Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Mau Bertransaksi Saham? Ikuti Tiga (3) Langkah Awal Ini

Mau Bertransaksi Saham? Ikuti Tiga (3) Langkah Awal Ini

Halo, halo …

Kalau tanggal 3 Juni kemarin nggak bertemu dengan Hari Pasar Modal Nasional, mungkin saya belum terpikir untuk menuliskan sejarah pasar modal kita. Padahal banyak banget masyarakat Indonesia yang masih awam. Banyak teman-teman yang bertanya, nih. Daripada saya jawab satu persatu, sepertinya lebih efektif kalau dituliskan saja di blog. Siapapun yang butuh, syuuut … tinggal saya kasih link-nya saja, kan?

Instrument  investasi di pasar modal itu bukan hanya saham. Ada obligasi, reksadana, dan derivatif. Sehubungan saya lebih berpengalaman di saham, jadi saya hanya akan menuliskan tentang saham saja. 

Setelah mengajak teman-teman Mengenal Pasar Modal Indonesia , semakin banyak yang bertanya soal saham. Silakan dibaca ya bagi teman-teman yang ingin tahu Fakta-Fakta Tentang Saham di Pasar Modal.

Kalau setelah membaca lalu teman-teman mengajukan pertanyaan di bawah ini,

“Abis ini ngapain?” atau “Terus mulainya gimana?”

Tenang … Saya sudah menyiapkan jawabannya. 

Tiga (3) Langkah Awal Sebelum Berbisnis Saham

Nah, apa saja sih yang harus disiapkan sebelum berbisnis saham? Saya buatkan tiga (3) langkah awal yang bisa teman-teman jalankan. Apa saja, ya?

1. Membuka Rekening Investor

Ini adalah rekening yang digunakan untuk bertransaksi saham. Ada yang menyebut Rekening Investor, Rekening Dana Investor (RDI), atau Rekening Dana Nasabah (RDN). Podho wae. Proses pengajuannya ke perusahaan sekuritas, bukan ke bank. Kalau teman-teman ke bank lalu bilang mau membuka rekening investor, yakin oleh satpam bakal diarahkan ke Financial Advisor dan di sana akan ditawarkan untuk ikut program asuransi. Kalau teman-teman curhatnya di meja Customer Service, pasti akan ditawari program tabungan berjangka atau deposito. 

Jadi, please jangan membuka rekening investor di bank, ya. Salah jalan ini mah.

Rekening investor ini sifatnya virtual, tanpa buku tabungan maupun kartu ATM. Persyaratan membuka rekening investor mudah saja, kok. Cukup melampirkan e-KTP, buku tabungan, dan NPWP (jika ada). Semua dokumen harus atas nama orang yang sama. Kalau buku tabungan nggak ada karena rekening tabungan yang kita miliki memang tanpa buku tabungan, nggak papa. Cukup sertakan saja screenshot yang membuktikan bahwa ada nomor rekening tabungan yang atas nama kita sendiri.

Letak keamanan rekening investor adalah, rekening ini bisa menerima dana dari mana saja tapi hanya bisa mencairkan dana ke rekening tabungan yang didaftarkan saat pengajuan awal. Orang yang bisa mengambil dana yang sudah dicairkan tersebut tentu adalah orang yang bisa mengakses kartu ATM, punya token e-banking beserta PIN-nya, dan tahu PIN M-banking kalian termasuk harus pegang ponsel yang ada m-banking itu juga, dong. 

Jadi, aman ya. Nggak ada yang bisa membawa lari uang teman-teman. 

Teman-teman bebas memilih mau membuka rekening investor di perusahaan sekuritas yang mana. Oiya, perusahaan sekuritas atau bisa kita sebut juga dengan broker, merupakan satu-satunya perusahaan tempat kita bisa membuka rekening investor, di bawah pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saya jadi ingat, dulu ada teman yang mengira perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang menyediakan jasa petugas keamanan/sekuriti. Bukan, ya … Bedaaa, wkwkwk

Ini adalah perusahaan-perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia sebagai referensi: Panin Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Bahana Sekuritas, MNC Sekuritas, Maybank Sekuritas, dll

Sebagian sekuritas sudah bisa menyediakan fasilitas pengajuan secara online, sebagian lainnya masih secara konvensional alias harus mengisi formulir fisik. 

Prosesnya bervariasi, antara 3-14 hari kerja. Ini tergantung kebijakan masing-masing sekuritas, kelengkapan dokumen yang kita miliki dan cepat nggaknya kita menjawab telepon untuk verifikasi data. Proses persetujuan pemberian rekening investor ini melibatkan sekuritas, KSEI, KPEI, dan bank kustodian. Mereka akan melakukan verifikasi data antara formulir isian, lampiran dokumen, dan data yang dimiliki oleh sistem online Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Pastikan kartu identitasmu sudah berjenis e-KTP, ya. Beberapa kali saya mendapat laporan dari sekuritas bahwa data tertera antara KTP dan sistem online Dukcapil calon nasabah berbeda, misalnya di KTP tertera lahir di tahun 1980, di sistem online Dukcapil tertera lahir di tahun 1981. Ini akan menghambat proses persetujuan.

Bank kustodian akan mengacu pada sistem online Dukcapil, ya. Pastikan bahwa data kita di sana sudah benar. Solusinya, teman-teman harus melakukan konfirmasi ke Dukcapil setempat untuk mengecek dan meminta diperbaiki apabila data pada sistem online Dukcapil yang salah. 

Berbagi pengalaman, dulu saya nggak pernah tahu kalau data kependudukan di sistem online Dukcapil salah. Baru tahu saat beberapa bulan lalu ada transaksi di kantor Pegadaian. Saya tinggal di Bogor Timur, Kota Bogor. Tapi pada sistem online Dukcapil tertera tinggal di Pulogadung, Jakarta Timur, wkwkwk … Sama-sama Timur doang. Meluncurlah saya ke Kantor Dukcapil tempat saya tinggal dan langsung dibetulkan.

2. Mengunduh Aplikasi Online Trading

Setiap sekuritas menyediakan fasilitas online trading untuk nasabahnya. Segera unduh aplikasi yang dimaksud di ponsel, begitu teman-teman memperoleh email bahwa rekening investor sudah selesai. Untuk bisa mengakses online trading tersebut, kita harus memasukkan username, password, dan PIN. 

Beberapa sekuritas mewajibkan nasabahnya untuk mentransfer setoran awal ke rekening investor tersebut sebelum memberikan username, password, dan PIN. Sebagian lagi langsung memberikan hak akses tersebut. Setoran awal tersebut adalah dana milik kita yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Belum melakukan setoran artinya teman-teman belum bisa membeli saham, ya.

Oiya, besarnya setoran awal dari setiap sekuritas berbeda-beda. Ada yang cukup Rp 100 ribu, Rp 500 ribu, Rp 5 juta, bahkan minimal Rp 10 juta pun ada. 

Nominal setoran awal, biaya transaksi jual dan beli, serta kemudahan menghubungi layanan pelanggan bisa teman-teman jadikan pertimbangan untuk memilih di sekuritas mana rekening investor akan dibuka. 

3. Mempelajari Fitur di dalam Aplikasi Online Trading dan Ketentuan Transaksi di Bursa

Sebelum mulai bertransaksi, saya sangat menyarankan teman-teman untuk mempelajari fitur yang ada di dalam aplikasi online trading milik kalian. Cari tahu posisi menu ada di mana. Sebagai pemula, ini adalah sub menu utama yang akan sering teman-teman perlukan dalam bertransaksi saham:

 

I. Sub Menu Utama pada Aplikasi Online Trading

PORTOFOLIO, ini adalah sub menu tempat kalian bisa mengetahui posisi aset saat ini. Di dalamnya juga akan tertera saham apa saja yang dimiliki (apabila sudah belanja), jumlahnya berapa lot, nilainya dalam rupiah, posisinya tengah untung atau rugi dan berapa persentase maupun nominalnya, serta jumlah uang tunai yang dimiliki.

BELI/JUAL/PENARIKAN DANA, ini penting banget. Gimana mau transaksi beli atau jual kalau posisinya nggak tahu ada di mana.

Jangan terbalik, saya pernah mau punya saham A di harga 900. Saat itu posisi harga sudah naik di harga Rp 950. Rencananya saham A tersebut mau saya jual di harga Rp 950 alias harga saat itu. Ternyata oh ternyata, saya malah pencet tombol ‘Buy’ di harga Rp 950. Jadilah harga rata-rata saham saya naik. Kesyeeel … Jadikan pengalaman bodoh malas baca dan groginya saya buat pengetahuan kalian saja, ya. Jangan diikutin. 

COMPLETE BOOK, ini sub menu untuk mengetahui antrian saat ini di sisi Bid dan Offer. Bid artinya banyaknya orang yang ingin membeli saham yang dimaksud. Offer artinya banyak orang yang ingin menjual saham yang dimaksud. Complete Book ini berguna untuk pertimbangan kita mau membeli atau menjual pada harga di menit tersebut dengan cara memasang harga bawah atau atas. Masih bingung, kapan-kapan saya tuliskan lebih detil mengenai teknisnya. 

CHART, ini sub menu yang penting banget. Chart menggambarkan pergerakan harga saham saat ini. Bisa saham perusahaan yang ingin kita cek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), atau sesuai sektor industrinya. Isi saja kolomnya sesuai kebutuhan. Di sini, kita bisa terbantu mengetahui saham yang kita inginkan trend-nya sedang bagus atau tidak. Kalau terus menukik turun, ya jangan dibeli. Teman-teman bisa mempelajarinya seiring berjalannya waktu.

Sub menu lainnya tentu sangat berguna juga. Tapi di level pemula, keempat sub menu itu saya rasa cukup, kok.

 

II. Ketentuan Transaksi di Bursa

Selain mempelajari fitur pada aplikasi online trading, teman-teman juga harus mempelajari ketentuan transaksi di bursa, sebagai berikut:

A. WAKTU TRANSAKSI

Bursa saham dibuka pada hari Senin-Jumat, mulai pukul 09.00-16.00. Bursa dibagi menjadi dua sesi, ya. Sesi 1 dimulai pukul 09.00-12.00. Lalu ada jeda istirahat antara pukul 12.01-13.oo. Sesi 2 dimulai pukul 13.00-16.00. Bursa akan tutup pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Selama masa pandemik ini, waktu kerja bursa menjadi lebih pendek. Sesi 1 dimulai pukul 09.00-11.30 dan sesi 2 dimulai pukul 13.30-16.00. Kurang asyik sih menurut saya, hahaha

Informasi jadwal bursa selama setahun ke depan biasanya sudah diunggah oleh Bursa Efek Indonesia ke situs resminya. Sebagai nasabah, tentu sekuritas tempat teman-teman membuka rekening investor juga akan memberikan informasi ini.

B. KETENTUAN TEKNIS JUAL, BELI, dan PENARIKAN DANA

Setiap transaksi di bursa, berlaku T+2. T adalah hari Transaksi. Supaya mudah, saya buatkan contoh seperti di bawah ini, ya.

Contoh Beli:

Apabila kita membeli saham di hari Senin, maka pencatatan tertulis dana kita akan dilakukan pada hari Rabu.

Contoh Jual:

Apabila kita menjual saham di hari Senin, maka pencatatan tertulisnya masuknya dana kita ke portofolio akan dilakukan pada hari Rabu.

Contoh Penarikan Dana:

Apabila kita akan mengisi permohonan penarikan dana pada hari Senin, maka dana tersebut akan diterima di rekening tabungan pada hari Rabu.

Perhitungan:

T = Hari Transaksi (Senin) atau disebut juga dengan T+0

T+1 = Satu hari setelah hari Transaksi (Selasa)

T+2 = Dua hari setelah hari Transaksi (Rabu)

Catatan: Perhitungan di atas berlaku apabila Senin sampai Rabu merupakan hari kerja alias nggak ada hari libur nasional, ya. Kalau ada, harus lompat ke hari kerja berikutnya.

C. KODE EMITEN

Setiap perusahaan mempunyai kode di bursa yang disebut dengan kode emiten. Kode ini terdiri atas empat (4) huruf saja, misalnya:

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, kode emitennya TLKM

PT. Unilever Indonesia Tbk, kode emitennya UNVR

PT. Waskita Karya Tbk, kode emitennya WSKT

PT. XL Axiata Tbk, kode emitennya EXCL

Selamat! Kamu Sudah Bisa Transaksi

Apabila langkah-langkah di atas sudah teman-teman lakukan, transaksi saham sudah mulai bisa dilakukan. Sebagai pemula, saya menyarankan teman-teman berinvestasi saja dulu. Kenapa, tentu karena analisanya lebih mudah. Teman-teman bisa memilih saham di perusahaan yang kalian kenal banget.

Siapa yang suka makan Indomie? Selama masih ada orang doyan Indomie, Indofood (ICBP, INDF) akan tetap berdiri.

Siapa yang kalau mandi pakai sabun Lifebuoy? Sikat gigi pakai Pepsodent? Selama masih ada yang melakukannya, Unilever (UNVR) masih jauh dari kata bangkrut.

Ada yang setiap harinya selalu butuh kuota internet untuk bekerja maupun main hiburan? Atau, sudah pada bosan internetan? Selama orang-orang masih butuh dan doyan internetan, maka Telkom (TLKM), XL (EXCL), dan Indosat (ISAT), masih layak dibeli.

Ada yang masih menyimpan uang di bank? Masih butuh bank untuk segala transaksi keuangan? Atau, sudah bosan pakai m-banking, e-banking, bahkan kartu ATM sudah dipatahin? Kalau BRI (BBRI), BCA (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), atau BNI (BBNI), dan kawan-kawan masih punya nasabah, saham-saham tersebut masih layak dikoleksi.

Cara paling simpel seperti itu, meskipun akan lebih baik kalau teman-teman bisa membaca laporan keuangan meski sederhana. Saya juga pakai cara paling sederhana, kok.

Selamat mencoba ya dan tetap hati-hati dalam memilih perusahaan. Gunakan analisa, jangan main hajar saja. 

See you

Salam,

Melina Sekarsari

101 comments found

  1. Bahasan menarik ini mbak. Buat aku yang nggak melek2 amat sama saham, jadi tercerahkan. Jadi, insverstasi itu gampang ya, yang sulit tradingnya 😀

    Tfs ya mbak. Mau ajak suamiku baca tulisan ini jadinya 😀

  2. Wah aku bener-bener bengong mba baca ini. Karena bener-bener ilmu baru hahaha ?. Aku malah tadi ga tahu perusahaan sekuritas itu apa. Walau udah dijelasin tetep ga tau dan nggak kebayang wkwkwkwk ?. Yang aku hapal BNI sekuritas tadi. Nah kalau aplikasi onlinenya itu kayak mobile bangking lagi kayak gitu mba?

    1. Aduh jangan bengong, nanti dikagetin Erysha langsung njerit loh, wkwkwk …

      Yup, BNI Sekuritas ada tuh, Mbak. Kurang lebih memang seperti mobile banking.

  3. Aku pernah hampir bekerja di bursa saham, waktu itu masuknya ke yang jual komoditi kayak kacang dll

    Nilai pertama masuk kalo ga salah 500 USD dan di hari hari selanjutnya kayak naik turun ga karuan

    jadi akhirnya aku batal buat jadi trader. butuh nyali besar juga ya Mbak Melina untuk melakukan trading ini

    1. Oh, itu beda, Mbak. Saham yang ini benar-benar saham yang perusahaannya ada di Indonesia, ada di bawah pengawasan OJK. Kalau komoditi, ini masuknya ke perdagangan komoditi bukan saham. Selain sektor perkebunan, ada juga pertambangan, pokoknya komoditi deh. Ini di bawah pengawasan Bapepti. Pasarnya bukan di Indonesia, tapi global.

  4. hahaha… jaman dulu kala, pernah lihat mobil ada tulisannya “…. perusahaan sekuritas terpercaya”
    Beneran lho, kirain itu adalah perusahaan yang menyediakan jasa satpam, bodyguard dan sejenisnya.

    Alhamdulillah, nemu tulisan yang mudah untuk dipahami. Saya kadang diceritain teman yang suka “main saham” tapi nggak ngerti-ngerti.

  5. saya baru terjun dunia trader sejak 2018 dan baru mengenal arti dari saham. obligasi, dan yang lainnya namun saya berusaha jika dapat uang untuk investasikan kelak agar bisa menambah pundi” rupiah

  6. Aduhhh bacaan berat inih… biasa ngereview film disodorin investasi aku merasa lenyap??

    Tapi biat gitu aku sih noted nih sama artikelnya. Buatku berinvest itu tricky karna gataw ilmunya. Setelah baca ini aku jadi punya pengetahuan step step yang bener kalo mau bermain investasi saham.. kali satu hari aku bisa beli saham mnc hehe

    1. Hahahaha … Sekali-kali ya disodorin yang beratan dikit. Tahu nggak, buatku kebalikannya. Drakor yang berat, wkwkwk …

      Dipahami aja pelan-pelan, ya. Kapan-kapan kalau sudah siap, silakan buka rekening investornya, cicil saham MNC-nya. Cakep dia tuh.

  7. Sekarang udah semakin praktis ya ada online trading, menyesuaikan dg zaman ya..kalau dulu ada jasa konsultannya, sekarang semua² bs dilakukan sendiri, asal jgn salah pencet tombol ya Mbak Mel hehe… Nice share

  8. Duuh coba aku kenal mb Melani 10 thn yl, kaan bisa belajar investasi dan langsung praktek. Aku ya coba² sendiri gitu, kepincut di bank tanpa sempet baca lebih dalam. Ternyata engga sesuai harapan. Hiks…

  9. Aku tuh pengen banget cobain investasi kayak gini.. apalagi sekarang kan banyak ya yang nominalnya gak harus berjut-jut.. tapi kok ya gak kunjung berani eksekusi haha

  10. Bermanfaat banget mba, dijelaskan dengan kata2 yg mudah dimengerti juga. Aku selama ini baca2 ttg saham ya kok puyeng

  11. Membaca laporan keuangan ini yg males belajarnya tingkat dewa. Padahal kalau mau belajar, setelah bisa ilmunya mudah dan bisa kita terapkan saat mau berinvestasi seperti itu ya

    1. Iya, semua sekuritas menyediakan aplikasi karena semua sudah menggunakan sistem online trading. Dibaca-baca dulu aja ya, Mbak, sampai paham. Kalau belum paham apa dan bagaimana saham, jangan ikutan dulu, hihihi …

  12. Online trading emang lagi ngetrend. Emang sesuai perkembangan jaman ya kan. Saya lagi blajar2 dulu biar faham n yakin, baru tar mulai main hehe

  13. Dulu itu, pemahaman saya seputar saham itu berbeda dengan sekarang, Mbak Melina. Dulu saya pikirnya berkecimpun di dunia saham itu ribet. Tapi kalau dipelajari, dipahami dan dipilih yang sesuai justru saham sangat menguntungkan ya, Mbak.

  14. Saya juga invest saham nih buat pendidikan anak saya. Semoga ULTJ maju terus perusahaannya, hihihi.
    Artikelnya bermanfaat banget nih mbak buat pemula.

  15. Gunakan analisa dan jangan main hajar saja…beneran nasihat bijaksana dari pakarnya
    Mbak Mel, aku makin suka blogpost di artikel ini makin mengarah ke sharing wawasan penulisnya yang enggak kaleng-kaleng
    Lanjutkeun..aku makin paham nih jadinya tentang saham !

    1. Alhamdulillah … Semoga bermanfaat ya, Mbak. Iya nih, kok kepengen cerita-cerita karena banyak banget yang nggak paham saham.

      Kapan-kapan aku cerita lagi, hihihi …

  16. Duluu banget aku juga mengiranya perusahaan sekuritas menyediakan tenaga security..wkkwkw trnyata salah pemahamanku. Hehhehe.. tulisannya bermanfaat juga mba jika suatu saat kita ingin buka rekening bisnis saham

    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat, Mbak. Jadi udah tahu ya nggak ada kaitannya sama petugas keamanan, hahaha …

      Iyes, silakan mempraktekkan ini kalau sudah buka rekening investor.

  17. Oh, jadi begitu, ya, langkahnya. Berarti buka rekening juga download aplikasi awalnya. Saya pikir caranya rumit, kalau udah tahu ternyata enggak serumit yang dipikirin

  18. Post ini sama kayak IPOT ya? Masih belum berani main saham meskipun sekarang ada nabung saham, tapi masih ragu padahal bisa untuk invest jangka panjang

  19. Pengen ikutan main saham tapi masih belum berani sama resikonya, mungkin krna belum pernah mencoba yah jdi agak serem itu duitnya balik apa engga. So far mainnya pasar valas sempet untung tpi belakangan merugi krna dolar keoks..hiks..

  20. Beberapa tahun lalu pernah ikut workshop trading gitu, ternyata memang banyak hal ya yang mesti dipelajari, kalau saya sih kayaknya belum bisa mainnya, mesti belajar lebih banyak lagi

  21. aku dari kemaren pengen banget investasi saham begini, tapi kok ya masih takut. eh tapi aman banget ya mba klo sesuai yg udh diceritain di artikel ini. tfs mba.

  22. Aku juga sudah jadi pemegang saham nih Mbak. Bulan2 ini sering bgt dot undangan RUPS hehe gayaa. Semoga aja ada berita baik soal devidennya. Buat nambah uang jajan buat transaksi lagi woohoo

  23. Thks udah sharing mba.. initu ilmu penting bgt terutama buat pemula kayak aku. Tertarik investasi, sering dengar cerita orang tapi belum pernah praktek. Oh ya mba, Pantene itu dari P&G bukan Unilever hehe

  24. Artikel yang betul betul ndaging inih mba Me,
    Dan daku sampe baca berulang kali kuatir ada yang belum aku kunyah halus.

    Selama ini ya dalam fikiranku yang cetek ini, transaksi saham itu sulit dan gak usahlah dipelajari emak rumahan kayak aku gini.

    Ternyata tulisan ini mematahkan pemikiranku dan meningkatkan semangat belajar lebih ttg saham.

    Ish love love lah Mba

  25. Itung-itung nambah pengetahuan nih ttg transaksi saham di era 4.o. Aslinya aku juga nggak ngerti hehehe. Tapi tulisannya keren lo.

  26. Ternyata ada yang namanya rekening investor ya. Tanpa buku tabungan dan ATM. Selama ini tahunya buka rekening ya hanya ke Bank, wkwkw. Terima kasih informasinya Kak

  27. Langkahnya cukup mudah dipahami oleh saya yg masih awam dalam dunia investasi. Meski ada beberapa istilah yg belum saya pahami betul. Hehehe…
    Semoga berjodoh ah dengan investasi impian nih pengen juga seperti orang orang punya Investasi kekinian…

  28. Mantap ini Mba Melina. Udah bikin rekening investor belum mba? Hihihi. Senang deh, bikin saham sekarang gak seribet dulu ya. Apalagi sekarang juga udah ada platform saham online. Kita beli saham sendiri dari rumah, tinggal foto beberapa kartu dan identitas yg diperlukan trus submit via online. Lamanya juga sama, maksimal 14 hari kerja.

    Semoga yang membaca tulisan Mba Mel ini jadi semangat untuk investasi, gak sebatas investasi konvensional berupa tabungan atau emas saja.

  29. Sekilas jadi innget pelajaran sewaktu SMK dan kuliah. tapi entah rasanya kalau ngebahas saham rada berat gitu otakku. Jadi walaupun dah pernah belajar sampe sekarangpun belum berani buat investasi di sini.

  30. Saya ada buat di rekening saham di BNI sekuritas, melalui online. Sampai sekarang saya belum berhasil menjual saham saya. Soalnya masih anjlok harganya ?.

  31. Kalau mau menekuni bidang saham trading ini, harus update selalu ya mengikuti perkembangan, karena biasanya naik turun dan ada aja perkembangannya dalam hitungan jam, bahkan bisa jadi menit

  32. Aku belum pernah bertransaksi saham mba, takut ini itu lah.. maklum gaptek dan kurang melek tentang saham2 gitu. Eh baca ini ternyata ga ribet yah. Bisa jadi pemegang saham perusahaan2 besar yah jadinya 🙂

  33. Baca ini saya jadi teringat emailmu yg akhirnya belum juga kupelajari. Haha. Waduh. Piye lah. Apalagi dengan adanya wabah tambah sibuk lagi kerjaanku. Nah, sayangnya waktu ada event financial dirimu gak ikut ya Mbak ya. Hiks

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.