Manfaatkan Media Sosial untuk Wawasan yang Lebih Luas

"Gimana sih perasaan kamu selama pandemi ini?"

Ada nggak yang bisa menjawab dengan singkat, padat, dan jelas? Kalau saya sih, bakal bilang, “Perasaan saya campur aduk.”

Kalau diminta menjabarkan, nah yang bertanya harus siap-siap mendengarkan dengan penuh seksama. Kalau perlu, nyalain deh recorder di ponsel biar nggak ada satu kata pun yang ketinggalan. Termasuk helaan napas, karena memang pandemi itu melelahkan jiwa raga. 

Peran Sebagai Anak, Ibu, dan Diri Sendiri

Saat terlahir ke dunia, Tuhan memberikan saya peran sebagai anak. Selayaknya anak, tentu harus menunaikan bakti kepada kedua orangtua. Bapak dan ibu saya tipe orangtua yang sama-sama suka bepergian keluar rumah.

Bapak suka motor-motoran, kadang mampir di suatu tempat dan ngobrol dengan sesama bapak-bapak lain. Ibu suka kumpul bareng teman-temannya, yang sebagian besar berasal dari majelis taklim tempat beliau mengikuti pengajian atau kajian.

Menemani bapak mudik ke Solo.

Segera setelah melahirkan putra sulung, gelar ‘Ibu’ tersemat di bahu saya. Bahkan sudah dipanggil ibu saat datang kontrol ke dokter kandungan, kan? Menjadi ibu, sebuah keajaiban luar biasa, apalagi saya dianugerahi anak-anak yang super istimewa. 

Keberadaan sulung ‘memaksa’ saya mengundurkan diri dari perusahaan karena harus mendampinginya konsultasi psikologi. Kondisi bungsu ‘menahan’ saya untuk kembali menjadi pekerja kantoran karena dia pun harus mendapatkan pendampingan yang intensif. 

Waktu berjalan. Keduanya sudah bisa menjalani kehidupan anak-anak yang jauh lebih baik. Keduanya sama-sama menyukai museum lengkap dengan sejarah di baliknya. Makanya, kalau jalan-jalan ke museum bareng mereka, bawaannya senang. Mereka sibuk tanya ini dan itu. Orangtua mana yang nggak senang kalau anak-anaknya tumbuh aktif dan punya rasa ingin tahu yang tinggi.

Saya percaya, bahwa anak-anak harus memiliki pengetahuan umum yang luas, bukan hanya pendidikan akademik yang diterima di sekolah. 

Kesukaan ibu, jalan-jalan dan pepotoan.

Kerap membutuhkan waktu untuk ‘me time’, ini adalah kebutuhan akan peran saya sebagai diri sendiri. 

Saya ditanya, “Kenapa sih, kok mau balik kerja kantoran lagi di Jakarta?”

Jawabannya, “Karena saya butuh mobilisasi. Bekerja terus-menerus di balik meja kerja di rumah tuh bikin saya tertekan.”

Bisa dibilang, pergi pulang dengan berganti transportasi umum tuh bikin capek. Tapi saya hepi karena saya bisa bergerak, berjalan, berjalan cepat, bahkan berlari. Saya juga bertemu dengan banyak orang yang masa bodoh kalau saya nggak kenal. Yang penting saya nggak melihat orang-orang yang itu-itu lagi. Jadi, bosan gitu lihat anak lagi, orangtua lagi. Well… yes, hahaha … Boleh dong punya pendapat sendiri.

Masalah yang Timbul dari Peran Sebagai Anak, Ibu, dan Diri Sendiri

Mungkin ini juga dialami oleh teman-teman, tapi beneran deh, saya gemas luar biasa karena kedua orangtua susah banget dikasih tahu supaya di rumah saja. Mau gimana, mereka susah juga sih dikasih tahu supaya patuh protokol kesehatan. Kan kami anak-anaknya jadi deg-degan.

Akhirnya, jadi tarik urat leher berdebat soal sebenarnya covid-19 itu ada atau nggak, huhuhu

Sebagai ibu, pasti teman-teman sesama ibu sudah bosan deh sama keluhan para orangtua tentang betapa bikin gregetnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Motivasi belajar anak menurun drastis, tugas-tugas sekolah banyak yang terlambat dikumpulkan, ribetnya mengumpulkan tugas dalam bentuk video, macam-macam deh.

 

Tugas PJJ-nya Nona Kecil

Awalnya, saya harus jungkir balik karena pendapatan sangat terpengaruh oleh pandemi. Tapi begitu kembali sehat, saya menyadari bahwa tekanan pekerjaan nggak bisa dibuang lewat rekreasi. Pandemi gini, saya bingung mau kemana, dan malas juga karena rasanya ribet banget. Jadi mendingan nggak usah kemana-mana, deh.

Akhirnya, saya harus nrimo bahwa cara bersenang-senang karena tekanan dari segala arah harus diwujudkan dengan kegiatan yang berbeda dan bisa dilakukan dari rumah saja.

Kehadiran Media Sosial Sebagai Penolong

Terus, dengan segala macam kerusuhan di kepala saya, terus apa dong yang bisa dilakukan supaya bapak dan ibu saya mau duduk anteng di rumah?

Jawabannya ya media sosial. Bapak saya bisa betah banget menonton artis-artis kesayangannya menyanyikan lagu-lagu favorit beliau melalui channel Youtube. Satu lagi bisa diulang beeerkali-kali. Ya nggak papa lah, ya, daripada beliau motor-motoran di luar sana terus suka lalai mengenakan masker yang benar.

Demikian juga dengan ibu. Beliau sedang senang-senangnya mengikuti kabar dari Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar. Sebetulnya sih saya bosan juga, setiap saat mendengarkan cerita beliau tentang betapa hebatnya pasangan muda itu. Nggak papa, daripada beliau sibuk kumpul sana-sini sama teman-temannya. Paling gemas kalau memaksa pergi ziarah karena dalam satu bis itu, selalu penuh. Duh, ngeriii … 

Semakin kesini, ibu saya sesekali ternyata suka ngintip resep makanan gitu. Alhamdulillah … Tuh kan, nggak cuma menyimak berita selebritas saja.

Memperluas wawasan lewat online training via Zoom.

Kehadiran media sosial menguntungkan banget buat saya sebagai ibu. Kalau menemukan tugas yang sifatnya praktek seperti matematika atau IPA, sudah pasti saya cari referensinya di channel Youtube. Sekalian belajar, kan? Maklum, ilmu pengetahuan semasa SD banyak yang sudah hilang tertiup usia, hahaha

Tak dinyana, lewat channel Youtube juga, anak-anak saya bertambah wawasan umumnya. Mereka suka sekali menyimak wawasan tentang dunia hewan, tumbuh-tumbuhan, dan tatasurya. Kan hebat, seperti ensiklopedia berjalan, jadinya.

Gimana dengan saya sendiri?

Media sosial memberikan warna berbeda dalam kehidupan saya. Dulu ada beberapa akun yang saya ikuti saat kami sekeluarga (kecuali anak-anak) terkonfirmasi positif covid-19. Butuh banget referensi, kan?

 

Rekomendasi Media Sosial yang Bisa Meningkatkan Wawasan

Tahu nggak, dengan bermedia sosial, terasa banget bahwa otak saya jadi nggak tumpul-tumpul amat. Senantiasa diasah buat berpikir, menyerap ilmu, yang pastinya semua itu bakal berguna untuk meningkatkan kapasitas diri saya sebagai orangtua dan diri sendiri. 

Cobaaa, anak siapa yang hari gini nggak kritis? Tanyaaa melulu. Kan asyik, kalau saya bisa menjawab karena memang pernah membaca duluan artikel tentang yang mereka tanya itu. 

Kadang ya, mereka tuh tanya, “Mama, soal bla-bla-bla itu mitos atau fakta?”

Aduuuh … Nggak mungkin kan saya jawab, “Meneketehe, Naaak …”

Mitos atau Fakta?

Menyambung pertanyaan yang tiba-tiba suka dilempar anak-anak saya tadi, pas banget nih karena saya bisa mengajak mereka bersama-sama membaca kolom “Mitos atau Fakta” yang ada di Indozone. Kenapa sih, mesti bersama-sama? Sebab ini bukan situs khusus anak-anak, jadi dari segi bahasa, saya harus ada di samping mereka untuk memberikan penjelasan kalau mereka bingung.

Saya juga bisa dapat informasi mengenai tema yang memang saya suka seperti life, movie, dan travel. Hepi loh kalau bisa meningkatan wawasan.  Selain itu, masih banyak banget kategori yang bisa teman-teman temukan di sini. Olahraga, tekno, musik, kuliner, berita terkini, semuanya ada. Lengkap deh, pokoknya. Aksesnya pun cepat. Nggak bikin bete, deh, karena alasan loading-nya lama.

Indozone membantu kita terus meningkatkan wawasan meski dari rumah saja. Pandemi bukan berarti otak jadi tumpul, kan? Ayok, asah terus deh dengan bacaan berkualitas. Raga boleh di rumah saja, tapi hati tetap bahagia dan otak terjaga kualitasnya. 

Jadi, kata siapa media sosial itu cuma banyak mudharatnya? Ambil yang baik, buang yang buruk. Bukan kah begitu?

Kamu, gimana? Merasakan manfaat juga nggak dari media sosial? Share, yuk …

Salam sayang,

Melina Sekarsari

0 Shares:
23 comments
  1. media sosial juga membantu aku untuk dapetin informasi, nyari promo tiket misalnya
    asalkan kita bisa menggunakan dengan positif, aku rasa nggak masalah. asal jangan buat nipu nipu orang aja

  2. Di era pandemi kaya gini emang musti cari tempat yang pw buat cari cari info ter-uptodate, btw makasih kak infonya.. langsung cus ke indozone.id aaah

  3. Bener banget. Sempet mendampingi ponakan sekolah secara online. Duh, gregetnya
    😅 Anak-anak maupun ortu, keduanya sama-sama berjuang di masa pandemi. Untuk udah hidup di era media sosial ya. Jadi terasa lebih mudah.

  4. Aku juga merasakan banget nih mbak manfaatnya menggunakan media sosial. Nggak hanya tau update informasi terbaru tapi juga menemukan tutorial, resep masakan, sampe inspirasi dekor rumah yg kekinian

  5. Sama Kak..saya pun pernah dibikin merasa campur aduk di saat pandemi..untung ada medsos yang selain sebagai hiburan juga bisa mendatangkan maanfaat positif..antara lain cuan. Hehe..

  6. Baca judulnya itu, betapa medsos itu banyak memberi manafaat ya asal kita tahu ya bagaimana memilah info juga waktu yang kita gunakan. Jadi nyaman aman deh . Karena kita nggak mungkin bendung teknologi yang ada….

  7. Media sosial memang ngebantu banget dalam setiap aktivitas kita. Tinggal punter2 kita untuk bijak bermedsos, agar tidak merugikan

  8. Ternyata secara gak sadar kehidupan kita dimudahkan sekali oleh kehadiran sosial media.
    Alhamdulillah,
    Senang sekali karena banyak terbantu, dari mulai membuka mata sampai tertidur kembali.
    Tapi tetap bijak menggunakannya, sosial media ini akan sangat membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like