Melina Sekarsari

Menuliskan Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan
Tips Memelihara Ikan Hias

Tips Memelihara Ikan Hias

Yeay! Masih seputar kegiatan di rumah selama pandemik yang bikin kami bertiga (saya dan dua bocah) jadi makin kreatif aja, nih. Yaaa, meski kadang-kadang ada saat-saat kami bengong bertiga sambil bertanya-tanya, “Kapaaan ya, bisa jalan-jalan lagi?”

Ya ya ya, daripada terus mengulang pertanyaan yang nggak satu pun orang di dunia tahu jawabannya, mari kita kerjakan aja apapun yang menyenangkan dan bermanfaat. 

Salah satu kebiasaan saya ketika bangun tidur adalah mencari-cari di mana gerangan HP berada. Nggak bener banget ini. Kebiasaan anak sulung saya, masih lebih baik. Selesai duduk sebentar sambil merapikan bulu mata lentiknya yang kadang iseng bikin dia kelilipan itu, sulung selalu beranjak ke kamar mandi. Sikat gigi, ambil wudhu, terus melipir sebentar ke belakang. Menengok ikan-ikan dan belutnya. 

Alhamdulillah, ikan-ikan yang dibeli hampir sebulan lalu itu semuanya dalam keadaan sehat. Beda banget sama beberapa waktu lalu yang baru juga sehari, eh ada yang mati. Besoknya ada yang mati lagi. Waduh, gawaaat!

Saya mempraktekkan ilmu yang diberikan oleh pemilik toko hias tempat sulung terakhir membeli ikan. Betul-betul saya ikuti nasehat dari beliau tahap demi tahap. Lega, sewaktu seminggu berlalu nggak ada masalah. Ini mau sebulan pun semua ikan dalam kondisi sehat.

Kalau putra-putri di rumah atau malah kalian sendiri kepengen juga memelihara ikan hias, yuk saya ceritain ya serba-serbinya.

Perlengkapan yang Dibutuhkan untuk Memelihara Ikan Hias

Supaya perawatan ikan hias menjadi lebih optimal, ini dia perlengkapan yang akan kalian butuhkan:

Akuarium; ini pasti, ya. Ukurannya berapa, tentu tergantung selera, luas ruangan, dan mempertimbangkan bahwa semakin besar akuarium maka akan semakin besar usaha dan dana untuk pembelian dan perawatannya.

Pompa Oksigen; Ikan hias nggak bisa hidup tanpa oksigen. Jadi pastikan pompa oksigen telah siap dan bekerja dengan baik. Saya lupa kodenya gimana, tapi semakin besar angkanya, semakin cepat juga arus yang dihasilkan.

Aerator: Ini berfungsi untuk tetap memberikan oksigen untuk ikan. Kalau di rumah kalian mati listrik dan nggak memiliki genset, maka aerator ini sangat membantu ikan agar tetap bisa menghirup oksigen. Semakin besar kapasitas aerator, maka semakin lama juga dia bisa menyuplai oksigen.

 

Lampu, aerator, methylene blue, dan pakan ikan (koleksi pribadi)

Jaring; ini digunakan untuk mengeluarkan ikan saat kalian ingin membersihkan akuarium secara keseluruhan.

Methylene Blue; ini untuk berjaga-jaga aja kalau ada ikan yang sakit. Kalau kelihatan ada ikan yang sakit segera teteskan methylene blue ke dalam akuarium untuk mengobati. Apalagi kalau di dalamnya ada ikan-ikan lain. Penting supaya jamurnya nggak menyebar.

Lampu; di rumah kami, lampu akuarium dimatikan di malam hari. Siang ke sore dibiarkan menyala. Kalau ditanya alasannya, nggak tahu tuh anak saya. Biar kalau malam ikannya bobo nyenyak kali ya, wkwkwwk

Tanaman hias; ini nggak harus tapi sangat membantu menambah keindahan akuarium. 

Cleaner Pump; ini fungsinya untuk memompa air.

Membeli Ikan Hias

Membeli ikan hias itu ada jurusnya juga. Jangan main pilih aja. Buat referensi teman-teman, boleh membaca Tiga (3) Hal Penting Saat Akan Membeli Ikan Hias ini, ya. 

Mulai Memelihara Ikan Hias

Kalau akuarium berisi air sudah diendapkan semalam lengkap dengan pompa oksigennya, sekarang waktunya memasukkan ikan hias yang sudah dibeli ke dalam akuarium. Ini nggak boleh main cemplungin aja, ya. Dulu-dulu kami begitu. Buka ikatan kantong ikan, terus tuangin deh ikan-ikannya ke dalam akuarium.

Biar saya aja yang melakukan kesalahan itu, teman-teman jangan. Jadi, mari ikuti langkah-langkah berikut:

1. Masukkan Kantong Ikan ke dalam Akuarium

Tanpa membuka ikatannya, masukkan kantong berisi ikan ke dalam akuarium. Biarkan aja dia mengambang di sana selama 15-20 menit. Gunanya, agar ikan di dalam kantong punya waktu untuk menyesuaikan diri ke rumah barunya.

Memasukkan kantong ikan ke dalam air (koleksi pribadi)

2. Mencampurkan Air

Setelah 15-20 menit, teman-teman sudah bisa membuka ikatan kantong ikan, ya. Biarkan kantong ikan tersebut tetap di dalam akuarium. Sebelumnya, siapkan centong sayur atau apapun untuk menyendokkan air. Kalau sendok makan jangan deh, kelamaan soalnya. Centong sayur lebih oke.

Sekarang, kalian masukkan beberapa centong air dari akuarium ke dalam kantong berisi ikan tadi, ya. Jangan lupa dihitung. Biarkan sekitar lima menit. Kemudian, keluarkan air dari dalam kantong ke dalam akuarium. Jumlahnya sebanyak air yang tadi kalian masukkan. 

Gunanya apa, sih? Ini untuk membantu ikan menyesuaikan dengan air dari rumah lama ke rumah barunya. Ini penting agar ikan bisa beradaptasi. Kalau dia terkejut, jadinya mabuk, dan bisa mati dalam hitungan hari. 

3. Memasukkan Ikan ke dalam Akuarium

Nah, sekarang saatnya memasukkan ikan ke dalam akuarium. Ini juga ada caranya. Teman-teman cukup memiringkan posisi kantong. Dari yang semula vertikal, menjadi horizontal. 

Saat ikan sudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, dia akan keluar dari kantong dengan sendirinya. Pastinya butuh waktu. Mungkin ada ikan yang bakal mondar-mandir di dalam kantong. Atau, ada nih yang sudah sampai mulut kantong, eh masuk lagi. Sabar, tungguin aja.

Kalau ada ikan yang terjebak di dalam kantong karena air mulai berkurang dan kantong mengempis, harus dibantu ya. Kemarin itu, saya butuh sekitar lima menit untuk menunggu semua ikan keluar. 

Kalau sudah, jangan lupa ucapkan, “Selamat datang di rumah baru kaliaaan. Semoga betah, ya. Sehat selaluuu.”

Membersihkan Akuarium

Sama seperti manusia, ikan yang rumahnya kotor pun bisa mudah sakit juga. Meskipun ada loh, jenis-jenis ikan yang memang membutuhkan bakteri untuk tetap hidup sehat. Sama seperti manusia juga kan, di dalam tubuhnya ada bakteri baik dan jahat. 

Jadi, akuarium tuh nggak harus selalu bersih kinclong. Tentu kalau bersih, lebih enak dilihatnya. Nah, cara membersihkan akuarium tuh, gimana? Simak ya, alternatif membersihkan akuarium di bawah ini.

1. Membersihkan Keseluruhan

Kalau teman-teman mau membersihkan keseluruhan bagian dari akuarium, siapkan wadah kosong untuk ikan-ikannya dulu. Masukkan air, siapkan pompa oksigennya, biarkan semalaman, baru masukkan ikan-ikan kesana. Jadi, wadah ini sudah disiapkan sehari sebelumnya, ya.

Akuarium siap untuk dicuci. Boleh pakai sabun kalau dirasa ada kotoran yang sulit hilang. Pastikan dibilas sampai bersih dan nggak ada aroma sabun yang tertinggal. Keringkan, lalu isi dengan air keran. Biarkan semalaman lagi. Keesokan harinya, ikan-ikan bisa dipindahkan ke akuarium yang sudah dicuci itu. Karena ini lumayan ribet, dua minggu sekali atau sebulan sekali nggak apa-apa.

Aktivitas dengan ikan-ikan baru ini saya abadikan di dalam channel keluarga kami. Videonya di bawah ini, yaaa …

2. Menguras Sebagian

Teman-teman juga bisa membersihkan akuarium dengan cara menguras sebagian airnya. Keluarkan misalnya separuh air dari akuarium, lalu masukkan air baru sebanyak air yang dikeluarkan tadi. Ini lebih simpel, ya.

Buat kalian yang punya tanaman hias di dalam akuarium, harus lebih sering menguras air ini ya karena tanaman hias membawa banyak kotoran. Ada jenis tanaman tertentu yang airnya harus dikuras setiap hari, ada juga yang cukup dua atau tiga hari sekali.

Cleaner Pump (koleksi pribadi)

Kalau punya akuarium besar atau kepengen menguras air lebih cepat, teman-teman bisa menggunakan cleaner pump, ya. Pastinya alat ini membantu banget dari sisi waktu maupun tenaga. Kalau menggunakan metode menguras sebagian, jangan lupa ya, tetap dihitung volume air yang sudah dikeluarkan. Nanti bisa diukur pakai wadah aja, misalnya satu ember, satu gayung, atau yang lainnya.

Yuk, Mulai Memelihara Ikan Hias

Bagi saya dan anak-anak, memelihara ikan hias tuh menyenangkan. Kalau udara sedang panas, kami suka gogoleran di lantai, sambil memandangi ikan-ikan yang berenang berkejaran dengan teman-temannya. Rasanya tuh indah dan damaaai gitu. 

Buat saya pribadi, enaknya memelihara ikan hias tuh kotorannya nggak berbau, hahaha … Meski, yaaa … Nggak bisa disayang-sayang dengan cara dibelai, diusap, apalagi digendong. 

Nggak enaknya kalau mau bepergian keluar kota. Was-was, gimana ya makannya. Sejauh ini sih di keluarga kami aman karena nggak pernah pergi sekaligus bedhol rumah berhari-hari. Nggak enaknya juga kalau mati listrik apalagi lama. Berkali-kali ikannya sulung mati ada yang mati karena kelamaan mati listrik dan aeratornya udah keburu mati. Nggak kuat menyediakan oksigen dari batere selama itu.

Buat kalian yang tertarik memelihara ikan hias atau pernah memelihara dan ikannya banyak yang mati, semoga informasi ini bermanfaat, yaaa. 

 

Salam,

Melina Sekarsari

52 comments found

  1. Saya tu nggak pernah kepikiran buat membiarkan kantong ikan ke dalam akuarium lho mbak. Mungkin kebanyakan orang juga begitu.

    Jadi, begitu sampai rumah ya sudah cemplungin ikan-ikannya di akuarium. Hehehe…

  2. Ya ampunn tipsnya harus aku bintangin nih, karena di rumah ada ikan hias, cuman ya sekadarnya aja ngerawatnya. Urusan pompa itu apalagi, biasanya pak suami yang berangkat beresin hehee. thanks for sharing mbaa

  3. Di rumah ya ada aquarium. Tapi jangan tanya aku jenis ikannya. Hehe…
    Kemarin ini malah bertelur dan menetas dong. Jadi brinyit banyan ikan kecil²…
    Emang sih kalo ngeliatin ikan tuh tenaaang…

  4. Oalah, aku baru tahu loh, kalau memasukkan ikan itu ternyata ada tekniknya. Aku suka cemplung aja mbak, dan itu loh, aku nggak pernah mendiamkan airnya dulu. Termyata harus didiamkan dulu semalaman. Ingat banget, pernah mati listrik lama sampek ikannya mati. Dan itu bikin sedih aku dan bocio. Nangis berdua. Hahaha

  5. Nah, yang mggak enak-nggak enaknya itu saya udah rasain semua. Mulai listrik mati trus ikannya mati semua, sampek ditinggal keluar kota trus ikannya pada mencolot keluar. Sekarang melihara Cupang aja. Mumet BukNaj bolak-balik beli ikan mahal-mahal.

  6. Ouw, jadi kalau ikannya baru sampe rumah,nggak langsung dicemplungin ke dalam air akuarium ya. Kasian juga kalau jadi sedih trus mati dalam hitungan hari karena adaptasinya kagetan.

  7. Ngomong2 soal ikan..dr kecil ortu punya aquarium dan sy biasa merawat dan membersihkan aquarium beserta ikannya..cmn krg telaten..ikannya mati semua haha

  8. Di rumah pernah memelihara ikan hias kecil-kecil sebelum pandemi. Dan Ponakan ikut rajin kasih makannya, tapi kerajinan malah nyemplungin roti, haddeh. Ya udah karena kesibukan nggak dilanjutkan lagi dah memeliharanya

  9. Di rumah juga ada 2 akuarium besar. Pasca tsunami, belum pernah lagi digunakan. Saat ini diisi boneka malah. Pas baca postingan ini, jadi ingin aktifkan lagi akuariumnya

  10. Aku baru tau kalo mindahin ikan gak bisa sembarangan, mesti ditaruh sama plastik bungkusnya dulu. Ternyata banyak hal yang aku gak paham soal ikan hias nih. Makasih buat ilmunya kak Mel.. 😊

  11. Hai, Mbak Melina!

    Terima kasih atas info ini, ya…
    Ingin coba deh pelihara ikan hias soalnya menurut Mbak seru kan ya kalo udara lagi panas, sama anak gogoleran liatin ikan berenang. Kayaknya relaxing, deh. Kebetulan di rumah lagi ga piara hewan… Semoga dimudahkan proses piara ikannya. ❤️

  12. Kebetulan aquarium di rumah dah lama ga dipake
    Tips2nya sangat bermanfaat nih.
    Klu ada aquarium dan ikan di rumah tu mmg lumayan bikin adem dan nyegerin pikiran tuk hilangkan stress ya

  13. Wah benar banget harus dijaga dan dirawat biar tetap indah dilihat, adem dan pastinya bersih sehingga tidak jadi tempat penyakit

  14. Pengen juga deh ngerasain punya peliharaan ikan hias. Kalau lagi ke rumah orang yang ada akuarium di ruang tamunya tuh ngeluhatnya cantik banget. Tapi ada rasa takut juga nggak telaten ngurusnya. Dari artikel ini saya jadi tahu apa yang harus dipersiapkan dan caranya bagaimana. Makasih ya mbak. Semoga nanti beneran kesampaian punya ikan hias juga.

  15. Dulu juga aku punya tuh ikan mas koki banyak sama ikan Lohan yang hits pada jamannya. Terakhir sedih banget itu ikan mas koki masa dimakan kucing garong hiks. And paling bete itu tuh kalo beli ikan terus gak lama dia mati

  16. Adik juga senang banget pelihara ikan hias mbak dan memang asik banget kalau di rumah jadi segar ada akuarium kecil. Cara memeliharanya enggak terlalu ribet ya mbak asal alat2 nya terlengkapi semua.

  17. Lengkap banget mbaaa…
    ku tak pernah betah jika ada piaraan dalam rumah entah mengapa…
    sekarng jadi bginung klo anak minta piaraan semacam pergolakan bathin.
    eaa jadi curhat

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.