Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Tiga (3) Hal Penting Saat Akan Membeli Ikan Hias

Tiga (3) Hal Penting Saat Akan Membeli Ikan Hias

Hai hai … Hobi kamu apa, sih? Bicara hobi, ada nggak yang suka memelihara hewan kesayangan?

Anak sulung saya penyuka fauna. Saya pernah cerita tentang Dunia Satwa Kesayangan Anak dan Peran Orangtua di Dalamnya beberapa waktu lalu. 

Belajar dari pengalaman memelihara ikan predator yang harganya cukup mahal, pakan yang juga mahal, dan ruang yang harus besar untuk mengantisipasti ukuran tubuhnya saat mencapai berat maksimal, saya bilang agar sulung nggak memelihara ikan jenis predator lagi. Itu masih ditambah dengan kekhawatiran kalau ternyata ikan predator yang kami pelihara termasuk jenis yang dilarang oleh negara. Wah, berat kalau harus menyerahkan ke pihak berwenang. 

Masalahnya, saat ikan predator diserahkan, ujungnya nggak selalu masuk ke lembaga konservasi, tapi juga dimusnahkan. Huhuhu … Mana tega kan kita sebagai pemelihara sebelumnya?

Beberapa bulan lalu, sulung beralih ke ikan hias. Duh, warna-warninya cantik-cantik banget. Sayangnya, baru sebentar memelihara, ada aja tuh yang mati. Sejak hari pertama sampai seminggu kemudian, setiap hari ada yang mati. Bingung sekaligus penasaran. Padahal anak saya termasuk telaten merawat ikan-ikannya. 

Waktu berlalu, seperti biasa, saya masih tergolong orangtua yang pelit. Anak harus melakukan ‘sesuatu’ dulu kalau menginginkan ‘sesuatu’ juga.

Alhamdulillah, sulung berhasil lulus dalam ujian hapalan Juz 29. Sama seperti saat lulus ujian hapalan Juz 30, hadiahnya minta ikan lagi. Duh, saya sih nggak papa banget membelikan ikan lagi. Di akuarium juga ikannya tinggal dua ekor. Sepi gitu dilihatnya. Tapi nanti bertumbangan lagi nggak, ya?

Tips Membeli Ikan Hias

Kami punya beberapa toko ikan langganan. Tapi sulung kepengen datang ke Toko Hewan Katulampa aja. Jaraknya sih paling dekat dari rumah. Saya agak deg-degan karena biasanya ikan yang dijual di sana harganya lebih mahal dibandingkan ikan di toko lain. Masih ingat deh saya, ikan dengan jenis yang sama, di situ dijual seharga sampai Rp 500 ribu, padahal di toko lain nggak sampai Rp 100 ribu. Bahkan ada ikan yang dijual sampai di atas Rp 1 juta. Saya lihat sih, di situ memang ikannya lebih bagus. Mengkilap gitu.

Pengalaman datang kesana, penjualnya pun punya wawasan yang luas soal ikan. Beda sama pemilik toko lain yang pokoknya closing, deh.

Nah, kedatangan kami hari itu dapat wawasan yang banyak banget soal membeli ikan hias. Apa aja, sih? Ini ya, teman-teman:

Akuarium dan Pompa Oksigen

Akuarium dan pompa oksigen adalah dua benda yang wajib dibeli kalau kalian ingin memelihara ikan hias. Ya iyalah, memang ikannya mau dimasukkan ke baskom? Lain ceritanya kalau ikan yang mau dipelihara adalah ikan cupang. Dimasukkan ke botol bekas selai pun bisa. Ikan cupang nggak membutuhkan pompa oksigen. Kami juga menggunakan toples bekas sosis untuk ikan cupang dan botol bekas sirup untuk belut.

Buat kalian yang sudah punya akuarium di rumah karena memang sebelumnya sudah punya ikan, penting banget mengingat ukuran akuarium dan pompa oksigen apa yang dimiliki.

Ada jenis ikan hias yang hanya bisa hidup di arus lambat, ada juga yang maunya hidup di arus cepat. Soal arus cepat atau lambat ini ditentukan oleh pompa oksigen yang kalian punya, dibandingkan dengan ukuran akuarium. 

Apa yang akan terjadi kalau kita nggak memperhatikan kebutuhan arusnya ikan?

Ikan yang hanya bisa hidup di arus lambat, harus mengeluarkan energi lebih besar untuk berenang menyesuaikan diri dengan kecepatan arus. Akibatnya, ikan jadi kelelahan, mabuk, kemudian sakit. Kalau dia nggak berusaha berenang lebih cepat, yang ada malah hanyut. Serba salah, kan?

 

Akuarium mininya sulung. Warna hitam itu pompa oksigennya.

Demikian juga, ikan yang harus hidup di arus cepat, dia akan kesulitan menyesuaikan diri berenang di arus lambat. Dia maunya cepat, tapi arusnya lambat, bisa stress ikannya. 

Jadi, sampaikan pada penjual dan tanyakan ikan apa yang cocok untuk kondisi akuarium dan pompa oksigen kalian di rumah.

Kalau sebelumnya belum ada akuarium dan pompa oksigen, tinggal dikondisikan saja saat membelinya. Sebaiknya, beli akuarium dan pompa oksigen dulu, ikannya menyusul aja. Lebih baik ikan yang akan dibeli menyesuaikan dengan akuarium dan pompa oksigen, bukan sebaliknya. Bayangkan, kalau kita mesti gonta-ganti akuarium dan pompa oksigen gara-gara kepengen gonta-ganti ikan. 

Tapi kalau punya dana dan ruang berlebih sih ya nggak apa-apa. 

Beli Ikan Hias Apa?

Beli ikan apa, tergantung kalian dong sukanya yang mana. Ya, nggak?

Tapi, pastikan ikan tersebut sudah sesuai dengan akuarium dan pompa oksigen yang kalian punya atau pilih. 

Selain soal arus, penting juga untuk memilih ikan dari jenis berbeda tapi bisa hidup dalam satu akuarium yang sama. Biarpun ikan hias, jangan kira semua jenisnya bisa hidup akur. Ada loh, jenis ikan hias yang istilahnya tuh ‘iseng’. Suka menggigit teman-temannya yang lemah gitu. Salah satunya berjenis cichlid atau suka disebut siklid. 

Penjual suka menyebutnya siklid. Biar gampang kali, ya.

 

Yellow Cichlid yang iseng (Source: Pinterest)

Gimana sih, ya? Kalau digigit, terluka, di dalam air bisa menumbuhkan jamur, dan jamur ini bisa menular ke ikan-ikan lain. Kejadian seperti ini pernah terjadi pada ikannya sulung. Baru juga dapat teman-teman baru, eh cichild yang duluan menempati akuarium langsung nyamperin dan menggigit. Langsung lemah terkulai deh ikan barunya. Buru-buru saya pisahkan mereka karena sudah nggak ada lagi harapan hidup bersama.

Jadi, pastikan ikan-ikan yang kalian pilih bisa hidup berdampingan bersama dengan rukun dan damai. Biar panjang umur semuanya.

Beli Berapa Banyak Ikan Hias?

Memang sih, ikan hias itu ukurannya mungil-mungil. Jadi, bisa kali ya, sekali beli langsung 50 ekor gitu. Haish, jangan begini juga. 

Sesuaikan lagi dengan ukuran akuarium kalian, ya. Akuarium milik sulung mini banget, hanya berukuran 20x25x40 cm . Jadi, maksimal diisi 30 ekor ikan saja. Tapi menurut saya sih 30 ekor pun kebanyakan. Saya maunya sedikit dulu saja, dipastikan sehat, baru deh ditambah lagi.

Saat ini, akuarium sulung diisi 14 ekor ikan. Segini terlihat masih kosong, sih. Kayaknya ditambah sampai ke 20 ekor masih bisa. Nggak terlalu rame gitu kayak pemukiman padat penduduk. 

Kebiasaan Baik Pembeli dan Penjual

Pernah kenal kan istilah smart shopper atau smart buyer? Istilah seperti ini juga berlaku loh di dunia ikan hias. Ada smart buyer dan smart seller. Yuk, saya ceritakan karakteristik dan kebiasaan smart buyer dan smart seller ini.

Smart Buyer

Seorang smart buyer tentunya harus pintar menggali informasi dari pihak penjual. Tips membeli ikan hias seperti yang saya sebutkan di atas tentu membutuhkan kerjasama dari pihak penjual. Seperti yang saya bilang, nggak semua penjual tuh informatif. 

Smart buyer juga harus tahu memilih ikan yang segar dan sehat. Caranya gimana? Ikan yang segar dan sehat berenang dengan lincah, posisinya tegak, dan sirip lincah mendayung. Meskipun kelihatannya cantik, jangan pilih ikan yang berenangnya miring-miring. Ini udah gejala sakit. 

Bahkan, ikan yang suka nyungsep ke dasar pun, bakal tetap berenang dengan lincah, loh.

Smart buyer juga harus tahu nih kisaran harga ikan hias. Biar nggak ditipu kan, ya? Ikan-ikan di akuarium pada video di bawah ini, harganya terjangkau banget. Kisaran Rp 2.000 – Rp 5.000 aja per ekornya. 

Smart Seller

Bicara soal smart seller, pemilik Toko Hewan Katulampa ini salah satu dari smart seller tersebut. Mereka sangat informatif. 

Dari sini, saya jadi tahu bagaimana harus memperlakukan ikan yang hendak dibeli. Cara mengambil ikan pun ada caranya. Ada beberapa jenis ikan yang sama sekali nggak bisa bertahan tanpa air meski beberapa detik aja. Ikan jenis ini, harus diambil menggunakan centong sayur atau apapun yang cekung agar saat diangkat ke atas, tubuhnya tetap terendam air. 

Mengangkat ikan menggunakan jaring pun harus hati-hati. Jangan sampai melukai kulit atau sirip ikan. Kulit dan sirip ikan hias yang mungil itu kan memang tipis dan rapuh, ya. Sekali terluka, berbahaya. Bisa tumbuh jamur dan nggak akan bertahan lama di rumah barunya. Hmmm, ikan-ikan hias sulung yang baru beberapa hari sampai di rumah kemudan mati, mungkin karena salah mengambil dari tokonya, ya. Belinya di toko lain sih waktu itu. 

~~~~~~~~ .......... ~~~~~~~

Itu dia beberapa tips memelihara ikan hias yang bisa kalian jadikan panduan ya, teman-teman. Penting banget sih tahu tips saat membeli ikan. Jangan hanya terkecoh dengan harga murah dan warna-warni ikan yang memikat. 

Kalau dirasa penjual nggak bisa bercerita panjang soal ikan-ikan yang dijualnya, saran saya sih pindah toko aja. Kita mau membeli makhluk hidup loh, yang kudu kita kenali banget A ke Z-nya. Kalau bisa sih, pilih toko ikan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal kalian. Kenapa? Biasanya kualitas air di toko tersebut dengan di rumah kita sama. Kalau ikan-ikan bisa hidup di toko itu, kemungkinan besar juga bisa hidup di rumah kita. 

Kalau masih mati juga, gimana? Ow ow, mungkin ada yang salah nih dengan cara kalian memperlakukan ikan. Di tulisan berikutnya, nanti saya ceritakan langkah-langkah memelihara ikan hias di rumah.

See you.

 

Salam,

Melina Sekarsari

46 comments found

      1. Nahiya bener…kalo udah punya piaraan tu seringnya pikir2 ya kalo mau bepergian..jadi gak tenang juga bepergiannya kecuali emang ada yang ngurusin

  1. ya ampun jadi keinget masa kecilku yang suka melihara ikan hias mba. Dan aku baru tahu ternyata blukutuk2nya alias pompanya itu menyesuaikan ikannya ya, ada yang bisa di arus pelan atau deras. Dan baru ngeh kalo angkat ikan ke jaring kudu hati2 karena dampaknya bisa panjang. Ini tips paling komplit masalah perikanan hias deh. Entar kalo anakku udah mulai ngerti, pengen juga balik melihara ikan hias kayak dulu Bapakku juga suka belikan iwak buat aku wkwk 🙂

    1. Aku seperti mendengar suara apaaa gitu. Blukuthuk-blukuthuk, wkwkwk … Ternyata suara dari akuarium, hahaha …

      Luigi pasti sukaaa. Sekalian emaknya nostalgia. Tiati ya kalau beli. Biar awet panjang umur deh ikan hias ya.

  2. Aku pernah miara ikan hias tapi nggak telaten mbersihin akuariumnya, jadinya ikan pada mati. Akhirnya akuariumnya dijual deh. Padahal kalau lihat ikan di akuarium itu bisa jadi hiburan tersendiri ya, bisa ngilangin stress juga

  3. Dirumah dulu juga ada yg pelihara ikan arwana dan lau han, waktu itu emang zaman nya orang suka pelihara ikan tersebut. kebayang deh sama aquarium yg kotor bekas makanan dan eeknya.
    kalau lagi nguras, ribetnya minta ampun.
    kayanya harus telaten nih pelihara ikan begitu.

    1. Faktor emosi karena lucu dan bagus gitu ya, Mbak. Padahal ini makhluk hidup. Kudu dipelajari juga gimana caranya mereka bertahan hidup di tempat barunya, hihihi … Kalau mau coba lagi, silakan dipraktekkan yaaa.

  4. Ini tips yang sangat berguna. Selama ini kalau saya beli ikan ya beli saja. Sayangnya, sering tidak bertahan lama dan saya selalu mengira hanya masalah adaptasi ikan yang gagal.

    1. Terima kasih, Mbak …

      Usia ikan ditentukan dari saat kita membeli. Orang-orang tahunya saat memelihara di rumah aja. Boleh dicoba ya kalau mau pelihara ikan hias lagi.

  5. hihihi kerjaanku waktu anak anak masih kecil nih. Mereka sering asyik pertamanya aja, udah gitu lupa. Kecuali anakku yang nomor 2, ngga hanya ikan, juga iguana, ular, burung hantu 😀

  6. Saya suka melihat ikan-ikan hias dalam akuarium. Tapi saya emang nggak tahu bagaimana memelihara ikan. Pun gimana memilih ikan dari penjual. Jadi nggak pelihara deh. Daripada mati sih menurut yuni. Hehehe

    Anyway, begitu tahu bagaimana kita pilih ikan untuk kita beli jadi pingin jan-jalan ke tempat penjual ikan hias dah. HEhehe

  7. Suamiku yang hobi banget melihara binatang. Beli ikan hias itu udah berulang kali. Sempat mati semua keracunan, ada juga yang akhirnya diberikan orang karena gak ada waktu buat ngerawat. Burung juga sering beli. Biasanya kalau udah gede dilepas. Kecuali Love Bird yang sampai sekarang masih dirawat. Emang kalau udah hobi itu susah dihentikan. Pengetahuan tentang dunia binatang juga luar biasa sampai salut aku sama suami. Tontonannya pun, Aminal Planet.

  8. Aktivitas seru nih sebagai selingan anak-anak saat PJJ. Biasanya klw sedang jenuh suka bingung cari aktivitas yang manfaat tapi fun. Mungkin akan saya pertimbangkan untuk buat akuarium. 👍

  9. Pantesan harga ikan hiasnya lebih mahal karena penjualnya smart..punya wawasan luas. Kita beli sekalian tips yang diberikan. kwkw
    Aku pernah punya kolam ikan patin di halaman belakang rumah lama pas di Sumatera. Terus di Jakarta, akuarium mangkok itu dengan ikan 3-5 ekor dan ujung-ujungnya mati..terus ga pelihara lagi karena kalau kami mudik 2 minggu gitu bingung nitipin ke siapa..hua
    Btw, selamat buat si sulung ya sudah tamat juz 29, Barakallah ya Le….

    1. Iya, Mbak. Dulu tuh ikan predator di sana sampai ratusan ribu. Di tempat lain di bawah Rp 100 ribu. Tapi memang penjualnya smart, sih. Tanya-tanya doang padahal nggak beli pun dilayanin, hihihi …

      Nah … Bingung ya kalau pergi kudu gimana. Ini memang salah satu kesulitan memelihara hewan, sih.

      MasyaAllah … Terima kasih doanya, Budhe. Aamin Ya Robbal Aalamiin. Semoga Juz 28 juga berjalan lancar, nih.

  10. Sejak aku kecil, bapak punya aneka peliharaan. Mulai dari kucing, harimau akar, burung, ikan hias dan lain-lain.
    Ternyata anakku suka juga mba.
    Tapi aku berat kasih izin buat pelihara binatang.
    Antara males sama gak hobi juga aku mba, hehe
    Tapi tips ini bermanfaat sekali deh mba kalo someday mau pelihara ikan

  11. MasyAllah padahal cuma ikan hias doang ya. Tapi banyakkkkkkkkk banget ilmunya. Dari soal aquarium, pompa oksigen sampai ikan hiasnya bisa berdampingan dengan ikan yang lain nggak, ternyata harus dipikirin juga ya mba. Aduh awam banget aku soal ini. Kalau Erysha sebenerya penyuka binatang juga mba, cuma aku belum berani kasih ijin atau menawarkan. Soalnya aku sadar diri belum mampu kalau ngurus yang lain juga wkwkwkw 😂. Banyak ga taunya aku soal perawatan hewan soalnya hihihi 😂.

    1. Iyaaa, namanya juga makhluknya Allah ya. Beli lukisan aja nggak cuma dipajang. Kudu tahu cara perawatannya gimana, padahal benda mati.

      Hihihi … nanti dipraktekkin sama Erysha ya tips-tips-nya. Memelihara hewan tuh bikin anak jadi pribadi yang hangat dan penyayang, sih.

  12. Aku tu pengen banget sebenarnya punya peliharaan kayak ikan hias gitu. Pernah sekali beli ikan hias, beli di pasar. Pas di bawa pulang, sampe rumah ikannya udah mati. Sedih deh. Alhirnya yaudahlah sampe skrg ga berani melihara binatang, sedih kalo mati hehee

    1. Kalau baru sampai rumah ikannya mati, besar kemungkinan ikan sudah sakit saat masih di penjualnya. Kalau beberapa masuk akuarium di rumah lalu mati, ini kemungkinan kurang tepat pemeliharaannya.

  13. Sekarang ini memang sedang musim lagi ikan cupang, Mbak. Dan memang benar ya, beli dulu aquarium dan pompa oksigennya, baru menentukan ikan yang sesuai. Dan tips bagus memang pas beli ikan, tanya ke penjualnya. bagaimana cara merawatnya dan sebagainya. Jadi saat memelihara ikan hias, kita sudah ada gambaran.

  14. Sulungnya Mbak, anak saleh, sudah hafal juz 29 ya,, Alhamdulillah… Nambah lg ikan hiasnya ya… Jd jenis ikan yg bs hidup di air berarus cepat atau lambat mesti kita ketahui saat membeli ikan hias ya mbak. Noted. Tfs yaa

  15. Tipsnya oke banget nih mba Mel… Masya Allah bener juga ya. Kita kudu banyak menggali informasi mengenai ikan yang akan dibeli dari si penjual. Biar tahu dan bisa memperlakukan ikan hias dengan tepat… Kalo shofa Haidar juga suka pelihara ikan hias, dulu pernah punya aquarium yang bulet itu loh, tapi pecah huhuhu sampai sekarang belum pelihara ikan yang lain lagi

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.