dia yang suka berbisnis dan membuat perencanaan. 

Hasilnya, beliau berhasil meraih Perempuan Inspiratif Nova 2010, disusul dengan pencapaian pada kompetisi-kompetisi berikutnya. Berbagai pencapaian ini menambah portofolionya di hadapan klien. Hebat, ya!

Mencari Mentor Bisnis

Mengikuti kompetisi bisnis membuat Teh Indari akhirnya mengenal mentor bisnis. Mereka lah yang membantu para pemenang atau finalis untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya. Mentor bisnis ini memang sangat diperlukannya. Terlebih, mengingat beliau memulai bisnis secara otodidak.

Terus Berinovasi

Dunia terus bergerak. Kreativitas pun harus terus diasah. Sebuah bisnis perlahan akan tergerus oleh para kompetitornya apabila nggak ada inovasi yang dilakukan. Pelanggan selalu membutuhkan wajah-wajah produk atau jasa yang baru. 

Indscript Creative berinovasi terus dan terus. Dimulai dengan berdirinya Sekolah Perempuan di tahun 2013, Indscript Direct Selling di tahun 2014, meleburnya Indscript Direct Selling menjadi Indscript Training Center, sempat menjadi produsen handsock di tahun 2017 – lalu memutuskan untuk fokus pada dunia kepenulisan, menciptakan rangkaian guidance book di tahun 2018, mengubah nama Indscript Training Center menjadi Indscript Businesswomen University di tahun 2019, dan di tahun 2020 ini mulai melebarkan sayap memberikan training kepenulisan agar tembus ke penerbit mayor.

Impian Indscript Creative

Hari jadi ke-13, Indscript telah mengukuhkan diri membangun Corporate Social Responsibility (CSR) dengan program pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia, dan berbagai donasi lainnya sumber pendanaannya diambil dari 10% omzet. MasyaAllah … Berkah berlimpah untuk Indscript Creative! Aamiin.

Lewat Indscript Creative, Teh Indari berhasil membuktikan bahwa setiap perempuan bisa berdaya dari rumah. Beliau juga berhasil membuktikan bahwa menjalani bisnis sesuai passion, akan membuat kita lebih tangguh untuk kembali bangkit saat masa-masa suram datang.

Setelah berbagai inovasi yang terus dilakukan dan program CSR yang mulia, Teh Indari masih ingin terus menyemai impian. Beliau ingin di tahun 2024 nanti dapat memiliki 15 ribu jaringan pemasaran yang berasal dari perempuan khususnya ibu rumah tangga, agar mereka dapat produktif dan menghasilkan meskipun dari rumah saja. 

Semoga terwujud ya, Teh. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

 

Salam,

Melina Sekarsari

145 comments found

  1. IBu Indari Mastuti ini mungkin satu dari sekian banyak perempuan yang berani mengambil keputusan untuk mundur menjadi karyawan dan merintis karir dari rumah. Dan nyatanya berhasil. Salut sama perempuan-perempuan seperti beliau

    1. saya salut sama beliau, memutuskan resign demi keluarga namun tetap bisa berkarya dari rumah. Keluarga terhandle dengan baik, hobby pun bisa disalurkan dan mendatangkan uang

  2. IIDN adalah grup menulis pertama yang saya ikuti. Gara-gara gabung IIDN saya berani mewujudkan impian saya waktu remaja yaitu punya blog. Alhamdulillah secara perlahan bisa menghasilkan.

  3. Sosok perempuan yang satu ini memang layak menjadi panutan, khususnya kita yang tergabung dalam IIDN. Saya masih anggota baru di komunitas ini, tapi ikut kagum dengan profil beliau.

  4. Program Berani Jadi Aneh-nya unik banget ya mba. Tapi ini kece loh, khususnya buat mereka penulis pemula yang jago nulis, tapi mentok di ide atau bingung mau bikin buku apa. Tinggal baca outlinenya dan lanjut berkarya.

  5. Sangat menginspirasi sekali apa yang dilakukan oleh Teh Indari Mastuti dalam membungun dunia literasi ya.
    Semoga Indiscript creative dan IIDN semakin sukses ke depannya.

  6. Teh Indari memang keren, pernah mandapat berbagai penghargaan bergengsi di dalam negeri. Banyak belajar dari beliau. Salut dengan karyanya dan perannya dalam memberdayakan perempuan

    1. Iya, dari rajinnya beliau mengikuti kompetisi bisnis itu ya, Mbak. Aku jadi bertanya-tanya, peran diri sendiri ke sesama perempuan apaan, hihihi …

  7. Sungguh menginspirasi sekali bu Indari ini. Satu langkah kecil, berdampak luar biasa besar. Banyak orang dapat manfaatnya. Manusia yang hidupnya tidak sia-sia. Saya juga ikut IIDN meskipun belum Ibu-Ibu hehe

  8. Ide-idenya Teh Indari ini keren banget, nggak pernah kehabisan ide. Dulu, pernah belajar menulis juga sama beliau, banyak ilmu saya dapatkan, Mbak. Dan lagi, orangnya positif banget, bikin kita jadi terlecut untuk fokus mengejar target 🙂

  9. Dulu aku sering g ikutan kelasnya teh Indari. Dari sini akhirnya punya banyak teman di dunia maya dan jaringan. Seneng deh bisa terhubung dgn perempuan 2 yg berdaya. Alhamdulillah inspiratif, gegara itu sekarang aku dah punya bbrp buku solo dan tetap berbisnis dari rumah. Keren teh Indari mah

    1. Sekarang udah mau ada solo baru lagi ya, Mbak? Keren euy produkif sekali. Aku naskah solo masih ngumpet aja nih di balik laptop. Perlu dipecut memang sama seorang guru, hihihi …

    1. Dulu banget kukira beliau itu penulis biasa, loh. Eh, ternyata lebih dari itu. Beneran terinspirasi. Malu sama diri sendiri yang merasa udah deh segini aja.

  10. Daku pernah lihat nama Indscript Creative itu di internet, tapi belum tahu pendirinya. Waktu itu lagi searching gimana cara menerbitkan buku. Cuma baru sebatas itu juga tahunya. Kisah bagaimana pendirinya baru membacanya melalui tulisan kak Melina ini.

    1. Alhamdulillah, senangnya bisa ikutan berbagi tulisan tentang perempuan yang menginspirasi. Butuh banget loh melihat sosok orang hebat begini. Apalagi kalau kondisi sedang naik turun nggak jelas begini, ya?

  11. Masyaallah inspiratif sekali kisah teh indari ini ya mbak mell,
    Memang kalau sudah passion gak akan mudah menyerah, dan penting memang untuk kita tahu potensi diri dan mau terus menggali,
    Nice sharing

    1. Iya. Itulah kalau mengerjakan bisnis sesuai passion. Capeknya nggak seperti kalau mengerjakan sesuatu yang nggak kita suka. Pastinya juga impian bakal dikejar terus.

  12. Sudah 13 tahun ya, dan tetap bertahan di dunia penulisan. Emang butuh kreativitas tinggi ya kalau mau terus bisa bertahan dan juga berkembang, termasuk program “Berani Jadi Aneh” ini

    1. Iya, 13 tahun itu lumayan lama, loh. Mana pernah di ambang kebangkrutan pula. Makanya itu, rasanya aku tuh belum siap kalau mencetuskan ide aneh.

  13. Wah mba indari ini emang berbakat banget…
    saya juga gabung di komunitas iidn (walaupun belum jadi ibu-ibu, sih), tappi nggak aktif…
    karena saya terikat kontrak dengan kantor jadi lebih fokus menulis untuk kepentingan kantor…

  14. Wah sudah 13 tahun dan juga sudah mengalami masa pasang surut membangun indiscript ya mbak, keren banget. Baca ini jadi pingin gabung IIDN juga mbak, makasih ulasannya.

  15. Berkat Sekolah Perempuan, aku bias nulis buku solo. Dan lanjut nulis buku-buku lainnya. Indari Mastuti memang role model aku sih. Ide kreatifnya engga habis-habis…

  16. Saya ikut bangga kalau ada perempuan kayak bu Indari ini. IIDN itu komunitas yang mempertemukan ibu ibu yang doyan nulis dengan berbagai latar belakangnya ya. Great!

  17. wah mbak melina lengkap sekali tulisannya. aku jadi baru tau sejarah IIDN dan lebih mengenal sepak terjang mbak indari, luar biasa ya. bisa memberdayakan diri sendiri bahkan orang lain, masya Allah

  18. Masyallah luar biasa sekali teh Indari dan Indscript Creative nya. Bahkan diambang kebangkrutan pun beliau enggak menyerah sungguh menginspirasi. Udah 13 tahun ya, ada komunitas ibu-ibu doyan nulis juga 🙂

    1. Iya. Jadi ingat dulu aku berkali-kali bisnis, gagal, lalu kapok. Baru kusadari, berbisnis bukan di passion kita akan seperti daya juangnya, hiks hiks …

  19. Mbak Indari keren banget MasyaaAllah sangat mengispirasi. Sukses terus buat Indscript Creative! Semoga saya juga bisa seperti Mbak Indari aamiin

  20. Saya pernah baca kisah mb indari ini sangat menginspirasi sekali ya k, semoga selalu sukses juga untuk Indscript ke depannya, aamiin

  21. Wah banyak yang bisa kita petik ya Mbak dari perjalanan Indari Mastuti membangun bisnis indcript creativenya. Sampai melepas karirnya di bid. Telekomunasi untuk berkarir dari rumah saja dengan passion yang beliau miliki. Tidak hanya itu beliau bahkan ikut memberdayakan perempuan terutama para IRT. Salut!

  22. Teringat pertama kali gabung di IIDN, saat itu akhir tahun 2010. Belajar menulis di sana menyenangkan. Padahal kita tidak saling kenal namun ilmunya terus mengalir.
    Hingga Teh Indari sesukses dan menginspirasi seperti sekarang…
    Semoga sukses selalu Indi Script

  23. Sosok perempuan sukses dan memberikan pengaruh baik serta inovatif. Profilnya aku suka mbak dan semoga bisa menulis dan menghasilkan buku juga. Jadi semangat baca ini mbak.

  24. Teh Indari ini sosok yang menginspirasi banget ya, berani dan selalu bekerja dan belajar. Semoga kedepannya Indscrip banyak mencetak perempuan sukses seperti teh Indari, aamiin!

  25. Membaca tulisan mbak ada spirit tersendiri khususnya bagi saya selaku IRT♥️. Teh Indari yang diceritakan diatas semoga tidak hanya 1 2 saja tapi ada teh Indari lainnya yang merebak di muka bumi ini?

  26. Masukan yang tepat ini untuk eksistensi diri. Harus mengenal diri sendiri dulu, harus selalu sederhana dan yerus mencari ilmu baru untuk lebih baik. Indscrip memang selalu waw di mata saya. Pendirinya adalah sosok yang patut dicontoh.

  27. Kisah yang sangat inspiratif sekali Mbak. Teh Indari dengan semua semangat dan tekadnya yang kuat mampu mewujudkan impian menjadi nyata, dan itu ditularkan kepada sesama. Semoga sukses terus buat Indari dan indscript.

  28. Saya sudah mengenal teh Indari dan bergabung dengan IIDN sejak 2013. Tapi memang waktu itu belum pernah praktik nulis sama sekali. Alhasil ya gak ada hasil apa2. Hihi. Baru mulai gabung lagi 2016, ikut kelas nulisnya dan lanjutlah praktik hingga sampai seperti skrg ini eaaa

  29. Kisah mb Indari ini memang sungguh menginspirasi sekali ya mb melina. Saya juga salut banget sama perjuangannya membentuk Indscript. Sangat ga mudah lho membentuk usaha dibidang percetakan seperti itu kalau bukan jiwanya memang benar-benar pantang menyerah. Sukses selalu Indscript dan sukses juga mb Indari serta mb Melina.

  30. Keren banget ceritanya, berani ambil risiko, dan aku ga punya keberanian sebesar itu ?
    Padahal awal kesuksesan harus mencoba dulu ya..

  31. Teh Indari memang selalu bikin kagum. Sekarang saya sedang ikut salah satu kelas di indscript, menyimak materi-materi dari teh Indari makin bikin terkesan. Btw selamat milad inscript dan sukses selalu.

  32. Keren banget! Ga cuma potensi, tetapi juga memang mental yang kuat bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. Ga menyerah ketika jatuh, justru terus lanjut dan semakin banyak belajar. Salut bangettt…

  33. Branding Mbak Indari Mastuti sangat kuat, ya. Juga kemampuan networking-nya.
    Ternyata karakternya kuat. Jatuh bangun dilalui, bahkan jadi kekuatan

  34. Kalau di kepenulisan biar tetap jaya memang kudu melesat lebih jauh dengan cara yang oke ya strateginya. Ini idenya keren sih jadi ngirimin banyak judul baru kemudian outline, rasanya ko lebih menantang dan semangat ya 😀

    1. Iyaaa, tapi harus ada komitmen untuk menyelesaikan juga dong, ya. Coba kalau judulnya diterima semua terus kita malah mabok, hahaha … Kabur deh kliennya.

  35. Keluar dari zona nyaman itu butuh perjuangan dan tidak mudah melewati itu semua. Namun, ulasan terkait kesuksesan Teh Indira lewat Indscript membuktikan bawah keseriusan dan tekad yang kuat mampu membawa Indscript menjadi agency yang sukses. Patut kita tiru semangat dan keseriusan nya dalam profesinya sebagai penulis.

  36. Salut sama teh Indari Mastuti. Perempuan kreatif yg inspiratif banget. Keren perjalanan karirnya. Jd semangat deh baca profilnya

  37. Wahhh luar biasa sekali keberaniannya ya. Oh iya meski bukan ibu-ibu bisa gabung gak ya?(kayak emmK²blogger) Hehe kebetulan saya ingin berguru meski belum menikah.

  38. sosok teh Iin itu menyita perhatian aku untuk bisa menjadi enterpreneur mba, makanya happy banget kalo bisa ketemu sama teh Iin langsung dan juga ngobrol

  39. Sama mbak, saya juga sekarang udah fokus sama bayi, dan mantap kerja di rumah jadi penulis dan bakul. Bismillah, semoga kita semua Allah mudahkan jalan, untuk selalu jadi orang bermanfaat. Aamiiiin.

  40. Wah keren. Terobosan baru di dunia penulisan ya mbak.

    Aku juga buka jasa penulisan dgn tim didalamnya. Tapi tulisan artikel aja. Wkwkw. Klo mbak ini naskah.. Keren bgt.. Idenyaaa out of the box yaakk

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.