Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Dos and Don’ts dalam Trading dan Investasi Saham

Dos and Don’ts dalam Trading dan Investasi Saham

Halo teman-teman,

Buat kamu yang sudah tamat membaca Mengenal Pasar Modal Indonesia,  mungkin ada yang sudah lanjut nih dengan membuka rekening investor. Kalau masih galau mau Pilih Trading atau Investasi, wajib diingat saja bahwa keduanya sama-sama oke, sama-sama punya plus minus.

Sederhananya, kamu bisa menggunakan keuntungan dari trading untuk makan di resto favorit bareng keluarga di akhir pekan. Di sisi lain, kamu bisa menggunakan keuntungan dari investasi untuk biaya kuliah anak beberapa tahun ke depan.

Dos and Don'ts

Sebelum memulai trading dan investasi, kamu mesti tahu dulu nih apa saja yang boleh dan nggak boleh dilakukan. Tujuannya, tentu saja meminimalkan resiko kerugian dan memaksimalkan potensi keuntungan. Selain itu, ini penting juga untuk mengelola psikis seorang trader dan investor akan tetap nyaman bertransaksi di pasar modal.

Terutamaaa, karena kamu adalah trader dan investor pemula. 

Apa saja, sih? Yuk, simak daftarnya di bawah ini, ya.

A. Trading

Permodalan

Kita bisa memperoleh keuntungan besar dari pasar modal, tapi juga bisa mengalami kerugian saat trading. Trading memang dikenal dengan high gain, high risk. Tapi kamu bisa mengantisipasinya dengan alokasi permodalan yang tepat.

Sebagai pemula, alokasikan maksimal 20% saja dari seluruh modal yang akan kamu transaksikan di saham. Memang sih, semakin kecil modal yang diperdagangkan, semakin kecil juga potensi keuntungannya. 

Contoh:

Modal: Rp 5.000.000

Potensi Keuntungan: 5%

Nilai Keuntungan yang bisa direalisasikan: Rp 5.000.000 x 5% = Rp 250.000

Bandingkan dengan;

Modal: Rp 30.000.000

Potensi Keuntungan: 5%

Nilai Keuntungan yang bisa direalisasikan: Rp 30.000.000 x 5% = Rp 1.500.000

*Belum termasuk biaya transaksi

Wah, kalau sehari bisa untung Rp 1.5 juta, ya mendingan pakai modal yang Rp 30 juta, dong. Kalau dikalikan transaksi setiap hari selama satu bulan kan jadi begini:

Rp 1.500.000 x 20 hari kerja = Rp 30.000.000

Untung 100% tuh dalam sebulan! 

Source: Pixabay

Nggak setiap saat loh kamu bisa memperoleh keutungan 5% sehari. Selain itu, itu kalau sedang untung, kalau sedang rugi, gimana?

Contoh:

Modal: Rp 5.000.000

Potensi Kerugian: 5%

Nilai Kerugian yang bisa direalisasikan: Rp 5.000.000 x 5% = Rp 250.000

Bandingkan dengan;

Modal: Rp 30.000.000

Potensi Kerugian: 5%

Nilai Kerugian yang bisa direalisasikan: Rp 30.000.000 x 5% = Rp 1.500.000

*Belum termasuk biaya transaksi

Seorang trader pemula pasti sanggup menerima keuntungan besar tapi belum tentu sanggup menerima kerugian meski kecil. Apalagi kerugian besar, kan?

Menjaga kondisi psikis itu penting sekali agar kita tetap dapat fokus dan tenang dalam mengambil keputusan. Jadi, meskipun kamu mempunyai modal besar, jangan pernah menggunakan keseluruhan modal tersebut untuk trading saat kamu masih menjadi trader pemula.

Pilihan Saham

Saham yang kerap memberikan keuntungan harian sebanyak belasan hingga puluhan persen per harinya memang menggiurkan. Tapi jangan lupa, bahwa jenis saham seperti ini juga berpotensi bisa turun curam dalam waktu sehari pula. 

Dalam bisnis, nggak ada kan grafik yang meningkaaat terus. Pasti suatu masa akan ada garis yang datar atau sesekali menurun. Demikian juga pada saham.

Menjadi seorang trader, akan sangat baik kalau teman-teman menganalisa sendiri saham-saham yang akan ditransaksikan. Kalau nggak ngerti, gimana? Seorang investor boleh saja nggak belajar di kelas-kelas saham, tapi seorang trader ini wajib. Kalau belum bisa mengikuti pilihan kelas yang ada, kamu bisa bergabung di komunitas yang terpercaya. 

Ingat, jangan pernah membeli saham hanya karena faktor ikut-ikutan. Kalau sumbernya terpercaya sih oke. Kalau sebaliknya, gimana?

Disiplin pada Analisa

Disiplin bukan hanya saat berkendara loh, di pasar saham pun demikian. Kalau teman-teman belajar tentang analisa saham terutama untuk trader, akan ada yang namanya taking profit (jual untung) dan cutloss (jual rugi). 

Seorang trader harus menentukan sendiri kapan mau merealiasikan keuntungan dan kapan mau memutuskan untuk menjual rugi saja karena secara teknikal suatu saham sudah nggak lagi menarik.

 

Source: Pixabay

Banyak trader pemula yang memutuskan untuk membiarkan saham tetap pada portofolio padahal keuntungannya sudah puluhan persen. Sifat greedy membuatnya ingin menambah keuntungan lagi dan lagi. Begitu harga sahamnya kembali turun, baru deh gigit jari.

Sebaliknya, banyak trader yang terlalu sabar menahan kerugian. Targetnya hanya sanggup menanggung kerugian sebanyak 1% saja, tapi saat harga saham terus turun, malah nggak kunjung dijual dengan alasan sayang. Padahal, lebih sayang lagi kalau modal yang ada tergerus banyak karena kerugian ini.

Jadi, jangan pernah terlalu greedy dalam meraup keuntungan dan jangan terlalu takut jika harus menjual rugi.

A. Investasi

Permodalan

Investasi saham dinilai jauh lebih aman dibandingkan dengan trading saham. Dengan menahan investasi selama 5-10 tahun, seorang investor bisa memperoleh keuntungan hingga puluhan bahkan ratusan persen.

Investasi selayaknya menggunakan dana milik sendiri. Uang dingin yang memang nggak dialokasikan untuk kebutuhan lain selain investasi. Untuk investasi saham, salah satu cara ideal adalah dengan mengalokasikan sekian rupiah dana sesuai kemampuan secara rutin dan membelanjakannya pada saham yang sama. Istilah ini mungkin pernah kamu dengar dalam kampanye ‘Yuk Nabung Saham.’

Source: Pexels

“Wah, sayang banget saya nggak punya modal. Kalau gitu, pinjam ke bank aja, deh. Pakai tenor 5-10 tahun, pas balikin udah dapat berkali lipat deh dari keuntungan saham.”

Jangan pernah melakukan investasi dengan sumber dana yang berasal dari utang. Apalagi kalau utang tersebut diikuti dengan bunga. Tugas teman-teman dalam mengembalikan dana akan lebih besar karena nilai pengembalian akan jauh lebih besar dibandingkan nilai pinjaman pokok. Semakin lama tenornya, semakin banyak utang yang harus dikembalikan, bukan?

Pilihan Saham

Berbeda dari trader, menjadi seorang investor bisa teman-teman lakukan tanpa harus mengikuti sebuah kelas pelatihan analisa saham. Meskipun kalau ikut, tentu ada ilmu bermanfaat yang bisa diperoleh.

Kamu bisa memilih saham yang aman diinvestasikan dengan lebih mudah. Saat berinvestasi, kamu bisa mempertimbangkan tiga poin penting dalam memilih saham, yaitu di perusahaan yang keberadaannya menopang perekonomian negara, perusahaan yang produknya mendominasi pasar, atau perusahaan yang produk atau jasanya dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Investasi saham memang cenderung lebih mudah. Supaya nggak bingung, kamu bisa mengikuti Tiga (3) Langkah Awal Bertransaksi Saham. Meski begitu, jangan lupa bahwa sebagai pemula, biasanya rasa ingin mencoba tuh besar banget. Jadinya mengabaikan tiga poin penting tadi dan memilih ikut-ikutan orang.

Kondisi kesehatan keuangan perusahaan juga wajib kamu ketahui. Kamu nggak mau kan berinvestasi di perusahaan yang sakit alias banyak utang tapi minim penjualan dan pendapatan. Bayar utangnya pakai apa, dong?

Kamu bisa mengecek secara sederhana saja lewat laporan keuangan perusahaan yang bisa diakses di situs resmi Bursa Efek Indonesia. Cek Net Sales dan Net Profit-nya, ya. Meskipun perusahaan yang kamu pilih kelihatannya terkenal, jangan pernah kamu pilih kalau kondisi keuangannya nggak sehat.

Source: Pexels

Fokus pada Komitmen

Dalam berinvestasi, kalau kamu sudah menemukan perusahaan yang tepat, kamu bisa memberlakukan teknik beli lalu lupakan. Sesekali cek laporan keuangan perusahaan untuk memastikan tetap dalam kondisi baik juga bisa dilakukan. Idealnya, investasi saham akan memberikan hasil maksimal untuk kurun waktu paling sedikit lima tahun. 

Jangan pernah mengubah saham yang seharusnya kamu trading-kan menjadi kamu investasikan. Misalnya, karena kamu lalai dalam menjual rugi suatu saham dan persentase minus sudah terlalu dalam, lantas kamu memutuskan untuk mengubahnya menjadi investasi saja.

“Aduh, minusnya udah dalam banget. Udah deh, anggap aja investasi.”

Kenapa nggak boleh? Belum tentu saham tersebut adalah saham dari perusahaan yang memang cocok untuk investasi. Kamu tentu juga belum mengecek statusnya apakah sehat secara finansial sehingga kamu rela menunggu hingga minimal lima tahun ke depan.  

**********

Sekian dulu bahasan Dos and Don’ts Saat Trading dan Investasi Saham. Untuk pemula, ini wajib banget deh kamu terapkan, ya. Kalau jam terbang sudah tinggi, silakan aja disesuaikan karena pastinya kamu sudah lebih bisa mengenal bagaimana kondisi yang membuatmu nyaman bertransaksi saham.

Semoga bermanfaat dan terima kasih, ya.

 

Salam,

Melina Sekarsari

41 comments found

  1. Kalo bicara soal trading saham, aku masing tengiang2 kasus Jouska kapan hari ituuh 😀
    Wah wahh, beneran kudu disiplin dan cerdas kalo udah terjun ke saham gini yaaa

  2. Ngomongin mengenai saham, kalau bener-bener pengen terjun di dalamnya tuh butuh pemahaman yang lebih. Jujur, aku aja masih nol kalau bahas saham mbak. Masih takut juga dengan risiko yang kudu ditanggung kalau emang belum punya ilmu sama dana lebih.

    Tapi lebih dari itu, makasih banget infonya ya mbak 🙂

  3. Abis baca ini, jadi makin paham tentang investasi saham, ternyata kita harus ada ilmunya dulu ya buat terjun, ga boleh main main kalo mau investasi jangka panjangnya bagus

  4. Aku ikut invest juga nih mbak, walaupun masih main aman belom gede-gede nominalnya. Karena masih meraba-raba juga apakah aku tepat beli di perusahaan tsb. Tapi emang bener sih yang gini tuh prinsipnya beli lalu lupain ya.

  5. Terakhir belakangan ini, profesi sebagai trader atau yang berkaitan dengan saham cukup menarik minat banyak orang, akan tetapi untuk menjadi seorang trader saham yang handal tentu tak semudah karena perlu memahami pergerakan pasar saham pastinya

  6. Kalo takut menjadi trader, mending investasi dulu ya. Tapi sebenarnya prinsipnya sama aja spt dijelaskan di atas. Intinya emg jgn serakah. Ada yang bilang takutlah ketika org lain serakah dan serakahlah ketika org lain takut. Itu yg dijadikan patokan dlm investasi maupun trading.

  7. Aku bacanya hati-hati…karea beebrapa istilah memnag awam sekali. Tapi penjelasan tentang dos and donts dalama trading dan investasi saham ini lengkap dan makin menarik…Dan, yang mesti kuingat jangan pernah membeli saham hanya karena faktor ikut-ikutan. Kalau sumbernya terpercaya sih oke. Kalau sebaliknya, gimana?
    Hm, bener juga ya!

    1. Hati-hati ya Mbak, biar nggak kesandung, hihihi … Untuk sebagian orang mungkin agak berat tulisannya.

      Iya, mesti percaya diri sama analisa sendiri atau cari deh sumber terpercaya.

  8. Terus terang saya kurang paham utk investasi atau trading. Dulu 2016 teman kantor pernah ditawari temannya ikut trading gitu..modal cuma 500ribu. Murah kan ya. Teman saya bisa dapat keuntungan 10 persen..sebulan oke, dua bulan agak seret, eh bulan ketiga temannya melarikan diri..untung uangnya masih sedikit yg dibuat invest.

  9. “Menjaga kondisi psikis itu penting sekali agar kita tetap dapat fokus dan tenang dalam mengambil keputusan. ” bener nih..sepupu ku main saham cuma krna masih pemula begitu nilai saham turun jadi gmpng stress berdampak ke kelg nya..pdhal klo tau caranya ya ga bakal segitunya ya kak..

  10. Dulu sewaktu kuliah semester akhir pernah belajar tentang saham di IDX Medan. Bahkan beberapa kali ikut workshopnya ke kantor IDX langsung. Seru mbak . Eh, pas baca tulisan mbak keinget yang dulu dulu pernah dipelajari lagi. Hehe..
    Makasih Mbak, Tulisannya bermanfaat sekali nih buat yang mau trading dan investasi saham. Recommeded banget ke teman teman..

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.