Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Asyiknya Staycation di Apartemen

Asyiknya Staycation di Apartemen

Belasan tahun lalu, di sela-sela waktu istirahat makan siang, saya diajak teman-teman kantor melipir ke apartemen milik salah satu dari mereka. Selalu membayangkan punya rumah dengan halaman luas supaya bisa bercengkrama bareng keluarga sambil mainan tanah, saya kaget mendapati apartemen milik teman itu yang mungil banget. Istilahnya studio apartemen, ya.

Ngobrol ngalor-ngidul, saya merasa punya prestasi jauh melampaui teman saya itu karena di waktu yang sama, saya juga tengah membeli hunian tapi berupa rumah. Bedanya, dia memilih apartemen di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sedangkan saya memilih hunian di salah satu komplek perumahan di Bogor. Merasa berprestasinya kenapa, coba? Gara-gara harga rumah saya dan apartemen dia sama. Padahal, ukuran rumah saya jauh lebih luas dong dibandingkan apartemen studio dia itu.

“Yang bener aja seharga rumah tapi cuma dapat unit seuplik begini? Apa bedanya sama ngekost, coba?” Begitu ucap saya dalam hati.

Kalau sedang ledek-ledekan, dia tetap merasa menang karena jarak tempuh dari unitnya ke kantor deket banget. Waktu itu kami memang ngantornya di daerah Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan which is tinggal sak nyuk an lah kalau dari apartemen dia.

 

Mencoba Menginap di Apartemen

Selama melakukan solo traveling, saya nggak pernah terlalu mempermasalahkan akomodasi. Buat saya, akomodasi hanya diperlukan untuk keperluan tidur dan mandi. Saya nggak merasa ada fasilitas penting yang harus ada karena toh kegiatan akan lebih banyak dilakukan di luar. Keluar kamar pagi-pagi untuk sarapan lalu langsung pergi, dan malam harinya kembali sudah dengan sisa-sisa tenaga. Ngapain lagi coba kalau bukan untuk mandi, beberes sebentar, lalu tidur. Begitu saja terus sampai jadwal kepulangan ke kota atau negara asal.

Tapi, beda ceritanya kalau pergi bareng keluarga. Dalam hal ini membawa orangtua, anak-anak, dan keponakan. Fasilitas sebuah akomodasi betul-betul jadi pertimbangan. Ibu saya sudah sepuh. Setelah lelah seharian jalan-jalan, pasti butuh tempat beristirahat yang nyaman. Begitu pula dengan anak-anak. Adakalanya tengah malam atau pagi banget, ribut minta makan. 

Maka, sewaktu jalan-jalan ke kota kelahiran di Semarang, saya memilih menginap di apartemen aja. Waktu itu kami berempat – saya, ibu, dan anak-anak – menginap di Louis Kienne Apartment di Jl. Pandanaran, Semarang melalui aplikasi AirBnB.

Puas memilih akomodasi berupa apartemen, saya jadi ketagihan deh. Setiap kali pergi bareng keluarga, apartemen selalu jadi pilihan. Bukan cuma itu, acara bareng teman-teman pun, kami ikutan memilih apartemen juga. 

Kelebihan Staycation di Apartemen

Bukan tanpa alasan saya memilih apartemen saat liburan bareng keluarga. Fasilitas utama dari apartemen berupa kolam renang pokoknya harus ada. Selain itu, di sini, saya dan keluarga bisa tinggal selayaknya tengah berada di rumah. Apartemen itu umumnya terintegrasi dengan pusat perbelanjaan atau memang menyediakan pusat perbelanjaan sendiri. Apalagi, bisa banget memilih unit yang memang komplit plit. Seperti apa, misalnya? Ini dia:

1. Kamar Tidur

Selayaknya rumah, saya bisa memilih apartemen yang bertipe studio atau dengan kamar tidur. Berhubung perginya bareng keluarga, saya memilih unit dengan minimal satu kamar tidur dengan tempat tidur tingkat atau dua kamar tidur sekalian. 

Saya juga bisa memilih selengkap apa sih fasilitas di kamar tidur. Lemari pakaian lengkap dengan gantungan pakaian biasanya udah ada. Meja rias, cermin, dan pengering rambut, bisa jadi fasilitas tambahan. Kalau menginapnya cukup lama, saya senang banget kalau bisa menemukan unit yang menyediakan meja setrika lengkap dengan setrikaan sekalian. Bahkan pernah loh ketemu unit yang menyediakan sapu tebah juga. 

2. Ruang Duduk

Mau ngobrol-ngobrol sambil nonton TV tanpa mengganggu yang sedang istirahat di kamar, bisa banget. Apartemen dengan kamar tidur biasanya menyediakan area duduk terpisah yang dilengkapi sofa dan televisi. 

Coba kalau area tidur dan nonton TV dijadikan satu, pasti yang udah ngantuk bawel karena kita yang sedang ngobrol berisik banget.

3. Dapur

Saya tuh punya penyakit suka bangun tengah malam buat makan. Anak-anak juga suka minta minum susu hangat sebelum tidur. Kadang juga bangun tidur, mandi, sarapan, berenang, lalu makan lagi. Nah, bisa diakalin buat hemat kan kalau masak sendiri.

Makanya, saya suka pilih apartemen yang memungkinkan buat memasak. Unit seperti ini biasanya udah menyediakan semua perlengkapan komplit, mulai dari wajan, panci, sutil, aneka sendok garpu, mangkuk, piring, perlengkapan cuci piring pun ada. 

Jadi seusai memasak, bisa langsung bersih-bersih, deh. Eh, saya pernah loh dapat unit yang menyediakan minyak goreng, saos, kecap, garam, dan margarin. Bebas dipakai sama tamu yang menginap.

4. Toilet

Seperti di hotel, apartemen pun menyediakan toilet dengan fasilitas komplit, mulai dari handuk, sabun, shampo, sikat gigi, dan pasta gigi. 

Saya pernah juga dapat unit yang menyediakan sisir, cotton bud, pembersih lantai dan kloset, tongkat pel, daaan sabun serta shampo-nya bukan yang ukuran imut-imut, tapi produk dari drugstore ternama macam di Watson gitu. Ihihihi … Seneng banget. 

Meskipun pernah juga sih, ketemu yang kesetnya berupa kaos bekas, wkwkwk

Oiya, di balkon suka disediakan jemuran juga tuh sampai sapu dan serokannya. Yang rajin bebersih ya kalau staycation di apartemen.

Wajib Diperhatikan Saat Menginap di Apartemen

Buat yang bepergian seorang diri, unit tipe studio bisa jadi pilihan, ya. Saya begini juga kalau sedang kerja di luar kota. 

Nah, biarpun staycation di apartemen kelihatannya nyenengin, jangan lupa ya bahwa kita juga harus menjadi tamu yang bertanggungjawab, misalnya:

Menjaga Kebersihan 

Setiap unit pastinya menyediakan keranjang sampah. Berhubung saya suka staycation sampai berhari-hari, saya selalu tanya ke pemilik unit di mana bisa membuang sampah setiap harinya. Harus mau membuang sampah sendiri ya, kan nggak ada petugas macam di hotel. 

Merawat Barang-Barang

Sering loh saya dapat unit yang dilengkapi pernak-pernik cantik. Cakep banget deh buat foto-foto. Tapi kudu hati-hati, ya. Jangan sampai ada yang tergores, retak, pecah, apalagi dibawa pulang. Ingat bahwa semua fasilitas disediakan untuk digunakan di tempat dan dikembalikan dalam keadaan semula seperti saat kita tiba. Kalau saat kita datang dalam keadaan bersih ya saat pulang sudah harus kita bersihkan lagi.

Eh, saya pernah malu banget sewaktu ditelepon sama pemilik unit karena handuknya hilang satu. Akhirnya saya telepon satu persatu teman yang waktu itu ikutan nginep. Lumayan shocked waktu salah satunya dengan polos bilang, “Iya, aku bawa pulang. Kenapa memangnya?”

Wkwkwk … Akhirnya saya transfer Rp 100 ribu deh ke pemilik unit buat ganti handuk itu. 

Mematikan AC dan mengunci pintu

Unit di apartemen beda ya dengan kamar hotel yang saat kita mencabut kunci seluruh peralatan elektronik otomatis mati. Di apartemen, semua harus kita matikan manual satu persatu. Selain boros energi, membiarkan peralatan elektronik terus menyala tentunya berbahaya, ya. Jangan bikin susah pemilik apartemen, deh.

Beberapa unit yang pernah saya singgahi udah pakai kunci otomatis, tapi sebagian lainnya masih kunci manual. Jadi, jangan lupa dikunci ya, gaess …

Asyiknya Punya Unit di Apartemen

Saya tuh tipe orang yang saat udah suka dan cocok sama sesuatu, susah deh buat pindah ke lain hati. Makanya, saat ada rencana datang ke kota yang sama, maunya staycation di unit yang sama lagi. Sayangnya, saya sering banget kecewa. Penyebabnya, unit yang saya mau tuh udah ada yang mereservasi. 

Nggak tanggung-tanggung loh, bisa sampai tiga hingga lima bulan ke depan. Kalau udah begini, saya suka nyengir sendiri mengingat dulu pernah nyela teman yang beli apartemen. Ternyata, punya apartemen nggak mesti dipakai sendiri, kok. Beli ya buat investasi. Soal kepengen punya rumah dengan halaman luas ya diwujudkan aja sendiri. 

Kebutuhan properti terutama di kota-kota besar memang selalu meningkat tajam. Nggak melulu berupa rumah, tapi apartemen pun sama larisnya dan gurih juga pendapatannya. Reservasinya saat mau staycation di apartement, saya selalu pakai aplikasi AirBnb. Cara sukses bisnis properti berupa sewa apartemen bisa belajar nih dari Olivia D Purba.

Jadi, besok-besok, kalau ada peluang punya apartemen, sepertinya perlu dipertimbangkan banget deh. Nggak harus dihuni sendiri, disewakan aja. Masa iya, saya kerjanya nyewa melulu. Ke depan maunya bisa nyewain juga, dong. Asyik banget bisa punya passive income begini.

 

Salam,

Melina Sekarsari

72 comments found

  1. seru juga yah staycation di apartement, lengkap dengan dapur dan ruang keluarganya, jadi berasa di rumah sendiri. Jangan lupa masak klo gitu kak..hahahha..

  2. Mba Mel ternyata kelahiran Semarang to, saya Kendal Mba.
    Wahh Louise K termasuk hotel idaman ini, view kolam renangnya dari atas cakep
    aku belum pernah nginep di sini, jadi pengen kapan-kapan cari harga miring dulu tapi wakakka

    1. Iyaaa, Semarang – Kendal tinggal melipir ya, Mbak …

      Harga sewa di apartemen kalau dibandingkan dengan hotel malah lebih murah apartemen, loh. Apalagi kalau terdiri dari dua kamar. Ini bisa seharga dua kamar di hotel untuk semalam.

  3. Sama’an kita mba. Saya juga kalau lagi liburan keluarga atau ramean bareng teman selalu milih apartemen. Pernah sampai bela-belain dua kali nginap di apartemen yang sama tetapi unit berbeda karena ada sky poolnya. Hahaha.

    Apalagi skypoolnya bisa lihat Twin Tower dan KL dalam satu frame.

  4. Saya pernah sewaktu ke Surabaya, sewa apertemen bersama teman-teman. enak bisa bebas masak ****mie, atau masak yang lain. Memang perlu dipikirkan untuk menambah passive income beli apertemen buat disewain ya mbak. ?

    1. Nah kan, terasa ya Mbak. Aku tuh reservasi aja kadang susah karena pada penuh terus. Jadi tahu ternyata peminat sewa apartemen tuh nggak main-main. Bisa banget jadi pertimbangan.

  5. Fasilitasnya lengkap ya mbak, ada ruang tamu dan juga dapurnya. Kalau begini jadi betah , serasa di rumah sendiri. Benar banget mbak kalau bareng keluarga itu harus cari penginapan yang nyaman buat seluruh anggota keluarga.

    Iya mbak, kalau ada dana kita bisa membeli apartemen sebagai salah satu investasi masa depan.

  6. Bagus juga ya tinggal di Apartemen. Banyak fasilitas yang dimiliki dan berasa di rumah. Dulu gak kepikiran kalau Apartemen bisa dalam agenda staycation.

  7. Berada di apartement ternyata juga menyenangkan, fasilitas ada, lengkap dan tetap bisa dipakai untuk keluarga.
    Semoga ada kesempatan untuk bisa merasakan dan memiliki

  8. Dulu jika mendengar kata Apartemen sepertinya itu hunian bagi orang yang wow. Tapi sekarang sepertinya banyak orang berburu apartemen dengan berbagai pertimbangan
    Semoga ada kesempatan untuk bisa merasakan dan memiliki

  9. Dalam bayangan saya ini berasa seperti kita menyewa villa saat dipuncak/ pedesaan. Bedanya kalau di kota kita menyewa apartemen. Bisa masak sendiri, bebas ngobrol asyik ma keluarga dan kegiatan lain seperti saat di rumah

  10. Dalam bayangan saya ini berasa seperti kita menyewa villa saat dipuncak/ pedesaan. Bedanya kalau di kota kita menyewa apartemen. Mungkin bisa jadi pertimbangan saat kita travelling

  11. AirBnB ini membantu banyak orang ya. Mempermudah urusan penginapan bagi yang gak mau di hotel, atau pengen suasana beda. Kayak dalam tulisan ini, bisa memilih nginap di apartemen.

  12. thanks mba sharingnya, kebetulan aku baru mau nyobain nginap di apartemen sama keluargaku, tipsnya bisa aku terapkan nanti, dan kayaknya bakal seru banget ya mba bareng-bareng keluarga gitu

  13. Tiga tahu lalu saya dan suami pernah menginap di hotel louis kienne di semarang. Mungkin disebelahnya aprtmennya ya mba. Waktu itu dapat promo dr traveloka, hehehe. Emang hotelnya nyaman banget sih ya. Pastinya apartmentnya ga kalah nyamannya dgn hotelnya.

    1. Kalau hotel itu posisi ada di depan, Mbak. Jadi kalau mau ke apartemen harus melalui lobi hotel. Pintu penghubungnya ada di dalam sana. Namanya juga berbintang ya, Mbak, jadi nyamaaan … Eh jadi kepengen lagi.

  14. Iya ya kak Me.. sekarang ini invest yang lebih menguntungkan ya properti di apartemen. Stay cation begini emang serunya di apartemen karena fasilitas juga lengkap kayak hotel.
    Aku jadi lucu sendiri pas baca temen kak Me bawa pulang handuk, hihi

  15. Wah, pingin juga nih punya unit di apartemen. Apartemen hunian vertikal kekinian yang akan prospektif terus di masa depan ya. Cuma memang harganya senilai dg 1 unit landed house ya Mbak Mel, hihi… nabung yg banyak dulu deh hihi… kl dosen rajin2 menang hibah ah biar terkumpul koinnya hehe

  16. Memang ada plus minusnya tinggal di apartemen atau rumah dgn halaman ya mba.
    Apalagibkalo apartemennya lengkap dengan design interior, walaupun seuprit, tapi kok ya jadi imut gitu hehehhee

    1. Selama masih mendukung kebutuhan kita, imut pun nggak masalah ya, Bun. Kalau sudah double apalagi triple, baru deh cari yang agak luas biar kalau jalan nggak tubrukan, hahaha …

  17. Sekarang aku tinggal di apartemen milik pribadi, ide bagus nih kalo nanti punya rumah tapak, apartmennya disewakan ajah, jadi passive income kayak kata mbak

    1. Betul, Kak. Biasanya lajang memang lebih memilih di apartemen, ya. Tapi saat berkeluarga apalagi punya anak, rata-rata memilih rumah tapak dan apartemennya disewakan.

  18. Asik nih staycation di apartemen ya kebetulan belum pernah nih, enaknya kalo ada kolam renang nya ya dan kalo lokasinya di tengah kota bisa kemana2 tinggal jalan kaki

  19. terima kasih atas informasinya, sangat bermanfaat untuk yang suka jalan dan berinvestasi..sekarang memang orang lebih suka tinggal di apartemen karena lebih dekat denagn tempat kerja dan lebih ringkas..

  20. Hari gini kayaknya pilihan liburan paling aman tuh salah satunya staycation di apartement yah Kak, sebenarnya bagus juga kalau kita punya unit walaupun gak ditinggalin tapi bisa disewain, investasi properti gitu…

  21. Kalau bawa anak-anak pastinya lebih rempong dengan akomodasi. Mesti dipikirkan tempat tidurnya senyaman mungkin, makannya apa, sehat atau apa? Pokoknya lumayan ribet tetapi kelebihannya juga tak sedikit, bisa lebih dekat dengan anak-anak, seru-seruan bareng dsb.

  22. OMG,aku jg bakal malu banget sih kalo sampe pas nginep di apsrt/hotel/villa, dan salah satu temen ternyata ambil property yg seharusnya ga diambil. Apalagi kalo yg book Ats nama kita yaaa. Yg dikejar pasti kita.

    Btw, aku dr dulu slalu LBH milih apartm daripada rumah mba. Mungkin Krn aku ga terlalu suka sosialisasi Ama tetangga yaaa. Kalo di apartm kan biasanya yg tinggal ga terlalu interaksi Ama kiri kanan :). Tp pak suami kebalikannya. Makanya skr kita tinggal nya di rumah dan bukan aprtm.

    Sementara kalo traveling, aku biasanya pesen apartm kalo yg ikut banyak. Kayak waktu di Jepang dan Korsel aku LBH suka apartmen Krn jauh LBH murah dan bisa nampung banyak. Tp kalo pergi nya cuma aku , suami dan anak2, ttp LBH prefer hotel.

  23. Seru juga ya ternyata staycation di apartemen.
    Aku setuju banget Kak kalau dapur itu penting buat buat emakers kayak kita ini
    Semoga aku bisa juga staycation di apartemen Next time

  24. Kita samaan Mbak. Buat saya akomodasi itu sebatas mengistirahatkan diri. Tidak ada syarat ini itu. Tapi kalau nyaman ya enak aja. Kalau saya plus tambahan ada roommate.
    Ga enak meski nginep di suite tapi sendirian. Apalagi kalau sama keluarga. Huhuhu.
    Tapi nginep di apatement itu beda. Di hotel, saya malas buka jendela. Kalau di apartemen karena setengahnya konsep rumah, saya akan buka pintu balkon dan menulis di sana.

    1. Bener, ih, sama banget kita. Oiya, traveling sendirian ya gitu deh, Mbak. Enak nggak enak. Tapi kadang sendirian lebih asyik sih daripada ketemu travelmate yang nyebelin, hahaha …

  25. Wah aku mupeng nginep di apartemen. Dulu sih pernah nginep di hotel yang mirip homestay gitu. Dimana dapurnya komplit! Jadi masak sendiri deh kita. Terus di luar kamar ada laundry koin itu. Wah seru lah…

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.