Romansa

Sebuah Janji dari Masa Lalu

Aku terbangun dengan setengah berteriak pada ruangan kamar yang temaram. Bulir keringat terasa berjatuhan dari kulit kepala, melintasi pelipis, membasahi leher, hingga ke punggung. Mimpi itu datang lagi. Menyeruak di antara tidur yang tak pernah lelap. *** Aku mengenalnya sejak masa kanak-kanak. Bertemu dengannya di setiap pagi di depan pagar rumah. Kala itu aku masih… Read More Sebuah Janji dari Masa Lalu

Romansa

Wajah di Dalam Cermin

Aku – Perempuan Pukul 01.00 dini hari. Ini adalah malam yang entah ke berapa ratus, aku terjaga dengan bulir-bulir keringat di pelipis dan napas terengah. Ada rasa panas menyeruak di antara deru napas. Kuletakkan telapak tangan kanan di dada. Napas memburuku begitu berisik. Tangan kiriku bergerak perlahan, mencari-cari sesuatu di atas meja kecil di sisi… Read More Wajah di Dalam Cermin

Romansa

Melati Tak Pernah Pergi

Wanita itu masih tak mau memandangku. Ia lebih memilih menatap rerimbunan bunga melati yang berbaris rapi di taman ini. Perlahan kusisiri rambut sebahunya. Kusut. Terasa kasar di antara jari jemariku. Beberapa helai rambut jatuh di baju putihnya. Keheningan melanda di antara kami. Tak mengapa. Ini jauh lebih baik. Minggu lalu, ia masih menolakku. Mengusirku dengan… Read More Melati Tak Pernah Pergi

Romansa

Hujan, Kopi, Dan Cinta vs Panas Terik, Es Teh, dan Cinta

Apakah sebenarnya hubungan antara hujan, kopi, dan cinta? Jawaban ‘ya’ kurasa hanya milik jiwa-jiwa sok melankolis yang terlalu banyak menonton drama percintaan. Isi kepala mereka hanya seputar hujan, berpelukan, beromantis ria, saling bertatapan mesra, sambil sesekali menyesap kopi dari cangkir bergambar dua insan. Aku menyukai hujan. Usai ia pergi, rerimbunan di halaman rumahku akan semakin… Read More Hujan, Kopi, Dan Cinta vs Panas Terik, Es Teh, dan Cinta

Romansa

Dua Perempuan, Dua Lelaki, dan Cinta yang Terkapar

Cinta itu hadir tanpa pernah terencana. Di hati dan pikiran kami. Masing-masing dari kami terjebak pada cinta yang tak seharusnya. Namun apa mau dikata, ia tak begitu saja usai. Bergulirnya waktu dan bahkan benci tak bisa mengusirnya pergi. *** Galih Aku berjalan setengah berlari mengejar perempuan yang sudah berbilang purnama menyekap hati. “Yesha! Tunggu!” Dahaga… Read More Dua Perempuan, Dua Lelaki, dan Cinta yang Terkapar

Romansa

Perempuan Yang Menunggu Sesuatu Dariku

Aku mengistimewakannya. Perempuan dengan helaian rambut yang jatuh di pelipisnya di hari pertama kami bertemu. Harum rambut bergelombang yang membawa tidurku lelap setiap hari. Tapi lelap itu telah menguap. Di hari ia mengurai langkah menjauh. Dalam dekapannya, ia merindukan sesuatu dariku. *** “Untukmu.” Sebuah bingkisan berbentuk kotak kuulurkan padanya. Ragu ia menerimanya. Bola matanya bergerak… Read More Perempuan Yang Menunggu Sesuatu Dariku

Romansa

Dua Tahun Berujung Mantan

“Din, elo mau nggak nikah sama gue?” Pertanyaan Harris, pacarku itu, tentu akan serta-merta kusambut dengan anggukan seandainya saja tak ada yang salah dalam hubungan kami. Tapi, dengan mengatasnamakan empati atas kaum perempuan, aku hanya menganggap lamaran tak resmi itu sebagai angin lalu. Separuh hati berkata, tak perlu bicara empati jika nyatanya kamu masih bersama… Read More Dua Tahun Berujung Mantan

Romansa

Denting 3 Hati

Dia – yang menantiku, Dia masih di sini, duduk di hadapanku, dengan sebotol air mineral yang hampir tandas. Dia selalu begitu, begitu mendewakan air mineral, di manapun, kapanpun. Dia sama sekali tidak memiliki rasa ingin tahu pada rasa-rasa yang lain. Yang aku tahu, air mineral ini begitu jernih, sejernih rasa yang kumiliki untukmu. Sederhana, tapi… Read More Denting 3 Hati

Romansa

Wanita Kedua

Sekuat hati aku menolakmu. Engkau yang hadir dalam kehidupanku kini tanpa aku pernah mengundangmu. Bagiku, kau penyusup, bergerilya secara licik mencuri hatinya, lalu kemudian hatiku. Kamu tak secantik wanita terindah sepanjang hidupku. Aku juga yakin kau tak sebaik wanita terindah itu. Namun, engkau selalu berusaha tampak baik di hadapanku, berusaha menyayangiku. Tapi aku tahu itu… Read More Wanita Kedua