Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Tetap Handal Berbisnis di Saat Krisis

Tetap Handal Berbisnis di Saat Krisis

Lama nggak kemana-mana sejak PSBB, begitu akhirnya harus keluar rumah lagi, saya tertegun melihat bangunan sebuah kafe baru di seberang jalan. Dalam hati sih mikir, perasaan seharusnya di sana ada kafe kekinian yang menjual aneka olahan kopi dan mie instant gitu, deh. Tapi kok sekarang berubah? Apa saya salah ingat lokasinya, ya?

Tapi sisi hati yang lain menolak setuju. Betul kok, lokasinya memang di situ dan sekarang berganti wujud. Terus, kemana kafenya? 

Waktu berlalu dan soal menghilangnya kafe kekinian tersebut terlupakan oleh saya. Singkat cerita, dalam rangka ikut vlog competition bertemakan transportasi publik, saya rela dong masuk Stasiun Bogor dan melakukan perjalanan sampai Stasiun Cilebut lalu kembali lagi ke Stasiun Bogor. Cuma satu stasiun! Niat banget!

Saya pergi di siang hari jadi lumayan sepi. Ingat-ingat naik kereta, di lain hari lalu saya ngobrol sama seorang teman melalui WhatsApp. Saya bilang, kalau mau menuruti keinginan, pengen banget naik commuterline sampai Stasiun Tebet. Ngapain? Kepengen beli kue lupis, hihihi

Beneran sih, kue lupis yang dijual di sana tuh enak banget. Ngomongin kue lupis, eh teman saya cerita dong soal kafe kekinian di dekat Stasiun Tebet. Katanya, di sana sekarang sepi. Hanya melayani take away saja. Nah kan, jadi teringat sama kafe kekinian yang sama di Bogor – yang menghilang itu. Soal kafe kekinian di dekat Stasiun Tebet itu, kami punya kenangan di sana. Pernah menggarap pekerjaan bareng mulai dari kafe baru buka sampai kafe mau tutup. Berasa jadi pemiliknya gitu. Makanya, kalau situasinya beda, perasaan kehilangan mau nggak mau muncul juga.

Obrolan kami semakin panjang. Berhubung kami sama-sama doyan makan dan selalu mencari makanan enak tapi harga ekonomis, salah satu bahan obrolan adalah betapa kami kangen makan murah meriah bareng. Salah satu tempat makan favorit kami adalah Bakso Wonogiri di dekat Stasiun UI. Bakso Wonogiri sih sudah jelas enaknya. 

Kalau betul-betul sedang kepengan makan bakso itu, saya pernah loh bela-belain turun di Stasiun UI, naik jembatan aborsi – saking curamnya ceritanya – hanya sekadar untuk makan semangkuk bakso saja.

Daaan, dari cerita teman saya itu, warung bakso itu pun ternyata sudah tutup juga. Demikian juga dengan berderet toko buku dan aksesoris di sekitarnya. Mungkin karena para mahasiswa mengikuti kuliah secara daring, ya. Bagi mahasiswa rantau, pastinya lebih memilih pulang ke rumah orangtua dibandingkan menghabiskan biaya di tempat kost.

Pandemik COVID-19 memang membuat ekonomi rumah tangga terutama di bidang kuliner perlahan menggeliat, tapi di luar sana, banyak sekali sektor usaha yang harus gulung tikar. Sedih, ya.

Fun Talk with Home Credit dan Ananda Omesh

Mengenal Sosok Ananda Omesh

Makanya, waktu dapat kesempatan nonton Fun Talk persembahan dari Home Credit secara live di IG @homecreditid, saya antusias buat mengikuti. Fun Talk ini mengangkat topik “Pertahankan Bisnis di Saat Krisis.” Pas banget dong ya dengan kondisi saat ini. Acaranya sendiri dilaksanakan pada hari Rabu, 9 September 2020 mulai pukul 19.00.

Biarpun masih skala kecil pakai banget, kan saya juga punya usaha yang tengah dirintis. Kakak saya juga begitu. Kalau bisa dapat tips-nya tentu bakal membantu kan, tuh.

Fun Talk tersebut dipandu oleh Bernard dan Ananda Omesh sebagai narasumber. Loh, kok Omesh nggak jadi MC-nya, sih? Aduh, terbiasa melihat Omesh jadi MC kan, ya.

Di flyer acara sih sudah tertera bahwa Omesh adalah seorang Aktor dan Entrepreneur. Tapi saya nggak terlalu ngeh juga. Bukannya malas membaca, sih. Tapi ya itu. Omesh tuh kadung identik dengan sosok entertainer, tepatnya MC kawakan yang selalu berhasil menghidupkan acara. 

Di awal acara, Omesh melemparkan pertanyaan.

“Pilih nyesel karena beli barang atau nyesel karena nggak beli barang?”

Hayoooh, semua ramai-ramai menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda. Suasana jadi riuh. Padahal acara baru saja dimulai.

Omesh memilih menyesal membeli barang. Menyesal nggak membeli tuh nggak enak. Kalau ternyata barangnya bagus, terus terbayang-bayang di mata. Beda kalau menyesal membeli barang. Kalau kemudian kita nggak suka, bisa dijual, dijadikan uang lagi.

Nah kaan, otak bisnisnya jalan. Jadi itulah yang memotivasi Omesh saat ingin merintis bisnis. Uang!

Jadi, Omesh ternyata sudah lama banget merintis aneka bisnisnya. Malahan, sejak sekolah pun sudah suka berjualan. Saat ini yang tengah berjalan ada Tigrehood (brand apparel khusus pengendara sepeda motor) dan Bandung Kunafe (oleh-oleh kekinian dari Bandung). 

Omesh nih ternyata memang sosok yang aktif. Selain itu, Omesh juga mengelola PODKESMAS. Tadinya saya kira, dia membuka bisnis di bidang kesehatan juga. Ealah, ternyata PODKESMAS ini akronim dari Podcast Kesehatan Masyarakat. Sampai saat ini, sudah ada 10 podcaster yang bergabung di sana.

Selain itu, Omesh juga tengah merintis sebuah perguruan tinggi khusus untuk Ilmu Komunikasi. So, percaya deh ya, bahwa Ananda Omesh nih memang punya jiwa bisnis yang nggak main-main.

Mengelola Bisnis Ala Ananda Omesh

Dalam mengelola bisnis, Omesh berusaha mengenali faktor penting dalam bisnisnya. Dia percaya, SDM alias karyawan adalah aset besar dalam usahanya. Karyawan adalah investasi. Itu sebabnya, mulai proses perekrutan sampai dengan pengelolaan karyawan, Omesh mempercayakan semuanya kepada konsultan HRD.

Dalam menjalankan bisnis, Omesh mempunyai mimpi besar. Perusahaannya harus menjadi perusahaan besar. Itu sebabnya, dia memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Mempertahankan Bisnis di Kala Krisis

Dampak pandemik COVID-19 membawa dampak tersendiri bagi para pelaku usaha. Diceritakan oleh Omesh, dampak tersebut juga turut dialami di lini bisnisnya, Trigerhood dan Bandung Kunafe. Nggak tanggung-tanggung, Trigerhood mengalami penurunan pendapatan hingga 75% dan Bandung Kunafe hingga 60%. 

Trigerhood mengalami penurunan yang sangat dalam karena disadarinya, produknya ini bukan merupakan kebutuhan primer, tapi tertier. Apalagi, banyak aktivitas touring yang terhenti selama pandemik ini.

Kerugian terbesar dialaminya saat harus menutup keduanya selama dua bulan penuh di masa PSBB Maret lalu. Padahal ada banyak karyawan yang bekerja dan harus tetap memperoleh penghasilan. Setelah PSBB usai, jam operasional keduanya pun nggak serta merta kembali normal. Dibatasi hanya mulai pukul 12 siang hingga delapan malam.

Apakah Omesh merasa kapok, ingin menyerah saja? Jawabannya nggak.

Omesh malah mencoba melakukan introspeksi diri. Dia harus mengakui bahwa selama ini ada kesalahan-kesalahan dalam mengelola bisnisnya. Dampak yang dialaminya pada bisnis yang dikelola membuatnya ingin belajar lebih banyak. Omesh terdorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Banyak sekali ilmu-ilmu bisnis yang ingin dipelajarinya, mulai dari strategi bisnis, perencanaan, marketing, sampai mendalami neraca keuangan.

Sata kata buat Omesh. Salut!

Tips Merintis dan Mengelola Bisnis Ala Ananda Omesh

Fun Talk berlangsung semakin seru. Isinya ndaging banget tapi semua partisipan malah asyik tertawa. Gimana, nggak? Omesh menyampaikan sharing bisnis dengan gaya penuh humor. Kadang kami semua sudah serius, eh Omesh malah bercanda. Duh, bahagia banget deh ya kalau punya jiwa humoris begitu. Ketawaaa terus bawaannya.

Di akhir sesi, Omesh memberikan tips buat semua partisipan saat hendak merintis bisnis dan mengelolanya. Ini dia beberapa rangkumannya:

Pertama; Jangan Takut Memulai Bisnis dengan Alasan Butuh Modal Besar

Menurutnya, banyak sekali bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil. Ini kalau mau bicara nominalnya. Tapi sesungguhnya, ada modal penting lain yang harus dimiliki, yaitu Insting yang diimbangi dengan Ilmu Bisnis.

Contohnya begini, keripik singkong sudah ada sejak jaman dulu. Tapi kenapa sih sampai sekarang orang masih mau makan? Keripik singkong seperti apa yang diminati oleh pasar? 

Bisnis itu bukan hanya dimulai lalu selesai. Tapi harus terus dikelola, dikembangkan, agar tetap bertahan. Makanya, mempelajari ilmu terkait bisnis itu penting. 

Kalau tanpa keduanya ternyata bisnis berjalan lancar-lancar saja, Omesh menyebut bahwa ini adalah faktor keberuntungan. Hubungannya tentu hanya dengan Yang di Atas. 

Kedua; Berbisnis itu Harus Penuh Semangat, Berani Memikul Beban Lebih, Memiliki Tanggungjawab Besar, dan Nggak Boleh Merasa Takut.

Omesh pun mendoakan agar kita dapat melalui pandemik ini bersama-sama, semuanya diberikan kesehatan, dan kelancaran dalam usahanya. Aamiin.

Taburan Hadiah di Kuis dan Games Tebak Judul

Selesai sharing session, Home Credit punya sesi pertanyaan berhadiah. Yang pertama adalah Kuis. Sebenarnya jawabannya mudah karena sudah dibahas di Fun Talk tadi. Secepat apa jari saya mengetik jawaban, eh masih keduluan juga sama partisipan lain. Beneran kok, acaranya seru jadi semuanya super semangat.

Setelah Kuis, masih ada Games Tebak Judul. Bernard dan Omesh bergantian memperagakan nama kuis atau komedi situasi dan partisipan diminta menebak judulnya saja. Masih semangat semua, nih. Saling beradu cepat mengetik dan mengirimkan jawaban. 

 

Source: IG: @homecreditid

Lalu tiba-tiba, nama saya disebut, dong. Alhamdulillah … Yeay! Voucher belanja senilai Rp 200 ribu sedang dalam pengiriman ke rumah, nih. Duh, kepengen buruan sampai terus dipakai belanja deh di Home Credit.

Kamu ikutan juga nggak di acara ini? Kalau belum, jangan khawatir. Ikuti terus saja IG @homecreditid karena selalu ada informasi Fun Talk yang rutin diselenggarakan pada hari Rabu setiap pekannya. 

Kita nggak pernah tahu kapan pandemik ini akan usai. Tapi kita masih punya harapan dan harus tetap semangat menjalani segala aktivitas. Satu poin penting banget yang saya catat dari seorang Ananda Omesh adalah pada setiap kegagalan, introspeksi diri itu penting. Duh ya, kadang terlalu sombong, sukanya menyalahkan keadaan. 

Kalian semua, tetap sehat dan semangat, ya!

Salam,

Melina Sekarsari

106 comments found

  1. Yeyyyyy menang kuis ya, Alhamdulillah.
    Acaranya seru, dan yang pasti bakalan bisa bermanfaat banget buat para pebisnis untuk tetap semangat berbisnis di masa pandemi, semoga segera selesai ya pandeminya 🙂

      1. eh betewe, saya gagal fokus ama yang di foto itu, itu Omesh bukan?
        Beda banget dah, hahaha.

        Dan setuju mah ama Omesh, SDM itu ujung tombak bisnis, sayangnya masih banyak pebisnis yang kurang paham hal tersebut 🙂

        1. Iya saya lihat sampai lama juga. Emang Omesh kekinian begitu ya? Hehehe…

          Tapi semua pendapatnya soal bisnis saat ini emang bener ya. Jangan malas terus upgrade diri

      1. Benar Mbak. Menyerah hanya akan menunjukkan kita lemah. Justru masa sekarang harus lebih berjuang.
        Omesh sosok yang inspiratif untuk keuletan dan kemampuan belajar yang cepat.

  2. Yes bener, introspeksI diri Itu penting. Jadi kita bisa belajar dari kegagalan sebelumnya. Enggak menyalahkan orang lain ketika gagal tetapi introspeksi diri supaya semakin paham apa yg perlu diperbaiki. Wah seru bangeet fun talk-nya

      1. iyaa mba bener, karena kita pun gak tahu pastinya siapa yang salah. daripada pusing salahin orang lain terus, lebih baik kita yang instropeksi diri deh. biar diri ini lebih baik juga hehe.

  3. Ya ampun, aku juga kayak Omesh deh. Mending nyesel karena beli daripada kebawa mimpi, kekeke. Itukah kenapa aku tuh suka beli barang grosir. Karena kalau oke tak jual lagi. Kalau misal gak oke pun ya tak jual lagi, tapi biasanya asal balik modal aja, heheh. Emang kalau udah otak bisnis tuh susye dilawan, kekekek.

  4. Wah menang, alhamdulilah
    Template blognya baru ya mbak Melina,kerennnn …
    Eniwei, saya juga bangga pada Omesh
    Sebagai anak Kota Bandung dia sukses meniti karir
    Dari pendatang baru di extravaganza hingga jadi host dan punya bisnis
    Istrinya cantik pula 😀

  5. Alhamdulillah menang kuis….Mbak Mel, aku kemana aja ya, Baru tahu kalau Omesh keren banget bisnisnya. Dan karakter pantang menyerahnya patut jadi inspirasi ini. Dia si saat jatuh malah instropeksi diri. Keren ini! Bisa memotivasi pebisnis pemula atau yang baru akan punya niatan. Beneran tetap handal berbisnis di saat kritis

  6. Sejak pandemi Covid, ancaman krisis benar2 nyata. Banyak yang jatuh dan terpuruk, banyak pula yang tetap bertahan dengan posisi siaga karena oleng bisa kapan saja. Sesi sharing inspiratif seperti ini mesti banget dijadikan penyemangat sekaligus jurus untuk tetap handal berbisnis di situasi buruk sekali pun ya mbak.

  7. Gak gampang memang mempertahankan bisnis di tengah pandemi berkepanjangan dan daya beli masyarakat yang menuruh. Menambah pengetahuan dengan mengikuti Fun Talk seperti ini mudah-mudahan dapat membantu kita mendalami seluk beluk perjuangan dan mempertahankan bisnis dengan baik.

  8. Kalau mau erbisnis memang harus rajin cari ilmu dan sharing pebisnis. Bukan hanya modal ilmu dan modal uang serta tenaga. Kemampuan melihat celah dan potensi angin snagat penting

  9. Setuju dengan apa yang dibilang Omesh, kalau bisnis itu modal pentingnya harus dimiliki adalah insting yang diimbangi dengan Ilmu Bisnis.
    FunTalk bersama Omesh pastinya seru ya, Mbak. Sayang kemarin acaranya terlewatkan oleh saya

  10. Harus fokus dan berani yah kalo mau bisnis. Belum kepikir sih aku untuk bisnis. Btw…udah lama engga liat Omesh. Pastinya tetep ngocol yah…

  11. Seru banget kayaknya mbak. Selain banyak ilmu yang bisa “dibintangi” mbak Melani dapat hadiah pula. Yippiii… dan belajar dari seseorang yanh mengalami itu kaya jadi melihat sendiri perjalanan usaha itu ya? Kalau saya jadi lebih termotivasi. Kalau mbak Mel gimana?

  12. Wow beneran nih jiwa bisnisnya Omesh, gak main-main ya. Meskipun pandemi masih berusaha. Semoga berkah dan bermanfaat buat banyak orang. Demikian pula acara ini, semoga jadi inspirasi buat banyak orang.

  13. Omesh memang keren. jadi selebritis gak neko-neko. Malah dia pandai memanfaatkan peluang. Dan maksimal pula. Gak heran deh ya kalo di masa krisis pun bisnisnya tetap bertahan. Kudu dicontoh nih sama para pebisnis lain.

  14. Narasumbernya kak Omesh bisa membangkitkan yang punya bisnis untuk bisa tetap survive di masa pandemi ini. Serta jangan lupa buat mengatur keuangan yang baik, karena kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir

  15. Wah keren ya acaranya jadi memberi semangat agar tetap survive di masa krisis, jangan cepat menyerah yang penting sudah usaha maksimal dan terus berkreasi insya Allah jalan itu pasti ada…

  16. Ouw ternyata Bandung Kunafe yang enak itu punyanya Ananda Omesh. Ok, baru tau dong. Dan mendadak patah hati karena ternyata Bakso Wonogiri yang kalau mau makan itu tuh kudu sabar sabar meniti tangga di jembatan aborsi UI, tutup juga. Sediiiihhhhhh.

  17. Suka banget dengan judulnya sehingga kita bisa tetap berbisnis meskipun krisis. Malah bisa menemukan momentum-momentum yang joss gandos. Terima kasih kak reviewnya dan maju terus

  18. Serunya bisa dapat hadiah serta dapat ilmu, aku juga mau hehe. Setelah membaca tulisan ini, aku baru tahu kalau Omesh itu berbisnis loh

  19. Alhamdulillah dapat banyak manfaat, ilmu dan bonus hadiah. Yeey…
    Tipsnya Omesh bisa jadi semangat nih untuk yang mau usaha saat pandemi ini. Memulai usaha tidak harus dengan modal yang besar dulu, tapi bisa disesuaikan dengan kemampuan kita.

  20. Menarik ya acara bincang bisnis bareng Omesh. Aku yang nggak ikut dengerin obrolan pun bisa baca dari cerita teman-teman di blog seperti ini.

    Dan aku setuju kalo memulai usaha enggak harus butuh modal materi yang gede. Karena memang yang lebih penting adalah insting dan ilmu bisnis

  21. Sudah punya brand apparel, brand oleh-oleh, PODKESMAS, kampus…Memang Omesh ini jiwa bisnis keren. Mana keluarganya adem ayem, keluarga muda yang panutan bener . Berbisnis di saat krisis emang butuh strategi ya , dan acara di homecreditid ini bisa jadi inspirasi

  22. Selamat ya mbak, udah dapat ilmu yang bermanfaat, dapat voucher belanja pula.

    Iya, saya tahunya omesh itu MC yang lucu. Ternyata sebelum jadi artis terkenal, sudah mulai bisnis juga. Keren

  23. Seru banget aktifitas yang bisa menambah pengetahuan dan skill di masa pandemi begini ya mbak. Memang harus tetap kreatif dan handal menghadapi segala kondisi. Omesh sukses banget menjalankan bisnisnya ya dan tetap bisa bertahan di saat covid 19 ini.

  24. Hadiah vouchernya dibeliin apa nih mbak? Hehe… Emang dunia bisnis cepet banget naik turunnya. Apalagi pas pandemik kayak gini. Perencanaan dan eksekusi yg tepat emang penting banget ya. Pokoknya kudu instropeksi setiap saat gak boleh nyalahin keadaan. Keren ih

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.