Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Ketika Wabah COVID-10 Melahirkan Beragam Kebaikan

Ketika Wabah COVID-10 Melahirkan Beragam Kebaikan

“Allah punya rahasia apa ya, Teh?”

Saya yang saat itu tengah mengobrol bersama kakak di kursi belakang terpaksa harus meminta sopir transportasi online tersebut untuk mengulangi pertanyaannya. Khawatir salah dengar, kan?

“Iya, Teh. Allah tuh punya rahasia besar apa sama makhluk di bumi dengan mendatangkan corona?”

Baru beberapa menit saja kami memasuki mobil beliau dan saya dibawa terperangah. Biasanya, sopir-sopir lain menyampaikan hal yang berbeda. Rata-rata tuh berupa keluhan. 

“Orderan sepi, Teh.”

“Angsuran mobil saya belum bisa dibayar, Teh. Katanya ada keringanan, ah itu mah bohong.”

“Udah aktifin aplikasi dari sebelum Subuh, baru sore ini nih saya dapat orderan.”

MasyaAllah, dipertemukan dengan sopir yang memandang kehadiran corona dari sudut pandang berbeda. Beliau sendiri berpendapat, mungkin Allah ingin bumi lebih bersih karena sekarang ini kotornya minta ampun. Mungkin juga Allah ingin manusia saling membunuh ego masing-masing, memunculkan jiwa saling tolong-menolong. 

Memangnya Kita Sudah Kehilangan Orang-Orang Baik?

Loh, tapi bukannya selama ini orang baik itu memang banyak banget, ya? Contoh nih, dulu sewaktu pindah ke Tangerang, saya punya tetangga berjarak dua rumah yang setiap malam, di rumahnya tuh ramai banget. Pasangan suami istri tersebut memang menyediakan rumahnya untuk anak-anak yang mau belajar mengaji.

Eh tapi lebih tepatnya, beliau ‘memaksa’ anak-anak muslim di sekitar tempat tinggal kami untuk belajar mengaji di rumah mereka. Saya ingat betul, dulu kami (saya dan kakak-kakak) tuh istimewa. Anak-anak lain tanpa harus disuruh bisa berangkat sendiri ke rumah beliau. Kalau kami, harus dijemput dulu. Soalnya selalu beralasan mau mengerjakan PR.

“PR bisa nanti habis ngaji. Ayo, keluar. Pada belajar ngaji.” Akhirnya kami keluar rumah sambil manyun, kadang sambil cekikikan karena lucu banget pakai acara dijemput segala. 

Maklum ya, sebelumnya pendidikan agama kami sekeluarga tuh kurang banget. Saya santai aja nggak sholat atau mengaji karena orangtua saya juga nggak, hihihi dan hiks hiks hiks … 

Semasa bekerja di Bekasi dan sempat jadi orang susah banget, Allah juga mempertemukan saya dengan pemilik tempat kost yang baik banget. Saya nggak akan pernah lupa deh makanya saya abadikan lewat cerita Keikhlasan dari Sebuah Rumah; Mengapa Saya Tidak Melakukan Hal yang Sama?

Berlomba Berbuat Kebaikan di Masa Pandemik

Memang sih, di masa pandemik ini banyak sekali teman-teman yang bersemangat berbuat kebaikan. Dari mula ada yang membuat portal donasi untuk berdonasi dalam bentuk masker kain, penyediaan sembako, menyiapkan hidangan berupa nasi kotak lengkap dengan lauk-pauknya, mukena untuk sholat Tarawih dan Idul Fitri, APD dan surgical mask bagi para tenaga medis, dan entah apalagi nanti. 

Setidaknya, itu yang saya peroleh dari membaca linimasa di berbagai media sosial. Mulai dari obrolan di WAG, Facebook, Instagram, dan Twitter. Semua berlomba-lomba melakukan kebaikan dan saling memperbarui informasi penyaluran donasi. Ini jadi semacam angin segar ya, di tengah terus bertambahnya kasus COVID-19 di negeri kita. 

Stress loh membaca berita yang isinya pertambahan jumlah pasien terus. Belum lagi dengan berita mengesalkan lain seperti pengabaian sebagian masyarakat terhadap virus ini atau kebijakan pemerintah yang bolak-balik berganti. Kan puyeng sendiri jadinya.

Tumbangnya Perekonomian dan Lesunya Dunia Usaha

Seperti yang kita ketahui, dampak COVID-19 ini sangat luas, termasuk mempengaruhi sektor ekonomi dan dunia usaha. Banyak lho, teman-teman saya yang masih tetap berstatus karyawan tetapi penghasilan berkurang. Mereka masih bersyukur, meskipun pendapatan berkurang, tapi nggak kehilangan pekerjaan. Ada yang gajinya dipotong antara 10%-25%. Ada juga sih yang sampai saat ini masih menerima gaji utuh. Tapi perusahaannya sendiri nggak tahu sampai kapan bisa bertahan seperti itu.

Malah, ada juga yang sudah terang-terangan melakukan PHK. Ya gimana, berat juga bagi perusahaan untuk tetap membayar gaji karyawan sementara kegiatan operasional harus berhenti. 

 

Teman-teman yang berprofesi sebagai pengusaha pun mulai meringis. Susah tidur memikirkan nasib karyawan ke depannya. Ada yang bilang hanya sanggup bertahan sampai sekian bulan ke depan dengan memanfaatkan dana darurat. Setelah itu, nggak tahu lagi. Gelap deh pokoknya. Jalani dulu yang ada saat ini dan berharap keadaan berangsur pulih. Mereka nggak tega jika harus melakukan PHK. Di sisi lain, nggak ada dana juga untuk terus memberikan gaji tapi usaha berhenti.

Ada juga yang sudah merumahkan sebagian karyawannya. Itu pun setiap hari resah karena sering mendapatkan pertanyaan. “Pak, kapan saya bisa kerja lagi?”

Saya bisa membayangkan sih, betapa susahnya menjawab pertanyaan tersebut. 

Ragam Kebaikan yang Bermunculan

Selain di media sosial, saya juga menemukan lagi nih bentuk kebaikan yang berbeda. Salah satunya dari sebuah situs jaringan bisnis profesional. 

Kagum lho saya mengetahui ada seorang yang secara sukarela membuka kesempatan mengirimkan CV lalu oleh beliau didistribusikan ke teman-teman users yang tengah membutuhkan karyawan. Di timeline, beliau aktif memperbarui data CV yang masuk. Sampai saya menuliskan ini pun, beliau masih terus aktif memberikan informasi. 

Concern beliau saat ini satu saja, betapa orang-orang yang mengirimkan CV tersebut membutuhkan pekerjaan. Salut untuk beliau. 

Selain itu, banyak juga kalimat motivasi yang diposting teman-teman di sana agar mereka yang kehilangan pekerjaan nggak patah semangat untuk terus mencoba. Nyatanya sih memang masih banyak banget perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Waktunya mungkin memang nggak kilat. Rata-rata butuh satu bulan untuk menyelesaikan proses rekruitmen tersebut. Makanya, harus banyak bersabar juga.

Tapi coba deh bayangkan, andai kita ada di posisi orang-orang yang baru saja kehilangan pekerjaan, memiliki teman yang sebenarnya nggak dikenal secara pribadi tapi mau membantu kan rasanya bahagia banget, ya? Paling nggak, membuktikan kepada kita bahwa harapan itu masih tetap ada.

Dari sisi dunia usaha, sekarang ini semakin banyak bermunculan pedagang-pedagang baru. Rata-rata menjual produk kuliner sih, entah mengambil dari tempat lain untuk dijual kembali, atau membuat dari dapur sendiri. 

Waktu saya jalan-jalan ke salah satu akun media sosial UMKM di Bogor, ada loh yang menyediakan jasa foto produk bagi pedagang yang membutuhkan agar produknya memiliki nilai jual lebih. Pedagang dadakan kemungkinan memang belum paham ya cara mengambil gambar agar terlihat cantik dan menarik. Yah, saya pun kalau foto produk sering banget jadi gelap sebelah. 

Kegiatan tersebut memang khusus diadakan selama masa pandemik ini. Tuh kan, ada-ada saja bentuk kebaikan yang coba orang-orang tawarkan.

Selain itu, pastinya sih banyak banget yang menawarkan diri mempromosikan dagangan teman-temannya di wall pribadi. Saya merasakan banget sih, ketika dagangan teman closing dari status WA, wuih … Ikutan bahagia. Maunya sih membantu yang besaaar gitu ya, tapi dilakukan semampunya dulu, deh.

*****

Berjam-jam sejak tiba di rumah lagi, kalimat dari sopir tadi masih terngiang di telinga. Mungkin memang benar, salah satunya adalah Allah ingin manusia semakin mengurangi rasa mendahulukan kepentingan diri sendiri. Semakin menajamkan sisi kemanusiaan, sebab tolong-menolong sangat dibutuhkan saat ini.

Sambil meluruskan kaki, saya berandai-andai, apalagi yang bisa saya lakukan untuk sesama. Rasa-rasanya iri pada mereka yang kerap membantu tanpa jeda. Semoga Allah mudahkan.

 

Salam,

Melina Sekarsari

99 comments found

  1. saya ga bisa berkata-kata juga mb melina, bacanya aja udah haru dan nangis. Memang ujian ini harus dilewati dengan hati ikhlas dan lapang dada. Semoga Alloh ganti semua kesabaran dan ketabahan kita dalam menjalani ujian ini aamiin. Tetap istiqomah berbagi ya mb melina. Semoga saya juga. Aamiin.

  2. Wabah Covid 19 ini memang membuat kita belajar banyak hal, salah satunya peduli. Sejak adanya wabah ini, kita dilatih untuk semakin peka dan berusaha menedar kebaikan.

  3. rasanya gak bisa komentar dengan keadaan sekarang kak, kadang suka nangis sendiri liat kondisi keuangan diri sendiri dan sekitar, baca ini malah mewek hiksss semoga kita semua kuat aamiin

  4. Allah ingin manusia semakin mengurangi rasa mendahulukan kepentingan diri sendiri. Semakin menajamkan sisi kemanusiaan, sebab tolong-menolong sangat dibutuhkan saat ini.

    Aku setuju, mbak… terharu bacanya dari atas sampai bawah, thanks for reminding

  5. Wah keren banget mbak Melina, saya sering banget ketemu orang yang ngga pernah salat, ga pake jilbab dan nyalahin ortu
    Waktu saya jelasin tentang anak soleh, dia malah ngeyel. Yo wis lah

    1. Nyalahin orangtua juga buat apa ya, Ambu? Kan saat sudah baligh, kita wajib menunaikan kewajiban beragama sendiri. Jadi ya memang harus berusaha menemukan juga, hihihi …

  6. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Berada di luar jangkauan pikir manusia, apa yang telah Allah tentukan di Lauful Mahfudz. Sebagai makhluk, kita senantiasa mengikuti perintah dan menjauhi larangannya. Itu saja…

  7. Ya Allah miris banget yaa,, mulai mengaktifkan aplikasi sejak subuh, eh br dapet orderannya sore, hikss… Semoga kondisi spt sekarang ini segeral berlalu ya Mbak Melina,, agar kita semua bs mencari rezeki dg optimal. Amin

    1. Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Ngenes juga sih ya, Mbak. Apalagi hari gini orderannya pasti dapat jarak pendek terus. Nggak ada orang bepergian jarak jauh. Pupuk terus harapan dengan doa yuk, Mbak.

    2. Kejadian seperti ini paling sering terjadi sekarang ya Uni Mia. Ini suami saya termasuk sering nih menerima kunjungan abang ojol setiap hari karena terkait kerjaannya. Bentar-bentar ada yg datang kirim software. Bentar-bentar ada yg datang kirim surat. Semua harus ke rumah sekarang. Yah sedikit banyaknya kita sebagai pengguna jasa mereka tergerak melebihkan sedikit bonus untuk mereka. Sedikit bagi kita, insya Allah banyak bagi mereka.

  8. Alhamdulillah yah mba , makin banyak orang berlomba dalam kebaikan..menebar kebaikan. Semoga Pandemi ini segera berlalu. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan aamiin

  9. Iya mbak kita memang makhluk sosial yang sailing membutuhkan satu dan yang lain nya tapi kadang ego melebihi apapun makanya jadi terkadang tidak sesuai gitu.

  10. Bener ka, kita bisa menyajikan banyak kebaikan di saat pandemi. Bukan hanya lewat materi kita bisa berbagi, seenggaknya melalui ketikan jari kita bisa membantu. Misalnya share atau posting lapak teman, mungkin kita belum bisa beli, tapi bisa jadi orang lain membutuhkan info itu. Sesederhana itu tapi berarti.

  11. Saya selalu percaya di balik musibah ada banyak kebaikan langsung dari Allah. Ada banyak juga kebaikan dari manusia (sesama) yang tentu saja lagi-lagi Allah yang menggerakkan mereka. Senang melihat masyarakat kita sekarang bahu membahu dan tolong menolong meringankan beban sesama yang terdampak langsung atau pun tidak langsung Covid-19 ini.

    1. Setuju, Mbak. Semua sudah Allah selaraskan. Hanya saja kadang kita sebagai manusia berpikir dengan terlalu sederhana. InsyaAllah, ada hikmah ya di balik semua ini.

  12. Bener, Mel. Pandemi ini memaksa kita berhenti sejenak untuk introspeksi. Semoga selepas pandemi ini, kebiasaan baik yang kita lakukan sekarang tetap menjadi kebiasaan baik kita ya. Kayak peduli sesama, kreatif, rajin masak, dsb.

  13. Telaah lebih dalam, dan tarik hikmahnya akan keadaan ini memang banyak positifnya juga ya. Kembali untuk muhasabah diri agar menjadi pribadi yg baik, dan semoga keadaan pulih lagi untuk kita kembali beraktifitas

  14. Allah lagi menguji kita semua. Saya juga kena imbasnya, entah sampai kapan bisa bertahan bekerja. Perusahaan sudah mulai oleng. Syukur deh ya masih banyak orang berhati emas yang rajin berbagi kebaikan..

  15. Masya Allah, inspiratif sekali, Mbak. Betapa senangnya orang yang sudah dibantu. Rezeki itu terus bergerak, selama kita mau usaha, kita bantuin orang lain, insya Allah rezeki itu akan datang. Apalagi buat yang udah meluangkan waktunya supaya orang yang kesulitan terlepas dari kesusahan, insya Allah berkah nggak akan kurang dari dia.

  16. Kalimat pembukanya bikin saya mikir
    Pasti ada rencana terbaik sih memang dari kondisi ini
    Tuhan (dan alam) sedang mengirimkan guru-guru kehidupan pada kita lewat makhluk kecil bernama Covid-19. Guru kehidupan berupa saling berbagi, peduli dan lebih ramah pada alam
    Semoga setelah wabah ini berakhir, ajaran-ajaran kebaikan itu terus berlanjut

  17. Kadang engga habis pikir lho, dalam sekian bulan dunia berubah banyak banget. Tadinya kita engga peduli kiri-kanan. Sekarang bah-membahu untuk Bersama-sama melawan CoViD-19.

  18. Meskipun saat ini sedang terjadi masa pendemik corona kita jangan lupa untuk berbuat baik hal ini di buktikan semakin banyak orang berlomba dalam kebaikan. Semoga corona cepat hilang dari muka bumi ini

  19. Saat ini bumi kita sedang diturunkan ujian tetapi ada hikmah juga hadirnya saat bulan Ramadhan yang openuh dengan keberkahan, semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menebarkan kebaikan ya.

  20. Makin banyak orang baik. Dan salut buat mereka yang melakukan kebaikan berdampak besar bahkan ngga mengharap balasan. Respect

  21. Mbak Melina mal di kota saya ada yg udah buka tp cm siang aja, kabarnya ownernya mengusahakan agar karyawannya tetep dapat gaji dan THR. Lagian udah nyetok baju lebaran banyak banget dan masyarakat juga nyari kan ya. Btw, saya seneng baca perenungan Mbak yg dijadiin artikel blog ini, menajamkan sisi kemanusiaan ya Mbak,, jadi lebih peka apalagi momennya Ramadhan gini

    1. MasyaAllah … Semoga niat baik owner tersebut dimudahkan ya, Mbak. Senang rasanya ada pengusaha yang berkomitmen begitu. Meskipun buat yang nggak, saya nggak bisa komplain juga. Kondisi setiap usaha kan beda-beda, ya.

      Iya, Mbak. Aku kepikiran, yo wis, dijadikan tulisan aja.

  22. Alhamdulillah masih diberika kesempatan oleh-Nya untuk mengurangi kepentingan diri, lebih peduli dan menjamkan rasa untuk sesama. Insya Allah kita dimampukan menghadapi cobaan. Dan hikmah yang kita dapatkan membuat diri lebih baik lagi. Aamiin

    1. Itu nikmat tiada tara ya, Mbak. Hati kita masih dilembutkan. Naudzubillah kalau sampai dikeraskan hati sampai enggan berbagi. Padahal Allah sudah janjikan balasan berkali lipat.

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Saling menguatkan ya, Mbak.

  23. Betul sekali ya mba bnyk kebaikan yg hadir di tengah pandemi covid-19 ini..terkadang untuk membuka tabir terang harus melalu jalan gelap . semoga pandemin ini cepat berlalu

  24. Benar sekali. Apa-apa itu pasti ada hikmahnya. Masalah banyak usaha yang berkurang pendapatannya, aku belajar dari saudara aku sendiri. Dia punya bisnis sampingan jual kain, di masa pandemi, dia banting stir ke jualan dessert, lauk dan menu buka lainnya. Alhasil jadi rame banget. menurutku, dalam usaha, kita perlu selalu bisa beradaptasi dengan segala kondisi.

  25. “apalagi yang bisa saya lakukan untuk sesama. Rasa-rasanya iri pada mereka yang kerap membantu tanpa jeda.” kata-kata ini menohok hatiku kak. Aku jadi mikir apa yang bisa dilakukan ditengah kita sendiri sedang sempit.

  26. jujur banget usaha sekarang lagi lesu kak, apalagi yg job wedding ortu saya gak ada pemasukan. Namun berkat covid kita bisa leluasa memberikan kebaikan atau menebar kebaikan dengan cara memberi bagi yg membutuhkan

  27. Dalam segala situasi memang sudah jadi kewajiban manusia untuk saling berbuat baik. Termasuk saat pandemi saat ini..semoga pandemi cepat berlalu

  28. Sepertinya Allah memang ingin kita lebih menunduk lagi. Ingin memberi peringatan agar manusia tak lagi semena-mena terhadap lingkungan dan sekitar… Bener mba, orang yang bisa berbuat kebaikan tanpa jeda bikin kita iri ya.. pengen juga berbuat seperti itu.

  29. Tersentuh ketika melihat begitu banyak kebaikan yang bermunculan di tengah keadaan saat ini
    Membuat saya makin optimis, masih banyak orang baik di dunia ini

  30. Wabah covid ini memberikan byk pelajaran kepada kita, Mba. Salah satunya berusaha menjadi orang baik. Saya salut buat mereka yang melakukan kebaikan dengan keadaan saat ini….
    Semoga kita juga bisa menjadi orang baik yang bisa membantu sesama…Aamiin

  31. Sebenarnya banyak rahasia saat pandemi ini mbak. Entah apa itu menjadi misteri. Tapi sebenarnya jika kita mau ambil dari sisi positifnya,banyak juga kebaikan yang ada. Tapi kalau menengok ke bawah juga bikin meringis dan dilema

  32. Saya juga sempat bertanya seperti itu mbak soal wabah corona ini. Gak nyangka juga ada yang satu pemikiran sama saya. Mungkin juga banyak yang berpikir sama dengan saya. Bahwa corona memang sengaja diturunkan Allah karena Allah sudah gemes sama sikap manusianya. Makanya ditegur begini. Semoga kita senantiasa sadar diri ya mbak dan mendekatkan diri sama Allah. biar corona ini cepat pergi.

  33. Pandemi ini sebetulnya juga memberi dampak positif ya mbak. Orang jadi punya semangat gotong royong meringankan beban orang lain. Semoga Allah mudahkan kita semua untuk bangkit dari keterpurukan akibat wabah ini ya mbak… aaamiiin

    1. Itu dia, Kak. Bangsa Indonesia tuh rasa sosial kemanusiaannya memang terbukti tinggi kok sejak dulu. MasyaAllah, deh.

      Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

  34. Selalu ada cerita baik dari sebuah bencana yang ada… bahkan mengenai berbagi… sekarang ada banyak cara dan saluran kak.. ga mau pakai yg ada, pakai yg sederhana dan terbatas di sekitar juga ga ada masalah..saat ini kesempatan berbagi banyak… dan bumi belum akan kiamat… masih banyak orang baiknya

    1. Betul sekali, Bang. Semoga kita senantiasa dimudahkan ya untuk selalu berbagi. Sesederhana dan sekecil apapun itu. Lebih baik lagi kalau bisa maksimal. Aamiin.

  35. Kesulitan itu membangkitkan keberanian dan kreatifitas … lalu timbul ilmu baru.. sayangnya terkadang kita nangis dulu saat bertemu hal baru yang “negatif” padahal … baik hal positif atau negatif peluang untuk menjadi pelajaran dan pintu pada dunia baru sama aja kan?

  36. betul Mba. Segala sesuatu yang terjadi, pasti ada sisi baik yang bisa kita kulik bersama. Semuanya bisa mendatangkan pahala baik ke kita dan orang-orang di sekitar kita. Ya pasti ada yg nakal dan oportunis, tapi itu nggak akan menghentikan orang-orang baik untuk terus berbuat baik.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.