Suatu Hari Saat Kedatangan Martabak dan Lilin-Lilin Mungil di Atasnya

Martabak, Lilin-Lilin Kecil, dan Angka 39

Pertama kalinya meniup lilin di momen ulang tahun yang sebenarnya sudah lewat beberapa hari, gimana rasanya? Jujur, aneh.

Sama sekali bukan karena momennya yang nggak lagi istimewa karena sudah lewat beberapa hari alias telat. Tapi saya memang nggak terbiasa merayakan ulang tahun sejak kecil. Ucapan ulang tahun pun juga nggak. Malah takut, kalau terbiasa ada yang ngucapin terus tiba-tiba nggak ada, malah jadi sedih, xixixi

Jadi yaaa … Sudah terbiasa gitu dengan momen ulang tahun yang lewat begitu saja. Apalagi pakai acara tiup lilin segala. Baru kali ini, Ya Allah… 

Kalau tiup lilin waktu listrik nyala lagi sih sering, wkwkwk… Mana tiup lilinnya di atas martabak pula, bukannya blackforest. Ngeri-ngeri sedap kan tuh, takut ketuker antara keju dan lelehan lilin, wkwkwk

Anyway, many thanks everyone for the suprise! Nggak boleh lupa ah ngucapin terima kasih. Sayangnya, foto martabak dan lilin-lilin mungil itu nggak sempat diabadikan. Diganti foto saya ajalah ya, semoga kalian tetap suka, hahaha

Nggak bisa lihat background cakep, meski ini di lorong menuju toilet mall, wkwkwk ...

Harapan di Usia 39 Tahun

Lalu, apa yang diharapkan di usia ke-39 ini?

Well, kalau mau bahas maunya saya, bisa nggak kelar-kelar. Soalnya banyak maunya sih, hahaha … Sekarang mensyukuri apa yang sudah dipunyai aja, deh. 

Alhamdulillah, dikasih kesehatan jiwa dan raga sama Yang Maha Kuasa. Yah, yang namanya masuk angin masih wajar lah, ya. Atau, sesekali sakit gigi kambuh karena sebenarnya harus ketemu dokter bedah mulut tapi saya tunda melulu. Apalagi ya? Oiya, jerawat. Eits, jangan salah. Jerawat kalau posisinya di dahi, rasanya mak jleb loh waktu posisi sujud. Pengen jedutin sekalian saking gemesnya, tapi malu kalau auto keluar air mata.

Always love moving and ... camping!

Alhamdulillah, dikasih rezeki berupa pekerjaan yang jauh dari rumah. 

Loh, kok malah bersyukur? Iya dong, soalnya saya jadi bisa melakukan perjalanan. Well, gimana ya? Buat saya tuh life is about moving. Hidup tuh ya kudu bergerak, dimulai dari bergerak secara fisik. Bangun pagi, berangkat kerja pagi, bergerak cepat di stasiun, berebutan tempat duduk, naik turun tangga, gonta-ganti moda transportasi, buat saya ini nyenengin. 

Orang Sensing gitu, loh. Bergerak dan berkeringat adalah kebutuhan. Nggak bergerak, nggak keringetan, alamat lemah, lesu, gampang ngantuk, dan jadi nggak produktif. 

Makanya saya suka bingung kalau ada orang yang mengasihani saya karena ini. Kayak pengen bilang, “Hello, gue menikmati kenapa elo malah mengasihani?”

Hidup memang gitu, sih, terkadang kita terlanjur merespon yang salah karena sebenarnya kita tuh nggak tahu yang orang lain rasakan. Mereka cuma lihat dari luar bahwa hidup kita menyenangkan atau menyedihkan.

Tapi kadang ada sedihnya juga sih punya rumah jauh dari tempat kerja. Kapan kah itu? Waktu hujan! Paham dong ya, di waktu-waktu begini tuh tarif transportasi online melesat bagaikan harga bahan pokok jelang hari raya.

Anyway, selalu ada keberkahan di antara tetesan air hujan. Dibawa senangnya karena kita bisa lebih banyak meminta sama Dia. Kan waktu mustajab tuh, ya.

 

Dear me ... Tetaplah menjadi jiwa raga yang serupa tanah

Mau Berperan Sebagai Apa di Dunia?

Welcome to 39 for me …

Seorang guru berkata, memang penting mencapai prestasi tertentu dalam hidup. Tapi lebih penting lagi memahami peran kita di dunia ini sebagai apa. 

Semoga tetap dimampukan menjadi Sensing sejati yang cerdas. Bisa tetap menjadi pemilik jiwa raga yang sehat dan kuat, dimampukan menjadi penopang kehidupan, dimampukan menjadi tanah sebagai tempat tumbuh terbaik. Tanah yang mampu menampung air, yang dikumpulkan menjadi sungai, danau, atau dibiarkan mengalir, agar menjadi sumber rezeki dan kehidupan bagi lingkungan.

Menjadi tanah yang menerima apa adanya yang datang, termasuk sampah, entah daun lupuk maupun kotoran berupa bangkai. Jangan salah karena kesabaran dan kecerdasan bisa mengolah daun lapuk menjadi pupuk, kotoran menjadi harta kartun. 

Iya, seperti itulah peran saya seharusnya dalam kehidupan. Menghadapi problema secara cerdas, sabar, dan bijaksana. Meski kadang diinjak dan diremehkan, tapi dengan kekuatan dalam diri, tetap menjadi jiwa yang menghasilkan. Subur, makmur, sejahtera, bahagia, InsyaAllah … Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Catatan:

Pesan dari seorang guru – Miss Hiday, untuk orang-orang Sensing

 

Salam sayang,

Melina Sekarsari

0 Shares:
12 comments
  1. Barakallah fii umrik ya mba semoga apa yang dicita2kan terwujud ya, saya juga nih makin nambah umur makin males kalau diucapin dan dirayain malu, tambah tua euy 😂, tapi kalau dikasi kejutan wah ya gak nolak juga sih hehehe

  2. Alhamdulillah ya banyak yg bisa disyukuri. Mmg seperti itu seharusnya seiring bertambahnya usia. Barakallah fii umrik yaa kakak.. Psat.. di bawah 40 mah masih mudaa 😘

  3. selamat ulang tahun mba, semoga selalu diberkahi di usianya sekarang dan nanti, pasti happy banget ya kalau dapat surprise dari sahabat dan keluarga, ga perduli ukuran lilin dna kuenya mau kecil atau besar, pokoknya happy banget, ages just number, yang penting always happy

  4. selamat ulang tahun mba, semoga selalu diberkahi di usianya sekarang dan nanti, pasti happy banget ya kalau dapat surprise dari sahabat dan keluarga, ga perduli ukuran lilin dna kuenya mau kecil atau besar, pokoknya happy banget, age just number, yang penting always happy

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like